<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730</id><updated>2011-11-28T06:33:17.005+07:00</updated><category term='Ritual Rutinitas'/><title type='text'>Sanggar Supranatural Songgo Buwono</title><subtitle type='html'>Mamasuh Malaning Bumi, Mangasah Mingising Budi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-7920724353688400724</id><published>2009-12-23T23:40:00.006+07:00</published><updated>2009-12-24T00:00:26.487+07:00</updated><title type='text'>Mengubah Sejarah Kabupaten Bantul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SzJMaWpsepI/AAAAAAAACBk/bvq0Nkhpjso/s1600-h/IMG_1464%5B1%5D"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SzJMaWpsepI/AAAAAAAACBk/bvq0Nkhpjso/s200/IMG_1464%5B1%5D" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418477317320899218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Press Release&lt;br /&gt;Jogjakarta, 17 Desember 2009&lt;br /&gt;Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                                                 Mungkin sudah harus menjadi Sejarah kabupaten Bantul yang harus memilih pemimpin wanita dalam sejarahnya.                                                                                                Perempuan itu adalah agen perubahan. Konsep ini akan menjadi nyata ketika Kabupaten Bantul dipimpin seorang perempuan. Pasalnya, kondisi politik yang selalu didominasi lelaki itu, apa menjamin akan membuat perubahan dalam kehidupan bermasyarakat setelah H. Idham Samawi tidak menjabat lagi. Mungkin ada sedikit keraguan dihati masyarakat untuk memilih pemimpin baru yang akan duduk mengagantikan H. Idham samawi, yang intinya seperti Pak Idham atau tidak ya???? Lalu pembangunan dan budaya tradisi masih ada tidak ya nanti? Terus untuk kedepanya Bantul bagaimana ya nanti??? Kenapa tidak??? Kalau memang Hj. Ida Idham Samawi mampu mengapa mesti dipermasalahkan dengan bait “ Pemimpin Wanita itu Diharamkan” Siapa bilang??? Yang penting sekarang adalah memilih pemimpin itu dengan hati nurani dan rasa. Disinilah saatnya hati nurani kita harus bicara dan memilih agar kita tidak ragu ya ayo kita sama-sama berdoa bersama agar Allah SWT memberi petunjuk untuk memilih Pemimpin di Kabupaten Bantul ini.  Apa “Masyarakat tidak bosan dengan kepimpinan seorang lelaki? Tidak salah rasanya kita sebagai masyarakat membuat perubahan sejarah untuk Kabupaten Bantul dipimpin seorang Bupati Perempuan. Untuk itu, perlu ada perubahan.                                       Dan perubahan itu akan muncul kalau bupati dijabat oleh perempuan.”.                       Disini akan kami jelaskan lebih jelas agar tidak terjadi salah paham antara Pemimpin Perempuan dan Laki-laki.                                                                                                     Islam datang sebagai “Rahmatan Lil ‘Alamin” yaitu agama yang menebarkan Rahmat bagi alam semesta. Salah satu dari bentuk rahmat itu adalah persamaan hak kemanusiaan antara laki-laki dan perempuan. Tidak ada perbedaan ras, itnik, jenis kelamin dan kemampuan antara laki-laki dan perempuan, disisi Allah SWT , kecuali kadar kualitas dan kuantitas, ketakwaan mereka dan kemapuan merekalah yang harus kita cermati. Islam tidak pernah menjadikan perempuan berada di “Golongan dua atau nomer dua” dalam masyarakat dan laki-laki berada di “kelas utama” etnis sama-sama mempunyai potensi yang sama untuk menjadi 'abid' dan 'khalifah' (QS. Al-Nisa'4:124). Sebenarnya yang menjadi persoalan dalam kepemimpinan perempuan bukan layak atau tidak, sebab sejarah telah menjawabnya, tetapi lebih pada usaha membangun perspektif baru berdasarkan analisis jender. Disadari atau tidak, paradigma yang sudah terbina selama berabad-abad, sejak abad kedua hijriah sampai tahun 1980-an adalah paradigma yang kurang sensitif terhadap jender. Islam memberikan kebebasan yang begitu besar kepada perempuan, sehingga tidaklah mengherankan jika pada masa Rasulullah ditemukan sejumlah perempuan memiliki kemampuan dan prestasi yang membanggakan seperti yang diraih kaum laki-laki. Dalam tanggungan Al Quran, perempuan dengan leluasa memasuki semua sektor kehidupan masyarakat, terutama hukum, politik, ekonomi, dan berbagai sektor publik lainnya. Yang dimaksud dengan hak-hak politik adalah yang ditetapkan dan diakui oleh undang-undang berdasarkan keanggotaan sebagai warga negara. Biasanya ada korelasi antara hak hukum dan politik dengan masalah kewarganegaraan. Artinya hak politik itu hanya dimiliki oleh orang yang berada di wilayah hukum negara tertentu dan tidak berlaku untuk orang asing. Hak-hak politik selalu menyiratkan partisipasi individu dalam membangun opini publik, baik dalam pemilihan wakil-wakil mereka di DPR atau pencalonan diri mereka menjadi anggota perwakilan tersebut. Cakupan dari hak-hak politik itu adalah pengungkapan pendapat dalam memilih, mencalonkan diri sebagai anggota DPR, hak untuk diangkat sebagai pemimpin maupun dipilih sebagai presiden dan hal-hal lain yang berkorelasi dengan dimensi hukum dan politik Hak-hak politik dan hukum perempuan selama ini masih semu, artinya terus-menerus berada di bawah kekuasaan laki-laki dalam masyarakat Indonesia yang menganut faham patriarkhat. Kondisi ini tercipta karena kebanyakan masyarakat memandang perempuan lebih "hina" dan karenanya harus tunduk kepada laki-laki. Pandangan seperti itu sudah menjadi "hukum alam" yang sulit untuk diformat ulang. Perbincangan mengenai hak-hak politik dan hukum perempuan dalam tradisi Islam melahirkan dua aliran besar: pertama, aliran yang secara absolut mengingkari hak-hak hukum dan politik bagi perempuan. Mereka memahami hadis "tidak akan berjaya satu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan" lebih kepada tekstualnya, sehingga hukum yang muncul adalah sekedar hukum yang tertulis (law in book). Kedua, aliran yang berpendapat bahwa Islam mengakui adanya hak-hak hukum dan politik bagi perempuan.                                                                               Mereka memahami dan menafsirkan hadis tersebut lebih kepada kontekstual dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Kelompok ini menegaskan bahwa Islam menetapkan dan mengakui hak-hak hukum dan politik perempuan, termasuk hak menjadi pemimpin atau presiden.                                                                                       Ketika seseorang mencari rujukan pada teks-teks agama, sebenarnya ia melakukan interpretasi terhadap teks tersebut. Agama berada di dunia abstrak yang susah untuk diraba. Agama yang absolut berbeda dengan penafsiran yang relatif. Jadi harus ada usaha-usaha cermat dalam menafsirkan teks-teks agama agar senantiasa relevan dengan situasi masyarakat yang dinamis. Sebab utama mengapa hak-hak hukum dan politik perempuan selalu termarginalkan adalah penafsiran terhadap teks-teks agama yang tidak mengindahkan semangat moral Al Quran dan selalu mengedepankan bias-bias jender yang telanjur mengakar dalam sebagian besar masyarakat dunia, termasuk dunia Islam. Kaum Muslimin hendaknya tersentak dari igauwan panjang dan mulai menyadari bahwa Al Quran adalah teks yang harus dibaca secara kontekstual, yaitu dengan memahami konteks historis dan politis di mana Al Quran diturunkan.&lt;br /&gt;Penafsiran terhadap teks-teks Al Quran yang bukan membicarakan jender dan jenis kelamin, sebenarnya tidak ada yang berhak mengklaim bahwa suatu interpretasi telah final dan abadi kecuali Al Quran.                                                                                                  Oleh karena itu, setiap anak zaman memiliki hak untuk membuat penafsiran baru yang selaras dengan tuntutan zaman mereka. sekarang di mana kesadaran obyektivitas masyarakat, rasa keadilan dan kesadaran akan kesetaraan jender menjadi isu sentral, adalah tidak berlebihan untuk mengakomodir aspirasi perempuan dalam suatu interpretasi keagamaan. Wallahu a’lamu bishawab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Abdullah SAW mendefinisikan pemimpin sebagai pelayan bagi kaum yang dipimpinnya, sebagaimana sabda beliau. “Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka” (H.R. Abu Na’im) Artinya, seorang pemimpin akan melakukan tugas pelayanan, yakni memenuhi segala kebutuhan kaumnya dan tidak berlaku semena-mena. Dengan kata lain, kepemimpinan adalah tugas pelayanan. Maka pemimpin yang tidak memperhatikan nasib dan tidak melayani kebutuhan orang yang dipimpinnya, dianggap belum menjalankan tugas kepemimpinan&lt;br /&gt;Bersama ini saya attach satu tulisan kajian fiqh tentang kepemimpinan&lt;br /&gt;wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Al-Qur'an tentang kepemimpinan wanita memang tidak setegas&lt;br /&gt;larangan mengangkat pemimpin dari golongan kafir, yahudi, nasrani, dan&lt;br /&gt;orang-orang yang menjadikan agama sebagai permainan (ditinjau dari&lt;br /&gt;larangan yang terakhir ini, Karena itu, kajian tentang kepemimpinan wanita, menurut saya bukan ditujukan kepada para pendukung Hj. Ida Idham Samawi, tetapi kepada komunitas masyarakat yang mau sungguh-sungguh mempelajari dan mengamalkan Islam.&lt;br /&gt;Bagi golongan yang kedua ini, tentunya ketaatan kepada Allah dan&lt;br /&gt;kehati-hatian dalam mengambil dan menerapkan hukum akan lebih penting&lt;br /&gt;daripada kemenangan dalam perdebatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tanggapan saya, mudah-mudahan bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-7920724353688400724?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/7920724353688400724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=7920724353688400724&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/7920724353688400724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/7920724353688400724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/12/mengubah-sejarah-kabupaten-bantul.html' title='Mengubah Sejarah Kabupaten Bantul'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SzJMaWpsepI/AAAAAAAACBk/bvq0Nkhpjso/s72-c/IMG_1464%5B1%5D' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-6422971627564064671</id><published>2009-12-23T23:31:00.003+07:00</published><updated>2009-12-23T23:39:38.280+07:00</updated><title type='text'>2010 ADALAH TAHUN MACAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SzJG2YeH5CI/AAAAAAAACBQ/SCOzZoTkp4c/s1600-h/IMG_1772%5B1%5D"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SzJG2YeH5CI/AAAAAAAACBQ/SCOzZoTkp4c/s200/IMG_1772%5B1%5D" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418471201775805474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Editorial 21 Desember 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBUNDAL%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBUNDAL%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBUNDAL%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:donotshowcomments/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Arial Unicode MS"; 	panose-1:2 11 6 4 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-134238209 -371195905 63 0 4129279 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@Arial Unicode MS"; 	panose-1:2 11 6 4 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-134238209 -371195905 63 0 4129279 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p 	{mso-style-priority:99; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1944455962; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1884993194 -304682076 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-start-at:0; 	mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.75in; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bulan Desember ini adalah bulan prediksi, ramalan, dan menerawang. Selain meramal peruntungan pribadi, banyak juga orang-orang meramalkan tentang prospek perekonomian Indonesia 2010. Ada yang sangat optimistis, ada yang cukup berhati-hati, dan ada juga yang sangat pesimistis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Tahun 2010 adalah tahun kebangkitan ekonomi bagi masyarakat, sedangkan pemerintah harus bisa mengimbanginya dengan cara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membangun &lt;u&gt;kredibilitas&lt;/u&gt; dan reputasi kepemerintahan yang kuat dan bersih. Jika nuansa ini telah tercipta, niscaya investor tidak ragu lagi untuk masuk ke Indonesia untuk membangun secara bersama sama dan tidak hanya &lt;span style="color: rgb(36, 64, 97);"&gt;wait and see, tapi bergerak dengan antusias untuk melakukan investasi-investasi yang saling menguntungkan&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Namun kita harus waspadai tahun 2010 adalah “Tahun Macan”, disinilah orang menjadi ganas, rakus dan saling memangsa. Ibarat orang yang berlomba panjat pinang, demi meraih hasil yang digantung di atas batang pinang, kepala teman sendiri pun di injaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jelas ini merupakan tengara yang mengerikan, dimana mereka saling sikut dan saling cakar demi harta dan kekuasaan. Ini bakal terjadi pada para petinggi, dan lagi-lagi rakyat kecil yang jadi ancikan dan korbannya. “Demi kepentingan rakyat” hal itu yang bakal menjadi alas an mereka, padahal, rakyatlah korbannya. Untuk meminimalisir peristiwa mengerikan yang bakal terjadi, perlu kesadaran dan introspeksi bagi para penggede, jangan menggunakan hukum rimba…. “Ingat… harta hanya titipan, sementara kesejahteraan harus dirasakan oleh semua umat”. Agar tidak terjadi malapetaka yang tidak diinginkan, mereka harus memberi kesempatan kepada kaum kecil untuk berbuat demi meningkatkan tarap hidupnya…“ Ingat…., kita bukan binatang lho…!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Bencana ekonomi bakal timbul dari dalam negeri sendiri, ini terjadi ketika tidak adanya ruang bagi masyarakat untuk merubah tarap hidupnya,. maka pemerintah harus bisa memberikan ruang tersebut, demikian pula bagi para pengusaha besar harus mau menciptakan pengusaha-pengusaha kecil sebagai binaannya ”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Berkaitan dengan kasus Century, kalau tidak segera selesai dapat membuat kredibilitas pemerintah berkurang. &lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;Institutional Investor&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; menjadi ragu karena peristiwa century &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Kasus ini harus cepat ditemukan solusinya karena dapat membuat &lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;kredibilitas&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; pemerintah berkurang," saya melihat kemungkinan skenario dari akhir kasus ini adalah Menkeu tetap dipertahankan, namun bakal berdampak tidak efektipnya pelaksanaan program kerja yang dilakukan pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Sebagai contoh, Setelah publik meragukan kebijakan penyehatan Bank Century, saatnya pemerintah menjelaskan kepada publik secara jujur, terbuka, dan benar, agar tekanan politik nasional terhadap reputasi dan kredibilitas pemerintah bisa menjadi lebih berkurang. Ini adalah “PR” buat pemerintah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Demi kepastian hukum, perlu adanya perubahan atas trias politika, dari pembagian kekuasaan menjadi pemisahan kekuasaan antara &lt;u&gt;legislative, eksekutif dan yudikatif,&lt;/u&gt; sehingga hukum tidak semata-mata hanya untuk alat politik, demikian pula politik negeri ini akan menjadi sehat, karena tidak ada lagi kriminalisasi demi tujuan politik. Karena Hukum ibarat Mata Pisau…..dimana bagian sisi bawahnya tajam, namun semakin ke atas semakin tumpul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Untuk mendapatkan kepastian hukum dan politik di negeri ini perlu adanya pemisahan kekuasaan antara legislative, eksekutif dan yudikatif. Sekarang ini masih menggunakan pola pembagian kekuasaan, sehingga masih ada tarik menarik antara kepentingan hukum dan politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0.75in; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Untuk meningkatkan perekonomian di masyarakat, &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perlu adanya gerakan ekonomi kreatif yang bisa merangsang masyarakat untuk berjiwa wira usaha, sehingga dapat terciptanya pengusaha-pengusaha baru di masyarakat. Jangan hanya pengusaha yg besar yang diperhatikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Perlu juga dicermati tentang pertumbuhan ekonomi di Bantul misalnya, dimana pemerintahan Bantul lebih mengutamakan pada penyesuaian kultur budaya setempat dalam membangun perekonomian wilayahnya, sehingga kegiatan ekonomi di Bantul tidak bersinggungan dengan kultur budaya setempat. Hal yang perlu segera dibenahi adalah mengurangi tingkat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemiskinan di masyarakat. Pemerintah bersama segenap komponan bangsa harus lebih bekerja keras menciptakan kondisi tersebut. &lt;u style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(36, 64, 97);"&gt;Disini perlu adanya pembinaan pola ekonomi kreatif bagi masyarakat, sehingga masyarakat memiliki jiwa &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: rgb(23, 54, 93);"&gt;enterplainer,&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(36, 64, 97);"&gt; dan secara otomatis berdampak pada penguatan ekonomi bagi masyarakat itu sendiri. Kita bina kita ciptakan dan kita lahirkan pengusaha kecil…itu langkah yang baik. Jadi kalau mengurangi kemiskinan dan pengangguran tanpa pembinaan ya apalah artinya. Jalan satu-satunya ya dimodali dan dibina jadi tidak ada yang namanya kredit macet.&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Bencana yang akan timbul kedepan adalah bencana yang terjadi karena ulah manusia (human error), seperti halnya banyak terjadi &lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;kriminalitas&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ini dikarenakan tidak adanya kegiatan positip yang bernilai ekonomi di masyarakat, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Banjir yang juga ulah manusia dimana pola tataruang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tidak tepat guna hingga menimbulkan bencana di masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Berkaitan dengan perbankan, perlu adanya peningkatan kepercayaan bank terhadap masyarakat, dengan kata lain bank harus berani melakukan pembinaan bagi para pengguna kredit produktif agar usaha yang dijalaninya dapat berkembang, yang otomatis berdampak pada berkurangnya kredit macet. Ini perlu adanya kerjasama antara pemerintah, perbankan dan masyarakat agar bisa betul-betul menuntun dan membawa masyarakat kepada tingkat produktifitas yang lebih agresif. Jangan sampai pihak Bank itu bertemunya hanya pas angkat kredit dan pas bayar angsuran. Dan mengenai &lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;Sistem per-bank kan sekarang itu ada yang merasa dirugikan dan ada yang diuntungkan.&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Bencana yang akan timbul kedepan adalah bencana yang terjadi karena ulah manusia (human error), seperti halnya banyak terjadi &lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;kriminalitas&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini dikarenakan tidak adanya kegiatan positip yang bernilai ekonomi di masyarakat, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Banjir yang juga ulah manusia dimana pola tataruang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;yang tidak tepat guna hingga menimbulkan bencana di masyarakat. Perhatikan lingkungan dan tidak mungkin Allah SWT itu akan memberi sesuatu yang melebihi takaran. Jadi semua adalah ulah manusianya sendiri. Di dalam dada kita ada Dzat yang suci dan ada Dzat setan juga, manusianya tinggal pakai yang mana???? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-6422971627564064671?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/6422971627564064671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=6422971627564064671&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/6422971627564064671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/6422971627564064671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/12/2010-adalah-tahun-macan.html' title='2010 ADALAH TAHUN MACAN'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SzJG2YeH5CI/AAAAAAAACBQ/SCOzZoTkp4c/s72-c/IMG_1772%5B1%5D' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-9131855510865991220</id><published>2009-10-11T06:57:00.003+07:00</published><updated>2009-10-23T05:35:23.846+07:00</updated><title type='text'>KUTUKAN ZAMAN SALAH SIAPA???</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391126558307537426" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 202px; CURSOR: hand; HEIGHT: 154px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/StEhCpcYUhI/AAAAAAAACAY/LXw_iHdRWao/s320/000006.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Press ReleaseJogjakarta, 11 Okt. 2009 Bunda Lia Songgo BuwonoHp. 08125999929 – 081227272345&lt;br /&gt;Lazimnya para penguasa yang mulai merosot kekuasaannya, ditandai bergolaknya alam dan masyarakat, dan berlindung berbagai simbul dan slogan dari nilai-nilai luhur Budaya Bangsa yang menjadi idiom bersama masyarakat. Penyelesaian ini, meski relative dapat meredam gejolak sosial, tidak mampu berbuat banyak terhadap bencana yang bersifat alami. Apakah yang harus dilakukan jika kutukan zaman datang seperti yang kita alami sekarang ini? Meskipun kita mampu mengungkapkan berbagai kejadian yang mengindikasikan datangnya kutukan zaman, namun tidak memberikan suatu jalan penyelesaian yang konklusif.&lt;br /&gt;Maka apakah kita tidak segera Eling, Waspada, ikhlas dan sabar.&lt;br /&gt;Sikap Eling adalah selalu ingat akan jati dirinya adalah mahkluk spiritual, dan mendorong untuk selalu berpegang kepada spiritualitas yang tidak lain adalah inti dirinya yang terdalam. Sikap Waspada mengingatkan dorongan nafsu kearah tepi lingkaran eksistensi selalu ada di setiap sudut kehidupan sehingga kewaspadaan wajib dijaga. Sedang sikap Sabar mendorong manusia untuk menghayati sikap kewaspadaan untuk dapat menanggulangi bahaya nafsu diperlukan pengorbanan, karena kejahatan tidak cukupdengan niat baik. Dan ikhlas suatu kerelaan yang benar-benar tulus dilandasi dengan lego legowo apapun yang diberikan Allah SWT kepada kita.&lt;br /&gt;Menyingkap tabir kegaiban suatu tanda gerak jaman yang penuh bahaya – kesusahan bagai utusan TUHAN yang mengabarkan datangnya penderitaan ke bumi. Martabat Negara tampak tetapi tanpa rupa, rusak tercambik-cambik. Hukum dan aturan diinjak-injak tidak ada lagi teladan yang bijak. Matahari kehidupan bangsa Indonesia seakan hampir padam dunia kini telah penuh bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bila hanya menanam benih dosa, disiram air lupa diri hanya akan berbunga bencana.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Kini zaman sedang kena musibah, yang dapat dijadikan teladan menimbang yang baik dan keburukan pasti tidak akan pernah kurang. Dan bersiap untuk menerima segala putusan takdir dunia yang makin ruwet ini menurut padangan spiritual, jika masyarakat selalu mengalami gejolak dan mengedepankan keangkaramurkaan, maka alam pun akan membalas bergejolak. Karena hal ini pengaruh hawa keangkara murkaan manusia yang lupa jatidirinya. Namun bila kita kembali pada jati diri kita, terutama dimana seorang pemimpin yang menurut kultur Jawa memiliki karakter Tutur, Sembur, Uwur maka rakyatpun tidak akan gelisah. Jika Masyarakat tentram maka energi positif yang akan terpancar kembali Bangsa Indonesia ini, alam pun akan memanjakan masyarakat kembali menjadi gemah ripah loh jinawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak orang yang tidak menyadari, apa sesungguhnya di balik bencana alam yang terus menimpa.&lt;br /&gt;Sudah berulang kali saya mengingatkan, kita tidak boleh meninggalkan adat, budaya dan tradisi yang sudah ada sebelum kita lahir. Karena hal tersebut merupakan ‘kitab tak tertulis’ yang patut di jaga dan dilestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingat, sejarah masa lalu sangat menentukan peristiwa masa kini dan masa datang’. Demikian pula bencana alam yang terjadi, jelas terkait dengan peristiwa masa lalu dan perjanjian-perjanjian sakral yang dilakukan oleh para pendahulu kita. Seperti halnya perjanjian antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati sebagai ihwal berdirinya Kerajaan Mataram. Pada intinya Kanjeng Ratu Kidul mengiyakan berdirinya kerajaan Mataram Islam Namun harus berkulitkan jawa dalam artian tidak meninggalkan adat dan tradisi yang sudah ada. Dengan kata lain, Pembauran antara Islam dengan jawa harus berupa proses akulturasi sehingga adat atau tradisi yang sudah ada tidak kehilangan akar oleh peradaban yang baru. Sementara saat ini cenderung kepada peristiwa asimilasi yang berupaya mencabut akar yang sudah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana yang menimpa saat ini baru merupakan awal dari derita umat manusia yang sudah sekian lama lepas dari bingkai kemanusiaannya. Arogansi, nggegemongso angkoromurko menjadi hal terdepan untuk mencapai ambisi, sementara sifat kearifan tak lagi menjadi landasan untuk melakukan segala perbuatan. Lalu siapa yang patut kita salahkan dalam menghadapi keadaan semacam ini? Sedang yang kita hadapi masih ada beberapa titik gempa lagi, dan belum lagi kita akan menghadapi banjir, kebakaran dan angin datang dengan tiba-tiba.... apakah kita sebagai manusia tidak akan segera ingat Bumi tempat kita berpijak ini harus dirawat- dirumat dan di benahi... Terutama Manusianya sendiri jangan menghalalkan berbagai macam cara hanya untuk kepentingan sendiri dan karena egonya.... Banyaklah memohon pada Sang Penguasa alam ini agar tetap mempercayakan manusia untuk merawatnya merumatnya.... dan mari kita ber-Do'a bersama agar Bumi tetap akrab dengan kita wiridlah " Sallamun Qaulam Mir Rabir Rahim" sebanyak-banyaknya. Allah Humma, Amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-9131855510865991220?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/9131855510865991220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=9131855510865991220&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/9131855510865991220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/9131855510865991220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/10/kutukan-zaman-salah-siapa.html' title='KUTUKAN ZAMAN SALAH SIAPA???'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/StEhCpcYUhI/AAAAAAAACAY/LXw_iHdRWao/s72-c/000006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-4377865788255384105</id><published>2009-09-09T01:17:00.007+07:00</published><updated>2009-09-15T18:47:36.710+07:00</updated><title type='text'>GERBANG HATI NURANI WANITA SEBAGAI SOSOK PEMIMPIN</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/Sqagdqx0hwI/AAAAAAAACAQ/ft0SRShh9FU/s1600-h/Copy+of+IMG_1781.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379163236500539138" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 196px; CURSOR: hand; HEIGHT: 215px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/Sqagdqx0hwI/AAAAAAAACAQ/ft0SRShh9FU/s320/Copy+of+IMG_1781.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Press Release &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bunda Lia Songgo Buwono&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta 8 September 2009&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bantul bakal menjadi contoh di Jogyakarta bila nanti diperiode 2010-2015 Hj. Ida idham Samawi jadi maju dan terpilih menjadi Bupati Bantul . Pasalnya, baru pertama kali, perempuan akan menjadi Bupati di Bantul. Dan dengan nurani perempuan, Insak Allah bila nanti Allah mengijinkan dan masyarakat Bantul khususnya menghantar Hj. Ida Idham Samawi ( Hj. Sri Surya Widati Andarweni Dyah Pertiwi Kawuyan Budi Respati) dan dipercaya mengatur keluarga besar Kabupaten Bantul Propinsi Jogyakarta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perempuan itu adalah agen perubahan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Konsep ini akan menjadi nyata ketika Kabupaten Bantul dipimpin seorang perempuan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pasalnya, kondisi politik yang selalu didominasi lelaki itu, apa menjamin akan membuat perubahan dalam kehidupan bermasyarakat setelah H. Idham Samawi tidak menjabat lagi. Mungkin lucu tapi bukan keanehan habis suami jadi Bupati kini Istri maju. Suatu hal yang tidak ada salahnya…. Kenapa tidak??? Kalau memang Hj. Ida Idham Samawi mampu mengapa mesti dipermasalahkan??? Yang penting sekarang adalah memilih pemimpin itu dengan hati nurani dan rasa. Disinilah saatnya hati nurani kita harus bicara.“Masyarakat sudah bosan dengan kepimpinan seorang lelaki yang tidak membuat perubahan. Untuk itu, perlu ada perubahan. Dan perubahan itu akan muncul kalau bupati dijabat oleh seorang perempuan.”.Pernyataan itu bakal menjadi kenyataan. Soalnya, Hj. Ida Idham Samawi saat disebut-sebut sebagai agen perubahan ketika perempuan kelahiran Jakarta 26 Maret 1951  itu akan mencalon Bupati Kabupaten Bantul. Tampaknya, munculnya sosok Hj. Ida Idham Samawi akan mengukir sejarah pemerintahan di Bantul, bahwa &lt;strong&gt;&lt;em&gt;genderang perubahan sudah dikumandangkan melalui gerakan membangun dengan hati nurani (Gerbang hati nurani) .&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bila dibandingkan dengan wilayah lainya, sudah ada perempuan yang menjadi bupati bahkan gubernur. Sementara di wilayah Bantul, belum ada sosok perempuan yang berada pada posisi itu. Jangankan di kursi eksekutif, di legislatif pun jumlah perempuan masih bisa dihitung dengan jari tangan kita.Semua ini terjadi lantaran dunia politik selalu dimonopoli kaum lelaki. Akibatnya, perubahan yang diimpikan masyarakat, belum terwujud yaitu ingin memiliki pemimpin wanita.&lt;br /&gt;Untuk itulah, Ibu Hj Ida Idham Samawi– begitulah nama yang selalu disapa – Insak Allah jadi mencalonkan diri sebagai bupati di Kabupaten Bantul. &lt;strong&gt;Saya rasa peluangnya cukup bagus dan memang saatnya seorang wanita yang menduduki kursi Bupati pengganti H. Idham Samawi.&lt;/strong&gt; Bantul banyak perubahan yang baik dan sangat maju pesat selama dipegang H. Idham Samawi dalam pembangunan dan selalu menjunjung tinggi kebudayaan lokal. Tetap terhindar dari Mall dan Mall.Kepada Suara Perempuan Bantul, ketika lelaki memonopoli dunia politik, perempuan biasanya lebih banyak mengalah. Bahkan perempuan cenderung memposisikan diri sebagai pekerja keras dalam kehidupan rumah tangga. Tetapi jangan salah perempuan hanya sebagai Ibu Rumah Tangga karena justru Perempuanlah yang akan lebih teliti dalam mengambil kebijaksanaan... karena Perempuan adalah penuh kasih sayang dan tanggung jawabnya besar.“Jadi, baik atau tidaknya sebuah rumah tangga bergantung dari peran perempuan.&lt;br /&gt;Walaupun latar belakang pendidikannya pas-pasan, namun seorang perempuan akan tetap berusaha mengatur semua kebutuhan, baik untuk anak maupun suami. Jadi perempuan itu manajer yang baik,” kata Bunda Lia.Dengan dasar itulah, muncul &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Gerbang Hati nurani Wanita Sebagai Pemimpin.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; “Saya melihat bahwa kalau perempuan memimpin, itulah nurani perempuan. Jadi karena nurani itu, perempuan akan berpikir, bagaimana memenuhi kebutuhan rumah tangga yang besar ini (kabupaten,red. ) Pada dasarnya, masa depan suatu daerah tergantung pada generasi muda yang ada di daerah itu. Untuk itu, kabupaten ini dipimpin oleh seorang Bupati yang punya kualitas kepemimpinan cukup handal, dan lebih penting lagi adalah yang akrab dengan rakyat sekaligus meneruskan progam kelanjutan H. Idham Samawi” ungkap Bunda LiaSelain itu, Bunda Lia mengatakan, seorang perempuan pasti akan memikirkan bagaimana memberikan kecukupan perempuan dan anak serta masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;Hal itu merupakan kunci utama kalau memang kita membutuhkan sebuah perubahan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dikatakan, dulu para ibu rumah tangga di Bantul tidak semua memiliki pendidikan yang baik, namun anak-anak mereka harus bisa berhasil. Andaikan mereka mendapat pendidikan yang layak, pasti generasi mereka akan jauh lebih maju dan lebih berkembang. Untuk itu, apabila masyarakat memberikan kesempatan untuk memimpin Kabupaten Bantul, maka pasti semua hal ini akan diperhatikan termasuk persoalan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur. &lt;strong&gt;“Pada dasarnya perempuan jauh lebih teliti dan bijaksana".&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Segala sesuatu yang diputuskan perempuan berdasarkan hati nurani dan perasaan, sehingga ketika membuat suatu keputusan, pasti sudah dipikirkan dampaknya dihari mendatang, tandas Bunda Lia.Lebih lanjut, Bunda Lia tokoh Budaya dan Spiritual menjelaskan, &lt;em&gt;salah satu indikator keberhasilan pembangunan diukur dari angka kematian ibu dan anak.&lt;/em&gt; Untuk mengatasi tingginya angka kematian ibu dan anak, maka kita harus memberikan kepercayaan kepada kepemimpinan seorang perempuan untuk mengatasi semua persoalan ini. Untuk perubahan yang diimpikan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Bantul, maka &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hj. Ida Idham Samawi harus memilih wakil yang benar-benar mengerti dan sudah menjadi bagian masyarakat Bantul, yang punya pengaruh luar biasa di lingkungan masyarakat Bantul hingga kepelosok Bantul. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bagi kebanyakan pemilih di Bantul menilai Hj.Ida Idham Samawi dan masyarakat Bantul harus jeli memilih pasangan yang tepat untuk membawa perubahan. Untuk itu, wajar saja kalau pasangan ini nanti akan membawa Bantul lebih baik. &lt;strong&gt;Untuk mewujudkan perubahan ini, maka Hj. Ida Idham Samawi beserta pasangan nanti harus membawa Bantul lebih dari sekarang.&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk itu, tak ada pilihan lain, selain, Hj. Ida Idham Samawi kita berikan kepercayaan penuh untuk menjadi Bupati Kabupaten Bantul periode 2010 – 2015.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-4377865788255384105?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/4377865788255384105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=4377865788255384105&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/4377865788255384105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/4377865788255384105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/09/gerbang-hati-nurani-wanita-sebagai.html' title='GERBANG HATI NURANI WANITA SEBAGAI SOSOK PEMIMPIN'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/Sqagdqx0hwI/AAAAAAAACAQ/ft0SRShh9FU/s72-c/Copy+of+IMG_1781.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-6286891288555480997</id><published>2009-08-28T07:57:00.007+07:00</published><updated>2009-08-28T12:58:37.169+07:00</updated><title type='text'>SEKAPUR SIRIH</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374824663844760802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 278px; CURSOR: hand; HEIGHT: 195px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/Spc2jgJ5rOI/AAAAAAAACAA/CqR-AKI3RBk/s320/IMG_1448.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Kami pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono, telah melihat dalam situasi ekonomi yang semakin sulit dan terpuruknya akhlak manusia, juga banyaknya korban angkara murka yang mengambil kesempatan disaat-saat kita sedang dilanda krisis ekonomi sehingga yang memiliki uang sebagai raja dan makin menjerat si miskin agar dapat dikuasai dengan dalih hutang yang berbunga. Inilah rendahnya akal manusia. Maka kami selaku pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono berpesan pada anda semua : Kita harus membekali diri kita dengan berbagai Doa, Amal Ibadah dan berusaha dengan jalan yang lurus, agar hidup kita aman sentosa, jauh dari pengaruh buruk, selalu ingat akan sebab akibat dan dapat menuju kebahagia yang utuh.&lt;br /&gt;Banyaklah mengingat ALLAH SWT agar kita menjadi umat yang diridhoi ALLAH SWT. Allahumma Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tatalah Nurani&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; kita dahulu agar kita memiliki rasa welas asih terhadap sesama. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga dengan memulai menata hati nurani kita dalam ingatan sebuah kalimat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sangkan Paraning Dhumadhi &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;( asal kita dari mana, mau apa dan mau kemana ) kita akan selalu berfikir baik buruk dan sebab akibat, sehingga kita akan selalu berbuat kebajikan, sesuai nafas nufus spiritual bertahanlah dalam LINDUNGAN ALLAH YME.&lt;br /&gt;Dan jauhilah sifat ingin tahu atau coba-coba terhadap orang lain. Berpeganglah pada AJARAN AGAMA DAN INGAT ALLAH SWT. Walaupun berat kita menjalani namun kelak kita akan merasakan hasil dari kesabaran keihklasan yang kita jalani. &lt;strong&gt;INGAT&lt;/strong&gt; bekal hidup kita hanyalah Jujur, Sabar, Ikhlas dan Mensukhuri, sebab luasnya lautan pasti ada batas dan ujungnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah pun juga memberi ujian pada hambanya tidak selamanya.... dan ujian atau beban seberat apapun yang kita pikul tidak akan melebihi ukuran batas kita. Allah Maha Segalanya dan tentu memiliki batas ukuran.... Lihat Labu kuning begitu besarnya dan batangnya kecil, tapi mengapa batang tersebut kuat menyangga dan menahan buah seberat itu??? Dan kita ingat lagi dengan tembang " &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Turi-turi Putih" &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;ciptaan&lt;strong&gt;&lt;em&gt; Sunan Kali Jaga.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Turi Putih&lt;/em&gt; adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jenasah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;Ditandur ing kebon agung&lt;/em&gt;, yang dimaksud adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Makam,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Celorot Tibo Nyemplung&lt;/em&gt; adalah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Liang Lahat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Mbok Ero Kembange Opo&lt;/em&gt; artinya &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Amal baik apa yang sudah diperbuat selama hidup&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Masih banyak lagi gambaran atau simbolis moyang kita terdahulu walau lewat tembang, kidung dan petuah-petuah lainya yang mengingatkan kita semua, kita sebagai manusia harus ingat... bahwa kita bakal mati tanpa membawa apapun juga, yang kita bawa adalah amal ibadah kita apakah amal ibadah kita sudah cukup untuk bekal mati??? Coba renungkanlah tembang tersebut agar kita dapat memulai dengan "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Niat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;" karena guru sejati kita adalah "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;niat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;" dan yang di sebut orang "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;sakti&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;" adalah orang yang mampu mengalahkan hawa nafsunya sendiri itulah yang dinamakan "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;sakti&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;".&lt;br /&gt;Begitu juga dengan akal manusia tidak mungkin akan langsung kena sasarannya atau titik pusatnya. Pelajarilah dan rasakanlah hidup ini dengan kewajaran agar Iman kita kuat tidak mudah kena pengaruh tidak mudah luntur dengan duniawi.&lt;br /&gt;Ingat Allah SWT menciptakan manusia paling sempurna dibanding makluk yang lainnya di bumi ini, 1 manusia berbanding 10 jin dan 100 Malaikat. Kami melihat betapa dangkal dan sempitnya akal manusia, sehingga banyak yang dengan mudah mengambil jalan pintas, seperti mencari kekayaan dengan jalan pintas, misalnya mencari pesugihan, memelihara tuyul dan lain sebagainya. Sehingga akal manusia sudah diperbudak oleh shetan. Banyak orang yang mencari jalan sesat dan menghalalkan berbagai cara sehingga merusak iman dan keta'waan diri sendiri.&lt;br /&gt;Tanpa mempertimbangkan akibat buruk dikemudian hari, dengan menghitung untung dan ruginya. Maka dengan ijin ALLAH SWT kami selaku pimpinan Songgo Buwono dengan rendah hati dan diawali dengan ucapan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;BISMILLAHIR-RAHMANIR-RAHIM&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, mulailah menata &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nurani &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;kita dengan ikhlas, kita mumpung masih diberi kesempatan dan waktu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ingat hidup dan mati manusia tidak ada yang tau karena semua adalah milik Allah kita kembali pada Allah. Orang yang paling menderita adalah orang yang selalu dituntut untuk berpura-pura, karena tidak berani menjadi dirinya sendiri.... silahkan renungkan, niscaya akan kita lihat kebenaran disana. Hidup itu sulit dan tidak pasti kadang naik kadang turun, hartapun tidak abadi, segala yang ada didunia tidak ada yang kekal, takdir, nasib, baik - buruk, jodoh, lahir dan mati ada garisnya. Kita harus berani mengarungi tantangan hidup, kita mesti banyak berdoa dan berusaha, biar Allah yang akan menentukan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lihatlah tangga dan renungkanlah.... trap demi trap memiliki arti ibarat pedoman hidup Jerbosuki Mowo Beo ( berakit-rakit kehulu ber-renang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian / orang itu mau senang ya harus sengsara dulu ). Kita tidak akan mampu menahan lajunya suratan takdir, janganlah kita menangisi kejadianya tapi tangisilah kenapa semua terjadi.... Contohnya Nabi Nuh bukan menangisi anaknya yang terbawa air bah tapi Nabi Nuh menangisi anaknya tidak menuruti nasehatNya... sehingga Nabi Nuh berucap "wahai anak-anakku pandanglah kejadian ini sebagai kodrat alam bukan kesalahan kita, karena kita telah berusaha mengingatkan, setelah kejadian ini semua... kelak kita yang ingat jangan merasa memiliki di akhir jaman nanti... waspadalah dengan perilaku dan perbuatan".&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allahummahdinii min 'alayya min fadhdlika wansyur 'alayya min rahmatika wa anzil alayya min barakaatika".&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Ya Allah... Ya Rabbi tunjukkanlah kami dari sisiMU dan curahkanlah kepadaku, kemurahanMU serta gelarlah dari rahmatMU, turunkanlahkepada kami berkahMU. Dan kepadaMU jua kami mohon perlindungan. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami berpesan agar kita harus dapat mencapai tujuan hidup kita dan menuju jalan yang damai bagi sesama. Agar dapat membantu yang lemah dan sesama, agar dapat ikut menjaga negeri ini, agar Bangsa Indonesia penuh cinta damai dan mari kita bersama-sama berdo’a sesuai agama masing-masing agar keresahan yang ada dengan teror-teror ini segera ada titik temu dan suatu petunjuk yang benar, agar Polri dan Densus 88 dapat menumpas habis seakar-akarnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan keprihatinan bersama yang ikhlas kami yakin walau melalui do’a dan mohon pertolongan Allah pasti harapan kita sebagai Rakyat dan Masyarakat yang cinta damai pasti akan segera mendapat petunjuk dan apa yang kami minta dihadapan Allah niscaya Allah tentu mengabulkan bagi hambanya yang ikhlas dan sabar. Khususnya bagi Spiritual sudah saatnya keihklasan itu harus ada, jangan menunggu perintah untuk datang, berdo'alah untuk membantu Aparat terkait agar segera mendapat petunjuk dengan adanya teror Bom ini...... karena kita sudah dikelabuhi dengan perubahan / pergantian wajah sehingga masyarakat ragu dengan Nurdin M Top..... Aparat Terkait sendiri mungkin juga terkecoh dengan perubahan-perubahan wajah tersebut. Apa salahnya dengan kekuatan bersama ... kita berdo'a membantu dengan sesuatu kekuatan tersembunyi yang anda miliki Nurdin M Top segera tertangkap oleh Polri Densus 88 dan masyarakat lega atas tertangkapnya Nurdin M Top......&lt;br /&gt;Agar Bangsa ini dapat ber- Demokrasi secara murni, agar masyarakatpun tidak ketakutan dengan teror-teror tersebut, agar tidak ada pemecahan antar Agama bagi muslimpun agar dapat menjadi kaum Muslimin yang Mutaqin dihadapan ALLAH SWT . Amin. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Saat hati terberi aura yang telah terbuka, mengalir sendirinya tanpa sadar... butiran-butiran bening mengkristal. Ketika pikiran kita memancarkan cahaya kebajikan arahkan wibawa ketingkat derajat, dikala hati pikiran tertuju akan kemauan tunduk patuhnya impian.... hampa langit diatas bumi terinjak kaki.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-6286891288555480997?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/6286891288555480997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=6286891288555480997&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/6286891288555480997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/6286891288555480997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/08/sekapur-sirih.html' title='SEKAPUR SIRIH'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/Spc2jgJ5rOI/AAAAAAAACAA/CqR-AKI3RBk/s72-c/IMG_1448.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-7353686895759154460</id><published>2009-08-26T07:02:00.020+07:00</published><updated>2009-08-28T09:10:07.714+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin Perempuan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SpUhuXBygcI/AAAAAAAAB_w/B-bhxGbRj5Q/s1600-h/DSC08359.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374238810675773890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SpUhuXBygcI/AAAAAAAAB_w/B-bhxGbRj5Q/s320/DSC08359.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Press Release&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jogjakarta, 26 Agustus 2009 &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Hp. 08125999929–081227272345&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Merupakan pemikiran yang dangkal, jika perempuan dianggap haram untuk memimpin suatu kaum atau daerah, umat ataupun golongan. Karena tak ada satupun &lt;strong&gt;&lt;em&gt;naas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang mutlak atas pelarangan perempuan menjadi seorang pemimpin.&lt;br /&gt;Sebaliknya, di era sekarang ini &lt;strong&gt;&lt;em&gt;‘jiwa seorang ibu’&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sangat dibutuhkan untuk dijadikan suri tauladan. Yakni jiwa kasih sayang, pengampun dan pemelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut pandang filosopis inilah yang kemudian diyakini masyarakat bahwa perempuan dapat dijadikan pemimpin alternative.&lt;br /&gt;Selain mantan presiden Megawati serta beberapa bupati dan Menteri di Indonesia yang perempuan, Bangsa ini juga pernah dipimpin oleh seorang perempuan dan Pulau Jawa pun juga pernah dipimpin Ratu seorang wanita/perempuan. Jika kita menengok sejarah, di abad VI M pernah ada &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ratu Shima&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Dialah penguasa tanah Jawa yang pertama yang kemudian melahirkan para para pemimpin besar di Nusantara. Ratu di masa Hindu Kuno dari Wangsa Sanjaya ini dikenal adil dan bijaksana. Konon demi tegaknya hukum dan keadilan di tanah kekuasaannya itu. Konon sang pemimpin (Ratu Shima – red) pernah menjatuhkan hukuman kepada anaknya sendiri karena dianggap bersalah dan melanggar hukum.&lt;br /&gt;Setelah Ratu Shima, di abad XIII M kembali muncul pemimpin perempuan yang masyur. Dari Ken Arok sampai munculnya pemimpin wanita &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tri Buana Tunggal dewi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penguasa Majapahit  ini sempat menghantar kemasyuran kerajaan tersebut, yang kemudian kekuasaan itu turun temurun.&lt;br /&gt;Selain apa yang saya dapat dari olah spiritual, dari paparan kami tersebut, jelas perempuan bukanlah hal yang na’if menjadi seorang pemimpin.&lt;br /&gt;Karena dimata Allah SWT, manusia adalah sama, manusia adalah khalifatullah yang harus bisa menjaga dan merawat suatu kebenaran agar kelak ia dicintai, dikasihi dan menjadi panutan bagi siapapun. Dan menjadikan kasih Allah SWT. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan hangatnya isu pilkada di Kab. Bantul, Yogyakarta, dimana ada salah seorang tokoh perempuan yang kabarnya akan manggung pada perhelatan pilkada 2010 mendatang, itu merupakan suatu kemajuan sekaligus menjadi keuntungan bagi masyarakat Bantul pada umumnya.&lt;br /&gt;Mengapa demikian . . . . ? Bantul memiliki karakter berbeda dari kabupaten lainnya di Yogyakarta. Sebagai kabupaten yang terus berkembang, Bantul masih tetap mempertahankan ‘&lt;strong&gt;&lt;em&gt;keperawanannya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;’ dan tidak terkoyak oleh peradaban global. Baik alam lingkungan, maupun sosio cultural dapat terjaga di Bantul. Jelas hal ini tak lepas dari kepiawaian H. Idham Samawi selaku bupati Bantul dalam menata dan mengkonsep laju perkembangan wilayahnya. Hal inilah yang butuh dirawat dan dipertahankan.&lt;br /&gt;Untuk merawat dan menjaga nuansa tersebut, jelas dibutuhkan kader militant dari sosok Idam Samawi. Karena merekalah yang lebih tahu dan dapat mengekspresikan dengan betul akan visi bantul kedepan. Disamping itu, untuk mengayomi dan memelihara ‘keperawanannya’ &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bantul&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang menjadi &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bantalane Tulodho&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; cenderung membutuhkan sosok perempuan yang mana pada umumnya perempuan lebih memiliki jiwa pengampunan, pemelihara dan penuh kasih sayang. Pemimpin yang memiliki jiwa semacam itulah yang pas untuk Bantul agar tetap menjadi paru-paru kultur dan budaya jawa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bantul&lt;/strong&gt; adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;bantalaning tulodho&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang harus di contoh karena kita dapat memberi bandingan atau timbangan lebih sejak 2 periode dipegang oleh H. Idham Samawi kabupaten Bantul disegani oleh daerah yang lain. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Disamping itu Bantul masih akrab dengan nilai Budaya kita.&lt;br /&gt;Itu wajib kita Syukuri karena kita melihat daerah Bantul terbebas dari peradaban global tetap akrab dengan putra daerah dan tetap pada Budaya lokal. Kita sama-sama berdo'a semoga kita tidak salah pilih dalam kepemimpinan daerah Bantul yang akan datang. Mari kita sama-sama berdo'a agar Bantul akan semakin berkembang dalam kepemimpinan baru nanti. Amin.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-7353686895759154460?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/7353686895759154460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=7353686895759154460&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/7353686895759154460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/7353686895759154460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/08/pemimpin-perempuan.html' title='Pemimpin Perempuan'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SpUhuXBygcI/AAAAAAAAB_w/B-bhxGbRj5Q/s72-c/DSC08359.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-7690075357613285445</id><published>2009-08-05T03:34:00.004+07:00</published><updated>2009-09-28T07:50:12.533+07:00</updated><title type='text'>Tokoh Fiktif Nur Din M Top?</title><content type='html'>Press Release 27 Juli 2009&lt;br /&gt;Hasil Wawancara dengan Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SnicLBkp4SI/AAAAAAAAB-w/vEn2FEjBBK0/s1600-h/PressRelease.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366210669226615074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 248px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SnicLBkp4SI/AAAAAAAAB-w/vEn2FEjBBK0/s320/PressRelease.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berdasarkan fakta dan kenyataan yang kami lihat kompeten. Namun bagaimanapun manusia tidak akan pernah luput dari kesalahan langkah dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;Kini, marilah kita menapaki sisa usia kehidupan dengan lembaran baru, tentunya dengan semangat, tetap mengendalikan hawa nafsu, agar dapat menggapai kwalitas kehidupan yang lebih baik dari yang sebelumnya, tentunya segala sesuatu jika sudah dikendalikan oleh hawa nafsu tidak akan menghasilkan yang baik dan membawa kita pada kemulyaan hidup, justru kesesatan dan hinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka yang terkadang menjadi kambing hitam permusuhan alam juga orang besar yang berduit. Contoh yang tampak saja kita lihat sepertinya aksi teror tak henti-hentinya melanda negeri ini, yang lucunya lagi, setiap aksi teror selalu melibatkan Islam.&lt;br /&gt;Jelas hal tersebut merugikan umat Islam. “ Hari gini kok masih memecah belahkan umat lewat agama..... malu dong dengan pihak luar dan ingat jati diri Bangsa.&lt;br /&gt;Sudah beberapa tahun belakangan ini Nurdin M Top menjadi primadona aksi bom. Teror Bom yang berkepanjangan ini agaknya tak mampu di reda oleh Indonesia. Yang menjadi pertanyaan, apa betul institusi keamanan negeri ini tak mampu menangani ulah Nurdin M Top ? Menurut hemat saya, kelihaian pihak Kepolisian Republik Indonesia jelas melebihi kepiawaian kelompok teroris tersebut, dan Polri tentu punya cara lain untuk melupuhkan kelompok teroris, namun kalau sampai saat ini belum ada tanda-tanda positip atas penangkapan Nurdin M Top, saya yakin bahwa tokoh Nurdin M Top hanyalah sebuah nama.&lt;br /&gt;Dengan kata lain Nurdin M Top, jangan-jangan hanyalah tokoh fiktif yang sengaja dimasukkan ke dalam ‘dunia pakeliran’ negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika Nurdin M Top benar-benar ada secara fisik, &lt;strong&gt;saya sangat yakin dalam waktu singkat pihak Polri sudah dapat meringkusnya. &lt;/strong&gt;Karena Polri sangat kita banggakan, hasil kinerjanya telah membongkar beberapa kasus yang merugikan Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Sebagai seorang spiritual, yang juga cinta akan Negeri ini, jelas saya mengecam atas dimasukkannya tokoh Nurdin M Top dalam sejarah kelam Bangsa Indonesia ini, apakah dia hanya seorang ‘tokoh fiktif’? Mari kita berdoa agar Nurdin M Top benar-benar segera tertangkap. Dan akar-akarpun akan segera dapat terbabat oleh pihak Polri.... apa bila akarnya kita basmi habis tentu dalangnya akan segera tumbang juga.... Semangat Polri doa kita selalu ada bersama perjuanganmu demi ketentraman Rakyat banyak..... MERDEKA!&lt;br /&gt;Sungguh merupakan hal yang naif dan cerita itu tak perlu di panjang lebarkan. Lebih baik kita mencari yang riel-rielnya saja agar Rakyatpun tidak terpengaruh dengan teror Bom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kalau boleh saya menilai, cerita ini merupakan bukti betapa pengecutnya mereka&lt;/strong&gt;, dan hal ini bukan merupakan cerminan kaum muslim. Karena saya yakin, dan sudah menjadi catatan dunia, watak kaum muslim penuh dengan keterusterangan dan berani bertanggung jawab atas segala peristiwa yang diperbuatnya.&lt;br /&gt;Jika demikian, maka tak perlu lagi menggembor-gemborkan isu Agama dalam setiap peristiwa terror.&lt;br /&gt;Bukan hanya di Indonesia, dimanapun peristiwa terror terjadi, tak perlu mengambing hitamkan Agama.&lt;br /&gt;Yang jelas, teror-teror yang ada hanyalah berbau kepentingan bargeming semata, dan hanya dilakukan para mafia kampungan yang pengecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya mengatakan demikian ? karena setiap peristiwa terror yang terjadi di negeri ini, tak pernah ada yang berani berunjuk dada untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ibarat kata “Tinggal Glanggang Colong Playu“ apakah itu watak seorang ksatria? Kemudian tak lama peristiwa itupun hilang begitu saja tanpa ada kesimpulan yang jelas. Mungkinkah ada musuh dalam selimut yang berperangai musang berbulu domba di negeri ini......?&lt;br /&gt;Hal itu yang justru harus diwaspadai. &lt;strong&gt;Anehnya lagi, berbagai peristiwa teror tersebut baru muncul ketika Indonesia baru belajar berdemokrasi secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika kita berbicara tentang demokrasi, berarti pula kita harus berbicara tentang keterbukaan didasari dengan rasa ikhlas, jujur, lega, legawa. Agar Kemerdekaan ini benar-benar kita rasakan, kita miliki dan kita nikmati.&lt;br /&gt;Tak ada lagi pro kontra berkepanjangan yang merugikan masyarakat, apalagi sampai kepada hal meresahkan seperti apa yang kita rasakan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu ada aksi antitesa yang meresahkan hanya sekedar untuk mengetahui atau menemukan sintesa.&lt;br /&gt;Jika kita merasa belum mampu untuk berdemokrasi secara murni, ada baiknya pola demokrasi kebapaan (Demokrasi terpimpin – red) dimunculkan kembali, sehingga tak terjadi polarisasi yang kemudian melahirkan aksi-aksi negatif yang merugikan masyarakat.&lt;br /&gt;Kita semua tahu, dunia demokrasi yang dianut negeri ini cenderung lebih kepada pola luar, &lt;strong&gt;dan memang dengan sengaja dunia luar menjadikan demokrasi menjadi alat perjuangan guna mencapai kepentingannya.&lt;br /&gt;Mungkinkah unsur kontrofersi demokrasi juga lahir dari negeri asalnya sebagai titik uji berdemokrasi Indonesia, yang kemudian bak pahlawan si empunya demokrasi menyelesaikan permasalahan yang timbul.&lt;br /&gt;Jika demikian, sungguh kita masih menjadi boneka mereka.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya berharap, mereka yang menciptakan tokoh Nurdin segera sadar dan memohon ampunan kepada YME&lt;/strong&gt;, karena anda hanyalah diperalat dan diperbudak oleh kepentingan busuk yang ingin mengendalikan negeri ini, kalaupun tidak,&lt;strong&gt; tak kan lama lagi rahasia di balik penokohan Nurdin M Top bakal terkuak. Dan siapa dalang dibalik semua ini.&lt;br /&gt;Allah Maha Tahu. Amin ya Rabbal Alamin.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan, berdo’a, serta ber-introspeksi diri, apa yang harus kita lakukan untuk melangkah kedepan agar Bangsa ini terbebas dari penjajahan Nuraniah dan Fitnah, agar kita lolos dari setan berwujud manusia, yang sewenang-wenang, agar kita percaya diri dan jangan takut di tanah tumpah darah sendiri. Jelas ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama. Karenanya, sekali lagi Kami katakan, kita harus berani bersikap, dalam menentukan siapa yang patut menjadi biang keladi teror Bom ini.&lt;br /&gt;Mari kita dengan tulus ikhlas memohon kepada Allah, agar Allah memberikan kepada Polri petunjuk yang benar, kita ini punya Iman dan bermartabat mari kita sama-sama membantu tugas Polri walau dalam do’a.&lt;br /&gt;Kita bukan hanya Rakyat / masyarakat yang lahir karena demokrasi di luar kandungan Ibu Pertiwi. Sub’khanallah…. Hanya Engkau yang Maha Tahu atas apa yang kami butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kelemahan manusia memang, ketika telah diberikan rahmatan…, timbul pula tamak, serakah serta kelalaian lainnya juga mengikuti.&lt;br /&gt;Maka kita harus mengingat kata “Iqra” – Bacalah ...... Kita harus bisa membaca dan merasakan apa yang telah diberikan Allah kepada kita.&lt;br /&gt;Jika kita berani dan mau membaca, kemudian merasakan apa yang telah diberikan, maka rasa tamak, serakah, serta hal lain yang membuat kita merugi akan terlupakan.&lt;br /&gt;Yang ada hanya rasa syukur, sabar serta berusaha untuk menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;Ada istilah Jawa mengatakan “Mulat Sariro Hangroso Wani”.&lt;br /&gt;Ini….., hal ini yang harus dijadikan kata kunci bagi kita.&lt;br /&gt;Terlebih bagi seorang ksatria yang jelas-jelas memikul nasib orang banyak. Introspeksi diri merupakan benteng kukuh yang bisa menyelamatkan segalanya.&lt;br /&gt;Semoga kedepan kita dapat lebih banyak berbuat untuk negeri ini, negri yang diberikan kesuburan dan kemakmuran oleh Allah SWT, apabila kita tidak memecah belahkan Agama dan saling menuding.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-7690075357613285445?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/7690075357613285445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=7690075357613285445&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/7690075357613285445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/7690075357613285445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/08/tokoh-fiktif-nur-din-m-top_05.html' title='Tokoh Fiktif Nur Din M Top?'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SnicLBkp4SI/AAAAAAAAB-w/vEn2FEjBBK0/s72-c/PressRelease.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-6938492281280454761</id><published>2009-07-25T22:29:00.003+07:00</published><updated>2009-07-25T22:37:29.425+07:00</updated><title type='text'>NASIONALISME YANG RELIGIUS</title><content type='html'>Press Release&lt;br /&gt;Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Hp.08125999929 - 081227272345&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara harian Umum Sinar Pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar Pagi :&lt;br /&gt;Selamat sore Bunda, kami ingin mendengar tanggapan Bunda Lia mengenai silahturahmi Kebangsaan dengan Nasionalisme yang Religius itu menurut pandangan Bunda sebagai tokoh Budaya dan Spiritual itu bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/Smslwg-pqsI/AAAAAAAAB-I/XY5NNw10gpY/s1600-h/Copy+of+IMG_0187.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SmsmRLQ6gBI/AAAAAAAAB-Q/qVKwmUQy4gA/s1600-h/Copy+of+IMG_1456.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362421857838071826" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 242px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SmsmRLQ6gBI/AAAAAAAAB-Q/qVKwmUQy4gA/s320/Copy+of+IMG_1456.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jawab Bunda Lia :&lt;br /&gt;Sungguh sangat menarik tema yang dipilih oleh Sinar Pagi Pos “Nasionalisme yang Religius”. Memang, di saat sekarang ini kita sudah kehilangan rasa kebangsaan kita, di mana di setiap sendi-sendi bangsa sudah terasuki ‘barang asing’ yang mengganggu jiwa dan sikap nasionalisme anak bangsa. Disinilah peran kita sebagai anak bangsa yang harus mempertahankan jati dirinya. Jati diri yang dibingkai oleh Nilai-nilai Pancasila dan UUD 45. Bahwa Pancasila itu sistem Filsafat, nampak dapatnya Pancasila diperas menjadi TRI-SILA ( yakni, Sosio Nasionalisme, Sosio Demokrasi, Sosio Ketuhanan YME) serta TRI-SILA itu disaripatikan menjadi Eka Sila yakni Gotong Royong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar Pagi :&lt;br /&gt;Jika kita lihat dari sudut pandang supranatural, Gotong Royong yang paling tinggi itu yang bagaimana Bunda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Jawab Bunda Lia :&lt;br /&gt;Kegotong Royongan Organik yakni Manusia, maka disinilah....... kita sudah kehilangan nurani kebangsaan kita.&lt;br /&gt;Sosio cultural yang kian dipengaruhi oleh paham asing semakin menjauhkan kita pada diri kita sendiri. Hal ini jelas sangat berbahaya dan dapat melemahkan bangsa ini. Karenanya, mari kita bersama-sama bangkit dan kembali kepada jati diri kita. Yakni, jati diri yang cinta Bangsa dan ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Sehingga kami mengingat kembali berjuta Rakyat bersama Sultan HB X di alun-alun Yogya telah menggemakan SUMPAH RAKYAT&lt;br /&gt;Yang Isinya:&lt;br /&gt;1. Kami Rakyat Indonesia, Mengaku Bertanah Air Satu, Tanah Air Tanpa Penindasan.&lt;br /&gt;2. Kami Rakyat Indonesia, Mengaku Berbangsa Satu, Bangsa Yang Gandrung Keadilan.&lt;br /&gt;3. Kami Rakyat Indonesia, Mengaku Berbahasa Satu, Bahasa Kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar Pagi :&lt;br /&gt;Lalu terapi apa yang Bunda Lia lakukan bersama Sultan Hamengku Buwono ke X menyikapi situasi seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Bunda Lia :&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal itu, kami dari Sanggar Supranatural Songgo Buwono dan yang diharapkan Sultan HB X telah memulai lewat berbagai event sebagai therapi untuk mewujudkan kembalinya kejayaan Bangsa Indonesia melalui Budaya dan tradisi adiluhung.&lt;br /&gt;Dengan kegiatan-kegiatan tersebut, kami berharap dapat menjembatani “Rekonsiliasi Nasional melalui Budaya” yang tentunya dibarengi dengan menata Nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar Pagi :&lt;br /&gt;Mengapa harus pembenahan Nurani…..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Bunda Lia :&lt;br /&gt;Hati nurani inilah yang kini telah terkikis di muka bumi ini. Menghalalkan segala cara hanya untuk kepentingan pribadi sesaat. Keseimbangan antara akal dan hati tak lagi dihiraukan. Karenanya, menjadi hal yang prinsip bagi kita semua untuk melakukan pembenahan hati nurani secara bersama. Didunia Global/Internasional misalnya malah berkembang Filsafat Organisme/Filsafat Proses yang memandang semesta ini sebagai ber- Struktur ( yakni Lahir-Batin) dan berproses Awal – Akhir. Sedang Struktur tersebut diatas Budaya Jawa mengenal sebagai ajaran Pamoring Kawulo Gusti, sementara mengenal Prosesnya dikenal sebagai Ajaran Sangkan Paraning Dumadi. Maka marilah kita menata Nurani kita mulai sekarang.&lt;br /&gt;Karena pembenahan Nurani merupakan kunci dari segala penyelesaian masalah bangsa, bahkan dunia sekalipun. Banyak hal yang dapat kita lakukan, namun titik tumpu utamanya adalah “kita harus berani menata ulang nurani kita yang sudah bobrok degantikan dengan Nurani kemanusiaan yang sadar akan jati dirinya, karena manusia telah lupa akan jati dirinya. Untuk itu, perlu suatu terapi yang tepat guna. Contoh dari kami datangnya bencana bergantung pada bagaimana manusia bersikap terhadap sesamanya, manusia terhadap alam dan manusia terhadap Tuhanya. Maka manusia harus ingat akan asal kita dari mana, untuk apa dan mau kemana.&lt;br /&gt;“Pramila, monggo kulo panjenengan sami, tansah eling lan waspada, sampun ngantos celak-celak mahesa mindak gupak, mindak katut kridaning Alam.&lt;br /&gt;Kulo ngaturaken agunging panuwun maring sih paduka, dhumateng para sadherek, awit seserepan ingkang saget kawula tampi kanthi tarwaca, miwah saget anjabaraken pangertosan kawula, mliginipun ingkang magepokan kalawan wewarah, sarta tuntunan ingkang jumbuh kalawan SEJARAH NALURI BUDAYA, Tradisi nenek moyang.&lt;br /&gt;Inggih saking punika kawulo saget mawas lekasipun poro kawulo ingkang cengkah miwah nyingkur dateng sejarah tradisi nenek moyang. Reh ning wekdal punika manungsa sampun kalajeng anggenipun kadlarung cengkah klawan bebenering Allah, cengkah klawan hukum ing alam, inggih bebenering alam, sedoyo titah jalma manungsa ingkang gesang ing madyapada wekdal punika purun mboten purun inggih kedah nampi bebenduning Allah. Mugi-mugi kemawon manungsa ingkang gesang ing tahun 2009 lan sak lajengipun, sampun ngantos tiru-tiru dateng pakarti miwah lampah jantraning manungsa ingkang cengkah lan nyingkur dateng naluri budaya tradisi nenek moyang, ingkang sayekti saget dados lestarining agesang. Kanthi makaten mugi sang alam paring kawelasan lan mugi Allah paring pangapunten dumateng kito sedoyo. Wusana kita sedoyo lestari ing gesang.&lt;br /&gt;Pramila mangga kito sami-sami kekeh kukuh nggondeli wawaton, inggih menika naluri bilih kita bakal bisa nlesep sela selaning garu, mugi kita sedoyo pikantuk rahayu ingkang pinanggih”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;“Marilah, kita semua selalu “eling lan waspada”, janganlah kita mendekati hal yang dilarang agama, karena hal itu hanya akan mendatangkan madharat.&lt;br /&gt;Saya haturkan banyak terima kasih kepada Allah SWT, juga pada saudara-saudara sekalian, atas segala nasihat yang telah kami pahami dengan saksama. Sehingga mampu memperluas wawasan dan pengetahuan saya, apalagi yang berkaitan dengan “wewarah” ajaran budi pekerti luhur. Serta tuntunan yang sejalan dengan SEJARAH NALURI BUDAYA, Tradisi nenek moyang kita.&lt;br /&gt;Maka dari itu, maka kita semua harus mawas diri. Jangan sampai menyimpang dari sejarah tradisi nenek moyang kita. Karena saat ini manusia sudah banyak yang menyimpang dari ajaran agama, mengingkari hukum alam, bahkan melawan hukum alam, maka mau tidak mau, semua umat manusia harus menerima cobaan dari Yang Maha Kuasa. Semoga kita semua, umat manusia yang masih dikaruniai umur hingga tahun 2009 ini dan seterusnya, jangan sampai meniru tingkah dan pokal manusia yang mengingkari hukum-hukum agama, hukum-hukum alam dan mengingkari NaluriBudaya Nenek Moyang, yang pada hakekatnya bisa menjadikan hidup kita, alam semesta beserta seisinya, menjadi seimbang, lestari sepanjang masa. Dengan demikian, semoga alam akan mengasihi kita semua umat manusia. Dan semoga Allah SWT, mengampuni segala dosa-dosa kita semua. Semoga kita semua dikaruniai kehidupan yang damai sejahtera tanpa halangan suatu apapun juga. Amin...&lt;br /&gt;Marilah kita bersama-sama memanjatkan doa, semoga kita semua mampu keluar dari himpitan kesulitan yang membelenggu diri kita semua. Semoga kita mendapatkan barokah Allah SWT, dari apa yang kita idam-idamkan. Amin, Amin ya rabbal ‘alamin...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Sanggar Supranatural Songgo Buwono mengembangkan dan melestarikan ajaran Sultan Agung yang bunyinya “ Memasuh Malaning Bumi, Mangasah Mingising Budi”&lt;br /&gt;Dan kita ingat sejarah perjanjian Abiproyo antara Kanjeng Ratu Kidul dan Panembahan Senopati&lt;br /&gt;Dawuh Kanjeng Ratu Kidul naliko nganakake perjanjian ABIPROYO karo Panembahan Senopati ing Parangkusumo. Wong urip iku kudu iso nglakoni Sapto Silo. 1.SABAR. 2.ELING. 3.WELAS. 4.ASIH. 5.PERCOYO. 6.IKLAS. 7.NARIMO. Yen pitung perkoro iki biso dicak ake kanti leganing manah, uripe bakal tentrem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar Pagi :&lt;br /&gt;Lalu bagaimana tanggapan Bunda Lia mengenai Bantul I, siapa yang mampu menggantikan Bupati H. Idham Samawi nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Bunda Lia :&lt;br /&gt;Wong wadhon sing dadi (red. orang perempuan yang jadi) dan dia sudah dikenal masyarakat peduli dengan masyarakat dan paham akan arti Tutur, Sembur, Uwur Calon Bupati tersebut seorang wanita tutur bahasanya dapat mengayomi, ngayemi masyarakat, Lalu do’anya calon Ibu Bupati tersebut terhadap masyarakatnya cukup baik karena do’a tidak perlu berteriak-teriak, mencari wah dan seperti kapanye tepatnya Calon Bupati wanita ini sering melakukan do’a malam dan banyak melakukan tirakatt demi rakyat Bantul khususnya dan kepedulian bantuannya terhadap masyarakat sudah sangat bagus dan termasuk mendapat nilai lebih. Tetapi kalau sampai salah langkah yang tertuju seorang wanita itu akan tergeser, ingat ini masih wilayah Mataram dan harus ingat akan tradisi yang ada sejak nenek moyang kita. Yang namanya Wahyu, Pulung itu tidak mudah jadi kita harus paham benar kemana langkah ini tertuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dari kami, sekiranya ada kesalahan ucapan atau kekurangan dalam hasil wawancara ini Silaturahmi Kebangsaan dengan thema Nasionalisme yang Religius. Saya pribadi mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Sinar Pagi Pos yang ber-sinergi, yang telah memberi waktu untuk menyampaikan pandangan sebagai supranatural. Semoga wawancara ini ini dapat membangkitkan nurani kita yang telah terpuruk.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-6938492281280454761?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/6938492281280454761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=6938492281280454761&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/6938492281280454761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/6938492281280454761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/07/nasionalisme-yang-religius.html' title='NASIONALISME YANG RELIGIUS'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SmsmRLQ6gBI/AAAAAAAAB-Q/qVKwmUQy4gA/s72-c/Copy+of+IMG_1456.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-6088743165096007646</id><published>2009-07-19T22:01:00.006+07:00</published><updated>2009-07-21T00:57:27.393+07:00</updated><title type='text'>CINTA SEGI TIGA</title><content type='html'>&lt;div&gt;Press Release 18 Juli 2009&lt;br /&gt;Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwono.&lt;br /&gt;Hp. 08125999929 – 0274.6555559&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SmM1_Wa8gAI/AAAAAAAAB8k/fp1sneCZcyM/s1600-h/Copy+of+IMG_0164.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SmOmQVJlxlI/AAAAAAAAB8s/feW-Roatm2o/s1600-h/IMG_0068.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SmSvw0qEPWI/AAAAAAAAB80/mTQyNklT-qI/s1600-h/Copy+of+IMG_0068.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360602709781396834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 242px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SmSvw0qEPWI/AAAAAAAAB80/mTQyNklT-qI/s320/Copy+of+IMG_0068.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa yang tidak menginginkan bangsa ini aman, tentram dan damai. Namun, siapa yang bisa mengelak, jika Yang Maha Kuasa memberikan cobaan berupa bencana di muka bumi ini. Seperti yang pernah kita rasakan bersama, bencana kian silih berganti. Anak bangsa meratap atas musibah tersebut. Akankah semua ini akan berakhir ? Bencana belum akan berakhir dan masih ada Allah SWT belum berhenti memberi peringatan pada umatnya, baik bencana alam maupun kecelakaan udara laut dan darat teror Bom akan terus menghantui Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang menjadi permasalahan bagi kita. Permasalahan bagi seluruh anak bangsa yang rindu akan kembalinya ketentraman dan kedamaian di muka bumi ini. Namun terkadang kita lupa, bahwa keinginan yang demikian harus di tebus dengan kecintaan kita kepada alam, ketulusan kita mengabdi kepada-Nya, serta rasa toleransi antar manusia yang tak perlu memandang sebelah mata kepada sesama mahluk hidup.&lt;br /&gt;Kecintaan ini saya istilahkan dengan nama “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Cinta Segi Tiga&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;”. Cinta abadi yang terjalin antara &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Manusia dengan Manusia, Manusia terhadap Alam dan kecintaan Manusia dengan Tuhanya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Jika kita memiliki rasa cinta tersebut, niscaya akan beranakkan kedamaian abadi seperti yang dicita-citakan semua mahluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Allahumma ashlih li dini alladzi huwa 'ishmatu amri wa ashlih li dunyaya allati fiha ma'asyi, wa ashlih li akhirati allati fiha ma'adi waj'allil hayata ziyadatan li fi kull khairin, waj'allil mauta rahatan li min kulli'syarrin"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ya Allah, perbaikilah urusan agamaku yang menjadi pegangan setiap urusanku, perbaikilah duniaku yang disitulah urusan kehidupanku. perbaikilah akhiratku yang kesanalah aku akan kembali. jadikanlah hidupku ini sebagai tambahan kesempatan untuk memperbanyak amal kebajikan. dan jadikanlah kematianku sebagai tempat peristirahatan dari setiap kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara mahluk Tuhan yang ada, Manusia adalah mahluk yang paling sempurna yang diciptakan Tuhan, tetapi kenapa justru manusia yang selalu banyak berulah dan selalu membuat bencana tanpa punya rasa Prikemanusiaan ??? Apakah manusia kebanyakan sekarang sudah lupa akan jati diri ? Sehingga manusia tanpa mikir dosa dan karma, apakah serendah ini akhlak manusia sekarang??? Padahal Allah SWT telah menciptakan manusia yang paling sempurna diantara makhluk-mahkluk yang lain. Maka kesempurnaannya itulah, Tuhan menugaskan kepada manusia untuk membuat agar dunia ini seimbang.&lt;br /&gt;Memang keseimbangan di muka bumi ini nyaris tidak mungkin terjadi, tapi paling tidak manusia harus berusaha menuju ke arah itu. Jika tidak, tidak menjadi keniscayaan pula musibah akan terus terulang. Jurang kehancuran sebagai akhlak manusia sudah terperosok, jurang keangkuhan, kesombongan dan keangkara murkaan. Tebing kesengsaraan akan melanda manusia dengan merata! Masya "Allah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali kita merasa aman setelah kita mendapatkan rasa aman secara pribadi. Karena di bumi ini dibutuhkan kolektifitas, hal ini dikarenakan manusia diciptakan sebagai mahluk sosial yang saling memiliki ketergantungan. Melihat kenyataan demikian, jelas dibutuhkan kesadaran kolektif agar rasa amanpun dapat ternikmati secara kolektif pula, dan bukan lagi hanya milik si Tuan Fulan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini telah dilanda sejumlah bencana yang datangnya dari air (banjir) Angin (Punting Beliung), Api (peristiwa kebakaran di mana-mana, lumpur panas) dan Bumi (gempa bumi dan tanah longsor) sampai kepada peristiwa politik yang pernah terjadi di ambon dan poso yang memakan banyak korban dan teror Bom pun akan terus terjadi lagi. Semua bencana ini jelas menjadi pelajaran yang sangat berharga, dan kesemuanya itu terjadi karena tidak adanya keseimbangan. Ada satu musibah lagi terjadi. “Pageblug” (wabah penyakit mematikan yang tersebar di masyarakat setelah Flu Burung kini Flu Babi). Kini ditambah lagi dengan teror Bom dan apakah hal ini bukan salah satu unsur yang tertuju yaitu “ &lt;strong&gt;POLITIK&lt;/strong&gt;” ya politik kejam yang tak punya hati nurani karena unsur dosa yang dapat dibeli, apakah akan masih terjadi lagi bom meletus di tengah-tengah manusia yang tidak tahu dengan urusan politik? Sebelum hal itu terjadi, kita harus mewaspadainya. Kita harus teliti dan cermat, kejadian seperti apa lagi yang kemungkinan bisa menjadi petaka di masyarakat. Namun setidaknya dengan teror Bom tersebut janganlah kita berprasangka buruk karena kita harus waspada dengan Penyusup asing yang berperan serta. Kita harus sadar bahwa saat ini kita-pun sedang dijajah secara halus oleh pihak luar. Tunas-tunas bangsa telah dirusak, dalam segi makanan sehari-hari kitapun telah diracuni. Renungkanlah dan bandingkanlah antara kehidupan sekarang dan masa nenek moyang kita. Sadarkah kita racun apa yang kita makan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sudah mengetahuinya, mari kita bersama-sama mengantisipasi dan menghindari racun makanan sehari-hari dan peristiwa-peristiwa tanda peringatan Tuhan pada umatnya, sehingga peristiwa demi peristiwa tersebut agar tidak terjadi, dengan kesadaran Rasa Nurani kita jangan terus terjajah oleh harta dan tahta. Sadarlah...... Jika belum mari kita waspadai kejadian yang akan merugikan Bangsa kita sendiri dikarenakan ulah manusia yang tidak paham akan adanya “Rasa” kembalilah pada jati diri kita sebagai orang timur milikilah kepastian jangan punya rasa ragu. Orang yang paling rugi dan menderita adalah orang yang berpura-pura, karena orang yang berpura-pura adalah orang yang tidak berani menjadi dirinya sendiri. Pepatah Jawa mengatakan "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;" hadapilah segala sesuatunya dalam kesendiran jangan bawa teman atau mempengaruhi orang lain untuk keuntungan diri sendiri dan kalau menang jangan merendahkan yang dikalahkan. Begitu juga janganlah kita merasa aman dengan keadaan karena Allah masih belum berhenti memberi peringatan, dan dengan manusianya sendiri sudah ikut andil dalam bujuk rayu setan yang akhirnya manusia mampu diperbudak oleh namanya Uang. Waspadalah jangan merasa aman padi diri sendiri...... &lt;strong&gt;Perbedaan manusia dimata Tuhan adalah Keimanan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita rasakan sekarang ini, kondisi cuaca boleh di bilang sudah sulit di prediksi, aktifitas ekstra residu yang dilakukan manusia kian menggila, maka tidak menutup kemungkinan kejangkitan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;penyakit politik&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang kejam akan terjadi dan makin tak berperasaan. Manusia telah lupa akan jati dirinya sehingga menghalalkan bermacam cara hanya demi uang, sehingga manusia diperbudak oleh uang dan uang dianggap sebagai Tuhannya. Manusia telah lupa akan Asal kita dari mana, Mau apa, dan Mau kemana, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sangkan Paraning Dumadhi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Seandainya manusia mengerti dan paham akan Asal Usul dan memiliki hati Nurani sebagai Hamba Allah sehingga setiap langkah tentu akan berpikir dengan Nurani dan tidak akan terjadi hal yang merugikan alam lingkungan dan tidak merugikan sesama umat manusia tidak membuat saudara kita mati dalam peristiwa yang tidak berperi kemanusiaan.&lt;br /&gt;Krisis multidimensional yang melanda Indonesia telah memperpuruk martabat Bangsa Indonesia, citra dan kepercayaan luar maupun dalam negeri. Keberdayaan Bangsa Indonesia terbelenggu serta terperangkap lingkaran setan yang tiada jelan ujung dan pangkalnya. Kita berada dalam dilema yang sangat kompleks, kebingungan dan stagnasi. Reformasi telah mengalami “ &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mati Suri&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; “ pada usia dini, sementara “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;suara-suara&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;” yang dicetuskan kalangan pencerahan dan membangkitkan kesadaran baru sebagai anak dan tunas Bangsa Indonesia. Karenanya diperlukan kekuatan baru yang lebih besar yang harus mampu mendobrak ikatan rantai ketidak berdayaan Bangsa. Sekaligus dapat menjadikan energi terapi pendorong bagi gerakan kebersamaan menuju cita-cita Bangsa Indonesia sesuai Lambang Negara Indonesia Bhineka Tunggal Ika dan UUD RI 1945. Walaupun berbeda pandangan kita harus tetap bersatu menuju Indonesia Jaya. Agar Bangsa kita disegani oleh bangsa lain lagi. MERDEKA INDONESIAKU!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allahumma inni as-alukal huda wat tuqa wal "afafa wal ghina&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Ya Allah sungguh kami memohon kepada-MU petunjuk ketakwaan, kesucian diri dan kekayaan jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-6088743165096007646?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/6088743165096007646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=6088743165096007646&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/6088743165096007646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/6088743165096007646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/07/cinta-segi-tiga.html' title='CINTA SEGI TIGA'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SmSvw0qEPWI/AAAAAAAAB80/mTQyNklT-qI/s72-c/Copy+of+IMG_0068.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-6086220396920667155</id><published>2009-07-10T01:08:00.003+07:00</published><updated>2009-07-10T01:10:18.518+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin Ideal Nusantara</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SlYyPZxs15I/AAAAAAAAByA/YsZyl0ynWTU/s1600-h/BLHP.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SlYyPZxs15I/AAAAAAAAByA/YsZyl0ynWTU/s320/BLHP.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356524047002556306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salam sejahtera bagi kita semua dan Puji Syukur kehadirat Allah SWT telah terlaksana Pemilu yang aman dan Elegan. Dengan kemenangan pasangan SBY dan Budiono 2009 – 2014. semoga Presiden SBY dan Budiono dapat mengemban tugas sebagai pemimpin dan menjadi amanah rakyat Indonesia karena rakyat tidak untuk main-main. LANJUTKAN ! Semoga atas terpilihnya kembali SBY dan Budiono seluruh rakyat Indonesia bisa makmur dan sejahtera sesuai kinerja serta Visi Misi yang telah disampaikan, bukan hanya mimpi dan sekedar janji yang kami dapat tapi kami butuh BUKTI.&lt;br /&gt;Waktu  mengalir setiap saat, bahkan setiap detik. &lt;br /&gt;Keadaan zaman berubah seiring dengan perubahan waktu. &lt;br /&gt;Segalanya berubah, tanpa bisa dibendung. Keadaan keindahan alam sudah bergeser. Ungkapan lama tentang kemakmuran dari sebuah negara pada zaman dahulu, saat ini jangan hanya merupakan suatu cerita belaka. &lt;br /&gt;Gambaran tentang negara yang “Tata titi tentrem, kerta raharja, loh jinawi” sangat jauh dari kenyataan kehidupan saat ini. &lt;br /&gt;Damai dan sejahtera sangat jauh dari benak kita, hanya ada di angan-angan kita. Yang kita hadapi sekarang adalah sebuah kenyataan, alam dan kehidupan yang kejam yang mengintai diri kita setiap saat. Dan kita harus waspada dengan keadaan alam sekitar kita yang mana akan terjadi dengan berbagai bencana terutama kecelakaan udara laut dan darat.&lt;br /&gt;Rakyat harus kita ajak bangkit. Apa arti MERDEKA dari penjajahan bangsa asing secara fisik, tapi belum terbebas dari penjajahan secara ekonomi. &lt;br /&gt;Dan sekarang sedang memasuki fase penjajahan dan pembodohan oleh bangsa sendiri yang disebut pejabat/aparat (mungkin lebih tepat kalau disebut PENJAHAT DAN KEPARAT), apa kita masih bisa bilang MERDEKA bila negara kini memeras rakyat dengan berbagai macam pajak dan pungutan yang tidak jelas buat apa uangnya? Apakah rakyat menikmatinya bila kemiskinan dan kebodohan masih berserakan dimana-mana. Masih pantaskah kita merasa merdeka bila masih terjajah oleh bangsa sendiri, masih pantaskah kita disebut bangsa apabila sesama anak negeri saling tusuk karena suku, ras, agama. Apakah ini yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Mari kita pada hati nurani kita, sudahkah kita MERDEKA?&lt;br /&gt;Sebuah negara, tidak syah jika beberapa unsurnya tidak terpenuhi, yaitu harus memiliki Wilayah, Rakyat dan Tata Aturan yang mengatur kehidupan masyarakatnya. &lt;br /&gt;Rakyat dan Wilayah merupakan hal yang terpenting dalam terbentuknya sebuah negara. Kedua unsur negara ini tidak dapat dipisahkan. Pengelolaan wilayah dan tata aturan hubungan kemasyarakatan, tidak lepas dengan kemakmuran negara dan kebebasan individu. Tata aturan yang dibuat harus disepakati oleh seluruh lapisan masyarakat yang berada dalam wilayah sebuah negara, hal ini yang disebut hukum positif. Dalam skala kecil sebuah negara, katakanlah sebuah Desa, setiap anggota masyarakat harus memiliki sikap “golong-gilig, ajur-ajer” sehingga akan mengkoloid menjadi sebuah sikap yang “labuh-labet”. &lt;br /&gt;Sikap-sikap seperti ini harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa kecuali. &lt;br /&gt;Baik rakyat maupun pamong (pimpinan) sekalipun. &lt;br /&gt;Sikap-sikap tersebut dibutuhkan untuk dapat diciptakan suatu kondisi lingkungan yang aman dan makmur. &lt;br /&gt;Tidak akan terjadi gangguan dan gejolak yang disebabkan gesekan-gesekan diantara warga masyarakat maupun pihak luar. &lt;br /&gt;Kondisi yang stabil semacam ini bisa tercapai jika ada sebuah pimpinan yang diakui oleh seluruh lapisan masyarakat. Presiden terpilih SBY – Budiono telah dipercaya Rakyat untuk meneruskan kepemimpinannya 2009-20014 harus mampu mewujutkan impian rakyat. Hidupkan kembali Dasar Pancasila dan UUD 45 Negara ini. Pilih dengan teliti yang menjadi Menteri- menteri dan akrablah dengan rakyat ingat akan kultur Budaya sendiri dan jangan lupa  pada Moyang sendiri jangan meninggalkan Tradisi Bangsa sendiri. &lt;br /&gt;Pemimpin yang  lahir dari rakyat dan berpihak kepada rakyat jelata. Nenek moyang kita sejak lama sudah memiliki konsep kepemimpinan, yang dituangkan dalam bentuk dan simbol-simbol alam, yaitu konsep Astha Brata. Dimana konsep tersebut mengisyaratkan bagaimana seharusnya sikap seorang pemimpin yang ideal. Harus memiliki sifat-sifat yang digambarkan dengan simbol-simbol alam. Kita harus mencari seorang pemimpin yang benar-benar pemimpin, melalui doa dan petunjuk. &lt;br /&gt;Karena Indonesia  benar-benar membutuhkan pemimpin. &lt;br /&gt;Yang mana kita jangan sampai salah pilih. &lt;br /&gt;Manusia yang seutuhnya adalah manusia yang selalu dalam CONCIOUSNESS – KESADARAN SUKMO – JIWA, sehingga hidupnya selalu dalam bimbingan dan tuntunan. &lt;br /&gt;Hidup yang demikian  adalah hidup yang membiarkan SUKMO-JIWA menjadi NAKHODA TUBUH FISIK. &lt;br /&gt;Dimana otak kanan menerangi otak kiri, bukan sebaliknya. &lt;br /&gt;Inilah yang disebut keseimbangan sejati. &lt;br /&gt;Melalui cara hidup demikian, jaminan keselamatan pasti ditangan. &lt;br /&gt;Manusia satrio sejati seperti inilah yang dipilih untuk jadi pemimpin dan pejabat-pejabat negara yang akan mampu membawa Nusantara jadi Oboring Jagad.&lt;br /&gt;Kondisi negara kita saat ini sangatlah terpuruk. &lt;br /&gt;Upaya-upaya perbaikan hanyalah celotehan para politikus belaka. Realisasinya hanyalah merupakan dongeng pengantar tidur saja. Janji-janji para pemimpin (legislatif dan eksekutif) tidak pernah terwujud seutuhnya. Lalu rakyat yang mana yang dibela? &lt;br /&gt;Saya teringat tembang pasemon berupa tembang pocung :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak pocung&lt;br /&gt;Cangkem mu madhep mandhuwur&lt;br /&gt;Sabamu ing sendhang&lt;br /&gt;Pencokanmu ing lambung kèring&lt;br /&gt;Ulap-ulap si pocung mutahku aya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mudah menebak apa yang dimaksud oleh tembang pocung tadi, yaitu sebuah klenthing atau jun, yang digunakan untuk mengambil air oleh masyarakat kita pada zaman dahulu. &lt;br /&gt;Namun makna yang tersirat dari tembang pocung itu masih sulit untuk ditangkap. Itulah gambaran para politikus kita saat ini. Saya teringat kembali pada ungkapan lama yang tertulis pada kitab kuno “Niti Sruti” yang bunyinya :&lt;br /&gt;“Jun iku yên lokak kocak&lt;br /&gt;Bisané mênêng lan antêng, yèn kêbak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan pada bait pertama inilah yang harus kita kikis, jangan sampai para politikus berperilaku seperti ungkapan tersebut. Tetapi hendaknya mengikuti apa yang diisyaratkan seperti pada bait kedua. Jika tidak mampu memenuhi sikap-sikap seperti bait kedua, maka akan timbul ekses yang sangat menghancurkan, yaitu malah akan memiliki watak yang “Adigang adigung adiguna adimumpung”. Adigang adalah Wigang, disimbolkan sebagai “KIDANG” atau kijang, seekor binatang yang sangat molek, lincah, gesit dan memikat hati, namun pandai mengelabui, seolah-olah jinak. Adigung adalah Wigung, disimbolkan sebagai binatang “GAJAH”, seekor binatang yang sangat besar dan kuat. Namun dengan kekuatannya yang besar kadang-kadang menginjak-injak dan menindas yang lemah. Adiguna adalah kepandaian, kecerdasan. Namun berkonotasi negatif. &lt;br /&gt;Bisa diartikan sebagai kelicikan, karena kepandaian yang dimiliki selalu digunakan untuk membodohi orang lain, sehingga akan muncul sifat yang sewenang-wenang. Adimumpung, dapat diartikan mumpung menjadi orang penting sehingga sewenang-wenang dan menghalalkan segala cara. &lt;br /&gt;Kita tidak pernah berharap mempunyai pemimpin yang memiliki sifat seperti ini.&lt;br /&gt;Kemerdekaan individu, dibatasi oleh kemerdekan individu lainnya. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Setiap orang memiliki fungsi yang berbeda-beda. &lt;br /&gt;Sehingga hak-hak individu harus saling dihormati. &lt;br /&gt;Dan yang jelas kita harus mempertahankan keutuhan NKRI apapun resikonya, kami percayakan Nusantara tetap Jaya dengan dasar Pancasila dan UUD 45. kalau benar-benar kita laksanakan dengan murni dan konsekuen niscaya tidak ada bangsa kita yang durhaka terhadap bangsa dan mengingat nenek moyang kita. Mungkin keadaan yang carut marut saat ini adalah bagian dari cobaan dari Yang Maha Kuasa. Mungkin kita lupa bersyukur dan lupa berterima kasih kepada alam dimana kita tinggal. Bumi yang sudah menghidupi kita, alam yang telah menyediakan segalanya untuk keperluan hidup kita. Sedekah Bumi, Ruwat Bumi Pertiwi. Disini letak kunci negara republik indonesia yang kita cintai pasti sekali merdeka tetap merdeka. &lt;br /&gt;Hayu hayu hayu... Niskala.&lt;br /&gt;Kami sangat ingin dan sangat gandrung kemerdekaan lahir batin, semoga terwujud cita-cita bangsa indonesia dan mendapatkan pemimpin yang benar-benar sesuai dengan harapan nusantara. Terbasuhnya kala bumi dan kita tajamkan budi pekerti kita, pemimpin dan rakyatnya. Kita do’akan bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Budiono agar dapat Meneruskan memimpin Rakyat Indonesia dengan adil dan bijaksana. Merdeka !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-6086220396920667155?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/6086220396920667155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=6086220396920667155&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/6086220396920667155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/6086220396920667155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/07/pemimpin-ideal-nusantara.html' title='Pemimpin Ideal Nusantara'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SlYyPZxs15I/AAAAAAAAByA/YsZyl0ynWTU/s72-c/BLHP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-5405981264606603280</id><published>2009-07-10T00:55:00.003+07:00</published><updated>2009-07-10T01:07:27.797+07:00</updated><title type='text'>Angka 8 Wuku Wayang dengan Harapan Perubahan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SlYwiY4D3pI/AAAAAAAABx4/UF1ChIOVs4Q/s1600-h/Sultan+HBX.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SlYwiY4D3pI/AAAAAAAABx4/UF1ChIOVs4Q/s320/Sultan+HBX.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356522174155054738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketidak munculan Sultan Hamengku Buwono X dalam pemilu 2009-2014 Pemilu 2009  adalah karena Sasmita dan tanggapnya seorang Raja yang betul-betul tanggap dalam olah batin dengan tingkat tinggi dalam olah spiritual beliau. Wahyu atau Pulung Kraton adalah milik Sang Pencipta yang tidak dibuat main-main. Jadi seorang satrio sejati itu sulit dan benar-benar harus dijunjung tinggi. Sultan Hamengku Buwono X adalah milik rakyat dan dan untuk rakyat. Sultan sendiri adalah Trahing Kusumo Rembesing Madu yang harus tetap harum namanya diseluruh Negri juga mata dunia, legowo, santun tutur katanya, penuh wibawa, dan selalu memberi kesejahteraan, ngayomi, ngeyemi bagi Rakyatnya. Apa bila Sultan Hamengku Buwono X jadi Presiden mau minta Restu pada siapa? Sedang Beliau selalu dimintai Restu bagi calon RI I. Jadi ketidak munculan Sultan Hamengku Buwono X  karena sasmita dan tanggapnya beliau dalam olah rasa dengan  tingkat tinggi, dan ketidak munculan Sultan HB X dalam pemilu jangan membuat kecewa bagi pendukung berat beliau, semua ini harus kita hargai karena petunjuk dan tajamnya mata batin Sultan HB X dalam  olah rasa. Beliau sendiri tidak mau rebutan balung tanpo sumsum, kekuasaan dan kedudukan tidak untuk dipertaruhkan dan diperebutkan. Seperti pedagang saja.&lt;br /&gt; Pemilu pelaksanaannya hari Rabo Paing tanggal 8 Juli 2009 wuku Wayang. Tampak jelas sekali dengan pertimbangan dan berbagai spekulasi politis tentu adamotif. Begitu pula dengan prediksi mistis. Sejumlah paranormal menjelaskan dan memutuskan, Bunda Lia mencoba menyingkap misteri di balik jadwal pelaksanaan pemilu tersebut. Pemilu di Indonesia, dalam perspektif budaya-spiritual Nusantara bukan sekedar pesta demokrasi yang bertujuan mencari calon pemimpin. Tapi lebih jelasnya adalah sebuah pertarungan mistis dari perebutan wahyu keprabon. Memang sulit untuk mengingkari fakta dan kenyataan ini, karena seringkali ditemui kesaksian dari sejumlah warga dan paranormal atau kyai yang mengaku pernah dimintai restu atau bantuannya untuk menarik wahyu itu. Ada sebagian orang, barangkali dimensi mistis hanya cuma dianggap mitos belaka. Tetapi, kenyataannya demikianlah sejarah bangsa ini telah membuktikan, sejak presiden pertama RI, Soekarno dan presiden kedua RI, Soeharto. Terlebih, ketika jadwal pemilu yang telah ditetapkan akan dilaksanakan tanggal 8 Juli 2009. Bagi para waskita, waktu atau tanggal tak sekedar ditentukan dengan pertimbangan logis. Tapi, juga pertimbangan mistis. Bagaimana pun, sebuah hajatan besar di Nusantara, selalu dicarikan waktu berdasarkan primbon, petung dhina atau perhitungan hari menurut kepercayaan Jawa dan semacamnya. Perubahan jadwal pemilu tanggal 9 April 2009 berubah menjadi tanggal 8 Juli 2009, sontak meletikkan dugaan mistis terkait upaya SBY meraih wahyu kerpabon lagi.&lt;br /&gt;Bunda Lia Pimpinan Songgo Buwono Jogyakarta, paranormal yang sudah tak asing di jagat Nusantara mengatakan, sebuah angka dalam kepercayaan Jawa memiliki makna. Angka 8 sebagai wuku Wayang dan Naga hari, bulan, taun, pas dengan keberuntungan SBY bisa bermakna kejayaan.&lt;br /&gt;Soekarno dipercaya memiliki berbagai piandel, ilmu jaya kawijayan tingkat tinggi. Kharisma dan kewibawaan beliau mampu mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dari beragam suku, sehingga tercipta kesatuan dan persatuan bangsa yang kuat. Dengan kelebihan seorang Soekarno yang dicintai rakyatnya sehingga NKRI bisa terwujud tapi sekarang nyaris punah. Dan ketika beliau wafat, Soekarno masih diagungkan jasa dan pamor atau aura gaibnya yang sangat luar biasa. Tak jarang makam beliau pun menjadi tempat yang dikeramatkan dan banyak pesiarah yang datang untuk berolah batin-meditasi. Masa kepemimpinan Soekarno 22 tahun lamanya (17 Agustus 1945-12 Maret 1967), Beliau telah melekat dihati rakyat dan reputasinya tak terukur dari kesuksesan memimpin Bangsa Indonesia dan membuat segan bangsa lain itulah sosok Soekarno yang wajib dicontoh sebagai seorang Presiden.&lt;br /&gt;Demikian juga tak kalah menarik dengan sosok Soeharto. Presiden kedua RI ini kisahnya bahkan masih hangat. Berbagai kesaksian dari para juru kunci, kyai dan paranormal banyak mengungkap laku tirakat Soeharto dalam usahanya mencapai dan mempertahankan wahyu keprabon presiden. Dengan berbagai kesalahan dalam sepak terjang Soeharto yang lebih tepat disebut kekurangan yang manusiawi, jutaan rakyat Indonesia tetap berkabung dan ikut mendoakan arwahnya ketika meninggal. Sama halnya dengan Soekarno, mendiang pak Harto juga menjabat presiden dalam waktu yang lama, sejak 12 Maret 1967- 21 Mei 1998, kurang lebih selama 31 tahun. Jagat Nusantara percaya, kedua tokoh ini mampu berkuasa selama itu karena dinaungi wahyu keprabon dan olah batin yang kuat tidak meninggalkan tradisi budaya nenek moyang kita. &lt;br /&gt;Bagaimana dengan presiden pasca Soeharto? Inilah yang sedang menjadi pengamatan banyak pihak. Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pusat perhatian jagat spiritualis begitu memegang tampuk kepresidenan. Presiden ke-7 RI ini juga tentu tak luput dari kisah perburuan wahyu kepresidenan baik secara terang-terangan maupun utusan atau suka rela spiritual yang simpati pada SBY tanpa menunggu utusan datang dari SBY melakukan olah rasa untuk mendudukkan kembali SBY dalam Istana kepresidenan . Meski disebut hanya melalui perantara, atau tanpa perantara pada kenyataannya SBY mampu menduduki Istana Negara kembali menduduki sebagai Presiden RI ke-7. Alhamdulillah Songgo Buwono beberapa bulan yang lalu kembali meyakini, SBY masih kembanan wahyu keprabon. Menjelang pemilu 2009 hingga SBY duduk kembali, kiprah SBY kembali menjadi perhatian jagat supranatural.  Dan tinggal melaksanakan Tasyakuran atas keberhasilan SBY. Apabila tidak ada halangan Songgo Buwono akan melaksanakan gelar Doa bersama atas duduknya Kembali SBY ke kursi Presiden RI pada waktu dekat ini setelah pelantikan jabatan SBY. Untuk hal ini Bunda Lia menghimbau kepada seluruh pendukung agar legowo atas kemenangan SBY. Dan jangan membuat ricuh dan keruh suasana karena kita masih akan menghadapi berbagai bencana alangkah baiknya kita gunakan untuk berdo’a dan memohon petunjuk pada YME agar terhindar dari mara bahaya yang belum usai dan masih akan terus berlanjut.&lt;br /&gt;Bunda Lia Pimpinan Songgo Buwono Jogyakarta, paranormal yang sudah tak asing di jagat Nusantara mengatakan, sebuah angka dalam kepercayaan Jawa memiliki makna. Angka 8 sebagai wuku Wayang dan Naga hari, bulan, taun, pas dengan keberuntungan SBY bisa bermakna kejayaan maksimal. “Jika angka ini (delapan-red) diperlakukan khusus, pasti ada maksudnya. Semisal, dijadikan hari baik yang diharapkan memberikan keberuntungan besar bagi SBY”, Sedangkan angka 8 merupakan lambang delapan penjuru mata angin. Di Bali hal ini dilambangkan dengan apa yang kita kenal dengan “Sad Kahyangan Jagad”. Artinya dalam kejadian ini delapan kekuatan dewa-dewa menyatu, menyambut dan menghantarkan Sang Hyang Ismoyo (Sabdo Palon) untuk turun ke bumi. Di dalam kawruh Jawa, Sang Hyang Ismoyo adalah sosok dewa yang dihormati oleh seluruh dewa-dewa. Dan Wuku Wayang Gunung di sini melambangkan hakekat tempat atau sarana turunnya dewa ke bumi (menitis).ujar  Bunda Lia.&lt;br /&gt;Bunda Lia mengupas, semakin kuat ketika mencermati angka delapan yang ternyata juga merupakan angka mujur bagi SBY. Tanggal lahir SBY tanggal 9 September 1949. Angka 8 dan 9 berurutan.  Belakangan, pemilu juga diundur pelaksanannya pada tanggal 8. Menurut Bunda Lia, bagi SBY angka 8 bisa dimaknai sebagai harapan akan bangkitnya perekonomian dan kemenangan SBY dalam pemilu 2009 nanti. Angka 8 juga berhubungan dengan angka keramat, “Ini merupakan simbol kejayaan maksimal. Sedang tanggal 9 kelahiran SBY dalam Kitab Al-quran, angka 9 juga memiliki arti khusus dan istimewa”, tegasnya.&lt;br /&gt;Namun demikian, Bunda Lia mencatat beberapa peristiwa besar terkait naiknya SBY menjadi presiden di tahun 2004 itu. Bencana tsunami terjadi pada tahun pemerintahannya. Begitu pula gempa tektonik di kabupaten Bantul, Jogjakarta. Jika melihat hari pada tanggal 8 Juli 2009, yakni hari Rabu Paing, menurut Bunda Lia, harapan perubahan ekonomi  tegasnya. &lt;br /&gt;Dua kemungkinan yang tetap bisa terjadi meski sudah diupayakan dengan memilih hari baik itu, lanjut Bunda Lia, menjadi ranah di mana karomah negara akan berperan. Artinya, pada garis dua kemungkinan itulah faktor wahyu keprabon yang menurut Bunda Lia lebih tepat disebut karomah atau mahkota negara itu yang akan menentukan baik buruknya keadaan pasca terpilihnya presiden nanti. “Bila pemerintahan SBY - Budiono mendatang dinaungi wahyu, bangsa ini akan segera bangkit dari keterpurukan.”, jelasnya.&lt;br /&gt;Dua kemungkinan itu, wahyu keprabon baru nitik SBY belum Nitis jadi kalau sampai SBY – Budiono lengah dalam olah rasa dan Spiritual ..... lanjut Bunda Lia, dimungkinkan wahyu mahkota negara dapat saja oncat atau pergi, karena entah akan terjadi apa nanti di tahun 2011, untuk itu SBY dan Budiono harus waspada tanggap dan tajam ing sasmita, hanya dengan laku ritual tertentulah SBY atau Budiono  dapat melewati tahun yang menurut mata spiritual rawan. Harapan kami yang penting Presiden dan Wakil tidak melupakan Kultur Budaya dan Tradisi Jawa. Jika Presiden nanti mendapat karomah dengan sebuah laku, padahal sebenarnya tidak layak, karena mahkota negara justru akan menimbulkan bencana sebagai tumbal. Karena itu, Bunda Lia mengingatkan, untuk SBY dan Budiono yang menjadi pemimpin di negeri ini, harus memahami keagungan karomah negara berikut resiko besarnya. Yang pasti dan utama berbaurlah kepada rakyat dan junjung tinggi Leluhur dan tradisi Jawa hidupkan kembali Budaya leluhur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-5405981264606603280?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/5405981264606603280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=5405981264606603280&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/5405981264606603280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/5405981264606603280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/07/angka-8-wuku-wayang-dengan-harapan.html' title='Angka 8 Wuku Wayang dengan Harapan Perubahan'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SlYwiY4D3pI/AAAAAAAABx4/UF1ChIOVs4Q/s72-c/Sultan+HBX.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-6044684228440568597</id><published>2009-01-27T01:38:00.002+07:00</published><updated>2009-01-27T01:41:13.544+07:00</updated><title type='text'>Dosa Kok Diperjual-belikan</title><content type='html'>Press Release&lt;br /&gt;Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Hp.08125999929&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur Alhamdullillah, Allah telah memberikan kita negeri yang subur.&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SX4DorERGoI/AAAAAAAABgs/tTKhnmOuB2s/s1600-h/bebas.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 270px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SX4DorERGoI/AAAAAAAABgs/tTKhnmOuB2s/s320/bebas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295674209124555394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Negeri agraris yang sempat membuat bangsa-bangsa lain menjadi iri akan alam yang gemah ripah loh jinawi ini.&lt;br /&gt;Namun perlu dicermati, suburnya alam kita, kayanya alam kita juga telah menina bobokan kita.&lt;br /&gt;Pada akhirnya muncul kenistaan kita terhadap sang Khaliq.&lt;br /&gt;Saya menganggap ini suatu kenistaan, karena kita tak mau mengelola apa yang telah diberikan Allah kepada kita. Kita juga tak dapat merawatnya dengan baik.&lt;br /&gt;Hingga bangsa ini-pun kedepan bakal mati kelaparan di lumbung padi…. Inilah bentuk kenistaan yang kami maksud.&lt;br /&gt;Kita juga hanya berkecap bangga, namun kita tidak mau berjuang untuk merumat apa yang telah diberikan-Nya.&lt;br /&gt;Astaghfirullah…. Ma’afkanlah dosa dan kesalahan kami Ya Allah.&lt;br /&gt;Ikqra….. – Bacalah --. Demikian Allah memberikan wahyu pertamanya Kepada Rosullulah SAW.&lt;br /&gt;Ini jelas pula maksud yang terkandung di dalam kalimat tersebut. Kita harus jeli membaca alam, kita harus jeli membaca situasi, kita juga harus jeli membaca potensi yang ada di diri kita, dilingkungan kita, di Negri kita, bahkan di seluruh jagad raya ini.&lt;br /&gt;Memang hal ini tidak mudah dilakukan.&lt;br /&gt;Butuh pembelajaran, butuh ketelatenan untuk membaca apa yang telah diperlihatkan-Nya oleh Allah SWT…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula di saat sekarang ini, dimana negeri kita mengalami krisis kepemimpinan. Sebagai masyarakat, warga Negara Indonesia yang bertanggung jawab atas nasib bangsa kedepan, kita harus jeli pula dalam memilih seorang pemimpin.&lt;br /&gt;Karena secara demokrasi, Rakyat menjadi penentu atas siapa yang akan dijadikan sebagai pemimpinnya.&lt;br /&gt;Namun secara filosofis, bukan hanya kemenangan demokrasi yang akan menempatkan manusia menjadi seorang pemimpin.&lt;br /&gt;Butuh beberapa faktor lain yang harus dimiliki agar seseorang bisa menjadi pemimpin sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang pemimpin merasa lahir hanya karena kemenangan secara demokrasi, niscaya akan tumbuh pula keangkaramurkaan pada dirinya.&lt;br /&gt;Dia akan melebihi Raja yang dictator, Raja yang otoriter dan merasa memiliki kekuasan yang absolut, tanpa memikirkan hak rakyatnya.&lt;br /&gt;Disinilah dibutuhkan kejelian masyarakat dalam memilih seorang pemimpin. Jangan sampai kita terjebak oleh janji-janji manis tanpa bukti, jangan pula kita dapat disogok hanya untuk mengangkat “derajat” mereka, yang kemudian jika dia telah menduduki kursi kekuasaan, malah menginjak-injak kita. Dan menambah dosa… sebab apa? Dosa di Negara ini sudah diperjual belikan.&lt;br /&gt;Ini karena dia merasa kekuasaan yang didapat merupakan ‘barang dagangan’ yang sudah dibelinya dari rakyat dengan bayaran uang sogokan yang tidak seberapa, serta ucapan janji-janji busuk saat kampanye.&lt;br /&gt;Sungguh itu merupakan perbuatan yang dzolim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiman Allah SWT dalam Al Qur’an surat : Al a’raf ayat :129&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qalu uzina min qabli an ta’tiyana wa mim ba’di ma ja’tana, qala ‘asa rabbukum ay-yuhlika’aduwwa kum wa yastakhlifakun fil –ardi fa yanzura kaifa ta’malun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Kaum Musa berkata : “ Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum kamu dating kepada kami dan sesudah kamu datang” Musa menjawab : “ Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu Khalifah di bumi (NYA) maka Allah SWT akan melihat bagaimana perbuatanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT tidak menyukai pemimpin yang Dzolim, yang menyengsarakan rakyatnya. Jika terjadi hal demikian, bukan hanya sang pemimimpin tadi yang dzolim, kita juga termasuk orang-orang yang telah menzolimi diri kita sendiri, sebab kita telah memilih pemimpin hanya karena uang sogokan, bukan karena sikap, sifat, serta segala kebaikan yang tercermin pada calon pemimpin yang akan kita pilih. “Ingat….. salah pilih akan berakibat fatal…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjijikan lagi…, setelah dia terpilih menjadi pemimpin, dia hanya merasa kalau kepemimpinannya itu hanyalah hasil dari demokrasi yang diciptakan manusia. --- “Saya ada di kursi kepemimpinan ini lantaran dipilih oleh rakyat” --- katanya. Hanya itu yang menjadi kebanggaan atas kemenangannya. Dia lupa…., kalau setiap pemimpin kaum, golongan apalagi pemimpin bangsa, adalah Rahmat sekaligus cobaan besar yang diberikan Allah kepadanya.&lt;br /&gt;Sementara demokrasi hanyalah sebagai lantaran atau jalan untuk menuju ke arah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT: Surat : Shaad, Ayat 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Dawudu inna ja’alnaka khalifatan fil-ardi fahkum bainan-nasi bil-haqqi wala tattabi’il- hawa fa yudillaka ‘an sabillillah, innallazina yadilluna bima nasu yaumal- hisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu Khalifah (Penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (Perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengukuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah SWT. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Al;lah SWT akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mari kita pilih pemimpin yang benar, gunakan nurani kita diatas akal kita. Pilihlah pemimpin yang memiliki tutur - sembur – uwur agar dapat menjadi pemimpin yang adil bagi rakyatnya, yang mengerti akan kebutuhan rakyat kecil, bukanlah pemimpin yang hanya mementingkan diri sendiri dan kelompok saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku sekalian……. Mari kita merenung, berdo’a, serta ber-introspeksi diri, apa yang harus kita lakukan untuk melangkah kedepan agar bangsa ini terbebas dari penjajahan nuraniah, agar kita lolos dari kepemerintahan yang sewenang-wenang, agar kita tak mati di lumbung padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama.&lt;br /&gt;Sekali lagi saya katakan. ……… kita harus berani bersikap dalam menentukan siapa yang patut menjadi pemimpin Bangsa ini atau daerah sekalipun.&lt;br /&gt;Kita harus tulus ikhlas memohon kepada Allah, agar Allah memberikan kepada kita petunjuk seorang pemimpin yang Jujur berkeadilan, pemimpin yang tegas bermartabat.&lt;br /&gt;Pemimpin yang benar-benar berjiwa kepemimpinan.&lt;br /&gt;Bukan hanya pemimpin yang lahir karena demokrasi di luar kandungan Ibu Pertiwi. Subahanallah…. Hanya Engkau yang maha tahu atas apa yang kami butuhkan. Ya Allah …………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kelemahan manusia memang, ketika telah diberikan rahmatan…, tamak, serakah serta kelalaian lainnya akan mengikuti.&lt;br /&gt;Lagi-lagi kita harus mengingat kata “Iqra” – Bacalah –&lt;br /&gt;Kita harus bisa membaca dan merasakan apa yang telah diberikan Allah SWT kepada kita.&lt;br /&gt;Jika kita berani dan mau membaca, kemudian merasakan apa yang telah diberikan, maka rasa tamak, serakah, serta hal lain yang membuat kita merugi akan terlupakan.&lt;br /&gt;Yang ada hanya rasa syukur, sabar serta berusaha untuk menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;Dalam Falsafah jawa mengatakan “Mulat Sariro Hangroso Wani”. Secara harfiah yang artinya “ Sebagai hamba Allah kita harus selalu ber- Intropeksi diri, mawas diri supaya kita tidak tergelincir dijalan yang sesat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini….., hal ini yang harus dijadikan kata kunci bagi kita.&lt;br /&gt;Terlebih bagi seorang pemimpin yang jelas-jelas memikul nasib orang banyak.&lt;br /&gt;Introspeksi diri merupakan benteng kukuh yang bisa menyelamatkan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang sosok kepemimpinan, saya jadi ingat seorang pemimpin besar Jenderal Sudirman.&lt;br /&gt;Berlatar belakang seorang guru, Pak Dirman juga mampu bersikap sebagai ‘Tentara Perkasa” yang memiliki komitmen atas nasib bangsa ke depan. Walau kala itu beliu dalam kondisi sakit, namun tetap memimpin perang di medan laga tidak perduli mesti di tandu.&lt;br /&gt;Hal ini bisa dijadikan sebagai inspirasi dan dan contoh kita betapa mulianya jasa dan penjuangan Jendral Sudirman.&lt;br /&gt;Semangat kebangsaan Pak Dirman sebagai pemimpin tak surut oleh apapun.&lt;br /&gt;Kemerdekaan bangsa ini tetap menjadi perioritas utama ketimbang kesehatan dirinya sendiri. Hanya ada satu tujuan, yakni menuju Bangsa Indonesia Merdeka, lepas dari segala macam bentuk penjajahan.&lt;br /&gt;Baik bentuk penjajahan per-ekonomian, penjajahan nurani maupun aqidah.&lt;br /&gt;Tetapi apa yang kita jumpai sekarang ini - apa???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan mengapa Orang Islam tidak dapat bersatu?&lt;br /&gt;Agaknya di tahun 2009, bumi pertiwi masih dirundung malang.&lt;br /&gt;Bencana demi bencana masih dialaminya.&lt;br /&gt;Selain dampak dari pemanasan global, faktor moralitas juga mendominasi terjadinya petaka.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan pemanasan global, masyarakat dunia telah mencapai kesepakatan (walau belum memuaskan), dimana negara maju sepakat akan memberikan kompensasi atas dampak teknologi yang berpengaruh buruk terhadap kondisi alam semesta.&lt;br /&gt;Nilai kompensasi yang kurang memadai ini juga akan bertambah sia-sia jika penggunaannya tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari bencana alam, tingkat moralitas yang rendah juga akan menyeret bangsa ini ke sisi yang gelap. Wilayah Indonesia Bagian Timur akan digerogoti dengan gejolak masyarakat yang kian dahsat.&lt;br /&gt;Demo besar-besaran bakal terjadi di wilayah itu. Demonstrasi terjadi dikarenakan kekuatan isu politik yang dihembuskan pihak ketiga yang sengaja ingin menciptakan suasana keruh di Indonesia Bagian Timur.&lt;br /&gt;Yang lebih mengerikan lagi, Agama masih dijadikan komoditi unggulan pihak ketiga dalam upaya memecah belah bangsa ini. Kali ini upaya pemecah belahan Agama Islam gencar dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan-gerakan tersebut mendiaspora di mana-mana.&lt;br /&gt;73 golongan akan ‘diadu’ dan ego-nya dipancing mengakui bahwa golongannya adalah aliran yang benar dan terbaik.&lt;br /&gt;Kemudian mereka menuding kelompok lain sebagai aliran sesat.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, saya berpendapat, Islam yang benar adalah Islam yang tidak mau di pecah belahkan.&lt;br /&gt;Jangan terpancing atas isu pemecah belahan tersebut.&lt;br /&gt;Kendalikan emosi serta hilangkan sifat ego kelompok atau golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, permasalahan ini berkait erat dengan tingkat keimanan kita kepada sang khalik. Apapun golongan atau alirannya, Islam telah memiliki aqidah baku dan berinti kepada cinta kasih kepada sesama, serta mengakui akan ke-Esaan Allah SWT.&lt;br /&gt;Maka mari kita cari seorang pemimpin yang dapat menjadi panutan yang dapat menjadi Imam yang baik bagi kita semua, bagi anak cucu kita dan tunas-tunas Bangsa nantinya. Seperti pepatah Jawa mengatakan&lt;br /&gt;Ing ngarso sung tulodho ( pimpinan itu apa bila didepan harus dapat memberi contoh )&lt;br /&gt;ing madyo mangun karso ( bila sedang ditengah membangun semangat dan dapat menjadi penengah )&lt;br /&gt;tut wuri handayani ( apa bila dibelakang memberi dukungan dan dapat mendorong semangat untuk kedepan ) ini sangat berarti bagi kita tapi kenapa Pemimpin sekarang lain tidak seperti ajaran dan pesan atau kalimat ki Hajar Dewantoro ?&lt;br /&gt;Beda halnya dengan isu kedaerahan serta pemecah belahan Islam, lembaga hukum di Indonesia justeru ‘memilih jalan gelap’ dimana para penegak hukum semakin melemah dalam menyangga hukum yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menitik beratkan kepada Lembaga Hukum.&lt;br /&gt;Lembaga hukum bakal mendapat cobaan yang demikian berat. Disamping ancaman dari luar, tingkat kolusi yang tinggi juga akan mempengaruhi jejegnya naluri keadilan bagi para pelaku hukum di lembaga tersebut.&lt;br /&gt;Saya yakin, mereka yang sekarang duduk dan memiliki kedudukan adalah orang-orang terpilih dan pinilih yang betul-betul paham dengan tugas dan kewajiban yang diembannya.&lt;br /&gt;Tapi saya masih meragukan, apakah mereka benar-benar teguh dalam pendiriannya jika terjadi ancaman atau mungkin sogokan yang akan diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;Allahu alam.... Kelak tampak dari mata batin kita yang duduk akan ketauan tidak menepati janji dan akan kehilangan kekuasaan dan kewibawaannya, banyak pangkat dan kedudukan lepas tanpa sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat....... lemahnya peradilan bukan merupakan siksaan dari Tuhan, melainkan lemahnya manusia atas tanggung jawabnya sebagai mahluk sosial yang bergantung kepada hukum.&lt;br /&gt;Garong makin merong - rong, rampok makin merajalela, pengayom memfitnah yang diasuh, penjaga mencuri yang dijaga, penjamin malah minta dijamin, karena menjadi korban orang jahat dan jahil, orang kecilpun semakin terkucil.&lt;br /&gt;Tidak hanya para petinggi, atau praktisi hukum saja yang berperan untuk menegakkan hukum di negeri ini. Semua lapisan masyarakat harus tunduk kepada hukum.&lt;br /&gt;Jika tidak, maka dia akan terhukum.&lt;br /&gt;Banyak janji yang diingkari, banyak orang melanggar sumpahnya sendiri, manusia senang menipu tidak melaksanakan hukum Allah SWT barang jahat dipuja dan dimenangkan, barang suci dibenci dan dihakimi tanpa peduli membawa ke jeruji.&lt;br /&gt;Telah kita ketahui, di Indonesia di mana negara ini adalah negara hukum yang berdasarkan atas Ketuhanan yang Mahe Esa.&lt;br /&gt;Hukum yang dibuat jelas berlandaskan atas ketuhanan, bukan kekuasaan.&lt;br /&gt;Jadi hukum positip yang di buat oleh manusia tadi merupakan implementasi dari hukum Tuhan.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, jika kita tidak mengindahkan hukum positip, atau memutar balikkan hukum positip, berarti kita telah meremehkan Hukum Tuhan.&lt;br /&gt;Manusia sudah lupa dengan asal-usulnya.&lt;br /&gt;Sering kali kita dengar peristiwa ‘permainan hukum’ terjadi di negeri ini.&lt;br /&gt;Maka tak heran jika bencana terus melanda negeri ini. Tuhan murka, karena manusia tak taat lagi terhadap norma / hukum yang mengaturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya penyelewengan hukum akhirnya menjadi karma buruk bagi bangsa ini.&lt;br /&gt;Dan kita menerima imbas karma tersebut padahal kita selalu berhati-hati dalam langkah kita. Selalu ingat sebab dan akibat bila melangkah.&lt;br /&gt;Maka mari kita benar-benar memilih..... jangan sampai keliru dengan pemimpin-pemimpin palsu yang menyamar.&lt;br /&gt;Kasihan saudara kita di daerah, didesa maupun dikota, makanya kita teliti bagaimana calon pemimpin yang akan kita usung ?&lt;br /&gt;Namun, masih ada sisa waktu kita untuk merenung dan mencari jalan pulang untuk kembali kepada-Nya. Saya lebih cenderung, agar kita segera kembali kepada fitrah kita sebagai manusia, mahluk sempurna yang berkewajiban melindungi dan menjaga apa yang telah diberikan-Nya kepada kita.&lt;br /&gt;Allah SWT Maha segalanya.&lt;br /&gt;Doa kita semoga segera muncul seorang tokoh pilihan yang sudah digembleng dari tanah Jawa, guna berbekal kekuatan eksekutif, legislatif dan yudikatif.&lt;br /&gt;Seorang tokoh itu yang dapat membelah pulau Jawa ( Bumi Pertiwi ) ini menjadi dua.&lt;br /&gt;Maaf bukan berarti tanah jawa akan terbelah dua tetapi terpisah oleh dua golongan yaitu Jahat dan Lurus.&lt;br /&gt;Yang luruslah yang dipimpin, rakyat bersatu padu dalam hukum yang adil jujur dan bijaksana memutuskan perkara ( inilah saat yang disebut Ratu Adil) rakyat bersuka ria karena keadilan dari YME, akan muncul Seorang Pemimpin baru dan dapat memimpin Bangsa ini kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang yang kita lihat dan kita jumpai adalah&lt;br /&gt;Banyak laknat banyak pengkhianat, anak berani pada orang tua, saudara saling membunuh, guru saling bersateru dan adu kekuatan, dimana-mana banyak yang melampiaskan amarah.&lt;br /&gt;Harta akan menjadi penyebab, pangkat akan menjadi pemikat, yang wenang akan menjadi sewenang-wenang dan merasa paling hebat, yang kalah dan mengalah semua merasa bersalah.&lt;br /&gt;Yang berhati suci dibenci yang jahat penjilat malah mendapat pangkat yang mencuri hanya duduk dan dapat upeti.&lt;br /&gt;Setelah melihat ini semua apa yang mampu kita lakukan ???&lt;br /&gt;Hanya berserah diri pada Allah SWT dan menata rasa dan hati kita agar kembali ke Fitrah kita sebagai makluk sempurna yaitu manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kedepan kita dapat lebih banyak berbuat untuk negeri ini, negri yang diberikan kesuburan dan kemakmuran oleh Allah SWT, Amin.&lt;br /&gt;Akhir kata, apa bila ucapan atau perkataan saya menyinggung atau tidak berkenan dihati tidak mengurangi rasa hormat saya sedikitpun mohon maaf sebesar-besarnya, karena kami masih harus banyak belajar dan menerima usulan dari panjenengan semua demikian kami hanya bisa mengucapkan ini dengan penuh harap pada rasa kebersamaan dan kepedulian kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-6044684228440568597?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/6044684228440568597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=6044684228440568597&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/6044684228440568597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/6044684228440568597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/01/dosa-kok-diperjual-belikan.html' title='Dosa Kok Diperjual-belikan'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SX4DorERGoI/AAAAAAAABgs/tTKhnmOuB2s/s72-c/bebas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-2651596005836152947</id><published>2009-01-27T01:35:00.003+07:00</published><updated>2009-07-21T01:02:14.022+07:00</updated><title type='text'>Prediksi Masa Depan Indonesia Menyingkap Takbir Keghaiban Kasekten untuk Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SX4CyfzcZGI/AAAAAAAABgk/oojQ7sMKdfY/s1600-h/kasekten.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Press Release&lt;br /&gt;Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural “Songgo Buwono"&lt;br /&gt;Yogyakarta.&lt;br /&gt;Kasekten untuk kepemimpinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SmSxFHAJ6ZI/AAAAAAAAB88/PGSmlRq4dRc/s1600-h/BackLaut_Batam.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360604157814892946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 234px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SmSxFHAJ6ZI/AAAAAAAAB88/PGSmlRq4dRc/s320/BackLaut_Batam.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kekuasaan dalam budaya Jawa yang terangkum dalam istilah Kasekten.&lt;br /&gt;Contoh apa bila kesaktian Raja masih Jaya, seluruh tatanan kosmin berputar secara teratur mengelilinginya. Tetapi disayangkan Kasekten Raja sekarang telah memudar, alampun turut terkena dampaknya, keteraturan alam dan masyarakat juga ikut kendor, dampaknya berbagai bencana alam serta gejolak sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaktian penguasa akan tetap berada dalam kejayaannya selama ia mengikuti etika – kekuasaan, dengan menjalankan kekuasaan tersebut demi kepentingan seluruh alam.&lt;br /&gt;Namun bila penguasa telah terjangkiti pamrih, kehendak untuk memanfaatkan kekuasaan demi kepentingan sendiri, keluarga atau pihak-pihak tertentu, kesaktianya akan luntur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazimnya para penguasa yang mulai merosot kekuasaannya, ditandai bergolaknya alam dan masyarakat, dan berlindung berbagai simbul dan slogan dari nilai-nilai luhur budaya Bangsa yang menjadi idiom bersama masyarakat.&lt;br /&gt;Penyelesaian ini, meski relatif dapat meredam gejolak sosial, tidak mampu berbuat banyak terhadap bencana yang bersifat alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang harus dilakukan jika kutukan zaman datang seperti yang kita alami sekarang ini? Meskipun ia mampu mengungkapkan berbagai kejadian yang mengindikasikan datangnya kutukan zaman, namun tidak memberikan suatu jalan penyelesaian yang konklusif.&lt;br /&gt;Maka apakah kita tidak segera Eling, Waspada, dan Sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Eling adalah selalu ingat akan jati dirinya adalah mahkluk spiritual, dan mendorong untuk selalu berpegang kepada spiritualitas yang tidak lain adalah inti dirinya yang terdalam. Sikap Waspada mengingatkan dorongan nafsu kearah tepi lingkaran eksistensi selalu ada disetiap sudut kehidupan sehingga kewaspadaan wajib dijaga. Sedang Sikap Sabar mendorong manusia untuk menghayati sikap kewaspadaan untuk dapat menanggulangi bahaya nafsu diperlukan pengorbanan, karena kejahatan tidak cukup dengan niat baik. Menyingkap tabir kegaiban suatu tanda gerak jaman yang penuh bahaya – kesusahan bagai utusan TUHAN yang mengabarkan datangnya penderitaan ke bumi.&lt;br /&gt;Maratabat Negara tampak tetapi tanpa rupa, rusak tercambik-cambik. Hukum dan aturan diinjak-injak tidak ada lagi teladan yang bijak.&lt;br /&gt;Matahari kehidupan bangsa Indonesia seakan hampir padam dunia kini telah penuh bencana. Ditambah kebodohan akal disaat tergoleknya Mantan Presiden Soeharto yang waktu itu beberapa hari berbaring di RS Pertamina, ditengok oleh berbagai kalangan baik pejabat, pengusaha, spiritual dan masih ada yang lain yang ingin tau keadaan Bpk. Soeharto waktu itu. Namun semua yang membesok konon ingin diwarisi Kasekten / Wahyu / sesuatu yang ada pada diri Bapak Soeharto, aneh memang kedengaranya karena yang namanya Wahyu itu tidak perlu di kejar atau diburu kalau memang seseorang dikehendaki oleh Allah dan Alam wahyu pasti akan datang pada orang tersebut dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kita ketahui di Era sekarang ini masyarakat lebih cenderung kepada pola kehidupan modern yang mengedepankan Demokrasi ala barat. Dimana sesungguhnya, Demokrasi kita yang kita jalankan sekarang ini merupakan asupan dari kultur luar. Sesungguhnya Indonesia memiliki pola Demokrasi sendiri yakni dengan pola Musyawarah Untuk Mencapai Mufakat, musyawarah telah tercantum pada Pancasila tetapi dalam beberapa decade setelah lengsernya Pak Harto Pancasila tidak lagi tampak apalagi Budaya kita. Demokrasi yang ada sekarang ini merupakan Demokrasi yang memancing ego dan ambisi dipenuhi dengan emosional kelompok, bahkan perseorangan. Sehingga Demokrasi tersebut hanya menghasilkan saripati Emosional. Dampaknya adalah kutukan zaman yang nantinya akan menambah kerusuhan silih berganti nafsu angkara murka dimana-mana. Manusia akan menjadi gundah merajam jiwa, malu yang tak terobati berbagai fitnah dan intrik dating seakan menghibur dan bermanis muka menyanjung segala puji dari pihak luar, padahal semua itu hanyalah siasat menikam diri Bangsa apabila tidak kita waspadai mulai dari sekarang. Ada baiknya kita kembali pada kultur kita sendiri “Bermusyawarah Untuk Mencapai Mufakat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gossip dan rumor menyebar bagai angin membawa berita janji muluk, pangkat, drajat, kedudukan, namun semua hanyalah bualan janji kosong para calon yang ingin KURSI . Padahal jika kita cerna jadi pejabat untuk apa ? bila hanya menanam benih dosa disiram air lupa diri hanya akan berbunga bencana. Dosa dibuat permainan, apa bumi ini milik sang penguasa? Apa sudah melupakan asal usulnya? Lupa pada Yang Maha Esa?&lt;br /&gt;Kini zaman sedang kena musibah, yang dapat dijadikan teladan menimbang yang baik dan keburukan pasti tidak akan pernah kurang. Dan bersiap untuk menerima segala putusan takdir dunia yang makin ruwet ini menurut padangan spiritual, jika masyarakat selalu mengalami gejolak dan mengedepankan keangkaramurkaan, maka alam-pun akan membalas bergejolak. Karena hal ini pengaruh hawa keangkara murkaan manusia yang lupa jatidirinya. Namun bila kita kembali pada jati diri kita, dimana seorang pemimpin yang menurut kultur Jawa memiliki karakter Tutur, Sembur, Uwur maka rakyatpun tidak akan gelisah. Jika Masyarakat tentram maka energi positif yang akan terpancar kembali Bangsa Indonesia, alam-pun akan memanjakan masyarakat kembali menjadi gemah ripah loh jinawi. Seperti yang terjadi sekarang ini kami menilai Bangsa kita sudah kehilangan Buku Sucinya. Yang saya maksut dengan “Buku Suci” disini adalah “Kitab Tanpa Tulis “ inilah yang dinamakan Kasekten. “Kitab Tanpa Tulis yakni getar hati nurani yang lembut, yang merekam suara kebenaran”. Dan kita harus menemukanya kembali “Buku Suci” itu. Dimana ??? yah ….dihati sanubari kita yang paling dalam.&lt;br /&gt;Lalu siapa yang disebut orang sakti? Orang sakti adalah orang yang telah berhasil mengalahkan musuh besarnya, yakni hawa nafsunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam filosofi “ Hamemayu Hayuning Bawono “ terkandung dalam misi Tri Satya Brata : Hamengku Nagara, Hamengku Budi dan Hamengku Buwana, yang artinya Hamengku Nagara karena Tuhan menciptakan Bumi kita hidup di bumi dan beraneka ragam suku, agama, golongan sehingga dibutuhkan satu pemerintahan yang mengatur agar manusia tidak saling silang antar manusianya. Hamengku Bumi sebagai lingkungan alam kita wajib melestarikan karena bumi sebagai sumber alam. Hamengku Buwono, menjadi kewajiban manusia yang lebih luas dalam mengakui, menjaga, dan memelihara seluruh isi alam semesta. Memasuh Malaning Bumi, Mangasah Mingising Budi. Keharmonisan alam lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat atau Watak Seorang Pemimpin yang patut kita pilih dan akan menjadi Pemimpin, apabila orang tersebut memiliki sifat atau watak sebagaimana yang terdapat di dalam kitab Wahyu Astha Brata didalam Sarga XXIV dari wejangan Ramayana kepada Gunawan Wibisono, juga Sri Kresno kepada Arjuna dalam “Bhagawat Gitta “ Diterangkan bahwa seorang yang ditakdirkan untuk menjadi pemimpin atau Raja adalah dalam jiwanya terdapat 8 (delapan ) macam sifat alam. Kewajiban seorang Pemimpin harus selalu mencerminkan sifat dan sikap :&lt;br /&gt;Lebih lanjut diterangkan oleh Bunda Lia, bahwa dalam kitab Wahyu Astha Brata menerangkan bahwa seseorang yang ditakdirkan untuk menjadi pemimpin atau raja di dalam jiwanya telah memiliki 8 (delapan) macam Sifat Alam, Hukum Alam (Sunnatullah) atau 8 (delapan) macam watak-watak Kekuatan Alam, adapun 8 (delapan) watak-watak Alam tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Watak Matahari atau Dewa Surya&lt;br /&gt;Menghisap air dengan sifat panas secara perlahan serta memberi sarana hidup. Pemimpin harus selalu mencerminkan sifat dan sikap semangat kehidupan dan energi untuk mencapai tujuan dengan didasari pikiran yang matang dan teliti serta pertimbangan baik buruknya juga kesabaran dan kehati-hatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Watak Bulan atau Dewa Chandra&lt;br /&gt;Yang memberi kesenangan dan penerangan dengan sinarnya yang lembut. Seorang pemimpin bertindak halus dengan penuh kasih sayang dengan tidak meninggalkan kedewasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Watak Bintang atau Dewa Yama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang indah dan terang sebagai perhiasan dan yang menjadi pedoman dan bertanggung jawab atas keamanan anak buah, wilayah kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Watak Angin atau Dewa Bayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengisi tiap ruang kosong. Pemimpin mengetahui dan menanggapi keadaan negeri dan seluruh rakyat secara teliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Watak Mendung atau Dewa Indra Yang menakutkan (berwibawa) tetapi kemudian memberikan manfaat dan menghidupkan, maka pemimpin harus berwibawa murah hati dan dalam tindakannya bermanfaat bagi anak buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Watak Api atau Dewa Agni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mempunyai sifat tegak, dapat membakar dan membinasakan lawan. Pemimpin harus berani dan tegas serta adil, mempunyai prinsip sendiri, tegak dengan berpijak pada kebenaran dan kesucian hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Watak Samudra atau Dewa Baruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai simbol kekuatan yang mengikat. Pemimpin harus mampu menggunakan kekuatan dan kekuasaannya untuk menjaga keseluruhan dan keutuhan rakyat serta melindungi rakyat dari segala kekuatan lain yang mengganggu ketentraman dan keamanan secara luas dan merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Watak Bumi atau Watak Kekayaan atau Dewa Kuwera&lt;br /&gt;Yang sentosa, makmur dengan kesucian rohani dan jasmani. Pemimpin harus mampu mengendalikan dirinya karena harus memperhatikan rakyat, yang memerlukan bantuan yang mencerminkan sentosa budi pekertinya dan kejujuran terhadap kenyataan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut disampaikan oleh Bunda Lia, bahwa orang memiliki sifat dan watak 8 (delapan) sifat alam tersebut jumlahnya cukup banyak, karena orang tersebut merupakan perwakilan dari 1000 (seribu) orang, artinya tiap seribu orang yang lahir, akan dilahirkan seorang calon pemimpin diantara mereka, semangkin besar sifat dan watak alam yang melekat pada dirinya, maka semangkin tinggi pula kedudukan yang dapat diraihnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-2651596005836152947?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/2651596005836152947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=2651596005836152947&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/2651596005836152947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/2651596005836152947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2009/01/press-release-bunda-lia-hermin-putri.html' title='Prediksi Masa Depan Indonesia Menyingkap Takbir Keghaiban Kasekten untuk Kepemimpinan'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SmSxFHAJ6ZI/AAAAAAAAB88/PGSmlRq4dRc/s72-c/BackLaut_Batam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-1777474863317619751</id><published>2008-06-08T01:12:00.004+07:00</published><updated>2009-01-31T06:03:17.763+07:00</updated><title type='text'>Press Release Juni 2008</title><content type='html'>Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis Anthurium demi tujuan Sosial dan Supranatural sebagai Jembatan bagi Rakin (Rakyat Miskin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Kolektor tanaman hias dan Tokoh Budaya Spiritual. Bunda Lia Supranaturat papan atas sejak beberapa tahun lalu ( 6 Thn ) Bunda Lia Hermin Putri (38 Thn) dari Manding – Sabdodadi- Bantul – Yogyakarta. Telah mengoleksi beberapa jenis tanaman hias dari Aglonema, Euphorbia, Adenium, Sansivera dan terakhir Anthurium. Dan diberi nama Nursery “Songgo Buwono” walaupun keadaan Nursery-nya yang hampir kebanyakan jenis Anthurium dan pasaran boleh dibilang sepi pengunjung, Bunda Lia tidak pernah berputus asa, walaupun bisnis Tanaman hias sepi beliau harus mengingat akan kepedulian beliau dengan masyarakat – rakyat kecil.&lt;br /&gt;Tokoh Supranatural asli lereng gunung Lawu ini bertekad tidak hanya menjalankan bisnis murni, tetapi justru ditekankan pada aspek sosial kemasyarakatannya, untuk membantu kaum lemah. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErTfh2OLuI/AAAAAAAAA-8/0jT6UnJxaC8/s1600-h/Manding_Baksos.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErTfh2OLuI/AAAAAAAAA-8/0jT6UnJxaC8/s320/Manding_Baksos.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209208457622597346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terbukti pada Tgl. 6 Juni 08 Bunda Lia bersama anggotanya mengadakan bakti sosial dengan membagi beras kepada 333 orang Rakyat Miskin dengan tiap kepala mendapatkan 10 kg beras dan uang Rp, 25.000,- tiap kepala. Tidak hanya rakyat kecil saja tetapi, orang cacatpun menjadi target utama dan 321 anak yatim pun mendapatkan santunan setiap Tgl. 27 perbulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :  Tentang nialainya Bunda Lia menjawab&lt;br /&gt;Jawab :  “Semua tergantung kemampuan keuangan kas suka rela kami, jadi tidak mesti nilainya yang kadang banyak, kadang sedikit, tergantung donatur yang datang minta bantuan Spiritual kita dan mengisi kas PEDULI KASIH” &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOGsqCQ_kI/AAAAAAAABh4/44mRYHH_x_U/s1600-h/Manding_Baksos_2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOGsqCQ_kI/AAAAAAAABh4/44mRYHH_x_U/s320/Manding_Baksos_2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297225688473992770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanya :   Apakah dana itu hanya dari tamu yang datang kerumah Bunda Lia ?&lt;br /&gt;Jawab :  Ooo, tidak! Justru yang banyak adalah transfer dari donatur – donatur dari Luar Negri dan Luar Kota yang memiliki hati yang tulus untuk ibadah guna ketukan hati donatur yang mulia hatinya dan memiliki Roso Pangroso, mereka biasa memakai Nomer Rekening GIRO BRI Songgo Buwono dengan   Atas Nama Pengembangan dan Pemberdayaan Supranatural Songgo Buwono No. Rekening Giro BRI cabang Katamso Yogyakarta 0245.01.000561.30.1. &lt;br /&gt;Tanya :  Apakah mereka itu (donatur) tersebut adalah pasien – pejabat atau bukan?&lt;br /&gt;Jawab :  Maaf  ini sifatnya adalah rahasia dan mereka yang meminta bantuan pada kamipun harus memegang teguh akan kepercayaan yang meminta, kami anggap tamu kita sebagai Raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :  Bunda Lia apakah boleh saya bertanya, tentang sesuatu untuk acara bakti Sosial selanjutnya setelah hari ini?&lt;br /&gt;Jawab :   Ya tentu ada karena Tgl. 22 Juli 2008 adalah HUT Songgo Buwono, maka rencana kami akan mengadakan Sunatan Masal bagi anak miskin dan menyantuninya. Do’akan saja semoga kami mendapatkan Donatur yang sadar akan orang dibawah kita. Allah humma, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOG6WB0y8I/AAAAAAAABiA/mUW_NcSWv4s/s1600-h/Manding_Baksos_3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOG6WB0y8I/AAAAAAAABiA/mUW_NcSWv4s/s320/Manding_Baksos_3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297225923621604290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOHF6mBnAI/AAAAAAAABiI/Ssw07feLodY/s1600-h/Manding_Baksos_4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOHF6mBnAI/AAAAAAAABiI/Ssw07feLodY/s320/Manding_Baksos_4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297226122415676418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-1777474863317619751?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/1777474863317619751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=1777474863317619751&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/1777474863317619751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/1777474863317619751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2008/06/press-release-juni-2008.html' title='Press Release Juni 2008'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErTfh2OLuI/AAAAAAAAA-8/0jT6UnJxaC8/s72-c/Manding_Baksos.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-3546198360573109995</id><published>2008-05-05T09:26:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T05:58:55.178+07:00</updated><title type='text'>JADI  GUBERNUR GAMPANG</title><content type='html'>Press Release&lt;br /&gt;Bunda Lia Songgo Buwono  &lt;br /&gt;Yogyakarta.4 Mei 2008  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADI  GUBERNUR GAMPANG&lt;br /&gt;TETAPI SETELAH JADI GUBERNUR MAU APA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sadar, sebagai insan yang mendalami olah spiritual, rentan sekali menyakiti perasaan orang lain, terkait dengan prediksi dan pemberitaan di media elektronik maupun media cetak. Meski pada dasarnya kami tidak mempunyai niat menyakiti atau menyinggung perasaan seperti itu. Sebab pada dasarnya yang kami sampaikan adalah apa sebenarnya yang sedang terjadi di tengah masyarakat dan rakyat kecil. Hal ini berdasarkan fakta dan kenyataan yang kami lihat kompeten. Namun bagaimanapun manusia tidak akan pernah luput dari kesalahan langkah dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOGE-4A7eI/AAAAAAAABhw/zcg1VvdBiN8/s1600-h/JadiGubernurGampang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 258px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOGE-4A7eI/AAAAAAAABhw/zcg1VvdBiN8/s320/JadiGubernurGampang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297225006873374178" /&gt;&lt;/a&gt;Kini, marilah kita menapaki sisa usia kehidupan dengan lembaran baru, tentunya dengan semangat, tetap mengendalikan hawa nafsu, agar dapat menggapai kwalitas kehidupan yang lebih baik dari yang sebelumnya, tentunya segala sesuatu jika sudah dikendalikan oleh hawa nafsu tidak akan menghasilkan yang baik dan membawa kita pada kemuliaan hidup, justru kesesatan dan hinaan. Kami keluarga besar Songgo Buwono kenapa berpihak pada Rakyat kecil? Karena mereka yang terkadang menjadi kambing hitam permusuhan alam juga orang besar dan berduit. Contohnya ada seorang yang mencalonkan sebagai Gubernur dan seorang yang mencalonkan sebagai wakil Gubernur, dengan dalih mereka mendapatkan uang dan nafkah dengan asal mendapatkan tanpa memikirkan sebab dan akibatnya menjadi team sukses seorang calon Gubernur contohnya….. Tanpa berpikir panjang terjadi permusuhan dan pertentangan karena hanya ingin menjadikan jago mereka menang dan karena di beri iming-iming kedudukan dan uang. Sehingga tanpa berfikir panjang, perkelaian dan pertumpahan darahpun dilakukan, Masya’ Allah sadarkah mereka bahwa tindakan tersebut tidak benar dan apakah mereka yakin dengan janji-janji mereka? Giliran jago mereka duduk ingatkah pada time suksesnya semasa pemilihan? TIDAK akan ingat bahkan mereka akan melupakan kita dan bisa jadi mereka kelak kalau sudah duduk akan lupa karena sang jago telah menjadi pejabat Wilayah dan merasa menjadi orang besar, itulah watak manusia. kalau sudah begitu orang-orang besar menyalahkan mereka dan menjadikan Rakyat kecil sebagai terdakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Gubernur memang gampang, sekarang jamannya manusia dapat dibeli dengan uang apa lagi kedudukan akan mudah didapatkan dengan nilai rupiah. Masyarakat kecilpun mendapat imbasnya dan menjadi sasaran sebagai terdakwa dapat diberi iming-iming rupiah dan kedudukan,kalau sudah begitu rakyat hanya menjadi sasaran manfaat orang besar yang ingin mendapatkan kedudukan. Setelah jadi Gubernur misalnya taukah peran dan mau apa Gubernur itu misalnya? Apakah yang diduduki?  Tanyakan pada calon untuk siapa dan untuk apa jadi Gubernur ? untuk Rakyat dan Masyarakat atau untuk pribadinya sendiri demi rasa gengsi dan ke- Aku -anya. Apakah mereka dapat menjadikan Pemerintahan bersih? Terutama dari KKN yang semakin merajalela? Dapatkah mereka menyejahterakan Rakyatnya, jangan Cuma janji. Apakah calon sudah memiliki nasehat dan petuah- arahan pada Rakyat untuk kesejahteraan? Apakah calon sudah bersama ditengah masyarakat untuk do’a dan apa do’anya pada Rakyat dan Masyarakat? Lalu apa yang diberikanya pada Masyarakat apakah calon tersebut sudah menunjukkan kepribadianya demi Rakyat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin itu melihat lebih jauh dan lebih dalam dari pada orang lain, Melihat lebih banyak dari pada orang lain, lebih dulu melihat dari pada orang lain, sudahkah calon anda seperti itu? Yang penting dia punya rasa, menghargai orang lain dan menciptakan suasana nyaman pada masyarakat, jadikanlah pemimpin yang bisa ngayomi / ngayemi masyarakat – kawulo alit. Berani tanggung jawab dan ambil oper kesalahan anak buah, sonder berfikir demi keuntungan pribadi. Dudukilah TEKAT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-3546198360573109995?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/3546198360573109995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=3546198360573109995&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/3546198360573109995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/3546198360573109995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2008/05/jadi-gubernur-gampang.html' title='JADI  GUBERNUR GAMPANG'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOGE-4A7eI/AAAAAAAABhw/zcg1VvdBiN8/s72-c/JadiGubernurGampang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-3685354549968063780</id><published>2008-02-07T15:41:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T05:52:57.192+07:00</updated><title type='text'>Dapatkah Keluarga Cendana Bertahan ?</title><content type='html'>Press Release&lt;br /&gt;Jogjakarta, 7 Februari 08 &lt;br /&gt;Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Pimpinan Sanggar Supranatural &lt;br /&gt;SONGGO BUWONO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sepeninggal Pak Harto&lt;br /&gt;Dapatkah Keluarga Cendana Bertahan ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOEqYvxdvI/AAAAAAAABhg/W3Iq4UWiC4g/s1600-h/DapatkahKelCendana.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOEqYvxdvI/AAAAAAAABhg/W3Iq4UWiC4g/s320/DapatkahKelCendana.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297223450450032370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang pernah saya katakan pada siaran pers sebelumnya, dimana robohnya Pohon Pule Kramat se akar-akarnya yang berada di Sendang Beji, pesisir Pantai Selatan Gunung Kidul. itu  merupakan tengara runtuhnya ‘Dinasti Soeharto’. Terbukti, selang beberapa hari Pak Harto masuk rumah sakit dan wafat. Kini tinggal anak cucu Pak Harto yang berada pada posisi telur di ujung tanduk. &lt;br /&gt;Akankah mereka mampu menyelamatkan diri dari ancaman yang bakal datang dari berbagai lini sepeninggal orang tuanya tersebut ? Hal ini agaknya yang menjadi gunjingan hangat pasca wafatnya Pak Harto. &lt;br /&gt;Dapat saya pastikan, jika Keluarga Candana (anak cucu Pak Harto) tidak tanggap atas tengara alam, jelas mereka akan tergulung habis. Karenanya, keluarga cendana harus lebih jeli dan waskito terhadap tanda-tanda alam. &lt;br /&gt;Sesungguhnya masih ada kekuatan yang bisa dijadikan sebagai andalan untuk menyelamatkan nama besar Cendana. Keluarga tersebut masih memiliki dua tokoh perempuan. Satu diantaranya adalah Halimah. Saya katakan Halimah, karena dia memiliki kharisma yang tinggi. Walau dia hanya seorang menantu, semasa Bu Tin masih hidup, dia sering mendapatkan petuah dan amanat dari mertuanya itu. Boleh dibilang Halimah adalah “pusaka” bagi keluarga cendana. Karenanya, menjadi kesalahan besar jika Keluarga Cendana mencampakkan Halimah.&lt;br /&gt;Sedangkan tokoh yang satunya adalah Siti Hardiyanti Rukmana (Mba Tutut). Dari kasat mata sudah terlihat, kalau Tutut memiliki bakat kepemimpinan dan juga memiliki pengalaman politik yang cukup karena di saat Pak Harto masih hidup dalam usia tua beliau banyak waktunya digunakan untuk memberi petunjuk kepada Mbak Tutut. &lt;br /&gt;Jadi kedua wanita inilah  (Halimah yang memiliki dasar kecerdasan spiritual dan Mba Tutut memiliki kecerdasan intelektual) yang bisa diharapkan untuk menyelamatkan keutuhan Keluarga Cendana. Sudah barang tentu kesemuanya ini melalui proses yang tidak mudah.&lt;br /&gt;Untuk membangkitkan nama besar yang kini kian terpuruk memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perjuangan dan pengorbanan, serta keseriusan yang mendasar. Kekuatan politik dapat dijadikan sebagai salah satu sarana untuk memagari bahkan dapat memulihkan nama besar Keluarga Cendana. &lt;br /&gt;Namun, kekuatan politik yang dibangun, haruslah berpihak kepada rakyat. Dengan kata lain, semampu mungkin kekuatan politik yang dibangun harus berkoridor kepada pengembalian hak-hak rakyat.  Saya mengistilahkan koridor ini sebagai “Tali Wangsul”. Dan hal ini harus betul-betul dijalankan oleh Keluarga Cendana untuk menebus janji mendiang Pak Harto yang ingin mensejahterakan Rakyat Indonesia. “Tali Wangsul” harus dilakukan, karena hal itu bermakna kepada kekuatan moral dan spiritual serta membangkitkan kembali aura Cendana yang kian meredup.&lt;br /&gt;Sudah barang tentu dalam melakukan “Politik Tali Wangsul”,  Keluarga Cendana harus jeli dalam memilih kawan seperjuangannya, juga harus berani menciptakan lingkungan yang sehat dalam melakukan hal tersebut. &lt;br /&gt;Menurut hemat saya, lengsernya Pak Harto kala itu dikarenakan para kroninya yang memegang prinsip ABS (Asal Bapak Senang). Hal inilah yang kemudian Pak Harto terjerembab ke dalam lingkungan yang tidak sehat. Sehingga Pak Harto tidak mengetahui kondisi yang terjadi sebenarnya, kemudian beliau  pun menjadi alat bagi para kroninya. Jelas ini merupakan suatu pelajaran bagi siapapun. Jangan sampai peristiwa semacam ini kembali terulang dalam tata kepemimpinan Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Allah Maha Pengampun, dan Allah juga Maha pemberi jalan. Karenanya, tak mustahil pula bagi Keluarga Cendana jika mereka ingin menebus apa yang dianggap suatu kesalahan yang pernah dilakukan oleh Soeharto dalam memimpin negeri ini, niscaya Allah akan memberikan jalan yang terbaik bagi mereka. Amin ya Robbal Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana di tahun 2008 dan Wahyu Semar milik Pak Harto &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R6rHMguGRMI/AAAAAAAAA-s/MNwhmpW8aLU/s1600-h/Picture+142_bloger.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R6rHMguGRMI/AAAAAAAAA-s/MNwhmpW8aLU/s200/Picture+142_bloger.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164158940489336002" /&gt;&lt;/a&gt;Masuk kepada tahun 2008, negeri ini masih mengalami bencana alam yang tergolong besar. Bencana kecil maupun besar akan terjadi di bulan Maret – November, kondisi alam masih kurang bersahabat. Hal ini sangatlah wajar, karena jauh sebelumnya manusia kian menzolimi alam tempat dimana dia berpijak.&lt;br /&gt;Sebagai manusia, sebetulnya kita dapat menghalau bencana yang bakal terjadi. Tentunya dengan cara menghargai alam itu sendiri. Dan yang lebih penting, kita harus sering memberi uluk salam kepada Allah yang menciptakan dan berkuasa atas alam-Nya.&lt;br /&gt;Terkadang, kebanyakan orang bertanya-tanya, mengapa di saat ini Indonesia sering mengalami bencana alam, sedangkan di masa pemerintahan Soeharto, bencana alam jarang terjadi.  Dalam hal ini saya coba untuk berpendapat, Seperti yang kita kenal, sebagai seorang pemimpin, Pak Harto selalu menjaga dan mengikuti rambu-rambu alam. Beliau masih menjalankan adat dan tradisi nenek moyang. Dimana adat dan tradisi tersebut, jelas-jelas memiliki pesan moral yang sangat luhur serta bermakna ramah lingkungan. Dengan demikian boleh dibilang, Pak Harto sering menyapa alam. &lt;br /&gt;Melihat hal tersebut, agaknya prilaku Pak Harto yang demikian dapat dijadikan sebagai salah satu pelajaran bagi para pemimpin negeri ini. Agar bangsa ini lepas dari cengkeraman bencana, maka dibutuhkan seorang pemimpin yang ramah dan selalu menyapa alam dengan cara melakukan adat dan tradisi nenek moyang yang sudah ada. &lt;br /&gt;Di samping itu, pemimpin harus memiliki karakter Tutur, Sembur, Uwur. &lt;br /&gt;Jika kita melupakan hal tersebut entah bagaimana nasib bangsa ini ke depan….. Allahu Alam. &lt;br /&gt;“Berusahalah ‘Menikahi’ Alam, Maka Akan Beranak Kedamaian” Amin Allahuma Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu Semar&lt;br /&gt;Ada beberapa fenomena alam yang kita lihat saat mengiringi kepulangan Pak Harto ke kepangkuan-Nya, Gempa berkekuatan 5,7 SR terjadi di wilayah Jogja dan sekitarnya, Hujan lebat yang dibarengi dengan angin kencang di seputar Hastana Giri Bangun dan beberapa fenomena alam lainnya terjadi. Tak dapat dipungkiri bahwa Pak Harto memang merupakan seorang linuwih dan merupakan bagian dari kekuatan alam.&lt;br /&gt;Mengapa demikian ? karena Pak Harto telah berusaha menyatu dengan alam. Di masa hidupnya beliau rajin menjalani laku spiritual. Dengan kekuatan laku beliaulah kemudian Pak Harto memiliki banyak keistimewaan dalam segi ilmu spiritual.&lt;br /&gt;Menurut mitologi masyarakat Jawa, Semar adalah tokoh besar yang memiliki kemampuan untuk mengemban negeri. Dan Suharto telah mendapatkan Wahyu Semar tersebut. Sampai ajal menjemput, Wahyu Semar yang didapat Suharto dari hasil tirakatnya di Gunung Srandil, Jambe Pitu, Cilacap Jawa Tengah itu masih melekat, bahkan ikut bersemayam di makam Hastana Giri Bangun. Wahyu ini tidak akan meninggalkan Suharto sebelum ada orang yang pantas menerimanya.&lt;br /&gt;Anehnya, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sambutan pada acara pemakaman Pak Harto di Hastana Giribangun, Karanganyar Jawa Tengah, guratan wajah Presiden SBY terkesan mirip dengan wajah Pak Harto. Menurut hemat saya, fenomena yang terjadi pada SBY merupakan gambaran dari nitiknya Wahyu Semar yang dimiliki pak Harto kepada SBY. Namun Wahyu Semar tersebut baru nitik, belum nitis. Yang jelas Wahyu Semar masih belum beranjak dari Suharto. Butuh tabung pelontar / wadah nyata untuk mapannya wahyu tersebut. &lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal itu, di antara bulan Maret sampai dengan September saya akan berusaha untuk ‘memerdekakan’ wahyu yang masih bersemayam tadi, dan nantinya akan manjing kepada seseorang yang berhak dan patut menyandangnya.&lt;br /&gt;Beda halnya dengan Tusuk Konde milik Kanjeng Ratu Kidul yang pernah di dapat  oleh Bu Tien dari Makam Mbang Lampir, Gunung Kidul, kini telah kembali ke tempat asalnya ke Mbang Lampir. Sebagai catatan, Tusuk Konde tersebut adalah Wahyu Keprabon yang diberkahi oleh Kanjeng Ratu Kidul kepada mereka yang dipilihnya.&lt;br /&gt;Perlu saya sampaikan sekali lagi. Yang berhak menerima Wahyu Semar adalah orang yang memiliki ciri dan kriteria tertentu. Dari ciri tersebut diantaranya adalah kesatria yang  memiliki karakter Tutur, Sembur dan Uwur. Dan mereka sangat bertanggung jawab atas kelangsungan kultur serta budaya bangsa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-3685354549968063780?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/3685354549968063780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=3685354549968063780&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/3685354549968063780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/3685354549968063780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2008/02/dapatkah-keluarga-cendana-bertahan.html' title='Dapatkah Keluarga Cendana Bertahan ?'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOEqYvxdvI/AAAAAAAABhg/W3Iq4UWiC4g/s72-c/DapatkahKelCendana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-7606282278203240087</id><published>2008-01-25T13:24:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T05:47:38.596+07:00</updated><title type='text'>RELAKAN KEPERGIAN PAK HARTO</title><content type='html'>RELAKAN KEPERGIAN PAK HARTO&lt;br /&gt;LEPASKAN PERALATAN MEDIS JANGAN TAMBAH SIKSANYA&lt;br /&gt;Ampunilah semua dosa dan ringankanlah cobaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYODb0rjRGI/AAAAAAAABhY/mTOKxV5cjec/s1600-h/P7310015_edit.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYODb0rjRGI/AAAAAAAABhY/mTOKxV5cjec/s320/P7310015_edit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297222100738851938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah beberapa minggu hingga kini krisisnya kesehatan Sang Bapak Pembangunan mantan Presiden Suharto benar-benar tersiksa dengan sakit yang dideritanya. Bapak Suharto yang dulu setegar Gunung Merapi kini tergolek tak berdaya. Jasa Pak Harto yang setinggi Gunung hancur karena setitik kesalahan dan kurang Tanggap Sasmita beliau sendiri.  Mengapa orang takut menghujat ketika orang kuat Orde Baru ini dipuncak kekuasaanya? Tetapi begitu Pak Harto lengser keprabon orang mencaci dan menistanya. Fitnah pun tak henti-hentinya menyerang pribadi dan keluarga Cendana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang seperti ini Pak Harto layak kita do’akan agar diberi ketabahan hati. Dan tidak berputus asa dari Rahmad Allah SWT. Kepada keluarga besar Cendana ikhlaskanlah beliau pergi, lihatlah Pak Harto ingin pergi kenapa mesti diberatkan???? Buang semua peralatan medis Istighfar senantiasa berserah diri pada Allah. Allah juga yang kelak menunjukkan keadilan sejati dalam masalah ini. Sabar dan tawakal, kalaupun hanya sebesar zarrah, sumbangsih dan jasa Pak Harto tentu tak luput dari perhitunganNYA. Manusia tak luput dari salah dan dosa baik disengaja maupun tanpa kita sadari. Wahai Dzat sebaik-baik yang bertanggung jawab, dan semulia-mulia Dzat yang memberi, seabaik-baik Dzat yang melepaskan apa yang diharapkan umat manusia. Biarlah Pak Harto pulang dengan tenang, jangan bebani perjalanan beliau dengan ketidak adilan. Mahasuci Allah yang Mahaadil. Bersihkan prahara dibumi tercinta dengan ketajaman pikiran dan kelembutan budi pekerti yang penuh cinta kasih dan maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup berat dan melelahkan beban derita Pak Harto di penghujung usianya, tak perlu ditambah dengan segala hujatan lagi. Tak ada manfaatnya mencari-cari celah kesalahan orang lain. Sudahkah diri ini bersih dari dosa dan noda? Bayangkan saja apa bila kita yang mengalami seperti Pak Harto. Sementara ajal menjelang, betapa sedikitnya bekal yang dibawa menghadapi maut, belum pikiran beliau yang kita baca sesuai mata batin kita saat ini Pak Harto tersiksa oleh pikirannya sendiri yaitu antara pasrah menghadap Sang Pencipta dan rakyat mengejar pertanggungan jawabnya dengan hukum lalu bagaimana keluarga yang ditinggalkan apakah akan tumbang?  Belum lagi Pak Harto yang memiliki beberapa ilmu yang sangat kuat dan belum dapat terlepas dari dalam dirinya, ilmu yang diperolehnya sangatlah kuat dan belum ada spiritual sekarang ini yang mampu menjebol atau melemahkan ilmu tersebut karena telah menyatu dalam jiwa dan raga Pak Harto, ilmu pak Harto dipelajari dengan berbagai lelaku, baik itu menepi, tapa kungkum, olah rasa, puasa dan lain-lain. Masih banyak lagi hal yang dilakukan Pak Harto untuk mencari tameng sampai pulau Majeti Cilacap dan daerah Cilacapun didatangi hanya untuk mencari Kasekten, Ilmu. Sampai mendapatkan kembang Wijaya Kusuma di Pulau Majeti yang dipakai pelengkap sebagai ageman beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Pak Harto memang luar biasa dan ilmu inipun membuat pertahanan Jabatan yang dipegang juga dapat membalikkan hukum. Walaupun banyak spiritual yang kawan maupun lawan beliau, berusaha merobohkan atau menghilangkan tetap saja tidak ada yang mampu menjebol pertahanan ilmu Batara karang yang dimilikinya. Karena ilmu Batara Karang saat ini tidak ada yang memiliki kecuali Pak Harto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Batara Karang tersebut ilmu yang memiliki karakter Hidup Abadi, orang tersebut tidak dapat mati kecuali telah menemukan kunci dari ilmu tersebut. Dulu sebelum pemilik ilmu tersebut mempelajari telah diikat oleh perjanjian yang sangat membuat merinding bulu roma, karena ilmu itu tidak disukai oleh Allah SWT dan dalam Agama Islam dilarang.  Yang menyiksa Pak Harto adalah beberapa ilmu yang belum mampu dihilangkan oleh beliau sendiri maupun spiritual yang diperintahkan untuk menbuang.  Jadi masalah ilmu ( ageman ) inilah yang harus diperhatikan. Bukan pusaka, jimat, akik, karena pusaka dan akik adalah sesuatu yang berwujut benda apa bila dipakai berguna bagi pemakai apa bila ditaruh ya tidak ada guna dan manfaatnya, seperti halnya kendaraan kalau kita pakai kita dapat jalan kalau kita berhenti dan kita tidak pakai ya tidak jalan. Jimat barang siji jur dirumat barang yang diisi oleh manusia yang mempunyai do’a dan asma’an , itupun juga sama halnya dengan akik atau pusaka jadi salah besar kalau kita terkecoh dengan benda tersebut. Cukup kita perhatikan ilmu beliau. Sejauh mana peran spiritual yang berada didekat Pak Harto dan keluarga Cendana? Supranatural / adikodrati, harfiah bermakna melampaui atau diatas yang natural, yang kodrati. Maksudnya proses / hukum alam yang berlaku pada ciptaan, ada yang secara jelas – tegas – kasatmata, dapat ditangkap diamati dan dipersepsi semua orang. Sedang ilmu yang dimiliki Pak Harto ini tidak semua orang yang punya ilmu linuwih sekalipun dapat menangkapnya. Hanya pribadi tertentu yang kebetulan diberi kemampuan mengindranya. Kecuali Dzat yang Mahatahu, yang Mahaadil, yang Mahamulia, yang Memuliakan, yang Mengembalikan, yang Dekat, yang Mengetahui, semua yang samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami kalangan “Supranaturalis”, yang berperan sebagai penyampaian sasmita atau siratan (implikasi) dibalik gejala yang alami atau kodrati. Hanya penyampaian tidaklah lebih. Dalam rangkaian berbagai peristiwa yang kita tangkap melalui sasmita atau isyarat  hingga kami melihat Pulung Wahyu Keprabon  telah lepas dari lingkup Cendana menyangkut nasib Tokoh Besar Suharto kalau benar penglihatan batin kami, kami garis bawahi kalau benar, yang terjadi bila Pak Harto berakhir perjalananya di dalam bulan Suro ( Muharam ) Januari Tahun ini dan keluarga Cendana melepas salah satu mantunya yang sebenarnya mendapat amanat alam yang memiliki karisma tinggi juga mandat dari Almarhumah Ibu Tien Suharto, sasmita tersebut menggambarkan pertanda akhirnya sejarah Cendana. Kami tidak menyebut kapan sejarah Cendana akan runtuh. Hanya itu yang dapat kami sampaikan,  tentang kebenaran Allahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-7606282278203240087?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/7606282278203240087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=7606282278203240087&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/7606282278203240087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/7606282278203240087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2008/01/relakan-kepergian-pak-harto.html' title='RELAKAN KEPERGIAN PAK HARTO'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYODb0rjRGI/AAAAAAAABhY/mTOKxV5cjec/s72-c/P7310015_edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-7771998711735069956</id><published>2008-01-25T13:21:00.002+07:00</published><updated>2009-01-31T05:55:51.155+07:00</updated><title type='text'>Kasekten untuk kepemimpinan</title><content type='html'>PREDIKSI MASA DEPAN INDONESIA       &lt;br /&gt;MENYINGKAP TAKBIR KEGAIBAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasekten untuk kepemimpinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan dalam budaya Jawa yang terangkum dalam istilah Kasekten. Contoh apa bila kesaktian Raja masih Jaya, seluruh tatanan kosmin berputar secara teratur mengelilinginya. Tetapi disayangkan Kasekten Raja sekarang telah memudar, alam pun turut terkena dampaknya, keteraturan alam dan masyarakat juga ikut kendor, dampaknya berbagai bencana alam serta gejolak sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaktian penguasa akan tetap berada dalam kejayaannya selama ia mengikuti etika – kekuasaan, dengan menjalankan kekuasaan tersebut demi kepentingan seluruh alam. Namun bila penguasa telah terjangkiti pamrih, kehendak untuk memanfaatkan kekuasaan demi kepentingan sendiri, keluarga atau pihak-pihak tertentu, kesaktianya akan luntur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOFVq3Z1JI/AAAAAAAABho/VSiaEBLPnJ0/s1600-h/KasektenPemimpin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 241px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOFVq3Z1JI/AAAAAAAABho/VSiaEBLPnJ0/s320/KasektenPemimpin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297224194048251026" /&gt;&lt;/a&gt;Lazimnya para penguasa yang mulai merosot kekuasaannya, ditandai bergolaknya alam dan masyarakat, dan berlindung berbagai simbul dan slogan dari nilai-nilai luhur budaya Bangsa yang menjadi idiom bersama masyarakat. Penyelesaian ini, meski relative dapat meredam gejolak sosial, tidak mampu berbuat banyak terhadap bencana yang bersifat alami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang harus dilakukan jika kutukan zaman datang seperti yang kita alami sekarang ini? Meskipun ia mampu mengungkapkan berbagai kejadian yang mengindikasikan datangnya kutukan zaman, namun tidak memberikan suatu jalan penyelesaian yang konklusif. Maka apakah kita tidak segera Eling, Waspada, dan sabar. Sikap Eling adalah selalu ingat akan jati dirinya adalah mahkluk spiritual, dan mendorong untuk selalu berpegang kepada spiritualitas yang tidak lain adalah inti dirinya yang terdalam. Sikap Waspada mengingatkan dorongan nafsu kearah tepi lingkaran eksistensi selalu ada di setiap sudut kehidupan sehingga kewaspadaan wajib dijaga. Sedang sikap Sabar mendorong manusia untuk menghayati sikap kewaspadaan untuk dapat menanggulangi bahaya nafsu diperlukan pengorbanan, karena kejahatan tidak cukupdengan niat baik. Menyingkap tabir kegaiban suatu tanda gerak jaman yang penuh bahaya – kesusahan bagai utusan TUHAN yang mengabarkan datangnya penderitaan ke bumi. Maratabat Negara tampak tetapi tanpa rupa, rusak tercambik-cambik. Hukum dan aturan diinjak-injak tidak ada lagi teladan yang bijak. Matahari kehidupan bangsa Indonesia seakan hampir padam dunia kini telah penuh bencana. Ditambah tergoleknya Mantan Presiden Soeharto yang sudah sekian hari berbaring di RS Pertamina, ditengok oleh berbagai kalangan baik pejabat, pengusaha, spiritual dan masih ada yang lain yang ingin tau keadaan Bpk. Soeharto. Namun semua yang membesok konon ingin diwarisi Kasekten / Wahyu / sesuatu yang ada pada diri Bapak Soeharto, aneh memang kedengaranya karena yang namanya Wahyu itu tidak perlu di kejar atau diburu kalau memang seseorang dikehendaki oleh Allah dan Alam, wahyu  pasti akan datang pada orang tersebut dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kita ketaui di Era sekarang ini masyarakat lebih cenderung kepada pola kehidupan modern yang mengedepankan Demokrasi ala barat. Dimana sesungguhnya, Demokrasi kita yang kita jalankan sekarang ini merupakan asupan dari kultur luar. Sesungguhnya Indonesia memiliki pola Demokrasi sendiri yakni dengan pola Musyawarah Untuk Mencapai Mufakat, musyawarah telah tercantum pada Pancasila tetapi dalam beberapa decade setelah lengsernya Pak Harto Pancasila tidak lagi tampak apalagi Budaya kita. Demokrasi yang ada sekarang ini merupakan Demokrasi yang memancing ego dan ambisi dipenuhi dengan emosional kelompok, bahkan perseorangan. Sehingga Demokrasi tersebut hanya menghasilkan sari pati Emosional. Dampaknya adalah kutukan zaman yang nantinya akan menambah kerusuhan silih berganti nafsu angkara murka dimana-mana. Manusia akan menjadi gundah merajam jiwa, malu yang tak terobati berbagai fitnah dan intrik dating seakan menghibur dan bermanis muka menyanjung segala puji dari pihak luar, padahal semua itu hanyalah siasat menikam diri Bangsa apabila tidak kita waspadai mulai dari sekarang. Ada baiknya kita kembali pada kultur kita sendiri “Bermusyawarah Untuk Mencapai Mufakat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gossip dan rumor menyebar bagai angina membawa berita janji muluk, pangkat, drajat, kedudukan, namun semua hanyalah bualan janji kosong para calon yang ingin KURSI, padahal jika kita cerna jadi pejabat untuk apa? Bila hanya menanam benih dosa disiram air lupa diri hanya akan berbunga bencana. Kini zaman sedang kena musibah, yang dapat dijadikan teladan menimbang yang baik dan keburukan pasti tidak akan pernah kurang. Dan bersiap untuk menerima sekala putusan takdir dunia yang makin ruwet ini  menurut padangan spiritual, jika masyarakat selalu mengalami gejolak dan mengedepankan keangkaramurkaan, maka alam pun akan membalas bergejolak. Karena hal ini pengaruh hawa keangkara murkaan manusia yang lupa jatidirinya. Namun bila kita kembali pada jati diri kita, dimana seorang pemimpin yang menurut kultur Jawa memiliki karakter Tutur, Sembur, Uwur maka rakyatpun tidak akan gelisah. Jika Masyarakat tentram maka energi positif yang akan terpancar kembali Bangsa Indonesia, alam pun akan memanjakan masyarakat kembali menjadi gemah ripah loh jinawi.seperti yang terjadi sekarang ini kami menilai Bangsa kita sudah kehilangan Buku Sucinya. Yang saya maksud dengan “Buku Suci” disini adalah “Kitab Tanpa Tuli” inilah yang dinamakan Kasekten. “Kitab Tanpa Tulis, yakni getar hati nurani yang lembut, yang merekam suara kebenaran”. Dan kita harus menemukanya kembali “Buku Suci” itu. Dimana ??? yah ….dihati sanubari kita yang paling dalam. Lalu siapa yang disebut orang sakti? Orang sakti adalah orang yang telah berhasil mengalahkan musuh besarnya, yakni hawa nafsunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam filosofi “Hamemayu Hayuning Bawono“ terkandung dalam misi Tri Satya Brata : Hamengku Nagara, Hamengku Budi dan Hamengku Buwana, yang artinya Hamengku Nagara karena Tuhan menciptakan Bumi kita hidup dibumi dan beraneka ragam suku, agama, golongan sehingga dibutuhkan satu pemerintahan yang mengatur agar manusia tidak saling silang antar manusianya. Hamengku Bumi sebagai lingkungan alam kita wajib melestarikan karena bumi sebagai sumber alam. Hamengku Buwono, menjadi kewajiban manusia yang lebih luas dalam mengakui, menjaga, dan memelihara seluruh isi alam semesta. Memasuh Malaning Bumi, Mangasah Mingising Budi. Keharmonisan alam lingkungan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-7771998711735069956?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/7771998711735069956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=7771998711735069956&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/7771998711735069956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/7771998711735069956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2008/01/kasekten-untuk-kepemimpinan.html' title='Kasekten untuk kepemimpinan'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOFVq3Z1JI/AAAAAAAABho/VSiaEBLPnJ0/s72-c/KasektenPemimpin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-7609192127064738705</id><published>2008-01-11T10:50:00.003+07:00</published><updated>2009-01-31T05:45:11.079+07:00</updated><title type='text'>Press Release Januari 2008</title><content type='html'>Catatan 9 Januari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Soeharto, Bengawan Solo dan Gunung Merapi&lt;br /&gt;Nasib Pak Harto tergantung 10 hari ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOCl-w3z_I/AAAAAAAABhQ/qIgA2lU_olo/s1600-h/000041.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOCl-w3z_I/AAAAAAAABhQ/qIgA2lU_olo/s320/000041.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297221175732588530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Telah seminggu ini kesehatan mantan presiden Soeharto memburuk. Beliau kembali di rawat di Rumah Sakit Pertamina Pusat Jakarta. Sementara dalam perawatan yang intensif itu, kesehatan Pak Harto mengalami fluktuatip.&lt;br /&gt;Di balik sakitnya mantan orang nomor satu di Indonesia ini banyak menimbulkan reka-reka masyarakat. Mampukah pak Harto bertahan lebih lama lagi ? pertanyaan itu yang kerap timbul dalam benak masyarakat.&lt;br /&gt;Memang menjadi suatu keperihatinan jika sakitnya Pak harto berkepanjangan. Karena hal itu jelas menjadi siksa bagi beliau. Karenanya kami mengimbau kepada segenap masyarakat untuk berdo’a agar apa yang dialami Pak Harto tidak berlarut.&lt;br /&gt;Pada malam 1 Suro, Sanggar Supranatural Songgo Buwono melakukan ritual, di mana dalam ritual tersebut diisi oleh do’a yang berkaitan dengan kondisi Pak Harto. Saat Ritual yang kami lakukan di Pantai Selatan Parangkusumo, Bantul Jagjakarta, kami mendapat tengara, jika dalam 10 hari (terhitung mulai 1 Suro 1941 – 9 Januari 2008- ) Pak Harto dapat bertahan dan kesehatannya kian memulih, maka beliau akan bertahan lebih lama, Namun apabila dalam jangka waktu 10 hari kesehatannya tak kunjung pulih, maka kemungkinan besar dalam bulan Suro ini beliau akan kembali kepangkuan sang kholiq. Bukan Cuma itu, pulung yang kepemimpinan yang selama ini ‘bersarang’ di Cendana telah kembali. Pulung tersebut akan diberikan kepada calon pemimpin bangsa ini yang memiliki sifat “Tutur Sembur Uwur”.&lt;br /&gt;Ini merupakan wangsit kepemimpinan. Dimana pulung tersebut nantinya akan kami jatuhkan pada seseorang, entah pada siapa kami belum mendapat gambaran dalam wangsit dan tengara, apa bila telah mendapat petunjuk Wahyu Keprabon – Kepemimpinan Bangsa Indonesia nantinya akan kami beri tahukan secara terbuka harapan kami tentunya pada salah satu Pemimpin yang berjiwa Satria yang mempunyai watak Berbudi Bowo Laksono dan Tanggap Sasmitho dengan tujuan kami mencari seorang Satria dengan kriteria - berkarakter “Tutur, Sembur, Uwur” &lt;br /&gt;Seperti yang telah kami prediksikan jauh hari sebelumnya, jika Sungai Bengawan Solo Meluap, maka Indonesia akan kehilangan salah seorang tokoh besar negeri ini.&lt;br /&gt;Bengawan Solo telah meluap, kemudian apakah benar bangsa Indonesia akan kehilangan salah seorang tokoh besar yang sangat berpengaruh di negeri ini ? Allahu Alam. Yang jelas Pak Harto kini dalam kondisi sakit yang memperihatinkan. &lt;br /&gt;“Lebih baik kita bersama-sama mendo’akan beliau, agar Tuhan memberikan hal yang terbaik baginya, dan bangsa ini”.&lt;br /&gt;Selain itu, kami juga mendapat tengara, apabila Pak Harto mangkat, maka akan disusul oleh peristiwa alam yang mengiringi kepergian beliau. “Agaknya dalam hal ini akan ditandai dengan bergejolaknya Gunung Merapi.&lt;br /&gt;Di sisi lain, Sebagai seorang pemimpin, tak heran kalau Pak Harto juga memiliki tingkat ilmu kasepuhan yang tinggi. Salah satunya adalah ilmu ajian Batara Karang. Menurut pengamatan saya, ilmu tersebutlah yang membuat dirinya ‘tersiksa’ di penghujuh hari-hari beliau. Hal ini disebabkan karena Pak Harto lupa akan kunci ajian ilmu yang dituntutnya itu, sehingga kesulitan untuk melepaskannya. Sedangkan simpul ilmu tersebut harus segera di lepas agar tidak lagi menyiksanya. Untuk melepas ajian Ilmu Batara Karang, haruslah orang yang memiliki ilmu yang segaris dengan Pak Harto. Dengan kata lain tidak semua orang bisa melepaskan Kunci Simpul ilmu tersebut.&lt;br /&gt;Eyang Marto adalah orang yang memiliki ilmu segaris dengan Pak Harto. Namun kini beliau juga sudah wafat. Pada saat beliau wafat, tanggal 22-11- 1994 Selasa Kliwon dibarengi dengan meletusnya Gunung Merapi. Saya yakin peristiwa meletusnya Gunung Merapi itu bukan sekedar kebetulan saja, namun sangat berkaitan dengan wafatnya Eyang Marto. Begitu juga apa bila Bapak Pembangunan kita Mantan Presiden, Jendral Soeharto jika wafat Gunung Merapi akan bergejolak.&lt;br /&gt;Sebagai buyut, yang sekaligus diwarisi ilmu ajian Batara Karang oleh Eyang Marto, saya merasa turut prihatin dan berkonsekwensi untuk membantu mereka yang memiliki ilmu tersebut. Semoga Allah mengampuninya.&lt;br /&gt;Sebaik-baiknya iman, adalah mereka yang ingin dicintai oleh Tuhannya, Sebaik-baiknya bangsa, adalah mereka yang tak ingkar dengan sejarah bangsanya. Tak bisa dipungkiri, Pak Harto pernah memimpin Bangsa ini selama 32 tahun, dan telah membawa Bangsa ini ke-arah kemajuan. Walau ada keburukan, namun tak sedikit pula hal baik yang telah di perbuat oleh Pak Harto untuk Negeri ini. Itulah Torehan Sejarah Bangsa ini. Dan telah menjadi sejarah manusia pula, dimana mahluk yang paling sempurna di muka bumi ini, tetap tak luput dari salah. “Suharto Juga Manusia”.&lt;br /&gt;Karenanya, sekali lagi saya sampaikan, mari kita berdo’a agar hal baik selalu berpihak kepada kita. Amin – amin ya Robal Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-7609192127064738705?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/7609192127064738705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=7609192127064738705&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/7609192127064738705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/7609192127064738705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2008/01/press-release-januari-2008.html' title='Press Release Januari 2008'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOCl-w3z_I/AAAAAAAABhQ/qIgA2lU_olo/s72-c/000041.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-915883812710994261</id><published>2007-12-22T21:12:00.001+07:00</published><updated>2009-01-31T06:10:13.958+07:00</updated><title type='text'>Press Release December 2007</title><content type='html'>Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semua terjadi Karena Karma&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Prediksi global 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOIrw9RfmI/AAAAAAAABiQ/vmw7Voxtn8U/s1600-h/laut1b.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 217px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOIrw9RfmI/AAAAAAAABiQ/vmw7Voxtn8U/s320/laut1b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297227872175488610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya di tahun 2008, bumi pertiwi masih dirundung malang. &lt;br /&gt;Bencana demi bencana masih dialaminya. Selain dampak dari pemanasan global, faktor moralitas juga mendominasi terjadinya petaka. &lt;br /&gt;Berkaitan dengan pemanasan global, masyarakat dunia telah mencapai kesepakatan (walau belum memuaskan), dimana negara maju sepakat akan memberikan kompensasi atas dampak teknologi yang berpengaruh buruk terhadap kondisi alam semesta. Nilai kompensasi yang kurang memadai ini juga akan bertambah sia-sia jika penggunaannya tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh. &lt;br /&gt;Semoga pembahasan Climate Exchange dan Global Warming di Bali beberapa waktu lalu tidak hanya sebatas obrolan di belakang meja. Karena itu merupakan langkah awal pembenahan bagi alam semesta yang telah terluka parah. &lt;br /&gt;Jika dilakukan dengan sungguh-sungguh-pun, upaya penyelamatan lingkungan itu jelas tidak bisa dinikmati dalam waktu dekat, perlu proses panjang untuk mengembalikan kesetabilan alam. Ini berarti, masih besar peluang bencana yang bakal terjadi dalam kurun waktu 1 sampai 5 tahun kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang bakal terjadi di wilayah Jakarta (terutama di daerah yang dekat dengan pantai), air laut akan melumat daerah tersebut. Keganasan Air laut bahkan melebihi banjir yang biasanya disebabkan oleh derasnya curah hujan. Dorongan air laut akan menjorok luas ke daratan. Banjir bandang dimana-mana gunung meletus tidak dinyana-nyana, tidak ada isyarat dahulu. Sungguh zaman sedang gonjang-ganjing.&lt;br /&gt;Banyak hujan turun salah musim. &lt;br /&gt;Sementara di Bengkulu, kekuatan air laut bukan hanya akan membanjiri wilayah pesisir di daerah itu. Potensi Tsunami sangat besar. Hal ini disebabkan oleh gerakan lempengan bumi di dasar laut, ditambah dengan kuatnya hembusan angin yang berasal dari Samudera Hindia.&lt;br /&gt;Sedangkan Padang akan mendapat jatah gempa yang dahsyat. Bukit barisan bak naga menggeliat menggoncang Sumatera bagian barat. &lt;br /&gt;Banyak peristiwa alam akan terjadi di luar dugaan. Beberapa gunung di Tanah Jawa, Sumatera dan Kalimantan yang semula dianggap tidak aktif, justru akan “mencuri perhatian”,. Di samping tanah longsor akibat derasnya hujan yang mengguyur hutan gundul di sekeliling gunung, gunung-gunung tersebut pun akan menunjukkan keaktifannya. Dapur gunung yang telah lama mati (tidak aktif) bakal aktif kembali. &lt;br /&gt;Singkatnya, hujan air mata bakal membanjiri pertiwi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak laknat banyak pengkhianat, anak berani pada orang tua, saudara saling membunuh, guru saling bersateru dan adu kekuatan, dimana-mana banyak yang melampiaskan amarah. Harta akan menjadi penyebab, pangkat akan menjadi pemikat, yang wenang akan menjadi sewenang-wenang dan merasa paling hebat, yang kalah dan mengalah semua merasa bersalah. Yang berhati suci dibenci yang jahat penjilat malah mendapat pangkat yang mencuri hanya duduk dan dapat upeti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memecah belah Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari bencana alam, tingkat moralitas yang rendah juga akan menyeret bangsa ini ke sisi yang gelap. Wilayah Indonesia Bagian Timur akan digerogoti dengan gejolak masyarakat yang kian dahsat. Demo besar-besaran bakal terjadi di wilayah itu. Demonstrasi terjadi dikarenakan kekuatan isu politik yang dihembuskan pihak ketiga yang sengaja ingin menciptakan suasana keruh di Indonesia Bagian Timur. &lt;br /&gt;Yang lebih mengerikan lagi, Agama masih dijadikan komoditi unggulan pihak ketiga dalam upaya memecah belah bangsa ini. Kali ini upaya pemecah-belahan Agama Islam gencar dilakukan. Gerakan-gerakan tersebut mendiaspora di mana-mana. 73 golongan akan ‘diadu’ dan ke-egoisan-nya dipancing mengakui bahwa golongannya adalah aliran yang benar dan terbaik. Kemudian mereka menuding kelompok lain sebagai aliran sesat. &lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, saya berpendapat, Islam yang benar adalah Islam yang tidak mau di pecah belahkan. Jangan terpancing atas isu pemecah belahan tersebut. Kendalikan emosi serta hilangkan sifat ego kelompok atau golongan.&lt;br /&gt;Jelas, permasalahan ini berkait erat dengan tingkat keimanan kita kepada sang khalik. Apapun golongan atau alirannya, Islam telah memiliki aqidah baku dan berinti kepada cinta kasih kepada sesama, serta mengakui akan ke-Esaan Nya. Carilah seorang pemimpin yang dapat menjadi panutan yang dapat menjadi Iman yang baik,&lt;br /&gt;Ing ngarso sung tulodho ( pimpinan yang di depan memberi contoh ) Ing madyo mangun karso ( yang ditengah membangun semangat ) Tut wuri handayani ( dibelakang memberi dukungan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hukum dan Karma&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beda halnya dengan isu kedaerahan serta pemecah-belahan Islam, lembaga hukum di Indonesia justeru ‘memilih jalan gelap’ dimana para penegak hukum semakin melemah dalam menyangga hukum yang berlaku.&lt;br /&gt;Saya menitik beratkan kepada Mahkamah Agung. Lembaga hukum tertinggi ini bakal mendapat cobaan yang demikian berat. Disamping ancaman dari luar, tingkat kolusi yang tinggi juga akan mempengaruhi jejegnya naluri keadilan bagi para pelaku hukum di lembaga tersebut.&lt;br /&gt;Saya yakin, mereka yang sekarang duduk dan memiliki kedudukan adalah orang-orang terpilih dan pinilih yang betul-betul paham dengan tugas dan kewajiban yang diembannya. Tapi saya masih meragukan, apakah mereka benar-benar teguh dalam pendiriannya jika terjadi ancaman atau mungkin sogokan yang  akan diberikan kepadanya. Allahu alam.... Kelak tampak dari mata batin kita yang duduk akan ketahuan tidak menepati janji dan akan kehilangan kekuasaan dan kewibawaannya, banyak pangkat dan kedudukan lepas tanpa sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat....... lemahnya peradilan bukan merupakan siksaan dari Tuhan, melainkan lemahnya manusia atas tanggung jawabnya sebagai mahluk sosial yang bergantung kepada hukum. Garong makin merongrong, rampok makin merajalela, pengayom memfitnah yang diasuh, penjaga mencuri yang dijaga, penjamin malah minta dijamin, karena menjadi korban orang jahat dan jahil, orang kecilpun semakin terkucil.&lt;br /&gt;Tidak hanya para petinggi, atau praktisi hukum saja yang berperan untuk menegakkan hukum di negeri ini. Semua lapisan masyarakat harus tunduk kepada hukum. Jika tidak, maka dia akan terhukum. Banyak janji yang diingkari, banyak orang melanggar sumpahnya sendiri, manusia senang menipu tidak melaksanakan hukum ALLAH barang jahat dipuja dan dimenangkan, barang suci dibenci dan dihakimi tanpa peduli membawa ke jeruji.&lt;br /&gt;Telah kita ketahui, di Indonesia di mana negara ini adalah negara hukum yang berdasarkan atas Ketuhanan yang Mahe Esa.  Hukum yang dibuat jelas berlandaskan atas ketuhanan, bukan kekuasaan. Jadi hukum positip yang di buat oleh manusia tadi merupakan implementasi dari hukum Tuhan. &lt;br /&gt;Dengan kata lain, jika kita tidak mengindahkan hukum positip, atau memutar balikkan hukum positif, berarti kita telah meremehkan Hukum Tuhan. Manusia sudah lupa dengan asal-usulnya.&lt;br /&gt;Sering kali kita dengar peristiwa ‘permainan hukum’ terjadi di negeri ini. Maka tak heran jika bencana terus melanda negeri ini. Tuhan murka, karena manusia tak taat lagi terhadap norma / hukum yang mengaturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya penyelewengan hukum akhirnya menjadi karma buruk bagi bangsa ini. Kini tinggal kita menerima karma tersebut. Masya Allah..... jangan sampai keliru dengan pemimpin-pemimpin palsu yang menyamar.&lt;br /&gt;Namun, masih ada sisa waktu kita untuk merenung dan mencari jalan pulang untuk kembali kepada-Nya. Saya lebih cenderung, agar kita segera kembali kepada fitrah kita sebagai manusia, mahluk sempurna yang berkewajiban melindungi dan menjaga apa yang telah diberikan-Nya kepada kita. Allah maha segalanya. Dan akan segera muncul di tahun 2011 seorang tokoh pilihan yang sudah digembleng dari gunung bagian timur Jawa guna berbekal kekuatan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Seorang tokoh itu yang dapat membelah pulau Jawa ( Bumi Pertiwi ) ini menjadi dua. Maaf bukan berarti tanah jawa akan terbelah dua tetapi terpisah oleh dua golongan yaitu Jahat dan Lurus. Yang luruslah yang dipimpin, rakyat bersatu padu dalam hukum yang adil jujur dan bijaksana memutuskan perkara ( inilah saat yang disebut Ratu Adil) rakyat bersuka ria karena keadilan dari YME akan muncul Seorang Pemimpin baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-915883812710994261?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/915883812710994261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/915883812710994261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2007/12/press-release-december-2007.html' title='Press Release December 2007'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYOIrw9RfmI/AAAAAAAABiQ/vmw7Voxtn8U/s72-c/laut1b.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-2972792936845334368</id><published>2007-12-22T15:24:00.000+07:00</published><updated>2007-12-22T15:47:34.097+07:00</updated><title type='text'>Foto-foto Bakti Sosial Songgo Buwono</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zO-P9pNoI/AAAAAAAAAtM/ridgiz94z9k/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zO-P9pNoI/AAAAAAAAAtM/ridgiz94z9k/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146716043009930882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zO3_9pNnI/AAAAAAAAAtE/N6VRhcbpupg/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zO3_9pNnI/AAAAAAAAAtE/N6VRhcbpupg/s200/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146715935635748466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOw_9pNmI/AAAAAAAAAs8/7ufNlQPC_tA/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOw_9pNmI/AAAAAAAAAs8/7ufNlQPC_tA/s200/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146715815376664162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOo_9pNlI/AAAAAAAAAs0/_l4yam_7eKQ/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOo_9pNlI/AAAAAAAAAs0/_l4yam_7eKQ/s200/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146715677937710674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOgP9pNkI/AAAAAAAAAss/iFSe6z9v_dw/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOgP9pNkI/AAAAAAAAAss/iFSe6z9v_dw/s200/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146715527613855298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOY_9pNjI/AAAAAAAAAsk/i2nVBm4AzoI/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOY_9pNjI/AAAAAAAAAsk/i2nVBm4AzoI/s200/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146715403059803698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOSv9pNiI/AAAAAAAAAsc/wV6WdZsHp3c/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOSv9pNiI/AAAAAAAAAsc/wV6WdZsHp3c/s200/7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146715295685621282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOLv9pNhI/AAAAAAAAAsU/n6k1Y-qdAoU/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOLv9pNhI/AAAAAAAAAsU/n6k1Y-qdAoU/s200/8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146715175426536978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOGP9pNgI/AAAAAAAAAsM/jUlEw2elmx4/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zOGP9pNgI/AAAAAAAAAsM/jUlEw2elmx4/s200/9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146715080937256450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zN-v9pNfI/AAAAAAAAAsE/w4RHeA4pamg/s1600-h/10.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zN-v9pNfI/AAAAAAAAAsE/w4RHeA4pamg/s200/10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146714952088237554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zN3f9pNeI/AAAAAAAAAr8/unRtQKO9Kt0/s1600-h/11.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zN3f9pNeI/AAAAAAAAAr8/unRtQKO9Kt0/s200/11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146714827534185954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNt_9pNdI/AAAAAAAAAr0/lSTSNrzfksE/s1600-h/12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNt_9pNdI/AAAAAAAAAr0/lSTSNrzfksE/s200/12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146714664325428690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNmv9pNcI/AAAAAAAAArs/rocrZ5sKcPE/s1600-h/13.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNmv9pNcI/AAAAAAAAArs/rocrZ5sKcPE/s200/13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146714539771377090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNfv9pNbI/AAAAAAAAArk/MTebajxf0Xw/s1600-h/14.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNfv9pNbI/AAAAAAAAArk/MTebajxf0Xw/s200/14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146714419512292786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNYv9pNaI/AAAAAAAAArc/wJIwyuh9obo/s1600-h/15.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNYv9pNaI/AAAAAAAAArc/wJIwyuh9obo/s200/15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146714299253208482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNQP9pNZI/AAAAAAAAArU/mkbfKRBeHXI/s1600-h/16.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNQP9pNZI/AAAAAAAAArU/mkbfKRBeHXI/s200/16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146714153224320402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNHf9pNYI/AAAAAAAAArM/NJrVy348oco/s1600-h/17.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNHf9pNYI/AAAAAAAAArM/NJrVy348oco/s200/17.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146714002900465026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNAf9pNXI/AAAAAAAAArE/5qgvw09e7Rg/s1600-h/18.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zNAf9pNXI/AAAAAAAAArE/5qgvw09e7Rg/s200/18.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146713882641380722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zM3_9pNWI/AAAAAAAAAq8/6sMY5g4kyxo/s1600-h/19.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zM3_9pNWI/AAAAAAAAAq8/6sMY5g4kyxo/s200/19.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146713736612492642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zMxP9pNVI/AAAAAAAAAq0/H49NNceWVdE/s1600-h/20.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zMxP9pNVI/AAAAAAAAAq0/H49NNceWVdE/s200/20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146713620648375634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zMrP9pNUI/AAAAAAAAAqs/vuGQyAbgGPM/s1600-h/21.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zMrP9pNUI/AAAAAAAAAqs/vuGQyAbgGPM/s200/21.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146713517569160514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zMkf9pNTI/AAAAAAAAAqk/d-X8QpiSb9E/s1600-h/22.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zMkf9pNTI/AAAAAAAAAqk/d-X8QpiSb9E/s200/22.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146713401605043506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zMZf9pNSI/AAAAAAAAAqc/jrk74fwS_jg/s1600-h/23.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zMZf9pNSI/AAAAAAAAAqc/jrk74fwS_jg/s200/23.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146713212626482466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zMN_9pNRI/AAAAAAAAAqU/C5y21o4I5Sk/s1600-h/24.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zMN_9pNRI/AAAAAAAAAqU/C5y21o4I5Sk/s200/24.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146713015057986834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zMFf9pNQI/AAAAAAAAAqM/9iWCNC0FoCM/s1600-h/25.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zMFf9pNQI/AAAAAAAAAqM/9iWCNC0FoCM/s200/25.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146712869029098754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zL4v9pNPI/AAAAAAAAAqE/2bLKZpnuGfQ/s1600-h/26.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zL4v9pNPI/AAAAAAAAAqE/2bLKZpnuGfQ/s200/26.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146712649985766642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLwv9pNOI/AAAAAAAAAp8/BnwMZ1VNMyU/s1600-h/27.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLwv9pNOI/AAAAAAAAAp8/BnwMZ1VNMyU/s200/27.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146712512546813154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLnv9pNNI/AAAAAAAAAp0/diyYrhNLTlU/s1600-h/28.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLnv9pNNI/AAAAAAAAAp0/diyYrhNLTlU/s200/28.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146712357927990482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLhP9pNMI/AAAAAAAAAps/tW7AzB_Zrn0/s1600-h/29.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLhP9pNMI/AAAAAAAAAps/tW7AzB_Zrn0/s200/29.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146712246258840770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLYv9pNLI/AAAAAAAAApk/KA4ClotQc-w/s1600-h/30.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLYv9pNLI/AAAAAAAAApk/KA4ClotQc-w/s200/30.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146712100229952690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLQf9pNKI/AAAAAAAAApc/LjV1mXGq97M/s1600-h/31.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLQf9pNKI/AAAAAAAAApc/LjV1mXGq97M/s200/31.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146711958496031906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLI_9pNJI/AAAAAAAAApU/JMI4kYktjt8/s1600-h/32.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLI_9pNJI/AAAAAAAAApU/JMI4kYktjt8/s200/32.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146711829647013010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLAv9pNII/AAAAAAAAApM/m7Ry0RSPhq8/s1600-h/33.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zLAv9pNII/AAAAAAAAApM/m7Ry0RSPhq8/s200/33.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146711687913092226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zK3_9pNHI/AAAAAAAAApE/bYtvnOhsnrs/s1600-h/34.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zK3_9pNHI/AAAAAAAAApE/bYtvnOhsnrs/s200/34.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146711537589236850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zKsP9pNGI/AAAAAAAAAo8/Ojm0OJW1O94/s1600-h/35.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zKsP9pNGI/AAAAAAAAAo8/Ojm0OJW1O94/s200/35.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146711335725773922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zKPv9pNFI/AAAAAAAAAo0/7wr0OKlX2Rg/s1600-h/36.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zKPv9pNFI/AAAAAAAAAo0/7wr0OKlX2Rg/s200/36.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146710846099502162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zKIv9pNEI/AAAAAAAAAos/F8CK5ot7x3I/s1600-h/37.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zKIv9pNEI/AAAAAAAAAos/F8CK5ot7x3I/s200/37.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146710725840417858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zKBP9pNDI/AAAAAAAAAok/RWNVUTeKo0I/s1600-h/38.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zKBP9pNDI/AAAAAAAAAok/RWNVUTeKo0I/s200/38.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146710596991398962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zJ4_9pNCI/AAAAAAAAAoc/rX3gZbFQWvg/s1600-h/39.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zJ4_9pNCI/AAAAAAAAAoc/rX3gZbFQWvg/s200/39.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146710455257478178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-2972792936845334368?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/2972792936845334368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/2972792936845334368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2007/12/foto-foto-bakti-sosial-songgo-buwono.html' title='Foto-foto Bakti Sosial Songgo Buwono'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/R2zO-P9pNoI/AAAAAAAAAtM/ridgiz94z9k/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-1607727491406322655</id><published>2007-12-22T14:27:00.009+07:00</published><updated>2009-02-02T23:53:42.275+07:00</updated><title type='text'>Kompilasi Foto</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYclBPLT_MI/AAAAAAAABuw/JtKLaGjotwA/s1600-h/Lc1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYclBPLT_MI/AAAAAAAABuw/JtKLaGjotwA/s400/Lc1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298244189808753858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYck9OsNF1I/AAAAAAAABuo/4g2aPmvuW3U/s1600-h/Lc2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYck9OsNF1I/AAAAAAAABuo/4g2aPmvuW3U/s400/Lc2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298244120958801746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYck3xdeM2I/AAAAAAAABug/c1FBidmCtew/s1600-h/Lc3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYck3xdeM2I/AAAAAAAABug/c1FBidmCtew/s400/Lc3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298244027213034338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYckw_LsqFI/AAAAAAAABuY/ysS5XxaF7Kc/s1600-h/Lc5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYckw_LsqFI/AAAAAAAABuY/ysS5XxaF7Kc/s400/Lc5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298243910637496402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjxNGziSI/AAAAAAAABuQ/Ib-g-KgoDnc/s1600-h/Lc7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjxNGziSI/AAAAAAAABuQ/Ib-g-KgoDnc/s400/Lc7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298242814863444258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjsezBxcI/AAAAAAAABuI/-ouh2D6qLdA/s1600-h/Lc8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjsezBxcI/AAAAAAAABuI/-ouh2D6qLdA/s400/Lc8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298242733712983490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjoA2lgsI/AAAAAAAABuA/_qtg18bI4lY/s1600-h/Lc9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjoA2lgsI/AAAAAAAABuA/_qtg18bI4lY/s400/Lc9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298242656955368130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcji9ksIRI/AAAAAAAABt4/FN2xvmy85Tk/s1600-h/Lc10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcji9ksIRI/AAAAAAAABt4/FN2xvmy85Tk/s400/Lc10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298242570175652114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjcUrPJJI/AAAAAAAABtw/qoxc1v3_b8U/s1600-h/Lc11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjcUrPJJI/AAAAAAAABtw/qoxc1v3_b8U/s400/Lc11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298242456118043794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjVzCqqlI/AAAAAAAABto/_FJPn5KzNvE/s1600-h/Lc12.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjVzCqqlI/AAAAAAAABto/_FJPn5KzNvE/s400/Lc12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298242344010295890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjO2BS2yI/AAAAAAAABtg/xbXn6OqqdTM/s1600-h/Lc13.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjO2BS2yI/AAAAAAAABtg/xbXn6OqqdTM/s400/Lc13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298242224550763298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjKfn9NJI/AAAAAAAABtY/T-SoUNCTviY/s1600-h/Lc14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjKfn9NJI/AAAAAAAABtY/T-SoUNCTviY/s400/Lc14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298242149819430034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjGZehrbI/AAAAAAAABtQ/nCmeM3eKQBo/s1600-h/Lc15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjGZehrbI/AAAAAAAABtQ/nCmeM3eKQBo/s400/Lc15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298242079449787826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjCc97MSI/AAAAAAAABtI/1v7SfoR9bDc/s1600-h/Lc16.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcjCc97MSI/AAAAAAAABtI/1v7SfoR9bDc/s400/Lc16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298242011667312930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYci8IylXaI/AAAAAAAABtA/ugrWo9T6B-4/s1600-h/Lc17.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYci8IylXaI/AAAAAAAABtA/ugrWo9T6B-4/s400/Lc17.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298241903171820962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYci4OthdnI/AAAAAAAABs4/kktOBVsCXq4/s1600-h/Lc18.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYci4OthdnI/AAAAAAAABs4/kktOBVsCXq4/s400/Lc18.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298241836041729650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYci0jrHMrI/AAAAAAAABsw/IyJl9V3Zb54/s1600-h/Lc19.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYci0jrHMrI/AAAAAAAABsw/IyJl9V3Zb54/s400/Lc19.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298241772949287602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcivfLbNzI/AAAAAAAABso/xByeRFHiiZo/s1600-h/Lc20.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcivfLbNzI/AAAAAAAABso/xByeRFHiiZo/s400/Lc20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298241685843294002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciqkpu67I/AAAAAAAABsg/cQMbyqPNN_Y/s1600-h/Lc21.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciqkpu67I/AAAAAAAABsg/cQMbyqPNN_Y/s400/Lc21.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298241601413245874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciijg0VTI/AAAAAAAABsY/0KTla5g10Pk/s1600-h/Lc22.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciijg0VTI/AAAAAAAABsY/0KTla5g10Pk/s400/Lc22.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298241463668462898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcidLEtU4I/AAAAAAAABsQ/t1UL_6AHEvA/s1600-h/Lc23.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcidLEtU4I/AAAAAAAABsQ/t1UL_6AHEvA/s400/Lc23.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298241371208766338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciYZ-sqKI/AAAAAAAABsI/_BeaaXDl2_4/s1600-h/Lc24.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciYZ-sqKI/AAAAAAAABsI/_BeaaXDl2_4/s400/Lc24.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298241289310742690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciUWsuC2I/AAAAAAAABsA/9GgvqJI7Jo4/s1600-h/Lc25.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciUWsuC2I/AAAAAAAABsA/9GgvqJI7Jo4/s400/Lc25.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298241219710552930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciQgQK8SI/AAAAAAAABr4/xMAwCPGlskE/s1600-h/Lc26.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciQgQK8SI/AAAAAAAABr4/xMAwCPGlskE/s400/Lc26.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298241153555689762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciLm5fHdI/AAAAAAAABrw/h6mzUW_qu2s/s1600-h/Lc27.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciLm5fHdI/AAAAAAAABrw/h6mzUW_qu2s/s400/Lc27.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298241069440245202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciHF9zswI/AAAAAAAABro/to0o_SZIGg0/s1600-h/Lc28.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciHF9zswI/AAAAAAAABro/to0o_SZIGg0/s400/Lc28.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298240991880524546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciAOrRpUI/AAAAAAAABrg/XLa3lEelhFQ/s1600-h/Lc30.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYciAOrRpUI/AAAAAAAABrg/XLa3lEelhFQ/s400/Lc30.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298240873959630146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYch5kUQsvI/AAAAAAAABrY/vWkjRlatGQo/s1600-h/Lc31.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYch5kUQsvI/AAAAAAAABrY/vWkjRlatGQo/s400/Lc31.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298240759509594866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYch0za9pCI/AAAAAAAABrQ/tvtTLqemrH8/s1600-h/Lp1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYch0za9pCI/AAAAAAAABrQ/tvtTLqemrH8/s400/Lp1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298240677664891938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchw6I1EaI/AAAAAAAABrI/jtEzWFB2QOw/s1600-h/Lp2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchw6I1EaI/AAAAAAAABrI/jtEzWFB2QOw/s400/Lp2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298240610748404130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchob9ug6I/AAAAAAAABrA/0ifN1sTjD7Y/s1600-h/Lp3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchob9ug6I/AAAAAAAABrA/0ifN1sTjD7Y/s400/Lp3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298240465209820066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchjdhzVbI/AAAAAAAABq4/f5AY2NOpCbI/s1600-h/Lp4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchjdhzVbI/AAAAAAAABq4/f5AY2NOpCbI/s400/Lp4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298240379730220466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchaZQiaEI/AAAAAAAABqw/aeiH_zjXc7Y/s1600-h/Lp5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchaZQiaEI/AAAAAAAABqw/aeiH_zjXc7Y/s400/Lp5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298240223965243458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchVB_FqOI/AAAAAAAABqo/0lcfZSymjd4/s1600-h/Lr1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchVB_FqOI/AAAAAAAABqo/0lcfZSymjd4/s400/Lr1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298240131818694882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchQzdxSMI/AAAAAAAABqg/C1atQXEpSJ0/s1600-h/Lr2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchQzdxSMI/AAAAAAAABqg/C1atQXEpSJ0/s400/Lr2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298240059201374402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchMZMSgRI/AAAAAAAABqY/7eLaNdhjKd0/s1600-h/Lr3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 279px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchMZMSgRI/AAAAAAAABqY/7eLaNdhjKd0/s400/Lr3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298239983429255442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchAj_tApI/AAAAAAAABqQ/daRAH70DNIg/s1600-h/Lr5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYchAj_tApI/AAAAAAAABqQ/daRAH70DNIg/s400/Lr5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298239780170826386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcg6InZcBI/AAAAAAAABqI/y6lRk2KF29I/s1600-h/Lr4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcg6InZcBI/AAAAAAAABqI/y6lRk2KF29I/s400/Lr4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298239669741907986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgzp7vGjI/AAAAAAAABqA/jwZDIpzu_mQ/s1600-h/Lr6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgzp7vGjI/AAAAAAAABqA/jwZDIpzu_mQ/s400/Lr6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298239558426499634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgscQMUjI/AAAAAAAABp4/pQXK8y0wzqE/s1600-h/Lr7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgscQMUjI/AAAAAAAABp4/pQXK8y0wzqE/s400/Lr7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298239434495119922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgoAVHKwI/AAAAAAAABpw/WOWkO7uzlfI/s1600-h/Lr8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgoAVHKwI/AAAAAAAABpw/WOWkO7uzlfI/s400/Lr8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298239358280084226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgjrPXlFI/AAAAAAAABpo/EMYq_BcbbJo/s1600-h/Lr9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgjrPXlFI/AAAAAAAABpo/EMYq_BcbbJo/s400/Lr9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298239283899372626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgfkfUQiI/AAAAAAAABpg/cx0r9Wnrag4/s1600-h/Lr10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgfkfUQiI/AAAAAAAABpg/cx0r9Wnrag4/s400/Lr10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298239213367738914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgZpoTLuI/AAAAAAAABpY/-nuOQMU46as/s1600-h/Lr11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgZpoTLuI/AAAAAAAABpY/-nuOQMU46as/s400/Lr11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298239111668379362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgVILyFhI/AAAAAAAABpQ/iB7hUjQsXdg/s1600-h/Lr12.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgVILyFhI/AAAAAAAABpQ/iB7hUjQsXdg/s400/Lr12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298239033970923026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgNXc6m6I/AAAAAAAABpI/3-hAwpdjcFw/s1600-h/Lr13.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgNXc6m6I/AAAAAAAABpI/3-hAwpdjcFw/s400/Lr13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298238900630363042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgIwi0JXI/AAAAAAAABpA/yJGVd4xlJys/s1600-h/Lr14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgIwi0JXI/AAAAAAAABpA/yJGVd4xlJys/s400/Lr14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298238821466645874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgEB8G6mI/AAAAAAAABo4/tBpKv5oPIgQ/s1600-h/Lr15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcgEB8G6mI/AAAAAAAABo4/tBpKv5oPIgQ/s400/Lr15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298238740236790370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcepKnh25I/AAAAAAAABow/_FiLcTGmJ1A/s1600-h/Lr16.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 277px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcepKnh25I/AAAAAAAABow/_FiLcTGmJ1A/s400/Lr16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298237179198299026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcebeRdB6I/AAAAAAAABoo/n6H7VAeTBYI/s1600-h/Lr17.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcebeRdB6I/AAAAAAAABoo/n6H7VAeTBYI/s400/Lr17.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298236943956248482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYceW-wkW2I/AAAAAAAABog/l8X6KeadJxI/s1600-h/Lr18.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYceW-wkW2I/AAAAAAAABog/l8X6KeadJxI/s400/Lr18.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298236866777340770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYceSI5hBfI/AAAAAAAABoY/X4XeVaRFd8I/s1600-h/Lr19.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYceSI5hBfI/AAAAAAAABoY/X4XeVaRFd8I/s400/Lr19.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298236783599879666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYceJOrb2eI/AAAAAAAABoQ/P6iSeVfTgu8/s1600-h/Lr20.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 280px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYceJOrb2eI/AAAAAAAABoQ/P6iSeVfTgu8/s400/Lr20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298236630532610530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcdt_aktMI/AAAAAAAABoI/y5DR4sFcVZA/s1600-h/Pd1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcdt_aktMI/AAAAAAAABoI/y5DR4sFcVZA/s400/Pd1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298236162578887874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcdpAYctMI/AAAAAAAABoA/4kfTXHwKrgI/s1600-h/Pd2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 283px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcdpAYctMI/AAAAAAAABoA/4kfTXHwKrgI/s400/Pd2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298236076939064514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcdjNWDNuI/AAAAAAAABn4/gKIxEvNS2cE/s1600-h/Pd3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcdjNWDNuI/AAAAAAAABn4/gKIxEvNS2cE/s400/Pd3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298235977339451106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcddqzpW3I/AAAAAAAABnw/fapJruv8AxE/s1600-h/Pd4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 378px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcddqzpW3I/AAAAAAAABnw/fapJruv8AxE/s400/Pd4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298235882168998770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYccmk_6OPI/AAAAAAAABno/k-e_hDxj6SY/s1600-h/Pd5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 283px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYccmk_6OPI/AAAAAAAABno/k-e_hDxj6SY/s400/Pd5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298234935717017842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcchb4XvtI/AAAAAAAABng/CJbBEGivP8g/s1600-h/Pd6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 283px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcchb4XvtI/AAAAAAAABng/CJbBEGivP8g/s400/Pd6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298234847370133202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcccoRHQFI/AAAAAAAABnY/u_9ejitcgsE/s1600-h/Pd7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcccoRHQFI/AAAAAAAABnY/u_9ejitcgsE/s400/Pd7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298234764795789394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYccYbAz7bI/AAAAAAAABnQ/zt1kucp97rI/s1600-h/Pd8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 283px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYccYbAz7bI/AAAAAAAABnQ/zt1kucp97rI/s400/Pd8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298234692518276530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYccT2eSuFI/AAAAAAAABnI/6Uem6bzvUok/s1600-h/Pd10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 378px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYccT2eSuFI/AAAAAAAABnI/6Uem6bzvUok/s400/Pd10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298234613990340690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYccO-NZDHI/AAAAAAAABnA/9FkUF2t8P9I/s1600-h/Pd10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 378px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYccO-NZDHI/AAAAAAAABnA/9FkUF2t8P9I/s400/Pd10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298234530167590002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYccI6hsh2I/AAAAAAAABm4/QYoqFMFow7k/s1600-h/Pr1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYccI6hsh2I/AAAAAAAABm4/QYoqFMFow7k/s400/Pr1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298234426099795810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYccEI2ETQI/AAAAAAAABmw/Ly7bFZ4D8jM/s1600-h/Pr2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 283px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYccEI2ETQI/AAAAAAAABmw/Ly7bFZ4D8jM/s400/Pr2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298234344043990274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcb8H6SlrI/AAAAAAAABmo/kOHWzAk3Ht4/s1600-h/Pr3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 167px; height: 283px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcb8H6SlrI/AAAAAAAABmo/kOHWzAk3Ht4/s400/Pr3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298234206354314930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYca0gaVZkI/AAAAAAAABmg/jy4fO5z0SOw/s1600-h/Pr4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 356px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYca0gaVZkI/AAAAAAAABmg/jy4fO5z0SOw/s400/Pr4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298232975980586562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcaoLwvogI/AAAAAAAABmY/J5ZzNGlAtGU/s1600-h/Pr5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 377px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcaoLwvogI/AAAAAAAABmY/J5ZzNGlAtGU/s400/Pr5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298232764279005698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcajbMx3tI/AAAAAAAABmQ/-b7v5dSNkrM/s1600-h/Pr6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 378px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcajbMx3tI/AAAAAAAABmQ/-b7v5dSNkrM/s400/Pr6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298232682523778770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcae9CrejI/AAAAAAAABmI/FSFgCxMB3iY/s1600-h/Pr7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 378px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYcae9CrejI/AAAAAAAABmI/FSFgCxMB3iY/s400/Pr7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298232605708876338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-1607727491406322655?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/1607727491406322655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/1607727491406322655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2007/12/kompilasi-foto_22.html' title='Kompilasi Foto'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YuDgHAo8fKI/SYclBPLT_MI/AAAAAAAABuw/JtKLaGjotwA/s72-c/Lc1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-1296512100062710272</id><published>2007-12-22T11:50:00.005+07:00</published><updated>2008-11-19T14:25:04.645+07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Press Release 2007</title><content type='html'>Press Release&lt;br /&gt;Lia Hermin Putri                                                              Tgl. 21 Juli 2006&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwono&lt;br /&gt;Hp.081598802666&lt;br /&gt;                        &lt;br /&gt;Antara Bencana dan Perjanjian Sakral Tempo Dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Budaya, Adat dan tradisi”. Agaknya jika di lihat sepintas merupakan hal sepele jika dibandingkan dengan permasalahan politik yang seolah-olah dapat dijadikan kendaraan guna mencapai tujuan suatu bangsa atau Negara. Namun sesungguhnya budaya, adat dan tradisi justeru merupakan hal pokok bagi setiap umat, kelompok atau bangsa sekalipun. Karenanya sangat dibutuhkan upaya untuk melestarikan budaya,adat dan tradisi sebagai elemen penopang kelestarian umat manusia.&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak orang yang tidak menyadari, apa sesungguhnya di balik bencana &lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErtbww1gBI/AAAAAAAABD4/G22NNLKsPHQ/s1600-h/DSC_0066.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErtbww1gBI/AAAAAAAABD4/G22NNLKsPHQ/s200/DSC_0066.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209236980209385490" /&gt;&lt;/a&gt;alam yang terus menimpa. Sudah berulang kali saya mengingatkan, kita tidak boleh meninggalkan adat, budaya dan tradisi yang sudah ada sebelum kita lahir. Karena hal tersebut merupakan ‘kitab tak tertulis’ yang patut di jaga dan dilestarikan.&lt;br /&gt;“Ingat, sejarah masa lalu sangat menentukan peristiwa masa kini dan masa datang’. Demikian pula bencana alam yang terjadi, jelas terkait dengan peristiwa masa lalu dan perjanjian-perjanjian sakral yang dilakukan oleh para pendahulu kita. Seperti halnya perjanjian antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati sebagai ihwal berdirinya Kerajaan Mataram. Pada intinya Kanjeng Ratu Kidul mengiyakan berdirinya kerajaan Mataram Islam Namun harus berkulitkan jawa dalam artian tidak meninggalkan adat dan tradisi yang sudah ada. Dengan kata lain, Pembauran antara Islam dengan jawa harus berupa proses akulturasi sehingga adat atau tradisi yang sudah ada tidak kehilangan akar oleh peradaban yang baru. Sementara saat ini cenderung kepada peristiwa asimilasi yang berupaya mencabut akar yang sudah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;Demikian pula dialog yang terjadi antara Sabdopalon dan Syekh Subakir yang pada akhirnya tercipta kesepakatan bahwa tanah jawa (sepenuhnya) akan dikembalikan setelah 500 tahun berlalu. Peristiwa dialog antara ‘tokoh’ Majapahit dan tokoh Islam tersebut terjadi di saat transisi Kerajaan Majapahit - Demak. Dan (kurun waktu 500 tahun) telah berlalu, janji belum dipenuhi. Saat inilah waktunya untuk menagih janji.&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, bencana alam dan peristiwa yang terjadi saat ini jelas berkaitan dengan peristiwa silam. Wajar jika para tokoh supranatural meramalkan bakal ada bencana besar di sana sini. Seperti halnya Permadi yang mengatakan Jakarta akan terapung, Mama Lauren juga mengatakan kalau madura akan tenggelam. Namun menjadi naif jika para supranatural hanya meramalkan bencana yang bakal terjadi tanpa memberikan solusi yang jelas. Ada akibat, pasti ada sebabnya. Jika sudah mengetahui sebabnya, maka harus bisa mengantisipasi akibat peristiwa yang bakal terjadi.&lt;br /&gt;Peristiwa lalu, seperti halnya perjanjian-perjanjian sacral yang saya sebutkan di atas merupakan bagian dari sebab peristiwa kini dan mendatang. Dengan demikian, meluluskan janji sacral tempo dulu dapat dijadikan pengobat atau upaya untuk mengantisipasi terjadinya akibat tersebut. Namun jika hal itu tidak dilaksanakan, lihat saja nanti akan terjadi peristiwa yang lebih parah dari apa yang diramalkan para supranatural.&lt;br /&gt;Bencana yang menimpa saat ini baru merupakan awal dari derita umat manusia yang sudah sekian lama lepas dari bingkai kemanusiaannya. Arogansi, nggegemongso angkoromurko menjadi hal terdepan untuk mencapai ambisi, sementara sifat kearifan tak lagi menjadi landasan untuk melakukan segala perbuatan. &lt;br /&gt;Masih berkaitan dengan perjanjian sacral masa lalu, saya menangkap isaroh yang sangat mengerikan. Di bulan Agustus sampai Desember bakal terjadi keangkaramurkaan alam yang demikian dahsat. Dan saya tak perlu mengatakan hal apa dan daerah mana yang akan tertimpa bencana tersebut.  Yang lebih penting kita memohon ampunan-Nya dan mengisi waktu singkat ini untuk bertaubat.&lt;br /&gt;Seperti yang telah saya katakana, therapi antisipasi bencana masih mungkin dilaksanakan setelah kita mengetahui sebab dari akibat yang bakal terjadi. Seperti halnya Mataram harus segera ‘nglungsungi’ kulitnya dan kembali kepada kulit asal untuk melindungi isi badan Mataram yang hakiki. Bersama dengan masyarakat yang peduli akan hal itu, Kami Sanggar Supranatural Songgo Buwono selalu berusaha untuk memohon ditundanya prahara yang mengerikan itu. &lt;br /&gt;Berbicara masalah antisipasi, jauh sebelumnya saya telah mengatakan perlu adanya upacara sacral akbar, yakni meruwat dan merawat bumi pertiwi. Kami pernah mengadakan seminar sehari tentang Ruwat Bumi Pertiwi pada tanggal 27 Mart 2006 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul. Kami telah memaparkan bahwa akan terjadi musibah besar, seperti halnya krisis Merapi dan bencana alam lainnya akan terjadi. Hal itupun kini terbukti. Peristiwa telah terjadi, biarlah terjadi. Namun kita harus bijak dan mengambil sikap untuk mengantisipasi (menunda,meminimalisasi, jika memungkinkan mencegah) terjadinya bencana di bumi pertiwi ini. “Tak bisa di tawar-tawar lagi, Meruwat dan merawat Bumi Pertiwi merupakan koridor untuk melakukan terapi keselamatan Bumi Pertiwi”  &lt;br /&gt;Dlam upaya terapi pencegahan bencana sekaligus pemulihan pasca bencana, pada tanggal 31 Juli 2006 (Hari Senin malam Selasa Kliwon) Sanggar Supranatural Songgo Buwono akan melakukan ritual. Ritual tersebut bertempat di Parang Kusumo dan Cepuri. Untuk Itu Bunda Lia Hermin Putri mengajak segenap masyarakat untuk melakukan Do’a bersama sesuai keyakinan masing-masing agar ritual dan permohonan Do’a dapat terlaksana dengan baik. Sehingga apa yang kita inginkan dapat terkabul, yakni memohon Bumi Mataram-Jogjakarta terhindar dari bencana seperti yang telah di ramalkan, dan dapat segera pulih dari bencana yang telah menimpa di masa lalu. Imminent &lt;br /&gt;Amin Allah Huma Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamasuh Malaning Bumi, Mangasah Mingising Budi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan Lampung 17 Maret 2007 Palembang 18 Maret 2007&lt;br /&gt;Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;081578802666&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafas Islami – Esensi Islam&lt;br /&gt;Adat – Budaya –Reformasi Nurani&lt;br /&gt;Kesadaran Ilahiyah – Kesadaran Kosmis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh gembira melihat bangkitnya kegairahan relijius di kalangan umat Islam Indonesia belakangan ini. Majelis zikir, majelis pengajian tumbuh subur di mana-mana. Tak kurang pula, aksi-aksi sebagian kalangan Islam dalam ‘membela &amp; menegakkan kebenaran’ menjadi pokok berita di media massa hampir setiap hari. Di satu sisi kita bangga menyaksikan fenomena ini. Namun, kalau direnungkan lebih jauh, terbersit pula keprihatinan mendalam. Betapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErzabRJ2uI/AAAAAAAABEA/HkIRBjTPPUQ/s1600-h/IMG_1436.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErzabRJ2uI/AAAAAAAABEA/HkIRBjTPPUQ/s320/IMG_1436.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209243554329254626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita masih berhenti pada simbol, atau lambang, belum menukik dan menyelam ke dalam esensi atau substansi. Kita puas diri, merasa telah menggemakan syi’ar Islam. Padahal, kebanyakan di antara kita baru ‘mengunyah kulit’. Belum mencicipi citarasa buahnya. Lalu dengan lantang berteriak , “Inilah buah Islami.” Buah yang mana? Dan yang lebih memrihatinkan, kita tak segan-segan ‘menghalalkan darah’ saudara sendiri, yang tidak sejalan dengan cara-cara kita. Apakah itu yang dikatakan syi’ar agama kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Para ‘arifin  mengatakan, kebanyakan dari kita belum menangkap cahaya Islam yang dibawa para nabi, khususnya junjungan kita Muhammad saw, ‘khatim al-anbiya’. Dan sudah puas mereguk asapnya. Belum menghayati bahwa keberagaman dan perbedaan adalah rahmat, sementara Islam sendiri adalah ‘rahmatan lil ‘alamin.’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita belajar, mulai dari diri pribadi (diri sendiri). Sebelum mengajari orang lain, siapkan diri kita lebih dulu. Untuk itu, mari merenung dan melihat diri kita. Menghitung (muhasabah) perbuatan sendiri dan tidak serta merta menghakimi orang lain. ibaratkanlah pada diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hamba Allah yang telah ditetapkan sebagai khalifah NYA dibumi memang tidaklah mudah, karena mampukah kita mewujutkan kemanfaatan hidup kita ini bagi kaffatan lin nass dan rahmatan lil’alamin? Perjuangan yang kita tempuh dan masalah yang kita hadapi/kita temui tak perlu kita keluhkan karena semua hanya sebagai ujian jembatan untuk menggapai tujuan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita sama-sama menuju Reformasi Nurani karena kesadaran Nurani adalah Kunci menghambat bencana yang mungkin akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labuhan Tolak Bala Merapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan sebelumnya, Lia Hermin Putri, Pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono, benar-benar menggelar ritual Labuhan di Merapi pada Selasa (25/4) lalu, justru ketika gunung ini diprediksikan akan meletus hanya dalam hitungan hari. Bertempat di kediaman Mbah Marijan, Juru Kunci Merapi, Lia membuka ritual dengan doa bersama yang diikuti anggota Songgo Buwono dan masyarakat setempat. Sejumlah pengamat budaya lokal maupun mancanegara tampak hadir menyaksikan upacara adat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kelengkapan ritual kali ini, 21 tumpeng dan perangkat sesaji lainnya, Bunda Lia menerangkan sekilas. Duapuluh satu tumpeng itu meliputi 7 jenis yang terdiri atas 3 rakit tumpeng: Tumpeng Agung, Tumpeng Kendit, Tumpeng Robyong, Tumpeng Slamet, Tumpeng Tulak, Tumpeng Rasul, dan Tumpeng Songgo Buwono. Perangkat sesaji lainnya buah-buahan segar, Pisang Sanggan, Jajan Pasar, Seribu Bunga, seperangkat pakaian. Masih ada lagi  kambing kendit, ayam tulak dan ayam putih mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh tumpeng diarak untuk dilabuh di Sri Manganti, suatu lokasi yang disakralkan di lereng Merapi, selebihnya dibagikan kepada warga. Usai persembahan tumpeng dan perangkat sesaji, Lia menuju tempat ritual khusus di “Paseban Labuhan” Kraton, yang jauhnya satu jam perjalanan kaki  dari Sri Manganti ke arah puncak Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual berlangsung tiga malam dua hari. Malam pertama, Mbah Marijan sempat mengiringi laku tirakat ini, sedang malam-malam berikutnya Lia hanya didampingi dua anggotanya secara bergantian. Menjelang Jumat subuh (28/4), ritual diakhiri dengan rasa syukur kepada Tuhan dan rombongan Songgo Buwono pun turun menuju rumah sang Juru Kunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dengan wajah sedikit kuyu lantaran kurang tidur, Lia mengungkapkan pengalamannya selama melakukan ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lewat tengah malam terakhir, saya seperti masuk sebuah lorong sempit yang lembab dan gelap. Semacam gua yang dasarnya tergenang air. Hawa di dalam sana sangat dingin, hingga tubuh saya menggigil dan bergetar hebat” kata Lia memberi gambaran. “Mendekati ujung lorong, cahaya merah meramong tampak di hadapan. Sambil tertatih-tatih, saya sampai juga di mulut gua. Ternyata, itu sebuah gunung yang puncaknya membara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih terpukau dengan penglihatan saya, tiba-tiba muncul seekor binatang besar. Berbulu lebat, warnanya coklat keabu-abuan. Seekor orangutan raksasa, atau gorila” ujar Lia dengan mimik serius. “Dia menghampiri saya, memeluk saya, dan tangannya menunjuk-nunjuk ke suatu arah. Seakan dituntun, pandangan saya pun mengikutinya. Tiga pucuk anak panah berikut gandewa terpampang di sana. Wujud gandewa-gandewa itu, yang di sebelah kiri tak ubahnya mainan anak-anak yang dicat warna-warni. Yang di tengah seperti barang kuno, nampak jelek tapi terawat. Sedang terakhir, di sebelah kanan, gandewa-nya penuh ukiran yang sangat elok. Seperti milik Arjuna, satria Pandawa itu. Lalu, tanpa ragu saya mengambil gandewa jelek dan anak panahnya yang di tengah. Anehnya, melihat pilihan saya itu, dia—ya gorila tadi, malah melonjak-lonjak dan bertepuk tangan kegirangan. Di tangan saya, benda itu berubah wujud menjadi seuntai biji-biji tasbih terbuat dari batu mata kucing dan giok (jade). Saya ciumi biji-biji tasbih itu. Ketika sadar, binatang tadi sudah raib dari pandangan. Tapi tasbih tetap di tangan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat Petunjuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian di atas, dengan tasbih yang didapatnya, Lia kembali melanjutkan bacaan wirid-nya. Tenggelam dalam lantunan kalam ilahi, “Salaam(un). Qaulam mir rabbir rahiim”, dalam duduk heningnya di malam Jumat Kliwon itu, Lia beroleh petunjuk: “Wis Ngger, mudhuna anggonmu tapa. Saiki lagi mangsane para kawula kataman kalasudra. Coba waspadakna polahe manungsa kang padha nggege mangsa ing Arga Mrapi iki …” (“Sudahlah Nak, hentikan semadimu. Sekarang ini rakyat jelata sedang tertimpa musibah. Perhatikan tingkah-polah manusia-manusia yang diburu nafsu di Gunung Merapi ini, mereka mengharap sesuatu sebelum tiba masanya …”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penglihatan batin Bunda Lia, gejolak Merapi yang kini berlangsung merupakan peringatan dari Yang Mahakuasa agar manusia menghentikan tingkah lakunya yang melampaui batas. Pada kasus Merapi, juga kawasan-kawasan lain di tanah air, kita saksikan alam telah tereksploitasi melampaui daya dukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pernyataan sebagian supranaturalis, bahwa Merapi akan meletus pada malam Jumat Kliwon lalu, Lia sangat menyayangkannya. “Sungguh tabu, memastikan kapan datangnya suatu musibah atau keberuntungan. Apalagi membesar-besarkan sesuatu yang belum tentu terjadi, hanya menambah ruwet persoalan. Lebih baik kita berdoa bersama, mohon ampunan-Nya serta dijauhkan dari murka-Nya. Di “tangan”-Nya jua segala kepastian berada.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lereng Merapi&lt;br /&gt;Jumat Kliwon, 28 April 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRESS RELEASE&lt;br /&gt;Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO&lt;br /&gt;Hp. 081578802666&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambut Rencana Kunjungan George W. Bush&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tak ada aral melintang, 20 November pekan depan Presiden Amerika Serikat George W. Bush dijadwalkan berkunjung ke Indonesia. Dan kota Bogor pun, yang menjadi pusat kunjungan, dibuat sibuk berbenah diri. Milyaran rupiah dihabiskan Pemerintah RI untuk menyambut kedatangan tamu dari negara adidaya itu. Di pihak lain, rencana kedatangan Bush telah memicu berbagai reaksi keras sebagian masyarakat Indonesia. Gelombang unjuk rasa merebak hampir di seluruh kota besar di Tanah Air. Kalangan yang berunjuk rasa ini menganggap, kebijakan Bush selama ini telah menyengsarakan banyak bangsa di dunia. Terutama, Bush dinilai telah melukai perasaan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang tidak boleh kita abaikan, terlepas dari sepak terjang politik luar negerinya yang membuat kita geram—dan  manfaat bagi Pemerintah RI di balik kunjungan itu, Bush datang sebagai Tamu Negara. Sebagai bangsa bermartabat, sudah selayaknya kita menghormati tamu sebagaimana mestinya, hatta musuh kita sekalipun. Kecuali dia datang dengan sikap bermusuhan dan menantang perang! Bahwa prosedur penyambutan dan pengamanan kunjungan Bush (sebagaimana kunjungan Presiden-presiden Amerika Serikat pendahulunya!) dinilai berlebihan, bahkan mengusik harga diri kita sebagai bangsa berdaulat, itu masalah lain. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErjFWcuMaI/AAAAAAAABC4/v6TB7EFfIfA/s1600-h/IMG_0423.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErjFWcuMaI/AAAAAAAABC4/v6TB7EFfIfA/s320/IMG_0423.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209225600072298914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak ada salahnya kita berpikir jernih dan arif. Melihat jauh ke depan, menimbang semua kemungkinan yang bisa terjadi. Namun tetap menjaga integritas kita sebagai bangsa yang merdeka dan anti penindasan. Kita berharap, dengan kesantunan dan kearifan kita menyambut kedatangan Bush, dan juga Tamu Negara lainnya, akan tercapai pemahaman yang lebih baik terhadap Bangsa Indonesia. Tak mustahil, sikap arif kita sebagai bangsa dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia ini mampu membuka sudut pandang lain. Mengubah cara pandang Barat yang mengidentikkan Islam dengan terrorism. Dengan demikian, setidaknya Bangsa Indonesia—dengan ke-arifan Timur-nya memberi peluang tumbuhnya paradigma (pola pikir) baru bagi pihak Barat (baca: Amerika Serikat). Syukur-syukur bisa menjadi benih terkikisnya sesat-pikir (fallacies) Barat terhadap Islam dan umat Islam selama ini. Siapa tahu, kunjungan Bush ke Indonesia kali ini bisa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAMBUTAN BUNDA LIA &lt;br /&gt;PADA TGL.27 MARET 2006&lt;br /&gt;DIRUMAH DINAS BUPATI BANTUL YOGYAKARTA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,&lt;br /&gt;Salam sejahtera bagi kita semua &lt;br /&gt;                     &lt;br /&gt;Para Tamu Undangan yang kami hormati . . ., &lt;br /&gt;Sebelumnya kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya, atas waktu yang telah Bapak/Ibu luangkan untuk menghadiri pertemuan ini. Sungguh kami sadari, undangan ini demikian mendadak sehingga tentu saja mengacaukan agenda kegiatan Bapak/Ibu. Pada acara seminar sehari ini.Pada tgl.27 Maret 2006.&lt;br /&gt;Namun kami yakin, keprihatinan dan kepedulian kita terhadap persoalan yang dihadapi bangsa ini, akan mampu menyisihkan waktu dan kepentingan lainnya.&lt;br /&gt;Syukur alhamdulillah, Yang Mahakuasa pun berkenan mengizinkan kita bertemu dan berkumpul di sini, pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang menyesalkan, mengapa undangan mendadak sekali sehingga para tokoh tidak dapat hadir di tengah–tengah kita. Memang kita berharap, tapi informasi dan waktu juga yang menjadi  kendala. Untuk itu, kami mohon maaf atas lambatnya undangan yang kami sampaikan.&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini pula, kami mohon maaf kepada pihak-pihak yang seharusnya pantas dan layak hadir di sini, namun terlewat dari undangan kami. Bukan maksud kami sengaja mengabaikan, tetapi semata-mata karena keterbatasan informasi yang kami miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang kami muliakan . . .,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keprihatinan bersama atas  kondisi bangsa Indonesia saat ini, telah menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa untuk bangkit dari keterpurukan, lepas dari bayang-bayang perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari mana kita akan memulai?&lt;br /&gt;Apa langkah awal yang harus ditempuh?&lt;br /&gt;Lepas dari keberhasilan atau kegagalannya, berbagai jalan telah kita upayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang kebudayaan, misalnya, kita saksikan kegairahan masyarakat dalam mengekspresikan adat-istiadat dan tradisi lokal mereka. Dari berbagai latar belakang budaya, yang sifatnya lokal-kedaerahan, masing-masing tampil dengan segala pernak-pernik keindahan dan keanggunannya.&lt;br /&gt;Suatu pemandangan yang selama tiga dekade sebelumnya nyaris mustahil kita jumpai.&lt;br /&gt;Semua itu menyadarkan kita, bahwa Adat dan Budaya adalah akar Bangsa yang mesti kita junjung tinggi, kita banggakan, dan kita lestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegakah kita melihat, membiarkan Adat dan Budaya kita tercabik-cabik oleh budaya luar?&lt;br /&gt;Mari kita renungkan adat ketimuran yang hampir luntur. Pergaulan bebas, budaya luar, obat terlarang, minuman keras telah meraja-lela merasuki Anak Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada saat bersamaan masih kita saksikan kekerasan di mana-mana. Konflik antar-kelompok di masyarakat, pemaksaan kehendak dengan dalih menegakkan kebenaran dan keadilan, masih saja terjadi.&lt;br /&gt;Juga musibah bencana alam yang beruntun menimpa saudara-saudara kita di berbagai pelosok negeri tercinta, menambah deretan kepedihan kita. Seolah bangsa ini belum akan lepas dari derita berkepanjangan .Bumi Pertiwi ini sedang menangis mari kita Ruwat segera agar tidak terjadi Bencana yang berkepanjangan karena keterpurukan budaya yang telah lama kita lalaikan, bila kita tetap dalam keadaan begini buktikan saja apa yang akan bakal terjadi di thn.2006 menjelang 2007 dan bencana itu akan mulai datang di bulan April – Mei 2006. Tidak percaya buktikan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi watak manusia, baik ketika mendapat kedudukan atau tidak, selalu merasa kurang puas dan kecewa hatinya.&lt;br /&gt;Sifat angkara murka masih berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu adalah kesalahan sendiri, karena tidak melihat musimnya. Bila kita perhatikan dengan pandangan mata batin, sungguh aneh ulah manusia. Yang jujur, yang dusta hatinya, dapat diketahui dari satu firasat – dari namik. Namun tidak setiap orang mampu, kecuali yang telah terbuka untuk dunia gaib. Paham terhadap rasa, serta ingat akan safi’i di masa lalu, tetapi lebih rumit ceritanya, budi pekertinya telah tampak pada zaman lain. Banyak orang memahami bahasa dan kehidupan bangsa lain, hingga tidak memahami dan menguasai bahasa sendiri. Adat ketimuran hampir punah karena pengaruh bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan adalah inti yang harus diambil agar dapat menambah budi yang kuat. Mari kita pertimbangkan bersama demi kebaikan. Aturlah rakyat dengan baik, yang mengolah bumi, yang dapat dijadikan tanda atau tengara ‘gemah ripah loh jinawi’. Keutamaan laku dalam memimpin negeri atau bangsa harus tahu kewajibannya, berwibawa tutur katanya—Sabda pandhita ratu. Lakukan napak tilas moyang kita, jangan lupakan tradisi dan adat kebudayaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, semua jiwa sentana Mataram harus kembali pada jati dirinya sebagai ‘orang Jawa’. Harus mau hidup rukun dengan sesama, terutama dengan trah Mataram itu sendiri. Harus tahu peran dan fungsinya sebagai ‘trahing kusuma – rembesing madu’. Baik kebetulan diri sebagai pejabat atau raja, atau mungkin rakyat biasa. Namun kita harus sadar, pendiri Mataram yang akan datang sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk Mataram di masa depan atau “Mataram Binangun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi Nusantara kemungkinan masih akan terus-menerus kacau, penuh dengan pertentangan. Ujian pun akan semakin berat, kecuali Mataram Binangun terwujud sesuai dengan keinginan moyang kita. Sudah saatnya, kita mulai menyambung benang merah yang hampir putus, mengumpulkan tulang berserakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pres Release Kamis.13 Juli 2006&lt;br /&gt;Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwono  &lt;br /&gt;Hp 081578802666&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh Gusti, Merapi – Pantai Selatan, issue Tsunami jadi ajang ambisi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perkembangan menarik bila mencermati krisis Merapi belakangan ini. Bukan fenomena fisis letusannya, yang merupakan otoritas Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, tetapi maraknya klaim di antara paranormal bahwa dirinyalah yang meredam ‘amuk’ Merapi. Terlepas benar atau salah, klaim semacam itu tidak layak muncul dari kalangan yang menyelami dunia ‘batin’, dunia yang semestinya jauh dari pamrih duniawi—ketenaran, nama besar, atau materi. Namun itulah faktanya. Ditambah lagi peristiwa gempa melanda, semakin terseretlah akhlak manusia menjadikan Bumi sebagai lahan bisnis sekaligus ajang untuk menggelar dan memuaskan egoismenya yang picik. Mencari kesempatan disaat rakyat kecil menahan derita karena bencana yang menimpa.&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SEr3RZ02p_I/AAAAAAAABEI/-c2irr89Z2M/s1600-h/000024.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SEr3RZ02p_I/AAAAAAAABEI/-c2irr89Z2M/s320/000024.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209247797369808882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Manusia telah lupa akan jati dirinya, zaman sudah edan.Sehingga Bunda Lia (35), and I’m thankful pit pimpinan Sanggar Sopranatural Songgo Buwono Parang tritis Yogyakarta berkomentar&lt;br /&gt;“Fayaa khaira mas’uulin wa akrama man’athaa.Wayaa khaira makmuulin ilaa ummatin khalat” (Wahai Dzat sebaik-baik yang bertanggung jawab, dan semulia-mulia Dzat yang memberi. Wahai sebaik-baik Dzat yang melepaskan apa yang diharapkan umat manusia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum reda kekawatiran tentang Gempa yang melanda Kala Sudra/ Rakyat jelata kini pada hari Rabo (12/7) pukul.19.30 terjadi fenomena baru rakyat kecil yang masih trauma dengan bencana gempa tampak kawatir dengan adanya garis lengkung putih di angkasa dan setelah beberapa lama tibul 5 garis lurus yang mungkin terlepas dari pengamatan ilmuwan atau spiritual sehingga timbullah pendapat yang simpang siur dicerna baik dari kalangan ilmuwan maupun spiritual, kini Bunda Lia berpendapat bahwa Garis melingkar setengah lingkaran tersebut adalah satu pertanda dari Yang Maha Kuasa agar manusia ingat akan jati dirinya. Dan jangan melupakan Budaya Jawa yang telah tersisihkan terutama Tradisi sebagai Sentana Mataram mesti mengingat kembali karena tradisi nenek moyang adalah akar dari berdirinya satu Kerajaan atau Kraton tidak boleh dilupakan/ditinggalkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu bila kita cermati garis lengkung tersebut dari arah Laut Selatan hingga ke puncak Merapi dan tepat Pukul.02.05 ada bola api dari Laut Selatan meluncur kencang kearah utara tepatnya Merapi.&lt;br /&gt;Bunda Lia menghimbau kepada seluruh Masyarakat baik dari lingkungan Merapi ataupun sekitarnya harap waspada dan berhati-hati. Dan untuk masyarakat yang terkena gempa hendaknya menjaga kesehatanya terutama yang masih berada di tenda karena wabah penyakit akan menimpa kala sudra. 5 garis lurus seperti anak panah di dalam Gendewa, Bencana demi bencana akan terus melanda Dunia sampai 5 musim dan bencana tersebut tidak akan dapat kami duga sebelumnya Maha Suci Engkau Ya Allah....&lt;br /&gt;Selain bencana kita akan menghadapi Prahara Gupito yang diperbuat oleh Pembesar, dan imbasnya pada Rakyat Jelata. Belum lagi kita menghadapi Kalatida yang nantinya akan lebih menakutkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis membentang namun berbentuk setengah lingkaran, berujung dari Selatan dan mengarah ke Utara tepatnya Timurpun juga kena, jadi menurut kaca mata batin Bunda Lia dulunya alas Mentaok menjadi wujut Keraton Pajang Surakarta sebelumnya di garis lurus dengan tanda serupa oleh Sang Pencipta dan garis lurus tersebut ada diujung gunung atas Tembayat Klaten,namanya Gunung Gambar dulunya, dan waktu sekarang ini sudah terbelah menjadi 2 pertanda tanah Jawa Mataram pecah menjadi 2 yaitu Surakarta dan Yogyakarta.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang garis yang kita hadapi sekarang ini adalah garis lengkung pangkalnya dari Laut Selatan pertanda Manusia diberi suatu peringatan sareh/sabar, eling, lan, waspodho (hati sabar,ingat pada YME, dan waspada) dan ingat pada para Leluhur yang Babat tanah Jawa. Sedang ujung dari garis lengkung menuju puncak Merapi, Merapi adalah Gunung, dalam cerita wayang Gunungan/kekayon jagat pakeliran adalah Goro-goro, manusia akan tertimpa goro-goro dan berujut Galengan/Garis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu 7 sampai 21 hari terhitung hari ini harap HATI_HATI dengan Gempa yang lebih dazat akan menimpa Jawa Barat tepatnya Pangandaran dan sekitarnya. Dan berdampak keseluruh kawasan pantai Selatan. Harapan Bunda Lia yang berada di pesisir Pantai Selatan dan Nelayan atau pencari ikan harap agak menjauh.&lt;br /&gt;Garis dilangit adalah milik Sang Pencipta berarti garisnya zaman dan kita menghadapi satu ketentuan yaitu akan menghadapi garisnya zaman Kolotida/ Kolotidho, Mongso sat, jurang kemiskinan Bangsa dan Masyarakat semakin dalam, Tebing kesengsaraan akan semakin merata melanda Rakyat Indonesia. Menungso sudho kari separo, manusia berkurang tinggal separoh, karena tanpa diduga bencana dan penyakit datangnya tidak kita sadari.  Dan disini Bunda Lia berkeyakinan pasti ada gunung yang terbelah 2 dengan tanda semacam ini tapi Bunda tidak mengatakan gunung apa, yang pasti akan terjadi hal yang serupa dengan Pajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang garis yang berjumlah 5 adalah menandakan bahwa kita mengalami bencana demi bencana dan wabah penyakit datang tanpa kita duga sampai 5 musim, yaitu 5 tahun lamanya, dan bencana ini akan menyeluruh melanda Dunia bukan Indonesia saja, sedangkan Bulan dilangit tepat saat ada tanda garis, Bulan yang semula terang juga tidak luput dari tanda YME Bulanpun dikelilingi Kabut putih bersih menandakan bahwa tanah Jawa masih diayomi para Leluhur apa bila kita mengingat akan Budaya dan Tradisi lama.&lt;br /&gt;Karena kita harus memasuki zaman aman baru tapi memakai tradisi lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyikapi masalah yang kita hadapi ini Bunda Lia mengajak seluruh Masyarakat turut berdo’a untuk ikut membantu agar Ritual yang akan digelar pada tgl.21 Juli 2006 oleh Bunda Lia tepatnya di Pantai Parang Kusumo Yogyakarta akan berhasil sesuai harapan yang kita inginkan bersama agar dijauhkan dari bencana yang berkepanjangan nantinya.&lt;br /&gt;Mari kita sama-sama ber Do’a agar diberi ketabahan hati. Dan tidak berputus-asa dari rahmat Allah. Kepada seluruh Masyarakat, Bunda Lia mengajak untuk senantiasa istighfar seraya berserah diri kepadaNya. Allah juga yang kelak menunjukkan keadilan sejati dalam masalah ini. Sabar dan tawakal, kalau pun hanya sebesar zarrah, sumbangsih dan jasa pembesarpun tentu tak akan luput dari perhitunganNya. “Fayaa khaira mas’uulin wa akrama man’athaa. Wayaa khaira makmuulin ilaa ummatin khalat” &lt;br /&gt;(Wahai Dzat sebaik–baik yang bertanggung jawab, dan semulia-mulia Dzat yang memberi. Wahai sebaik–baik Dzat yang melepaskan apa yang diharapkan umat manusia.)&lt;br /&gt;Sudah cukup berat dan melelahkan beban derita kita sebagai rakyat kecil penghujung pasca demi pasca bencana. Tak perlu kita tambah dengan segala perbuatan dosa dengan membabi buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita menghadapi Kalatida.&lt;br /&gt;‘Alaa maa tarum haqqan yarauna biqadhabin, bihaqqi tanaawin yauma zahmin tazaakamat” (Terhadap perkara yang Engkau rencanakan, mereka mengetahui dengan Asma Allah yang Mahamenang atas perkaraNya. Dengan hakNya Dzat yang menghitung pada hari kiamat yang berdesak–desak.) Manusia tak luput dari salah dan dosa, sengaja maupun tidak. Tak ada manfaatnya, mencari-cari celah kesalahan orang lain. Sudahkah diri ini bersih dari dosa dan noda? &lt;br /&gt;Betapa sedikitnya bekal yang kita bawa saat menghadapi maut. “Bada’ tu bi bismillaahi ruuhii bihihtadat. Ilaa kasyfi asraarin bibaathinihin thawat”.(Kuawali dengan menyebut Asma Allah. Dengan demikian jiwaku memperoleh petunjuk semua yang terkandung di dalam AsmaNya.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kondisi negeri yang sangat memprihatinkan, berbagai prahara menimpa kita semua. Tanpa disadari, seluruh elemen bangsa telah terimbas hasutan dan fitnah. Tak peduli ras, suku, golongan dan agama. Kerusuhan dan anarkhisme merebak di mana-mana, memperdalam keterpurukan bangsa ini. Ekonomi kita semakin hancur. Sadarkah kita akan semua ini? Kelaparan akibat gizi buruk yang menimpa tunas bangsa sudah jadi kenyataan, penyakit–penyakit aneh membayangi kehidupan kita, bencana alam datang silih berganti. “Kamaahin biaahin ma’awaahin jamii’ha. Bihasykaakhi hasykaakhin kauunin takawwanat.” (Ya Rabbi, yang Mahamenghidupi dengan Dzat yang menguasai, yang Mahatinggi di antara segala yang ada.) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita jaga  bumi pertiwi agar aman, tenteram, tanpa ada perselisihan hanya karena salah paham. Jauhi provokasi, fitnah dan hasutan agar dapat membenahi ekonomi bangsa dan menyantuni saudara kita yang miskin. Mari menjaga dan merawat bumi kita tercinta. “Naruddu bikal a’daa-a min kulli wijhatin. Wabil ismi narmiihim minalbu’di bisysyatat” (Dengan AsmaMu kami menolak musuh dari segala penjuru, dan dengan AsmaMu kami menepis mereka dari kejauhan agar tercerai–berai.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat…, kita sedang mengalami prahara Kalasudra dan Gupita. Kalasudra bala’nya rakyat jelata, dan Gupita karena ulah manusia sendiri, sehingga bencana demi bencana dan aksi kekerasan merebak di mana–mana. “Abaariikhu bairuukhin wayabruukhu wayabruukhu barkhawaa. Syamaariikhu syiiraakhin syaruukhin tasyammakhat”  (Dzat yang Mahatahu, yang Mahaadil, yang Mahamulia, yang Memuliakan, yang Mengembalikan, yang Dekat, yang Mengetahui semua yang samar.) HATI- HATI MERAPI AKAN MENAGIH JANJI DALAM WAKTU DEKAT DIIRINGI PANTAI SELATAN.&lt;br /&gt;Mamasuh malaning Bumi, mangasah mingising Budi   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Menetralisir Bencana&lt;br /&gt;Lapindo Perlu Teraphy Supranatural&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parangkusumo 27 Agustus 2006&lt;br /&gt;Press Release &lt;br /&gt;Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono&lt;br /&gt;081578802666&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mengenaskan peristiwa luapan lumpur panas PT. Lapindo Brantas yang kian hari semakin meningkat debit Lumpur yang keluar dari “Sumur Petaka” itu. &lt;br /&gt;Kini tiga desa telah tergenang Lumpur panas, bisa jadi kedepan akan bertambah dan terus bertambah meluas genangan Lumpur panas tersebut. “Masya Allah….”&lt;br /&gt;Sepertinya peristiwa ini bukan sekedar disebabkan oleh kesalahan teknis semata, namun ada hal di balik peristiwa tersebut. Yang jelas sekarang memang masanya Kalatidha, dimana bencana yang tak terduga terus melanda manusia. Alam geram melihat dan merasakan perilaku manusia yang telah melupakaNya. Akibatnya, manusia jugalah yang merugi. Oleh sebab itu, jangan kita saling menyalahkan dalam menghadapi bencana yang kita alami. Sebaliknya, mari bergandengan tangan menuju pada satu titik permohonan kepada Tuhan yang maha Esa.&lt;br /&gt;Kembali saya tegaskan, Alam adalah Ibu Pertiwi yang harus di jaga, dihormati dan dihargai secara lahir maupun bathin, karena ini adalah amanat yang mesti kita jaga dan kita rawat-rumat -ruwat agar kita tidak termasuk pada golongan orang-orang yang  merugi. Seperti yang terjadi sekarang ini, bencana datang silih berganti dan tanpa kita sadari, hanya sekejap mata saja Allah telah menunjukkan Kekuasaan Nya. Maha Suci Engkau ya Allah. Untuk menyikapi ini semua, kita akan menggelar acara Ritual Akbar dan Do’a Bersama pada hari Kamis Tgl. 7 September 2006 agar kita dapat memohon ampun dan petunjuk dari Allah. Semoga kita diampuni atas dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat selama di dunia dan kembali kepada amanat Allah dengan Bumi Pertiwi ini yang tanpa kita sadari kita telah berbuat aniaya. &lt;br /&gt;Mari kita bersama-sama ikut dalam acara Ritual Akbar dan Do’a Bersama ini demi Cinta terhadap Bangsa Indonesia. Sebagai manusia, mari kita kembali kepada jati diri kita serta kembali menyatu dengan alur Alam ini. Marilah bersama memanjatkan Do’a pada acara yang kami gelar pada Hari Kamis tgl. 7 September 2006 di Parangkusumo-Parangtritis dalam Ritual Akbar dan Do’a Bersama agar kita segera diberi Pengampunan dan tidak ada lagi Bencana yang akan melanda Bangsa Indonesia. Semoga masa Kalasudra (Kalanya Rakyat Kecil) segera berakhir.&lt;br /&gt;Karnanya Sanggar Supranatural Songgo Buwono mengajak seluruh lapisan Masyarakat dan semua Pihak yang terkait agar hadir dalam Do’a dan Ritual Akbar di Parangkusumo-Parangtritis, demi kepentingan kita semua agar segera berhenti Bencana yang melanda Bangsa Indonesia tercinta ini. Mari kita sama-sama berusaha dalam Do’a memohon Ampunan Nya. Selain itu Sanggar Supranatural Songgo Buwono akan menggelar Tari Sakral yang menggisahkan pertemuan Kanjeng Ratu Kidul dan Panembahan Senopati.&lt;br /&gt;Dalam kisah tersebut menggambarkan satu Isaroh yang diterima Pimpinan Songgo Buwono Bunda Lia yaitu satu Perjanjian yang harus kita abadikan turun menurun, terutama para Trah dan Sentana Mataram. Sehingga oleh Bunda Lia Isaroh ini akan di gelar dengan sebuah tari  Sakral yang akan menghadirkan - membangkitkan Penguasa Laut Selatan dan Panembahan Senopati.&lt;br /&gt;Allah Maha Kuasa, namun Allah-pun telah memberikan kuasa kepada mahluknya untuk merawat dan merumat bumi ini. Allah juga maha pengampun, dan yakinlah, Atas Ampunan-Nya kita akan terhindar dari segala mara bahaya. Ritual dan permohonan Do’a inilah yang akan membawa kita kepada keselamatan di Dunia. Amin Allahumma Amin.&lt;br /&gt;Sekali lagi Bunda Lia menghimbau kepada seluruh lapisan Masyarakat dan Pihak yang terkait untuk turut hadir dalam acara Ritual dan Do’a Akbar bersama beberapa Tokoh dari, Agama, Cendekiawan, Adat Budaya baik Luar maupun dalam Negeri  juga bersama Iringan Sakral yang diberangkatkan Pimpinan Songgo Buwono (Bunda Lia) dari Sanggar Songgo Buwono menuju Cempuri Parangkusumo dan dibantu oleh Tokoh-tokoh ternama juga para Sesepuh-sesepuh dari berbagai Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepermasalahan Lumpur Lapindo, semakin banyaknya luapan lumpur yang keluar, akan mengakibatkan sebagian isi perut bumi menjadi kosong. Jika gempa bumi berskala besar kembali terjadi, maka bumi akan mudah terbelah dan tenggelam atau ambrol ke bawah. Ini adalah salah satu kekuasaan Allah atas Alam ini.&lt;br /&gt;Menurut pandangan Supranatural Lia Hermin Putri (36), Lapindo ada kaitannya dengan  Penguasa Laut Utara yang merasa tidak diopeni, sementara manusia terus memanfaatkan wilayah kekuasaannya. (Hal ini boleh anda percaya boleh tidak)&lt;br /&gt;Sebagai catatan, Porong --- tempat asal luapan Lumpur Panas tersebut--- merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Laut Utara, dan penguasa Laut Utara tersebut adalah Dewi Lanjar. Kalau hanya kekuatan manusia atau Teknis tidak akan dapat menyelesaikan masalah Lapindo tanpa didasari Doa dan niat untuk menuju permohonan yang khusuk karena Alam sudah terlanjur berkata lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini permasalahannya semakin jelas, jika upaya penyumbatan Lumpur tersebut hanya dilakukan dengan cara teknis atau dengan teknologi manusia saja akan menjadi sulit, karena hal tersebut sudah berkaitan dengan alam di luar kemampuan manusia (kekuatan ghoib) yang ikut menjadi sebab mengapa peristiwa itu terjadi. Ini berarti perlu adanya pendekatan dengan penguasa Laut Utara Dewi Lanjar. Sedangkan untuk melakukan pendekatan tersebut dibutuhkan suatu Ritual secara khusus dan melakukan Do’a bersama yang melibatkan semua pihak. &lt;br /&gt;Demi semua pihak dan untuk masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: &lt;br /&gt;Bila tidak ada gendala dan Tuhan YME mengijinkan:&lt;br /&gt;Berkaitan dengan acara Ritual Akbar dan Do’a Bersama Pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono Lia Hermin Puteri bersama Bp. Prof. Damardjati Supadjar (Guru Besar Filsapat UGM) akan mengadakan Konfrensi Pers pada tanggal 4 September 2006. Kepada rekan-rekan pers dimohon untuk hadir dalam acara ini. Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Press Release 28 Mei 2006&lt;br /&gt;Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwono&lt;br /&gt;HP 0815-7880-2666&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi Merapi dengan Kearifan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu ritual di kawasan pantai Parangkusumo – Parangtritis, Yogyakarta, sekitar November tahun lalu, kami sempat menangkap suatu isyarat lewat penglihatan mata batin “agar kita berhati-hati dalam tahun 2006/2007, terutama dalam bulan April dan Mei, karena kemungkinan bakal terjadi bencana alam.” Bencana akibat ulah manusia itu menurut istilah kami prahara Gupita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang kini terjadi. Melalui sejumlah media masa, kami sampaikan hal itu sebagai bentuk keprihatinan pada masyarakat. Kepada pihak otoritas pemerintah pun, melalui surat pribadi, kami sampaikan hal yang sama. Harapan kami, kita semua menyadari, betapa selama ini kita telah melampaui batas. Terutama terhadap sesama dan lingkungan hidup kita. Sudah terlalu lama kita hanyut dan tenggelam dalam kecanggihan zaman serba-edan ini, hingga lupa jatidiri kita sebagai orang Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait situasi Merapi yang kini dinyatakan dalam status awas, sejak awal telah kami sampaikan bahwa—kalau saja pemahaman atas  isyarat yang kami peroleh benar, Merapi belum akan meletus dalam skala yang dahsyat, sebagaimana kita bayangkan. Dan itu sesuai dengan karakteristik letusan gunung api ini. Namun disesalkan, banyak pihak yang berlebihan menanggapinya sehingga muncul ketidakpastian di masyarakat. Warga sekitar Merapi pun sebagian panik, lainnya tak peduli dan tetap melakukan aktivitas mereka. Kemudian diberitakan ada kalangan supranaturalis yang bahkan berani memastikan, hari ‘anu’ dan tanggal ‘sekian’ Merapi akan meletus. Menurut hemat kami ini sudah di luar wilayah supranaturalis. Terkesan arogan, mendahului kehendak Yang Mahakuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang mengatakan, “bila Gunung Merapi meletus, harta bangsa Indonesia akan muncul, berupa emas lantakan – dollar – rupiah, dan seterusnya”. Naudzu billahi min dzalik. Mengapa hati dan pikiran kita menjadi demikian gelap, dibutakan kerakusan akan harta-benda? Tak syak lagi, harta dan kekuasaan telah merajai sebagian manusia. Sungguh tidak rasional, gunung “menyimpan emas batangan dan timbunan uang kertas”. Harta berlimpah? Memang benar, gunung - hutan dan bumi menyimpan kekayaan tak ternilai bila kita mengelolanya secara bijak! Namun sebagian manusia menjadikan bumi, dan apa yang ada padanya, sebagai lahan bisnis sekaligus ajang untuk menggelar dan memuaskan egoismenya yang picik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seluruh perhatian terlena oleh Merapi, laksana menyambut layaknya ‘hajatan’, tiba-tiba bencana lebih dahsyat datang tanpa diduga. Seolah alam ingin mempermalukan kita, meledek kesombongan dan keangkara-murkaan kita. &lt;br /&gt;Bencana gempa bumi melanda Yogya dan sekitarnya, dengan tingkat kehancuran fisik/materi dan korban manusia dalam jumlah yang sungguh luar biasa. Coba bandingkan dengan kemungkinan jatuhnya korban akibat Merapi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jauh sebelumnya Bunda Lia telah mengingatkan tengara/sasmita bencana ini, yang ditangkapnya saat menjelang  pergantian tahun yang lalu (Ritual Suran, sekitar Maret 2006). Demikian pula, saat meminta petunjuk sebelum naik ke Merapi dan sesudahnya pun diperoleh isyarat serupa. Namun apa yang terjadi? Kita malah terseret dalam silang pendapat dan berebut ketenaran tentang siapa yang telah peduli pada krisis Merapi. Sementara Bunda Lia bersama anggotanya—yang secara diam-diam tanpa pamrih popularitas dengan menghadang segala risiko bahaya, langsung mendaki ke sana meredam gejolak, justru tidak pernah disebut-sebut. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menyikapi bencana terakhir ini (gempa Yogya), Bunda Lia berniat menggelar kembali Laku-Ritual,  dari Merapi  hingga Pantai Selatan, dengan tujuan meredakan dampaknya agar tidak membawa korban lebih besar. Pada kesempatan ini Bunda Lia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dalam waktu sepekan ini. Dengan segenap kekuatan dan kemampuan yang dikaruniakanNya, kita berusaha. Bi idznillah wa bi nashrillah, dengan izin dan pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pencipta mengamanahkan alam ini kepada manusia sebagai hunian sementara, yang harus dirawat, dipelihara dan dijaga kelestariannya demi kepentingan manusia sendiri. Bukan sekadar diambil manfaatnya tanpa batas hingga rusak dan mengakibatkan bencana. Inilah Kalasudra, bencana yang menimpa rakyat jelata akibat tingkah-polah ‘orang besar’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, masih terkait krisis Merapi, telah terjadi silang pendapat di antara pihak-pihak yang merasa pantas mengeluarkan pendapat. Terkesan berebut kebenaran, menurut versi masing-masing. Sebagai supranaturalis, kami hanya sebatas menyampaikan sasmita. Sama sekali bukan kapasitas kami untuk menentukan—apalagi menghalangi—kebijakan yang menyangkut penanganan masalah bencana. Namun menurut hemat kami, selain faktor keselamatan masyarakat, pihak mana pun tidak selayaknya memanfaatkan krisis belakangan ini sebagai dalih untuk mencapai tujuan atau agenda tersamar lainnya. Bukan pula arena untuk meraih nama dan kemasyhuran. Sungguh akan melegakan semua pihak bila kita bisa menahan diri, tidak gegabah melontarkan tanggapan yang memojokkan pihak lain. Syukur-syukur tercapai saling pengertian dan kesepahaman di antara semua pihak sehingga masyarakat tidak terombang-ambing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita jaga kelestarian lingkungan di sekitar Merapi. Selain kita jaga, syukuri Merapi yang perkasa sebagai karuniaNya. Sekali pun tampak angkuh, tak akan menyemburkan awan pijar yang membawa korban. Asal kita tahu diri, tak melupakan tatakrama dan adab sebagai sesama makhlukNya.&lt;br /&gt;Jangan perlakukan Merapi sebagai arena meraih ketenaran, apalagi sebagai ‘ajang bisnis’ untuk meraup keuntungan pribadi! “Merapi” akan lebih murka nantinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak percaya? Buktikan saja bila saatnya tiba!&lt;br /&gt;Atau mau cepat bukti Merapi meletus? Teruskan saja kegiatan yang membabi buta dan berlomba mencari keuntungan! Naudzu billahi min dzalik. &lt;br /&gt;Apalah arti nama besar dan tumpukan harta? Kalau hanya menyuburkan angkara murka dan mengundang bencana? Membuat masyarakat dan rakyat menderita?&lt;br /&gt;Bukankah ini salah satu makna isyarah yang kita terima? Kalasudra dan Prahara Gupita. Subhanallah!  Manusia telah lupa jati dirinya. Jangan lupa dan tetap waspada di mongso pitu atau JULI, karena akan terjadi tsunami tapi daerah mana Allahhu Alam. Pesan Bunda Lia dengan nada yang optimis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Merapi ‘batuk-batuk’, itu wajar karena sudah ciri khas gunung api satu ini. Karena itu, selayaknya kita sikapi fenomena krisis Merapi secara arif. Berdoa bersama memohon kepada Yang Mahakuasa agar Merapi tidak menjadi bencana bagi kita. Silakan mengambil sebesar-besar manfaat, namun tetap bijak dalam mengelola. Hentikan penggunaan alat berat—backhoe misalnya, secara berlebihan sehingga melampaui daya dukung lingkungan. Ingat kasus longsor penambangan pasir di Citatah – Nyalindung, Bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei kelabu.&lt;br /&gt;28 Mei 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan “SILATURRAHMI KEBANGSAAN”&lt;br /&gt;Cilacap, 22 April 2007&lt;br /&gt;Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;HP. : 0815 78802 666&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu alaikum wR wB.&lt;br /&gt;Salam sejahtera bagi kita semua.&lt;br /&gt;Suatu kehormatan bagi saya dapat menghadiri undangan ini. Sungguh sangat menarik tema yang dipilih oleh panitia yakni “Nasionalisme yang Religius”. Memang,  di saat sekarang ini kita sudah kehilangan rasa kebangsaan kita, di mana di setiap sendi-sendi bangsa sudah terasuki ‘barang asing’ yang mengganggu jiwa dan sikap nasionalisme anak bangsa. Disinilah peran kita sebagai anak bangsa yang harus mempertahankan jati dirinya. Jati diri yang dibingkai oleh Nilai-nilai Pancasila dan UUD 45. Bahwa Pancasila itu sistem Filsafat, nampak dapatnya Pancasila diperas menjadi TRI-SILA ( yakni, Sosio Nasionalisme, Sosio Demokrasi, Sosio Ketuhanan YME) serta TRI-SILA itu disaripatikan menjadi Eka Sila yakni Gotong Royong.&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku sekalian,…… jika kita lihat dari sudut pandang supranatural,&lt;br /&gt;Gotong Royong yang paling tinggi adalah Kegotong Royongan Organik yakni Manusia, maka disinilah....... kita sudah kehilangan nurani kebangsaan kita. Sosio cultural yang kian dipengaruhi oleh paham asing semakin menjauhkan kita pada diri kita sendiri. Hal ini jelas sangat berbahaya dan dapat melemahkan bangsa ini. Karenanya, mari kita bersama-sama bangkit dan kembali kepada jati diri kita. Yakni,  jati diri yang cinta Bangsa dan ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Sehingga kami mengingat berjuta Rakyat bersama Sultan HB X di alun-alun Yogya telah menggemakan SUMPAH RAKYAT       Yang Isinya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErkF6KaxaI/AAAAAAAABDA/3esjZ1jkilg/s1600-h/IMG_1747.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErkF6KaxaI/AAAAAAAABDA/3esjZ1jkilg/s320/IMG_1747.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209226709170832802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kami Rakyat Indonesia, Mengaku Bertanah Air Satu, Tanah Air Tanpa     &lt;br /&gt;Penindasan.&lt;br /&gt;2. Kami Rakyat Indonesia, Mengaku Berbangsa Satu, Bangsa Yang Gandrung Keadilan.&lt;br /&gt;3. Kami Rakyat Indonesia, Mengaku Berbahasa Satu, Bahasa Kebenaran.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal itu, kami dari Sanggar Supranatural Songgo Buwono telah memulai lewat berbagai event sebagai therapi untuk mewujudkan kembalinya kejayaan Bangsa Indonesia melalui Budaya dan tradisi adiluhung. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut, kami berharap dapat menjembatani “Rekonsiliasi Nasional melalui Budaya” yang tentunya dibarengi dengan menata Nurani.&lt;br /&gt;Mengapa harus pembenahan Nurani…..? Hati nurani inilah yang kini telah terkikis di muka bumi ini. Menghalalkan segala cara hanya untuk kepentingan pribadi sesaat. Keseimbangan antara akal dan hati tak lagi dihiraukan.  Karenanya, menjadi hal yang prinsip bagi kita semua untuk melakukan pembenahan hati nurani secara bersama. Didunia Global/Internasional misalnya malah berkembang Filsafat Organisme/Filsafat Proses yang memandang semesta ini sebagai ber- Struktur ( yakni Lahir-Batin ) dan berproses Awal – Akhir. Sedang Struktur tersebut diatas Budaya Jawa mengenal sebagai ajaran Pamoring Kawulo Gusti, sementara mengenal Prosesnya dikenal sebagai Ajaran Sangkan Paraning Dumadi. Maka marilah kita menata Nurani kita mulai sekarang.&lt;br /&gt;    Karena pembenahan Nurani merupakan  kunci dari segala penyelesaian masalah bangsa, bahkan dunia sekalipun. Banyak hal yang dapat kita lakukan, namun titik tumpu utamanya adalah “kita harus berani menata ulang nurani kita yang sudah bobrok degantikan dengan Nurani kemanusiaan yang sadar akan jati dirinya, karena manusia telah lupa akan jati dirinya.&lt;br /&gt;Untuk itu, perlu suatu terapi yang tepat guna. Contoh dari kami datangnya bencana bergantung pada bagaimana manusia bersikap terhadap sesamanya, manusia terhadap alam dan manusia terhadap Tuhanya. Maka manusia harus ingat akan asal kita dari mana, untuk apa dan mau kemana ( Sangkan Paraning Dumadi )&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErlDki5XlI/AAAAAAAABDI/gV0LCFFl_6Y/s1600-h/IMG_1739.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErlDki5XlI/AAAAAAAABDI/gV0LCFFl_6Y/s200/IMG_1739.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209227768519810642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pramila, monggo kulo panjenengan sami, tansah eling lan waspada, sampun      ngantos celak-celak mahesa mindak gupak, mindak katut kridaning Alam.&lt;br /&gt;Kulo ngaturaken agunging panuwun maring sih paduka, dhumateng para sadherek ingkang lenggah ing riki, awit seserepan ingkang saget kawula tampi kanthi tarwaca, miwah saget anjabaraken pangertosan kawula, mliginipun ingkang magepokan kalawan wewarah, sarta tuntunan ingkang jumbuh kalawan SEJARAH NALURI BUDAYA, Tradisi nenek moyang. Inggih saking punika kawulo saget mawas lekasipun poro kawulo ingkang cengkah miwah nyingkur dateng sejarah tradisi nenek moyang. Reh ning wekdal  punika manungsa sampun kalajeng anggenipun kadlarung cengkah klawan bebenering Allah, cengkah klawan hukum ing alam, inggih bebenering alam, sedoyo titah jalma manungsa ingkang gesang ing madyapada wekdal punika purun mboten purun inggih kedah nampi bebenduning Allah. Mugi-mugi kemawon manungsa inkang gesang ing tahun 2007 lan sak lajengipun, sampun ngantos tiru-tiru dateng pakarti miwah lampah jantraning manungsa ingkang cengkah lan nyingkur dateng naluri budaya tradisi nenek moyang, ingkang sayekti saget dados lestarining agesang. Kanthi makaten mugi sang alam paring kawelasan lan mugi Allah paring pangapunten dumateng kito sedoyo. Wusana kita sedoyo lestari ing gesang. Pramila mangga kito sami-sami kekeh kukuh nggondeli wawaton, inggih menika naluri bilih kita bakal bisa nlesep sela selaning garu, mugi kita sedoyo pikantuk rahayu ingkang pinanggih. Maka pada ajaran Sanggar Supranatural Songgo Buwono dikembangkan ajaran Sultan Agung yang isinya “ Memasuh Malaning Bumi, Mangasah Mingising Budi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sambutan dari kami, sekiranya ada kesalahan ucapan atau kekurangan dalam penyelenggaraan Silaturahmi Kebangsaan dengan thema Nasionalisme yang Religius. Saya pribadi mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ormas Honggo Dento, ormas se-azas, dan ormas-ormas yang  ber-sinergi, yang telah memberi waktu untuk menyampaikan pandangan sebagai supranatural. &lt;br /&gt;Semoga acara ini dapat membangkitkan nurani kita yang telah terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, Billahi Taufiq wal hidayah, Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,&lt;br /&gt;Salam sejahtera bagi kita semua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Tamu Undangan yang kami hormati . . .,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya, atas waktu yang telah Bapak/Ibu luangkan untuk menghadiri pertemuan ini. Sungguh kami sadari, undangan ini demikian mendadak sehingga tentu saja mengacaukan agenda kegiatan Bapak/Ibu.&lt;br /&gt;Namun kami yakin, keprihatinan dan kepedulian kita terhadap persoalan yang dihadapi bangsa ini, akan mampu menyisihkan waktu dan kepentingan lainnya.&lt;br /&gt;Syukur alhamdulillah, Yang Mahakuasa pun berkenan mengizinkan kita bertemu dan berkumpul di sini, pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini pula, kami mohon maaf kepada pihak-pihak yang seharusnya pantas dan layak hadir di sini, namun terlewat dari undangan kami. Bukan maksud kami sengaja mengabaikan, tetapi semata-mata karena keterbatasan informasi yang kami miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang kami muliakan . . .,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keprihatinan bersama atas  kondisi bangsa Indonesia saat ini, yang dilanda berbagai macam bencana dan korban dimana-mana kini kami atas nama sanggar supranatural Songgo Buwono menghadiri acara Doa Akbar ini untuk bersama-sama berdo’a memohon ampun atas dosa yang kita perbuat atas bumi ini yang telah diamanatkan Tuhan pada kita semua agar dirawat, dirumat dan di jaga. Mari kita sama-sama menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa untuk bangkit dari keterpurukan, lepas dari bayang-bayang perpecahan dan memohon agar bencana ini cukup sampai di sini dengan melalui Do’a Akbar ini, mari kita bergandeng tangan memohon ampunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari mana kita akan memulai? Kita akan mulai dari Bantul yang artinya Bantalaning Tulodho kita wujutkan &lt;br /&gt;Apa langkah awal yang harus ditempuh?&lt;br /&gt;Lepas dari keberhasilan atau kegagalannya, berbagai jalan telah kita upayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang kebudayaan, misalnya, kita saksikan kegairahan masyarakat dalam mengekspresikan adat-istiadat dan tradisi lokal mereka. Dari berbagai latar belakang budaya, yang sifatnya lokal-kedaerahan, masing-masing tampil dengan segala pernak-pernik keindahan dan keanggunannya.&lt;br /&gt;Suatu pemandangan yang selama tiga dekade sebelumnya nyaris mustahil kita jumpai.&lt;br /&gt;Semua itu menyadarkan kita, bahwa Adat dan Budaya adalah akar Bangsa yang mesti kita junjung tinggi, kita banggakan, dan kita lestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegakah kita melihat, membiarkan Adat dan Budaya kita tercabik-cabik oleh budaya luar?&lt;br /&gt;Mari kita renungkan adat ketimuran yang hampir luntur. Pergaulan bebas, budaya luar, obat terlarang, minuman keras telah meraja-lela merasuki Anak Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada saat bersamaan masih kita saksikan kekerasan di mana-mana. Konflik antar-kelompok di masyarakat, pemaksaan kehendak dengan dalih menegakkan kebenaran dan keadilan, masih saja terjadi.&lt;br /&gt;Juga musibah bencana alam yang beruntun menimpa saudara-saudara kita di berbagai pelosok negeri tercinta, menambah deretan kepedihan kita. Seolah bangsa ini belum akan lepas dari derita berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi watak manusia, baik ketika mendapat kedudukan atau tidak, selalu merasa kurang puas dan kecewa hatinya.&lt;br /&gt;Sifat angkara murka masih berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu adalah kesalahan sendiri, karena tidak melihat musimnya. Bila kita perhatikan dengan pandangan mata batin, sungguh aneh ulah manusia. Yang jujur, yang dusta hatinya, dapat diketahui dari satu firasat – dari namik. Namun tidak setiap orang mampu, kecuali yang telah terbuka untuk dunia gaib. Paham terhadap rasa, serta ingat akan safi’i di masa lalu, tetapi lebih rumit ceritanya, budi pekertinya telah tampak pada zaman lain. Banyak orang memahami bahasa dan kehidupan bangsa lain, hingga tidak memahami dan menguasai bahasa sendiri. Adat ketimuran hampir punah karena pengaruh bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan adalah inti yang harus diambil agar dapat menambah budi yang kuat. Mari kita pertimbangkan bersama demi kebaikan. Aturlah rakyat dengan baik, yang mengolah bumi, yang dapat dijadikan tanda atau tengara ‘gemah ripah loh jinawi’. Keutamaan laku dalam memimpin negeri atau bangsa harus tahu kewajibannya, berwibawa tutur katanya—Sabda pandhita ratu. Lakukan napak tilas moyang kita, jangan lupakan tradisi dan adat kebudayaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, semua jiwa sentana Mataram harus kembali pada jati dirinya sebagai ‘orang Jawa’. Harus mau hidup rukun dengan sesama, terutama dengan trah Mataram itu sendiri. Harus tahu peran dan fungsinya sebagai ‘trahing kusuma – rembesing madu’. Baik kebetulan diri sebagai pejabat atau raja, atau mungkin rakyat biasa. Namun kita harus sadar, pendiri Mataram yang akan datang sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk Mataram di masa depan atau “Mataram Binangun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi Nusantara kemungkinan masih akan terus-menerus kacau, penuh dengan pertentangan. Ujian pun akan semakin berat, kecuali Mataram Binangun terwujud sesuai dengan keinginan moyang kita. Sudah saatnya, kita mulai menyambung benang merah yang hampir putus, mengumpulkan tulang berserakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin sekalian . . .,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala keterbatasan dan kekurangan, kami memberanikan diri mengetengahkan gagasan RUWAT BUMI PERTIWI ini sebagai langkah awal. Sebagai batu pijak untuk membuka simpul keruwetan yang kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akui, ide ini tidak sepenuhnya berasal dari kami sendiri.&lt;br /&gt;Sekadar contoh, kami merasa terilhami gagasan seorang tokoh, maaf tak perlu kami sebut siapa, yang pernah melontarkan wacana “tobat nasional” menjelang masa reformasi, hampir sepuluh tahun lalu.&lt;br /&gt;Sayang sekali, gagasan arif yang oleh pencetusnya dimaksudkan sebagai wacana menuju rekonsiliasi nasional itu mendapat tanggapan dan reaksi yang kurang proporsional. Kita lebih mempersoalkan istilah, ketimbang makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada RUWAT BUMI PERTIWI, kami maksudkan sebagai langkah awal memaknai kembali pandangan (atau persepsi) dan perlakuan kita pada bumi dan segala isinya, sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah yang telah kita terima.&lt;br /&gt;Makmurkan bumi tempat kita berpijak, dan jangan buat kerusakan di atasnya.&lt;br /&gt;Sudahkah kita renungkan, bahwa selama ini perbuatan kita masih jauh dari pesan yang terkandung dalam amanah tersebut?&lt;br /&gt;Seperti terkandung dalam tema Ruwat Bumi Pertiwi ini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REKONSILIASI NASIONAL MELALUI BUDAYA:&lt;br /&gt;mamasuh malaning bumi – mangasah mingising budi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErpAd1SPVI/AAAAAAAABDg/r8kbTbmv-Xw/s1600-h/Untitled-Scanned-08.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErpAd1SPVI/AAAAAAAABDg/r8kbTbmv-Xw/s320/Untitled-Scanned-08.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209232113224793426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang secara harfiah berarti:&lt;br /&gt;membasuh lukanya bumi – mengasah tajamnya budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bersihkan bumi pertiwi dari noda dan luka yang kita buat—seraya melunakkan budi dan pekerti kita yang masih diwarnai kebengisan dan kekejaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sudah selayaknya kita sadari. Sebagai manusia biasa, tanpa izin Sang Pencipta, mana mungkin kita mampu meruwat Bumi Pertiwi ini. Hanya pertolongan dan kemurahanNya jua yang menjadi sandaran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mari kita bersatu dan bergandeng tangan, tanpa meman-dang Ras – Agama dan Golongan, untuk berdoa bersama memohon ampunan atas dosa dan kesalahan, baik sengaja maupun tidak. Semoga Allah SWT mencurahkan kasih-NYA terhadap kita semua sehingga bumi ini aman. Terhindar dari segala bala’ dan bencana, kekacauan dan keangkara-murkaan. Kita bersihkan mental spiritual kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai supranatural, kami mohon kesediaan semua yang hadir maupun belum dapat hadir, untuk membantu kami turut prihatin mewujudkan cita–cita kita melalui Ruwat Bumi Pertiwi ini. Kepada kalangan spiritualis, mari kita berpegang pada kebenaran dan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErppTjOy3I/AAAAAAAABDo/nl-FQl6_Ks4/s1600-h/P17A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErppTjOy3I/AAAAAAAABDo/nl-FQl6_Ks4/s320/P17A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209232814839352178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang kami muliakan . . .,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kami belumlah apa–apa, dan jujur saja sebagai pencetus acara ini, kami masih mempunyai banyak kekurangan dan membutuhkan sumbang saran serta nasehat untuk langkah selanjutnya. Mustahil kami dapat melaksanakan ini semua dalam kesendirian. Maka kami mohon keikhlasan, ketulusan dan waktu pada Bapak/Ibu, juga para Tokoh yang tidak dapat hadir dalam Seminar ini, untuk bersama-sama membawa acara ini sampai titik yang kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, kami hanya bisa mengantar acara ini dengan penuh harap pada rasa kebersamaan dan kepedulian kita. Semoga langkah awal kita pada hari ini mendapat bimbingan dan kekuatan dari Yang Mahakuasa. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Billahit taufiq wal hidayah&lt;br /&gt;Wal hamdulillahi rabbil ‘alamin&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Terima Kasih&lt;br /&gt;kepada&lt;br /&gt;1.Bapak Drs. H. Idham Samawi, selaku Pelindung, beserta jajaran Pemkab. Bantul yang telah bermurah hati menyediakan tempat dan seluruh fasilitasnya.&lt;br /&gt;2.Bapak Prof. DR. Damardjati Supadjar, sebagai Narasumber Tamu, yang selalu mendampingi selama persiapan hingga akhir acara.&lt;br /&gt;3.Didik Nini Thowok Entertainment, yang telah menyemarakkan acara ini.&lt;br /&gt;4.Semua pihak, yang tidak mungkin disebut satu persatu, yang berpartisipasi menyukseskan acara ini, sejak awal gagasan hingga pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan di Bali dan Daerah. 23 Maret 2007&lt;br /&gt;Bunda Lia Hermin Putri &lt;br /&gt;Hp. 081578802666&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBUDAYAAN – AGAMA &amp; SPIRITUAL&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Mengenal arti Budaya Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBUDAYAAN, berasal dari kata budi yang berarti akal, dan daya yang berarti cipta. Kemudian Budaya memiliki arti kekuatan atau usaha manusia mencakup hasil usaha/daya upaya yang baik dan luhur secara menyeluruh, tanpa membedakan ras/etnis, adat dan agama. Karena kebudayaan adalah pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat dan kemampuan lainnya, yang dirajut menjadi satu kesatuan utuh menghasilkan teknologi dan atau kemampuan jasmaniah yang diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Difusi kebudayaan dapat terjadi akibat akulturasi dan asimilasi.&lt;br /&gt;Akulturasi artinya pertemuan budaya yang berdiri sendiri.&lt;br /&gt;Asimilasi artinya pertemuan budaya yang bercampur menjadi satu.&lt;br /&gt;Pada tanggal 11 Oktober 1951 keputusan Kongres Kebudayaan di Bandung menyebutkan, Seni  dan Budaya adalah hasil dari getaran jiwa dan penyela-rasan perasaan serta pikiran yang dapat mewujudkan ciptaan yang indah dan luhur seperti halnya olah rasa dan ning atau meditasi/olah batin.&lt;br /&gt;Kita kenal beragam Seni: seni tari, seni suara,  seni sungging, seni drama, seni rias, seni bangunan, dan seni sastra.&lt;br /&gt;Sedang budaya atau kebudayaan juga beragam. Budaya nenek-moyang, budaya adat, budaya bangsa. Sebagai bangsa Indonesia yang masih memegang teguh adat kebudayaan nenek-moyang, serta memiliki kepercayaan, kesenian, moral, adat-istiadat, dan kemampuan lainnya, maka kita tidak dapat melepaskan dan menghapuskannya begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan warisan budaya yang masih diyakini, keluarga besar Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO menggulirkan ide dan gagasan untuk meruwat bumi tercinta ini. Dan ruwat tersebut bertajuk RUWAT BUMI PERTIWI, sebagai wujud kepedulian kami atas adat turun-temurun yang memang layak dipertahankan. RUWAT BUMI PERTIWI  ini bertujuan menyelaraskan Adat budaya dan suku seluruh nusantara hingga terkristal menjadi kultur budaya Indonesia yang utuh, tanpa membedakan Agama dan keyakinan lainnya. Dalam acara ini kita berkumpul dalam satu acara Akbar untuk bersama-sama menggelar ritual dan doa demi keselamatan dan keutuhan bangsa agar lepas dari hujatan pihak lain yang ingin memecah-belah persaudaraan.&lt;br /&gt;Di samping itu pula, kita dapat menambah wawasan serta saling mengayomi, menghormati, menghargai, saling tolong-menolong, guna mempererat tali kekeluargaan lewat benang merah yang sudah ada. Mari kita jaga Bumi Pertiwi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Mari bersatu, bergandeng tangan mewujudkan Indonesia menjadi Bangsa dan Negara yang disegani – dihormati – kaya dengan sumberdaya alam dan budaya, dan dikagumi bangsa lain.                                                      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, marilah kita berbaur menyatu melaksanakan RUWAT BUMI PERTIWI dengan rasa ikhlas, khusyuk, jauh dari pamrih,  tanpa memandang ras/etnis – adat – agama – paham politik – dan strata sosial.&lt;br /&gt;Sebagai pencetus ide dan gagasan, kami menghimbau seluruh anak bangsa, Pemuka Komunitas Adat serta Perwakilan Kesultanan seluruh Nusantara, tokoh dan pejabat Daerah, untuk bersama-sama melaksanakan tirakatan–ritual, do’a bersama dan sarasehan, yang dikemas secara adat lewat RUWAT BUMI PERTIWI, sehingga dapat terjalin rasa kesatuan yang utuh dalam berbangsa dan bernegara. Hal ini dapat dipandang sebagai suatu terapi penyembuhan bangsa yang sedang ‘sakit’ tercabik krisis multidimensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap warga dan anak Bangsa yang baik akan menjaga persatuan dan kesatuan. Walau berbeda-beda latar belakang, kita akan tetap bersatu untuk maju dan pantang menyerah! Kemerdekaan adalah hak seluruh umat manusia! Kita harus meningkatkan persatuan dan kesatuan pada lingkungan dan daerah masing-masing.&lt;br /&gt;Marilah kita bersama-sama menjunjung tinggi Indonesia tercinta ini. Dan acara Akbar RUWAT BUMI PERTIWI akan menjadi JEMBATAN untuk menuju Kejayaan Negara dan Bangsa Indonesia. Kita bersatu kembali demi cita-cita luhur para pejuang dan pendahulu kita yang telah gugur dalam membela Tanah Air tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara RUWAT BUMI PERTIWI hakekatnya adalah satu olah wawasan Nusantara, dan merupakan cara pandang dan sikap Bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang serba beragam. Kita satu Tanah Air, satu Bahasa, satu Bangsa: Indonesia. Mari kita bangun Bangsa dan Negara ini dengan tekad, semangat yang tulus dan ikhlas. Karena keragaman merupakan satu kekuatan yang harus diterima dan disyukuri sebagai anugerah dalam kebhinekaan. Dan keanekaragaman budaya ini adalah salah satu potensi kekayaan Bangsa Indonesia yang patut kita banggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya daerah yang berskala lokal pun sudah selayaknya kita kembangkan dan lestarikan. Karena budaya merupakan cermin kualitas Bangsa. Budaya daerah adalah akar budaya Nasional.&lt;br /&gt;Kita memiliki Budaya yang sangat beragam. Hal ini tercermin dalam bahasa daerah, kesenian daerah, busana daerah, senjata dan alat musik tradisional, serta berbagai Upacara Adat Kebudayaan. Semua ini tidak dapat kita hilangkan begitu saja, bahkan tetap harus kita kembangkan. Karena semua ini telah melekat di hati kita sebagai pencinta Budaya dan Adat. Upacara Adat  turun-temurun yang dilakukan selama ini dan telah menjadi tradisi yang melekat di hati kita juga tak boleh luput dari kelestariannya.&lt;br /&gt;Beberapa contoh Upacara adat, seperti Ngaben (pembakaran mayat di Bali), perayaan Maulud Nabi di Yogyakarta yang dikemas dalam bentuk acara Sekaten, Upacara Kasada di Bromo, Rambu Solo, Ruwatan, Bersih Desa, Siraman, Nujuh Bulan, Wayang Kulit, Rambu Tuka, Tiwah, Ngarot, Mamanda, Yuwo dan masih banyak lagi upacara tradisional yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.&lt;br /&gt;Upacara adat tumbuh subur dalam masyarakat kita sebagai Budaya yang berkembang di setiap daerah. Dan hal itu dapat berkembang menjadi pedoman atau aturan setempat. Dengan keberadaan yang demikian, kita harus  melihat dan menilainya secara positif, untuk menambah wawasan dan dapat dijadikan bahan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula acara RUWAT BUMI PERTIWI, kita harus bisa melihat sisi positif yang terkandung di dalamnya. Acara ini membawa pesan mulia yang bertujuan mempererat tali persaudaraan, merajut benang merah, mempererat tali silaturahmi, saling bahu-membahu, hormat-menghormati, saling menghargai, dan saling menjaga daerah masing-masing. Dan di sana tak ada lagi rasa perbedaan suku, adat, budaya dan agama. Karenanya, mari kita bersama-sama menghadiri acara RUWAT BUMI PERTIWI, melaksanakan ritual dan do’a bersama. Acara budaya ini diharapkan akan dihadiri oleh perwakilan eks-kesultanan, pemuka komunitas adat, perwakilan tiap daerah seluruh Nusantara dan undangan lainnya. Diharapkan pula partisipasi segenap lapisan masyarakat dalam menyambut dan memeriahkan acara ini dengan menyumbangkan karya seni/kebudayaan daerah masing-masing dengan suka rela. Harapan kami, sudah saatnya kita saling memandang secara positif adat budaya dan agama lain. Kita apresiasi pertunjukan seni budaya adat daerah lain dengan sikap dan pikiran positif. Berkembangnya unsur budaya lokal akan menumbuhkan rasa bangga dengan budaya nasional Indonesia. Pada gilirannya, kebanggaan memiliki budaya nasional ini akan menjadi modal dasar terciptanya persatuan dan kesatuan nasional yang kokoh. Negara yang kita cintai ini akan kembali memiliki martabat yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Mari kita gapai bersama-sama tujuan dan cita-cita Indonesia jaya. Melalui kekayaan tradisi/adat, budaya, suku dan agama yang kita miliki, tanpa menonjolkan kesenjangan yang ada, terselenggaranya RUWAT BUMI PERTIWI kita yakini dapat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRESS RELEASE, 25 April 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda Lia, Sanggar Supranatural Songgo Buwono – Mbah Marijan, Juru Kunci Gunung Merapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merapi belum akan meletus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal bulan ini, kabar akan meletusnya gunung Merapi semakin santer. Namun berita tersebut dibantah keras Lia Hermin Putri, pimpinan Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO, Parangtritis Bantul, Yogyakarta. Menurut Bunda Lia (panggilan akrab Lia Hermin Putri), berdasar isyarah yang diterimanya, Merapi tidak akan meletus dalam waktu dekat ini. Ditambahkannya, Merapi baru akan meletus bersamaan dengan meluapnya Bengawan Solo.  “Hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat, karena kita baru masuk dalam kurun prahara gupita, belum sampai pada prahara Kalatidha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErmdcW2XPI/AAAAAAAABDQ/4gZYXnFLYWU/s1600-h/IMG_0592.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErmdcW2XPI/AAAAAAAABDQ/4gZYXnFLYWU/s320/IMG_0592.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209229312510024946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Bunda Lia menerangkan, prahara gupita adalah prahara yang berhubungan dengan perilaku makhluk hidup, terutama manusia yang memiliki sifat nggégé mangsa (mengharapkan sesuatu di luar musimnya). Sedangkan yang terjadi pada gunung Merapi bukan termasuk kategori gupita, melainkan siklus alami yang sifatnya periodik. Terkait dengan Merapi, Bunda Lia berpendapat, gunung tersebut mempunyai karakter khas dengan  letusan-letusan kecil yang cukup sering namun tidak membawa dampak terlalu membahayakan. Ibarat manusia yang sedang mengalami demam dan batuk-batuk. Tingginya frekuensi letusan-letusan kecil tersebut memperkecil peluang letusan berskala dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Merapi baru akan meletus kelak bila tiba waktunya prahara kalatidha“ tegas Bunda. “Dan belum tentu dalam lima tahun ke depan akan meletus secara dahsyat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang supranaturalis, pimpinan Songgo Buwono ini berupaya menghambat datangnya prahara Kalatidha yang sangat nggegirisi itu, dengan menggelar ritual khusus di kawasan Merapi. Seiring upaya tersebut, Bunda Lia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memohon kepada sang Pencipta agar kita semua terhindar dari marabahaya. Ritual khusus yang rencananya akan diselenggarakan selama tiga hari itu akan dilakukan bersama Mbah Marijan, juru kunci Merapi yang tinggal di dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman - Yogyakarta. Ritual tersebut akan dibuka dengan menyediakan sesaji ubarampé, mulai dari tumpeng sebanyak 21 rakit, kambing kendit, ayam Cemani, pisang sanggan, hingga aneka buah-buahan. Selain acara yang sifatnya ritual, Bunda Lia juga akan melakukan duduk hening (semadi, red) selama tiga hari tiga malam, 25 - 27 April 2006 ini, di Batu Dampit, persis di bahu gunung Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu doa dan kekhusyukan ritual yang akan dijalankan, para anggota Songgo Buwono ikut mengiringi namun hanya diizinkan melakukannya di lereng gunung, jauh dari lokasi ritual Bunda Lia. “Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya tentang kekhawatiran masyarakat akan meletusnya gunung Merapi, Lia Hermin Putri menjawab tegas, “Saya tidak terlalu khawatir, karena tidak ada isyarah yang menunjukkan Merapi akan meletus. Kalau pun ada, ya itu tadi …, hanya letusan-letusan kecil yang tidak berbahaya” ujarnya dengan nada optimis.  Lia juga menambahkan, ritual tolak bala Merapi ini merupakan bagian dari rangkaian acara Ruwat Bumi Pertiwi, yang juga diprakarsai Sanggar Supranatural pimpinannya. Upacara adat tradisional ini menurut rencana akan dilaksanakan sekitar Agustus mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan meningkatnya aktivitas Merapi beberapa hari terakhir, masyarakat dan pihak otoritas pemerintah saat ini lebih khawatir terhadap bahaya guguran awan pijar, wedhus gèmbèl, dan aliran lava dari puncak Merapi. Tentang wedhus gèmbèl, Bunda Lia menjelaskan, dengan cara apapun wedhus gèmbèl tidak dapat dicegah, karena memang sudah ciri khas Merapi. Untuk menghindarinya, hendaknya manusia memahami bahasa alam yang ada di gunung tersebut. “Kita tidak bisa melawan alam, yang dapat kita lakukan hanya menghindar dengan cara memahami bahasa dan isyaratnya.” Bunda Lia berpesan, jangan kita mendahului Kehendak Yang Mahakuasa, ada baiknya pihak pemerintah lebih bijaksana, dan tidak terburu-buru memberikan informasi yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh jadi Merapi tidak akan meletus dahsyat dalam waktu dekat, namun kita tetap tidak boleh meninggalkan kewaspadaan. Kalau 2011 nanti, kemungkinan Merapi bakal mengalami goncangan dan letusan, walau tak sedahsyat  letusan 1994” kata Bunda Lia menutup paparannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parangtritis&lt;br /&gt;25 April 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pres Release 23 Juli 2006                                 &lt;br /&gt;Lia Hermin Putri                                             &lt;br /&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwono &lt;br /&gt;Hp 081578802666&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Songgo Buwono Bicara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramalan yang Naif dan penyusupan Budaya&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, di saat masyarakat merasa resah karena takut daerahnya dilanda bencana alam yang datang tak diduga-duga seperti yang terjadi di Jogjakarta, Klaten, Sidoarjo,Sulawesi dan sebagainya, beberapa supranatural justeru menambah kegundahan masyarakat. Seperti Permadi dan Mama Lorent yang memprediksikan bencana lebih dazat akan kembali melanda belahan bumi pertiwi ini. &lt;br /&gt;Permadi mengatakan, Jakarta akan terapung, demikian pula Mama Lorent meramalkan Madura akan tenggelam. Sebagai supranatural, saya sangat mengecam pernyataan ke dua orang tersebut. Seorang supranatural hendaknya diam (tidak mengekspos) ketika dia mengetahui prahara apa yang bakal terjadi. Sebaliknya, ketika dia mengeluarkan pernyataan demikian, dia juga harus bisa menerangkan bagaimana cara mengantisipasinya. Kalau tidak bisa, lebih baik diam..., sehingga tidak meresahkan masyarakat. Karena memprediksikan prahara buruk, bisa menjadi do’a atau harapan musibah itu akan terjadi. Sungguh perbuatan naif jika seseorang mengucap sumpah agar peristiwa buruk terjadi.  &lt;br /&gt;Ada sebab, tentu ada akibat. Demikian pula supranatural yang menyatakan akan terjadinya prahara, sudah semestinya dia tau sebab terjadinya prahara itu. Dan dia juga mengerti bagaimana cara mengantisipasinya. Seharusnya upaya mengantisipasi itulah yang harus di kedepankan. &lt;br /&gt;“Bisa membuka, harus bisa menutup. Bisa memprediksikan, juga harus bisa melakukan antisipasi, itu baru supranatural sejati”.&lt;br /&gt;Di saat seperti ini, masyarakat butuh ketenangan, bukan keresahan atau ketakutan, ingat rasa trauma masih ada dihati kenapa justru Spiritual terkenal, ternama, justru membuat hati orang tidak tenang? Apakah pernyataan itu pantas dipublikasikan sehingga membuat keresahan dan ketidak tenangan beraktifitas sehari – hari dan membuat gamang para penentu kebijakkan terutama rakyat miskin yang jiwanya masih trauma dengan peristiwa gempa maupun tsunami. Hendaknya kita sebagai supranatural maupun spiritual memiliki hati nurani seperti samodra! Jangan seperti api yang membuat terbakarnya suasana! Milikilah rasa dan jiwa sebagai orang tua yang bijaksana dan menjadi panutan! Jangan takabur dalam bersikap. Sebagai panutan/spiritual  lebih baik banyak berdoa agar musibah tidak berkepanjangan. Jangan jadikan ‘musim’ bencana dijadikan ajang lomba kepiawaian meramal dan menentukan. Naif dan tabu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu sisi kita sedang dilanda gejolaknya alam, sementara RUU – APP turut andil memperkeruh suasana. Sadarkah mereka akan adanya adat, tradisi dan budaya sebagai akar Bangsa? Apa mungkin adat leluhur kita akan terhapus?  &lt;br /&gt;Negara ini sedang dilanda krisis budaya dan krisis tradisi. Budaya adalah akar bangsa, sementara tradisi menjadi kembangnya Negeri. Wajar jika krisis bencana tersebut terjadi. Sejak ratusan tahun silam negeri ini di jajah oleh budaya luar dan sampai detik ini mereka masih menjajahnya. Sadarkah kita, fahamkah kita? Duri bersemayam didalam daging Negara kita!&lt;br /&gt;Mengapa demikian ? jawabannya adalah, karena Budaya Nusantara yang di selimuti Bhineka Tunggal Ika merupakan kekuatan hakiki yang dapat mempertahankan keutuhan negeri ini. “Keanekaragaman tidak bisa di seragamkan. Keanekaragaman kultur, adat dan budaya hanya bisa disatukan”. Apakah mereka berhak mengukur dengan salah satu agama yang suci akan dapat mengendalikan KARMA? Ingat! Bencana akan datang melanda Solo apa kelak mereka dapat membuktikan dengan kekuatan ke akuanya dengan tumpahan banjir Bengawan Solo? Tidak percaya akan terjadi Banjir Bandang Bengawan Solo BUKTIKAN! Sanggar Supranatural Songgo Buwono dalam Misi dan Visi untuk keselamatan Rakyat dan Masyarakat!Bila  yang dijaga seperti itu lebih baik bila saatnya akan menghadapi bulan Suro atau akhir tahun 2007 ada banjir Bandang menimpa Solo dan sampai Jatim kami akan diam! ingin bukti SILAHKAN! sekarang kita lihat dengan mata terbelalak!&lt;br /&gt;Lambang dan Dasar Negara telah pupus seperti telah kita lepas secara perlahan. Apakah itu namanya Tanggung Jawab?&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, Rancangan Undang-Undang Pornografi dan Porno Aksi (RUU-APP) menjurus kepada penyeragaman budaya, yang kemudian membelenggu, bahkan mematikan ekspresi Budaya dan Tradisi asal. Lebih ekstrim lagi saya katakana, RUU-APP merupakan upaya ‘penyusupan’ kultur baru yang akan mematikan karakter bangsa Indonesia. &lt;br /&gt;Saya yakin, masyarakat tau betul tentang batas-batas pornografi dan porno aksi, batasan-batasan tersebut sangatlah subyektif dan tidak bisa di seragamkan. Katakanlah seseorang telah melakukan porno aksi pada waktu dan tempat yang salah, pelaku bisa dikenakan pasal pelecehan, atau pasal perbuatan tidak menyenangkan yang sudah di atur oleh Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mengapa permasalahan seperti itu harus membias sampai kepada spesifikasi aturan, sementara peraturan yang lain sudah mencakup untuk permasalahan tersebut ? Hal itulah yang kemudian kami mengatakan kalau RUU-APP sebagai upaya ‘penyusupan’ untuk mematikan karakter.&lt;br /&gt;Tidak munafik. Kita tidak mungkin menolak masuknya budaya asing. Namun kita harus menolak jika hal baru yang kemudian mematikan kultur budaya asal yang sudah ada sebagai adat dan Budaya.&lt;br /&gt;Agama sebagai isi dari jiwa dan rasa jangan dibuat senjata untuk menghapuskan adat dan budaya yang sudah mengakar setiap daerah yang ada di Negara kita beberapa ratus tahun yang silam, tidak mungkin akan kita hapus begitu saja.&lt;br /&gt;Ingat, nenek moyang kita dan leluhur kita, sebagai pewaris kita harus mempertahankan budaya dan tradisi leluhur. Jika kita ingin selamat jangan lupakan tradisi leluhur!&lt;br /&gt;Garis besarnya dengan alasan di atas Songgo Buwono menolak dengan adanya RUU – APP. Sebaliknya, kami merasa salut dengan TNI. Sebagai organisasi tersolid menyatakan kembali ke Pancasila dan UUD 45. Dengan sikap TNI yang demikian, berarti TNI telah menilai bahwa UUD 45 dan Pancasila sudah dikhianati oleh pihak lain. Allahuma Amin  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Press release Tgl.29 Juli 2006&lt;br /&gt;Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwon&lt;br /&gt;Hp. 081578802666&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUMBAL TANAH JAWA &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErnJgdW55I/AAAAAAAABDY/v6ucyHFMSs4/s1600-h/IMG_0223.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErnJgdW55I/AAAAAAAABDY/v6ucyHFMSs4/s320/IMG_0223.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209230069525309330" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Senin Tgl.31 Juli 2006 Songgo Buwono menggelar acara Do’a bersama untuk mencegah agar tidak lagi terjadi bencana di wilayah Pulau Jawa.  Pada Pkl. 13.00 WIB sampai Pkl. 16.30 WIB, di Sanggar Supranatural Songgo Buwono, Ibu Idham Samawi (istri Bupati Bantul) membagikan beras, mi instan,telur dan daging kambing kepada seluruh masyarakat yang kurang mampu di wilayah Parangtritis – Mancingan dibantu oleh anggota Songgo Buwono, dengan tujuan Kurban. Acara itu juga masih berkait dengan acara ritual dan do’a bersama. &lt;br /&gt;Pada hari itu juga, selisih beberapa jam, di Sanggar Songgo Buwono diwarnai kesibukan para anggota maupun penduduk setempat menyiapkan 21 Tumpeng dengan 7 jenis nama tumpeng yang berbeda. Tumpeng Kendit, tumpeng Agung, tumpeng Slamet, tumpeng Rosul, tumpeng Kencono, tupeng Tulak, tumpeng Songgo Buwono setiap tumpeng memiliki arti sendiri – sendiri.seperti tumpeng Kendit yang memiliki arti dan tujuan untuk Leluhur agar tetap menjangkung dan merangkul kita semua,tumpeng Agung untuk keslamatan Raja atau pimpinan agar selamat, sejahtera-adil dan bijaksana dalam bertindak sehingga dapat menjadi contoh bagi rakyatnya, tumpeng Slamet untuk keslamatan Negri tercinta, tumpeng Rosul untuk mengigatkan bahwa kita umat beragama agar tetap menjalankan perintah Allah SWT atas petunjuk Nabi besar Muhammad SAW, tumpeng Kencono untuk menciptakan Negri ini agar  segera pulih dari berbagai kericuhan menjadikan  Bumi Keemasan, tumpeng Tulak untuk menolak berbagai Kala baik Bencana alam atau sesuatu yang tidak kita inginkan, tumpeng Songgo Buwono yang artinya sangga bumi untuk mengingatkan pada seluruh rakyat agar mengingat Tradisi dan Budaya Leluhur bahwa Bumi yang kita pijak ini harus selalu dijaga karena ini adalah amanat Allah SWT.&lt;br /&gt;Tujuh macam jenis tumpeng tiap jenis ada 3 yang punya arti sangat peka dan sacral. Mengapa harus ada 3 rakit dan tertuliskan Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Laut Selatan? Lia Hermin Putri, Pimpinan Songgo Buwono menerangkan ; Tujuh mecam jenis tumpeng dan masing-masing di buat sebanyak tiga rakit itu melambangkan Mataram dijangkung oleh tiga titik kekuatan yakni Gunung Lawu, Merapi dan Laut Selatan. Dan dalam perjanjian leluhur ratusan tahun lalu, ke tiga kekuatan tersebut harus menjangkung dan Melindungi Mataram. &lt;br /&gt;Namun sangat disayangkan, ke tiga titik kekuatan tersebut semua telah dilupakan pihak Mataram, dan hanya beberapa orang desa  atau mereka yang mendarah daging saja yang masih memakai tata cara Leluhur tersebut. Kami yang tetap mengingat perjanjian sacral itu sangat terpukul dengan ditinggalkannya Budaya dan Tradisi yang sebetulnya harus di hargai dan dilestarikan. Karena, walau bagaimanapun dalam kosmologi masyarakat jawa, ke tiga titik tersebut tidak boleh dilepas, dan harus di rumat sesuai dengan adapt dan tradisi nenek moyang.  Sesungguhnya hal itulah yang bakal membuat ketentraman di setiap sudut tanah Mataram ini.&lt;br /&gt;Selain tujuh tumpeng, ada beberapa jenis lagi yang dipersiapkan untuk dilarung dan di labuh, yakni 3 sanggan pisang Raja, 3 tambir buah segar, 3 tambir jajan pasar, 2 tambir bunga setaman yang ditata rapi, 3 ekor kepala-kulit-ekor dan kaki kambing kendit, 3 ayam Cemani, 3 ekor Angsa Putih, 3 ekor Bebek putih, 3 ekor Burung Perkutut pilihan, 3 ekor burung Merpati, 3 ekor ayam tulak dan seperangkat pakaian berwarna hijau serba sutra serta kain panjang. Semuanya di labuh(dibuang kelaut)&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan acara tersebut mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Acara tersebut memakan dana sebesar Rp.25.000.000. Mahalnya biaya dikarenakan persyaratan yang ada memang agak sulit di dapat. Ironisnya, mereka yang memiliki bahan yang dibutuhkan untuk acara, justeru cenderung memanfaatkan untuk mengambil keuntungan yang lebih. Padahal upacara tersebut jelas untuk kepentingan masyarakat banyak. Yakni upaya menyelamatkan masyarakat dari bencana dan musibah yang lebih besar. &lt;br /&gt;Secara naluri kemanusiaan, sudah semestinya kita saling bahu membahu agar acara ritual dan do’a bersama dapat berjalan dan membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Bukan malah sebaliknya, mereka justeru mengambil kesempatan dan memakai ‘aiji mumpung’, mumpung barang-barang tersebut dibutuhkan sehingga mereka memasang harga tinggi. Seperti halnya harga kambing kendit, Ayam Cemani dan kebutuhan lainnya, mereka yang kebetulan memiliki hewan tersebut mematok harga yang demikian mahal. Sekali lagi, padahal itu untuk kepentingan ritual yang bertujuan untuk keselamatan masyarakat. Sungguh na’if jika kita hanya melulu memikirkan tentang materi. &lt;br /&gt;Walau demikian, Bunda Lia dengan sabar, kebutuhan itu tetap saja dibeli untuk memenuhi sarat lengkapnya ritual. Hal ini mengingat kesemuanya adalah untuk menyelamatkan masyarakat Mataram – Yogyakarta dan pulau Jawa.&lt;br /&gt;Semua yang Bunda Lia lakukan bersama Ibu Idham Samawi (istri Bupati Bantul) adalah upacara untuk menumbali tanah Jawa agar tidak terjadi bencana lagi baik gempa, badai, tsunami dll, Allahumma, Amin. Acara dilaksanakan pada malam Selasa Kliwon  Tgl.31 Juli 2006 agar &lt;br /&gt;Mengapa ritual dengan adat dan tradisi jawa harus dilakukan ? Kita harus sadar antara do’a dan tradisi memiliki ikatan yang erat bahkan seperti dua mata pedang yang tidak bisa di pisahkan. Betapa tidak, tradisi atau tata cara merupakan suatu ‘kendaraan’ untuk sampainya suatu keinginan dalam memohon. Sementara kesakralan dapat di jadikan sebagai kekusyukan kita dalam berdo’a. Karenanya, tradisi ritual merupakan tradisi sacral yang tidak boleh di tinggalkan. Terlebih pada masyarakat Jawa, karena hal demikian dapat menciptakan suatu keseimbangan baik bagi manusia selaku jagad cilik maupun alam yang merupakan jagad raya atau jagad besar yang kesemuanya itu sudah di titipkan oleh sang maha kuasa kepada manusia dan mahluk lain sebagai penghuni alam ini.&lt;br /&gt;Ini sudah menjadi suatu hal yang jelas, dimana Tuhan sang maha pencipta yang juga maha kuasa telah menitipkan atau memberi kuasa untuk meruat dan merawat segala isi bumi kepada para penghuninya. Manusia salah satu penghuni bumi yang memiliki akal dan budui pekerti, tentu memiliki tradisi atau tata cara dalam meruwat dan merawat alam ini. Seperti halnya tradisi sacral yang kami laksanakan, itu merupakan suatu tata cara yang sudah turun temurun dilakukan oleh para leluhur. Bahkan bagi kami, ritual yang demikian harus dilakukan dan tidak bisa di tawar-tawar lagi. Disamping sebagai upaya pelestarian budaya dan tradisi, upacara tersebut juga menjadi pemicu kekhusyukan dalam berdo’a memohon kepada Sang Pencipta.&lt;br /&gt;Ini terbukti ketika kami melakukan ritual, kami selalu di beri isyaroh atau petunjuk apa yang bakal terjadi, dan harus bagaimana menghadapi hal yang akan terjadi. Bahkan kami pun di beri gambaran untuk mereda bencana yang bakal terjadi.&lt;br /&gt;Seperti halnya Ritual yang baru saja kami gelar, kami diberikan pertanda akan terjadi kembali bencana di beberapa tempat, dan kami juga diberikan petunjuk apa yang harus kami lakukan agar musibah urung terjadi.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan akan terjadinya lagi bencana alam di beberapa wilayah, saya tidak berani mengutarakan, karena saya takut terjadi kesalah pahaman. Namun yang jelas kami terus berupaya dan mengajak segenap masyarakat tetap waspada dan memohon kepada Tuhan agar bencana yang sudah menjadi ‘suratan’ alam dapat berubah menjadi ketentraman dan keselamatan. Amin Allahuma Amin.&lt;br /&gt;Sekali lagi saya sampaikan, dunia akan terus mengalami bencana alam sepanjang lima musim. Untuk Indonesia masih akan terus mengalami bencana sampai pada akhir tahun 2007. Ma’af, ini bukan merupakan ramalan, melainkan petunjuk atau isaroh ghoib yang kami tangkap.&lt;br /&gt;Demikian pula tanah jawa, wilayah Mataram pada khususnya, setelah kami melakukan labuhan “Tumbal Mataram dan Tanah Jawa” bukan berarti akan lolos dari bencana alam dengan begitu saja. Karena Jauh sebelumnya tanah mataram terkait dengan satu perjanjian sacral yang mau tidak mau pihak Mataram harus mematuhi perjanjian tersebut. Dari isi perjanjian tersebut diantaranya adalah harus menjunjung tinggi adat, budaya dan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun. Jujur saya katakan, saat ini Mataram tengah dilanda krisis budaya dan tradisi, musibah dan bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu, hanyalah sebagai peringatan agar Mataram kembali kepada adat dan tradisi nenek moyang yang saat ini telah dilupakan.  “Pangling kepada diri sendiri, itu yang menjadi permasalahan serius dan sacral bagi Mataram”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-1296512100062710272?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/1296512100062710272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/1296512100062710272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2007/12/kliping-koran.html' title='Kumpulan Press Release 2007'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/SErtbww1gBI/AAAAAAAABD4/G22NNLKsPHQ/s72-c/DSC_0066.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-4497192871311178480</id><published>2007-08-17T11:20:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T11:39:39.537+07:00</updated><title type='text'>Sosok Wanita Pengemban Amanat Kanjeng Ratu Kidul</title><content type='html'>Press Release&lt;br /&gt;Hasil Wawancara dengan Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwono &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi bencana dan bencana terakhir ini seolah alam ini sudah murka dan menunjukkan keangkuhannya sehingga seperti ingin mempermalukan kita.&lt;br /&gt;Meledek kesombongan dan keangkara-murkaan kita, dari gempa, tanah longsor, punting beliung, tsunami, dan pagebluk. Dengan tingkat kehancuran fisik/materi dan korban manusia dalam jumlah yang sungguh luar biasa.&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsUmDc04ESI/AAAAAAAAAZc/DwgXDjP_X_4/s1600-h/000024.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsUmDc04ESI/AAAAAAAAAZc/DwgXDjP_X_4/s200/000024.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099523993786388770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;            Padahal Bunda Lia Hermin Putri (37 Thn)  telah mengingatkan tengara/sasmita bencana yang bakal terjadi pada kita semua melalui media cetak maupun elektronik. Sementara kita malah terseret dalam silang pendapat dan berebut ketenaran tentang siapa yang telah peduli pada krisis bencana yang melanda di Negeri tercinta Indonesia. Sementara Bunda Lia bersama ratusan anggotanya dengan diam-diam tanpa pamrih popularitas menghadang segala resiko bahaya, saat Merapi akan meletus Bunda Lia bersama anggota intinya langsung mendaki Gunung Merapi yang mana tidak jadi meletus, issue tsunami di laut selatan, Bunda Lia bersama beberapa anggotanya menjalankan ritual kungkum dari jam.21.00 sampai beduk Subuh selama 7 malam diiringgi labuh sesaji akhirnya berhasil juga, tsunami tidak terjadi di Parangtritis dan Yogyakarta-pun terlepas dari tsunami dan penduduk sekitarnya bisa tenang. Mari kita ajak Bunda Lia berkomentar sedikit tentang Pemimpin Bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya ; Selamat siang Bunda Lia sebutan apa yang pantas untuk Bunda karena Spiritual iya, Budayawan iya, Tata Negara iya mengerti, setiap Ramalan tepat apa yang pantas dan cocok, kami sebutkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab ; Sebutan, Nama dan Profesi atau ketenaran apalah artinya mas buat saya, saya lebih senang dengan sebutan Rakyat biasa, karena saya lahir dari kalangan petani miskin dari lereng Gunung Lawu. Kelebihan yang saya miliki mungkin karena kebetulan saja dan tidak dapat untuk kita buat untuk sembarangan karena ini adalah amanat yang harus kita pegang erat dan mesti kita gunakan untuk Rakyat dan Masyarakat yang membutuhkan. Karena Amanat yang saya terima mesti kita jaga agar tidak untuk sembrono, angkara murka, sombong-sombongan, dan menjual ilmu kita dengan nilai Rupiah. Kita mesti benar-benar harus Jujur, Sabar, Ikhlas melakukan apa saja yang kita terima. Kita mesti mengingat Nyawa adalah Pinjaman, Harta titipan dan Drajat Cuma Sampiran, semua adalah milik Yang Maha Kuasa. Jadi kita mesti menjaga dan menerima ing pandum( menerima pemberian YME )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya ; Bunda seorang Supranatural suka menolong yang lemah, tidak sombong seorang wanita yang cantik, hidup sendiri dengan 3 anak, tegar menghadapi tantangan dan fitnah apakah ini semua Bunda lakukan juga karena amanat atau mungkin ada salah satu ilmu bunda yang mengharuskan bunda demikian, apa tidak ada niat untuk berkeluarga lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab ; Sanjungan anda berlebihan buat saya mas, saya wanita biasa dan seperti wanita yang lain untuk tetap tegar mendidik anak dan ratusan anggota dalam kesendirian, inipun salah satu amanat Tuhan yang wajib saya laksanakan, ilmu kita tidak ada yang bertentangan dengan norma Agama jadi tidak ada ajaran kami yang demikian, masalah berumah tangga lagi saya masih belum yakin karena tidak semua orang menyukai pekerjaan saya yang sudah mengakar dan mendarah daging ditubuh ini dan sayapun mesti siap pergi membantu sesama kedaerah-daerah untuk Bakti Sosial berhari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya ; Bunda bagaimana menurut Bunda Lia dengan Peringatan HUT 62 adakah komentar Bunda Lia ? Siapakah yang pantas menurut Bunda Pemimpin kita yang duduk di RI I nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab ; Tentunya kalau HUT RI kita menyebut MERDEKA ! Tolong kita merenung sejenak dan pakai nalar dan pikiran yang jernih, MERDEKA dari Bangsa Asing secara fisik tetapi kita sudah merdeka apa belum dari Bangsa sendiri? Kita ini belum Merdeka mas terutama penjajahan ekonomi yang sekarang ini memasuki fase penjajahan dan kebodohan Bangsa sendiri yang disebut Pejabat/ Aparat yang tidak jujur (yang pantas disebut Penjahat) apakah kita masih bisa bilang MERDEKA ? Rakyat kecil masih diperas dengan berbagai macam pajak dan pungutan yang tidak jelas buat apa uangnya dan lari kemana? Apakah Rakyat tidak menjeri? Apakah Rakyat tidak menangis ? Apabila Kemiskinan, Pengangguran dan Kebodohan masih ada dimana-mana dan Derita masih dirasakan Rakyat apalah arti Kemerdekaan ini? Pantaskah kita merasa MERDEKA sedang yang menjajah Bangsa sendiri? Masih pantaskah kita mengatakan MERDEKA, sementara anak Bangsa saling  bermusuhan, saling membunuh antar Suku, Ras, Agama dan Golongan lebih-lebih sekarang timbul puluhan partai apakah ini mendidik? Justru akan merusak jati diri Bangsa dan anak Bangsa. Apakah Nenek Moyang kita mengajari tata krama yang demikian brutal tanpa memiliki Naluri Budaya Adi Luhung? Mari kita Tanya pada hati Nurani kita semua! Sudahkan kita MERDEKA? Kemedekaan sekarang ini yang pantas disebutkan kemerdekaan untuk siapa?&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsUmR804ETI/AAAAAAAAAZk/wB9aZjVqmDM/s1600-h/000022.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsUmR804ETI/AAAAAAAAAZk/wB9aZjVqmDM/s200/000022.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099524242894491954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masalah pemimpin Bangsa nantinya yang cocok adalah orang baru dan jujur dapat mengangkat Bangsa dan Rakyat dari keterpurukan dan kemiskinan jati diri, dan yang jelas bukan Pembunuh orang yang tidak berdosa.&lt;br /&gt;Kita harus dapat mempertahankan NKRI apapun resiko  yang harus kita hadapi, kita percaya Indonesia tetap Jaya, asal Dasar Negara Pancasila jangan sampai hilang dan harus di pakai, dan UUD 45 pun mesti di pakai.&lt;br /&gt;Kalau kita laksanakan bersama dengan murni dan konsekwen, niscaya Bangsa kita tidak durhaka terhadap Negara. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 62 sekali Merdeka tetap Merdeka. Hayu-hayu-hayu Niskala. Mari kita pertahankan NKRI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-4497192871311178480?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/4497192871311178480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/4497192871311178480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2007/08/sosok-wanita-pengemban-amanat-kanjeng.html' title='Sosok Wanita Pengemban Amanat Kanjeng Ratu Kidul'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsUmDc04ESI/AAAAAAAAAZc/DwgXDjP_X_4/s72-c/000024.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-5169159628699425415</id><published>2007-08-16T19:04:00.000+07:00</published><updated>2007-08-16T19:37:05.815+07:00</updated><title type='text'>KUNCI UNTUK MEMBANGKITKAN BANGSA dan MENCEGAH BENCANA</title><content type='html'>Press Release &lt;br /&gt;Wawancara dengan Bunda Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Baik rakyat kecil hingga kalangan menengah keatas sampai pejabat tinggi siapa yang tidak kenal dengan Bunda Lia Pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono Parang Kusumo Yogyakarta ?&lt;br /&gt;Bunda Lia prihatin atas kondisi Bangsa Indonesia saat ini, kita coba berbincang sejenak dengan Bunda Lia Hermin Putri, agar Bangsa Indonesia dapat menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh elemen Bangsa agar bangkit dari keterpurukan, lepas dari bayang-bayang perpecahan dan bebas dari rasa takut akan datangnya bencana yang tanpa kita sadari datangnya.&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsQ9as04CFI/AAAAAAAAAH0/gQaDJ2T6-LI/s1600-h/000011.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsQ9as04CFI/AAAAAAAAAH0/gQaDJ2T6-LI/s200/000011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099268207009073234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya ; Bagaimana menurut kaca mata batin Bunda Lia tentang kondisi Bangsa Indonesia saat ini?&lt;br /&gt;Bunda ; Semua adalah kesalahan sendiri , karena manusia tidak melihat musimnya. Bila kita melihat dengan pandangan dengan mata batin, sungguh aneh ulah manusia, yang jujur, yang dusta hatinya, dapat kita lihat dari satu firasat dari namik. Namun tidak setiap orang mampu, kecuali yang terbuka hatinya untuk dunia ghaib.  &lt;br /&gt;Paham terhadap rasa, serta ingat akan safi’i dimasa lalu, tetapi lebih rumit ceritanya dan tidak dapat dinalar dengan akal manusia, budi pekertinya telah tampak pada jaman lain. &lt;br /&gt;Sekarang banyak orang memahami bahasa dan kehidupan bangsa lain, hingga tidak memahami dan menguasai bahasa sendiri adat ketimuranpun hampir punah karena pengaruh bangsa lain. Sampai-sampai watak manusia ketika mendapat kedudukan atau tidak selalu kurang puas akhirnya timbul sifat angkara murka dan menghalalkan cara untuk kepentingan pribadi sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya ; Bunda sebagai tokoh budaya dan spiritual lalu bagaimana tentang kebudayaan kita menurut Bunda?&lt;br /&gt;Bunda ; Kebudayaan adalah inti dan kunci sebagai akar Bangsa yang harus kita ambil agar dapat menambah budi pekerti yang kuat, Adat dan Budaya yang mesti kita junjung tinggi, kita banggakan dan harus kita lestarikan. Dari berbagai latar belakang Budaya yang sifatnya lokal kedaerahan, masing-masing tampil dengan segala pernak-pernik keindahan dan keanggunannya. Suatu pemandangan yang selama empat decade nyaris mustahil kita jumpai. Tegakah kita melihat, membiarkan Adat dan Budaya kita tercambik-cambik oleh budaya luar? Mari kita renungkan, adat ketimuran kita hampir luntur dan punah karena pergaulan bebas, budaya luar, obat terlarang, minuman keras, film-film yang tidak mendidik malah meraja lela merasuki anak bangsa jadi kehilangan moral dan susila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya ; Apa komentar Bunda Lia tentang Bangsa dan Kerajaan di Tanah Jawa?&lt;br /&gt;Bunda ; Kita harus bersatu bergandeng tangan membawa Bangsa Indonesia menuju ke Jati Diri dengan jalan menata Nurani kita yang telah bobrok oleh keserakahan dan sebagai penjilat! Mari kita pertimbangkan bersama demi kebaikan, atur rakyat dengan baik, yang mengolah bumi, yang dapat menjadikan tanda dan tengara ‘gemah ripah loh jinawi’ keutamaan laku dalam memimpin negeri atau bangsa harus tahu kewajibannya,  kalau menjadi pemimpin ya harus memiliki 3 sifat yaitu; Hamengku Roso, Hamengku Rogo, Hamengku Cipto. &lt;br /&gt;Hamengku Roso, kita mesti punya rasa cinta kasih kepada sesama dan tidak memiliki nafsu angkara, tidak memiliki sifat iri, tidak sombong dan jembar manah, legowo, berwibawa tutur katanya, Sabdo Pandhito Ratu, melakukan napak tilas moyang kita dan tidak melupakan tradisi budaya kita, apa bila seorang pemimpin memiliki Rasa itu akan membawa ke Hamengku Rogo yaitu memiliki harga diri juga daerah yang dipimpinya memiliki harga diri, setelah dua sikap pemimpin itu mereka miliki dengan sendirinya pemimpin itu memiliki Hamengku Cipto, dia akan menciptakan suasana harmonis dengan rakyat dan semua titah atau perintah tentu didengar dan dijalankan. Contohnya, semua jiwa sentana Mataram harus kembali pada jati dirinya sebagai ‘Orang Jawa’ harus mau hidup rukun dengan sesama, terutama dengan trah Mataram itu sendiri. Harus tau peran dan fungsinya sebagai ‘trahing kusumo-rembesing madu’ baik kebetulan dirinya sebagai pejabat atau raja atau mungkin rakyat biasa. Namun kita harus sadar, pendiri Mataram atau mungkin Majapahit yang telah hilang akan muncul karena segala sesuatunya Allah Hu Alam. Segala sesuatunya telah dipersiapkan untuk “Mataram Binangun atau Majapahit Bangun”. Bumi ini kemungkinan masih akan terus meneruskacau, penuh dengan pertentangan dan bencana. Ujian Bangsa Indonesia pun akan semakin berat kecuali Mataram Binangun atau Majapahit Bangkit terwujud sesuai keinginan Moyang kita. Sudah saatnya kita mengumpulkan tulang berserakan dan menyambung benang merah yang hamper putus.&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsREtc04CHI/AAAAAAAAAIE/iCOIepldIVM/s1600-h/000022.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsREtc04CHI/AAAAAAAAAIE/iCOIepldIVM/s200/000022.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099276225713014898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya ; Bunda Lia apa langkah awal yang harus kita tempuh melihat dan  menyaksikan keadaan Bangsa Indonesia yang sedang dalam kondisi seperti ini?&lt;br /&gt;Bunda ; Tata hati kita dan mulailah dengan Reformasi Nurani kembali pada Naluri Budaya Nenek-Moyang kita sadar akan Sangkan Paraning Dumadhi ( asal kita dari mana, mau apa dan mau kemana ) setelah bekal Nurani kita cukup dapat mengendalikan nafsu angkara murka, baru kita persiapkan untuk Agama, Beramal dan Ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya ; Bunda siapa pemimpin yang cocok untuk Bangsa Indonesia yang akan dating?&lt;br /&gt;Bunda ; Pemimpin Bangsa Indonesia nanti yang cocok adalah orang Baru dan Jujur bisa mengangkat Bangsa dan Rakyat dari keterpurukan yang jelas bukan Pembunuh!&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsRC8M04CGI/AAAAAAAAAH8/hwAQJNwNoUQ/s1600-h/000007.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsRC8M04CGI/AAAAAAAAAH8/hwAQJNwNoUQ/s200/000007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099274280092829794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-5169159628699425415?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/5169159628699425415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/5169159628699425415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2007/08/kunci-untuk-membangkitkan-bangsa-dan.html' title='KUNCI UNTUK MEMBANGKITKAN BANGSA dan MENCEGAH BENCANA'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsQ9as04CFI/AAAAAAAAAH0/gQaDJ2T6-LI/s72-c/000011.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-1780972637927189673</id><published>2007-08-05T23:57:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T00:40:06.144+07:00</updated><title type='text'>Foto Bunda Lia</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSL4M04DbI/AAAAAAAAASk/T92Uh56q6Kg/s1600-h/IMG_1243.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSL4M04DbI/AAAAAAAAASk/T92Uh56q6Kg/s400/IMG_1243.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099354475722182066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSLqc04DaI/AAAAAAAAASc/WRW9tIhSU_A/s1600-h/IMG_0780.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSLqc04DaI/AAAAAAAAASc/WRW9tIhSU_A/s400/IMG_0780.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099354239498980770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSLic04DZI/AAAAAAAAASU/9YDnvp3NBT8/s1600-h/IMG_0779.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSLic04DZI/AAAAAAAAASU/9YDnvp3NBT8/s400/IMG_0779.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099354102060027282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSLYs04DYI/AAAAAAAAASM/mnKAZELhr_Y/s1600-h/IMG_0778.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSLYs04DYI/AAAAAAAAASM/mnKAZELhr_Y/s400/IMG_0778.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099353934556302722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSLQc04DXI/AAAAAAAAASE/zs2vQbQM7ME/s1600-h/IMG_0770.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSLQc04DXI/AAAAAAAAASE/zs2vQbQM7ME/s400/IMG_0770.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099353792822381938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSLIc04DWI/AAAAAAAAAR8/NXRhomjgkgc/s1600-h/IMG_0769.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSLIc04DWI/AAAAAAAAAR8/NXRhomjgkgc/s400/IMG_0769.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099353655383428450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSK_c04DVI/AAAAAAAAAR0/VF01SDmJG04/s1600-h/Nobackgnd-22.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSK_c04DVI/AAAAAAAAAR0/VF01SDmJG04/s400/Nobackgnd-22.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099353500764605778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSK0c04DUI/AAAAAAAAARs/P0Yb8VD1GOM/s1600-h/000037.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSK0c04DUI/AAAAAAAAARs/P0Yb8VD1GOM/s400/000037.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099353311786044738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSKsM04DTI/AAAAAAAAARk/zErV6e74kXk/s1600-h/000015.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSKsM04DTI/AAAAAAAAARk/zErV6e74kXk/s400/000015.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099353170052123954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSKlM04DSI/AAAAAAAAARc/tnbwXhhnwjM/s1600-h/000011.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSKlM04DSI/AAAAAAAAARc/tnbwXhhnwjM/s400/000011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099353049793039650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-1780972637927189673?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/1780972637927189673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/1780972637927189673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2007/08/foto-bunda-lia.html' title='Foto Bunda Lia'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsSL4M04DbI/AAAAAAAAASk/T92Uh56q6Kg/s72-c/IMG_1243.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-8418781011543318249</id><published>2007-08-05T17:45:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T06:39:40.324+07:00</updated><title type='text'>Foto-foto Songgo Buwono</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTf9s04ERI/AAAAAAAAAZU/Llq0QptLyno/s1600-h/000005-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTf9s04ERI/AAAAAAAAAZU/Llq0QptLyno/s200/000005-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099446929188196626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfv804EQI/AAAAAAAAAZM/n2YFPWghX4w/s1600-h/000009-3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfv804EQI/AAAAAAAAAZM/n2YFPWghX4w/s200/000009-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099446692964995330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfqM04EPI/AAAAAAAAAZE/CrKdioS3qps/s1600-h/000012.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfqM04EPI/AAAAAAAAAZE/CrKdioS3qps/s200/000012.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099446594180747506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfjc04EOI/AAAAAAAAAY8/4lV-AnRZV-8/s1600-h/000022.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfjc04EOI/AAAAAAAAAY8/4lV-AnRZV-8/s200/000022.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099446478216630498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfb804ENI/AAAAAAAAAY0/pd5mDxaPV9o/s1600-h/000023.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfb804ENI/AAAAAAAAAY0/pd5mDxaPV9o/s200/000023.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099446349367611602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfT804EMI/AAAAAAAAAYs/W4bZMItT6R8/s1600-h/000026.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfT804EMI/AAAAAAAAAYs/W4bZMItT6R8/s200/000026.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099446211928658114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfNM04ELI/AAAAAAAAAYk/dHSDOOPgiGw/s1600-h/000033.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfNM04ELI/AAAAAAAAAYk/dHSDOOPgiGw/s200/000033.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099446095964541106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfGc04EKI/AAAAAAAAAYc/srS-zZM6sBY/s1600-h/-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTfGc04EKI/AAAAAAAAAYc/srS-zZM6sBY/s200/-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099445980000424098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTe_c04EJI/AAAAAAAAAYU/cc-uOICE8LU/s1600-h/Foto+067.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTe_c04EJI/AAAAAAAAAYU/cc-uOICE8LU/s200/Foto+067.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099445859741339794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTe4s04EII/AAAAAAAAAYM/BsTspEMbW9Y/s1600-h/Foto+068.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTe4s04EII/AAAAAAAAAYM/BsTspEMbW9Y/s200/Foto+068.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099445743777222786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTevs04EHI/AAAAAAAAAYE/S89o-sRbvgk/s1600-h/Foto+069.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTevs04EHI/AAAAAAAAAYE/S89o-sRbvgk/s200/Foto+069.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099445589158400114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTeos04EGI/AAAAAAAAAX8/r9UGCeqxDAk/s1600-h/Foto+129.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTeos04EGI/AAAAAAAAAX8/r9UGCeqxDAk/s200/Foto+129.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099445468899315810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTehM04EFI/AAAAAAAAAX0/x60MNBZe-jA/s1600-h/Foto+136.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTehM04EFI/AAAAAAAAAX0/x60MNBZe-jA/s200/Foto+136.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099445340050296914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTeac04EEI/AAAAAAAAAXs/66osytt0ooI/s1600-h/Foto+192.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTeac04EEI/AAAAAAAAAXs/66osytt0ooI/s200/Foto+192.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099445224086179906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTeTs04EDI/AAAAAAAAAXk/3Evh8YECPY4/s1600-h/Foto+193.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTeTs04EDI/AAAAAAAAAXk/3Evh8YECPY4/s200/Foto+193.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099445108122062898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTeNs04ECI/AAAAAAAAAXc/YN5lHQm3xbw/s1600-h/IMG_0022.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTeNs04ECI/AAAAAAAAAXc/YN5lHQm3xbw/s200/IMG_0022.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099445005042847778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTeHM04EBI/AAAAAAAAAXU/RbLp8VYJRh0/s1600-h/IMG_0032.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTeHM04EBI/AAAAAAAAAXU/RbLp8VYJRh0/s200/IMG_0032.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099444893373698066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTeAs04EAI/AAAAAAAAAXM/XCnK8XQKsFc/s1600-h/IMG_0039.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTeAs04EAI/AAAAAAAAAXM/XCnK8XQKsFc/s200/IMG_0039.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099444781704548354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTd6804D_I/AAAAAAAAAXE/mPoAD3vIJzU/s1600-h/IMG_0040.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTd6804D_I/AAAAAAAAAXE/mPoAD3vIJzU/s200/IMG_0040.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099444682920300530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdz804D-I/AAAAAAAAAW8/lsuDhN09it0/s1600-h/IMG_0068.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdz804D-I/AAAAAAAAAW8/lsuDhN09it0/s200/IMG_0068.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099444562661216226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdrs04D9I/AAAAAAAAAW0/BkelzSWJyiA/s1600-h/IMG_0069.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdrs04D9I/AAAAAAAAAW0/BkelzSWJyiA/s200/IMG_0069.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099444420927295442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdk804D8I/AAAAAAAAAWs/ZPpMQtdt-tA/s1600-h/IMG_0071.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdk804D8I/AAAAAAAAAWs/ZPpMQtdt-tA/s200/IMG_0071.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099444304963178434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdes04D7I/AAAAAAAAAWk/tCoudrNaXws/s1600-h/IMG_0072.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdes04D7I/AAAAAAAAAWk/tCoudrNaXws/s200/IMG_0072.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099444197588996018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdYc04D6I/AAAAAAAAAWc/CBMgqzPQTEY/s1600-h/IMG_0228.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdYc04D6I/AAAAAAAAAWc/CBMgqzPQTEY/s200/IMG_0228.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099444090214813602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdQs04D5I/AAAAAAAAAWU/FLSuBvbf0K8/s1600-h/IMG_0230.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdQs04D5I/AAAAAAAAAWU/FLSuBvbf0K8/s200/IMG_0230.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099443957070827410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdJ804D4I/AAAAAAAAAWM/082A2ARM7XA/s1600-h/IMG_0952.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdJ804D4I/AAAAAAAAAWM/082A2ARM7XA/s200/IMG_0952.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099443841106710402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdC804D3I/AAAAAAAAAWE/JV_UBIZMfao/s1600-h/IMG_0963.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTdC804D3I/AAAAAAAAAWE/JV_UBIZMfao/s200/IMG_0963.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099443720847626098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTc7M04D2I/AAAAAAAAAV8/30a0AdnoMKk/s1600-h/IMG_1011.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTc7M04D2I/AAAAAAAAAV8/30a0AdnoMKk/s200/IMG_1011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099443587703639906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTc0M04D1I/AAAAAAAAAV0/msKoPecYShI/s1600-h/IMG_1016.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTc0M04D1I/AAAAAAAAAV0/msKoPecYShI/s200/IMG_1016.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099443467444555602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTcsM04D0I/AAAAAAAAAVs/KtlSRGlp9N4/s1600-h/IMG_1046.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTcsM04D0I/AAAAAAAAAVs/KtlSRGlp9N4/s200/IMG_1046.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099443330005602114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTcjc04DzI/AAAAAAAAAVk/szLlPMtnksw/s1600-h/IMG_1241.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTcjc04DzI/AAAAAAAAAVk/szLlPMtnksw/s200/IMG_1241.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099443179681746738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTcZ804DyI/AAAAAAAAAVc/p5CDuO6C3ZQ/s1600-h/IMG_1348.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTcZ804DyI/AAAAAAAAAVc/p5CDuO6C3ZQ/s200/IMG_1348.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099443016472989474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTcRM04DxI/AAAAAAAAAVU/WlZuid85W0w/s1600-h/IMG_1361.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTcRM04DxI/AAAAAAAAAVU/WlZuid85W0w/s200/IMG_1361.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099442866149134098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTcGc04DwI/AAAAAAAAAVM/6QL-QxLpr_E/s1600-h/IMG_1361.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTcGc04DwI/AAAAAAAAAVM/6QL-QxLpr_E/s200/IMG_1361.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099442681465540354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTcAM04DvI/AAAAAAAAAVE/b-H-uMkYS8Q/s1600-h/IMG_1375.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTcAM04DvI/AAAAAAAAAVE/b-H-uMkYS8Q/s200/IMG_1375.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099442574091357938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTb5c04DuI/AAAAAAAAAU8/cmXhmM-Af54/s1600-h/IMG_1523.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTb5c04DuI/AAAAAAAAAU8/cmXhmM-Af54/s200/IMG_1523.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099442458127240930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTby804DtI/AAAAAAAAAU0/pStuMDim1G0/s1600-h/IMG_1525.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTby804DtI/AAAAAAAAAU0/pStuMDim1G0/s200/IMG_1525.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099442346458091218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTbr804DsI/AAAAAAAAAUs/95p7OIypZqI/s1600-h/IMG_1528.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTbr804DsI/AAAAAAAAAUs/95p7OIypZqI/s200/IMG_1528.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099442226199006914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTbeM04DrI/AAAAAAAAAUk/A1Zhf8wsnew/s1600-h/IMG_1531.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTbeM04DrI/AAAAAAAAAUk/A1Zhf8wsnew/s200/IMG_1531.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099441989975805618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTbMc04DqI/AAAAAAAAAUc/lQ-G4SppixI/s1600-h/IMG_0039.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTbMc04DqI/AAAAAAAAAUc/lQ-G4SppixI/s200/IMG_0039.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099441685033127586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTbEc04DpI/AAAAAAAAAUU/GNXR_kSZXBo/s1600-h/IMG_1596.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTbEc04DpI/AAAAAAAAAUU/GNXR_kSZXBo/s200/IMG_1596.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099441547594174098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTa8M04DoI/AAAAAAAAAUM/mkb7dzshjyU/s1600-h/IMG_1700.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTa8M04DoI/AAAAAAAAAUM/mkb7dzshjyU/s200/IMG_1700.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099441405860253314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTazs04DnI/AAAAAAAAAUE/ZWFNq9WWElA/s1600-h/IMG_2105.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTazs04DnI/AAAAAAAAAUE/ZWFNq9WWElA/s200/IMG_2105.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099441259831365234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTaf804DmI/AAAAAAAAAT8/sRUNiPfM0tM/s1600-h/IMG_2107.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTaf804DmI/AAAAAAAAAT8/sRUNiPfM0tM/s200/IMG_2107.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099440920528948834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTaSs04DlI/AAAAAAAAAT0/yn-61PngmKo/s1600-h/Copy+of+IMG_2109.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTaSs04DlI/AAAAAAAAAT0/yn-61PngmKo/s200/Copy+of+IMG_2109.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099440692895682130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZ9s04DkI/AAAAAAAAATs/YAG1GvIzOBs/s1600-h/Copy+of+Jaladri2007+015.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZ9s04DkI/AAAAAAAAATs/YAG1GvIzOBs/s200/Copy+of+Jaladri2007+015.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099440332118429250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZqs04DjI/AAAAAAAAATk/RcmqwcTc7VI/s1600-h/Jaladri2007+119.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZqs04DjI/AAAAAAAAATk/RcmqwcTc7VI/s200/Jaladri2007+119.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099440005700914738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZjM04DiI/AAAAAAAAATc/Gd_eE4CYsMk/s1600-h/Jaladri2007+120.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZjM04DiI/AAAAAAAAATc/Gd_eE4CYsMk/s200/Jaladri2007+120.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099439876851895842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZbc04DhI/AAAAAAAAATU/-yrUPp6Bp-A/s1600-h/Jaladri2007+123.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZbc04DhI/AAAAAAAAATU/-yrUPp6Bp-A/s200/Jaladri2007+123.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099439743707909650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZT804DgI/AAAAAAAAATM/WwQU7Ugft9g/s1600-h/Jaladri2007+124.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZT804DgI/AAAAAAAAATM/WwQU7Ugft9g/s200/Jaladri2007+124.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099439614858890754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZNM04DfI/AAAAAAAAATE/Ew9uatzNJu0/s1600-h/Jaladri2007+139.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZNM04DfI/AAAAAAAAATE/Ew9uatzNJu0/s200/Jaladri2007+139.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099439498894773746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZF804DeI/AAAAAAAAAS8/3lZRm_q1LNc/s1600-h/Jaladri2007+156.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTZF804DeI/AAAAAAAAAS8/3lZRm_q1LNc/s200/Jaladri2007+156.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099439374340722146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTY7804DdI/AAAAAAAAAS0/szxqLldV2Ew/s1600-h/Picture+200.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTY7804DdI/AAAAAAAAAS0/szxqLldV2Ew/s200/Picture+200.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099439202542030290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTYzM04DcI/AAAAAAAAASs/nmqTelJwB10/s1600-h/Picture+202.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTYzM04DcI/AAAAAAAAASs/nmqTelJwB10/s200/Picture+202.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099439052218174914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-8418781011543318249?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/8418781011543318249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/8418781011543318249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2007/08/blog-post.html' title='Foto-foto Songgo Buwono'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/RsTf9s04ERI/AAAAAAAAAZU/Llq0QptLyno/s72-c/000005-1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-8726284925284039369</id><published>2007-07-07T15:28:00.000+07:00</published><updated>2007-07-08T02:06:45.076+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritual Rutinitas'/><title type='text'>Membuka Sandi Alam</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/Ro_HZSw0ADI/AAAAAAAAAAM/Fop-G9DJujU/s1600-h/ritual.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/Ro_HZSw0ADI/AAAAAAAAAAM/Fop-G9DJujU/s320/ritual.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5084501741671809074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwono Labuhan malam Jumat Kliwon &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal bulan ini, kabar akan ada tsunami dan gempa semakin santer. Namun berita tersebut dibantah keras Lia Hermin Putri, pimpinan Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO, Parangtritis Bantul, Yogyakarta. Menurut Bunda Lia (panggilan akrab Bunda Lia), berdasar isyarah yang didapatnya, dalam bulan Juni dan Juli tidak akan terjadi bencana tersebut diatas dalam waktu dekat ini. Memang kita mengadakan Ritual kemarin Tgl.21 Juni 2007 tepatnya malam Jumat Kliwon bertujuan membuka rahasia alam dan kita telah mendapat banyak isaroh dan jawaban sandi alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Bunda Lia menerangkan, alam ini memang masih murka dengan perilaku manusia, dan kita memang menghadapi Goro-Goro yaitu prahara gupita adalah prahara yang berhubungan dengan perilaku makhluk hidup, terutama manusia yang memiliki sifat nggégé mangsa (mengharapkan sesuatu di luar musimnya). Karena manusia belum sadar sepenuhnya akan Jati Diri dan Nurani kita yang semakin bobrok ini. Bangun kesadaran ini dengan mengubah perilaku, hanya dengan jalan ini yang bisa menyelamatkan kita dari negative alam. Kita harus terus waspada agar di bulan Agustus hingga November lebih hati-hati karena sandi alam berupa petaka akan terjadi lagi dibulan 8 – 11. alam ini punya Roh, kita belum terlambat mengakrabi alam yang sedang marah ini. Apa bila kita bersama-sama memanjakan alam dan menyapa alam, aura manusia yang semula mengandung nilai – nilai attack akan berubah menjadi guyuran air di atas api. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang terjadi pada Laut Selatan bukan termasuk kategori gupita, melainkan siklus alami yang sifatnya periodik. Terkait dengan gejolaknya Laut Selatan, Bunda Lia berpendapat, Lautan mempunyai karakter khas dengan  air pasang dengan hitungan Bulan, yang cukup sering namun tidak membawa dampak terlalu membahayakan atau Tsunami. Tetapi tsunamipun akan tetap akan terjadi, maka dengan adanya ritual dan Do’a bersama Sanggar Supranatural Songgo Buwono sering mengajak masyarakat khususnya Yogyakarta dan sekitarnya untuk ikut didalam Ritual dan Do’a bersama untuk menghambat terjadinya Bencana. Memang Sanggar Supranatural Songgo Buwono lebih senang berpihak kepada Rakyat kecil yang lebih sering menjadi kambing hitam dalam permusuhan dengan alam. Dalihnya mereka hidup terpuruk, sehingga mencari nafkah dengan asal mendapatkanya tanpa sadar perbuatan itu merusak alam, menghalalkan berbagai macam cara, kalau sudah begitu orang-orang besar menyalahkan mereka dan dijadikan sebagai terdakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ritual Jumat Kliwon 21 Juni 2007 Bunda Lia berusaha berdialog dengan Sang Penguasa Laut Selatan Kanjeng Ratu Kidul, yang mana Kanjeng Ratu Kidul menginginkan kesegaran pernikahan kembali antara manusia dengan alamnya agar kehidupan dapat selaras dan seimbang. Dengan kata lain Laut Selatan akan ngunduh mantu. &lt;br /&gt;Dengan ini sandi alampun terjawab dengan satu arah dan tujuan agar mempunyai irama untuk menyiasati dengan rumusnya sinergi energi, Manungku pujo atau meleng. Leng ing cipto wus gumeleng. Leng dumuleling swaraning asepi, Lung tumulunging kasunyatan, Lang ketawang suksmo ilang, maknanya menyatukan jiwa, semadi untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa agar mendapat perlindungan untuk mendapatkan keselamatan yang nyata dengan Ritual Buadaya dan Do’a bersama. Dengan landasan “ Neng Ning Nung Nang” yang artinya Neng ing sulah Bowo (benar dalam bertindak) Ning eninge ati manungku pujo (membersihkan batin untuk memohon) Nung dumununging kasunyatan (mensyukuri sesuatu yang nyata) Nang wenanging jumenengan (memunculkan kebenaran hakiki) dengan ini akan terbentuknya satu irama yang menuju penyelarasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa memang akan kembali mengguncangkan tanah Jawa, waspadai pagebluk. Masalah Kanjeng Ratu Kidul Mantu adalah pernikahan atau pertemuan jagat kembar, antara manusia dan alam semesta yang kemudian akan melahirkan keseimbangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang supranaturalis, pimpinan Songgo Buwono ini berupaya menghambat datangnya prahara Kalatidha yang sangat nggegirisi itu, dengan menggelar ritual khusus di kawasan Parang Kusumo. Seiring upaya tersebut, Bunda Lia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memohon kepada sang Pencipta agar kita semua terhindar dari marabahaya. &lt;br /&gt;Ritual khusus yang rencananya akan diselenggarakan 3 kali event dan dimulai dengan Ritual pada malam selasa Kliwon pada Tgl.16 Juli 2007 diteruskan acara HUT Sanggar Supranatural Songgo Buwono pada Tgl.22 Juli 2007 akan digelar Sunatan masal bersama anak yatim dan anak yang tidak mampu, pada Tgl 28 Agustus akan di adakan Peletakan Batu Pertama Sanggar Pamelengan Songgo Buwono di Grogol - Parangtritis- Kretek – Bantul Yogyakarta. DIY. Ritual peletakan batu pertama Sanggar Pamelengan Songgo Buwono tersebut akan dibuka dengan menyediakan sesaji ubarampé, mulai dari tumpeng sebanyak 21 rakit, kambing kendit, ayam Cemani, pisang sanggan, hingga aneka buah-buahan, jodang itik, jodang tumpeng, jodang buah dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Selain acara yang sifatnya ritual, Bunda Lia juga akan melakukan duduk hening (semadi, red) disaat melarung sesaji sebelum dilabuh dengan tujuan khusus.&lt;br /&gt;Untuk membantu doa dan kekhusyukan ritual yang akan dijalankan, para anggota Songgo Buwono ikut mengiringi bersama undangan dan masyarakat yang bersimpati namun para undangan tidak diijinkan ikut melabuh sesaji “Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya tentang kekhawatiran masyarakat akan meletusnya gunung Merapi dan Tsunami, Gempa, Banjir, Angin, Tanah longsor, Bunda Lia menjawab tegas, “Saya tidak terlalu khawatir, karena tidak ada isyarah yang menunjukkan bahwa Merapi akan meletus besar dan Tsunami terjadi dibulan ini. Kalau pun ada, ya itu tadi …, hanya pengaruh bulan dan musimnya yang tidak berbahaya” ujarnya dengan nada optimis Bunda Lia menjelaskan, dengan cara apapun bencana alam dapat dihindari . Untuk menghindarinya, hendaknya manusia memahami bahasa alam yang ada di sekitar kita. “Kita tidak bisa melawan alam, yang dapat kita lakukan hanya menghindar dengan cara mengerti bahasa dan isyaratnya.” Bunda Lia berpesan, janganlah kita mendahului Kehendak Yang Maha Kuasa, ada baiknya pihak pemerintah lebih bijaksana, dan tidak terburu-buru memberikan informasi yang dapat mempengaruhi ketenangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh jadi Merapi tidak akan meletus dahsyat Tsunami tidak terjadi dalam waktu dekat, namun kita tetap tidak boleh meninggalkan kewaspadaan pada bulan Agustus – November 2007. Allahumma amin” kata Bunda Lia menutup paparannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parangtritis&lt;br /&gt;Jumat 6 Juli 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-8726284925284039369?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/8726284925284039369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/8726284925284039369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2007/07/membuka-sandi-alam.html' title='Membuka Sandi Alam'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_YuDgHAo8fKI/Ro_HZSw0ADI/AAAAAAAAAAM/Fop-G9DJujU/s72-c/ritual.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-115656292697763352</id><published>2006-08-26T10:23:00.000+07:00</published><updated>2006-08-26T10:28:47.316+07:00</updated><title type='text'>Luapan Lumpur Panas Lapindo Perlu Teraphy Supranatural</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Press Release&lt;br /&gt;Lia Hermin Putri&lt;br /&gt;Pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono&lt;br /&gt;081578802666&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mengenaskan peristiwa luapan lumpur panas PT. Lapindo Brantas yang kian hari semakin meningkat debit Lumpur yang keluar dari “Sumur Petaka” itu.&lt;br /&gt;Kini tiga kecamatan telah tergenang Lumpur panas, bisa jadi kedepan akan bertambah dan terus bertambah meluas genangan Lumpur panas tersebut. “Masya Allah….”&lt;br /&gt;Sepertinya peristiwa ini bukan sekedar disebabkan oleh kesalahan teknis semata, namun ada hal di balik peristiwa tersebut. Yang jelas sekarang memang masanya Kalatidha, dimana bencana yang tak terduga terus melanda manusia. Alam geram melihat dan merasakan perilaku manusia yang telah melupakaNya. Akibatnya, manusia jugalah yang merugi. Kembali saya tegaskan, Alam adalah Ibu Pertiwi yang harus di jaga, dihormati dan dihargai secara lahir maupun bathin karena ini adalah amanat yang mesti kita jaga dan kita rawat-rumat -ruwat agar kita tidak termasuk pada golongan orang-orang yang  merugi seperti yang terjadi sekarang ini bencana datang silih berganti dan tanpa kita sadari, hanya sekejap mata saja Allah telah menunjukkan Kekuasaan Nya. Maha Suci Allah, maka dengan acara yang akan kita gelar pada Tgl. 7 September 2006 ini untuk memohon ampun dan petunjuk dari Allah. Agar kita diampuni atas dosa dan kesalahan yang kita perbuat selama di dunia atas amanat Allah dengan Bumi Pertiwi ini yang tanpa kita sadari kita telah berbuat aniaya. Mari kita bersama-sama ikut dalam acara Ritual dan Do’a Akbar ini demi Cinta terhadap Bangsa Indonesia, kita sebagai manusia segera ingat akan jati diri dan atas Alam ini. Marilah kita bersama-sama bersatu pada Hari Kamis tgl. 7 September 2006 di Parangkusumo-Parangtritis untuk Do’a bersama. Agar kita segera diberi Pengampunan dan tidak ada lagi Bencana yang akan melanda Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepermasalahan Lumpur Lapindo, semakin banyaknya luapan lumpur yang keluar, akan mengakibatkan sebagian isi perut bumi menjadi kosong. Jika gempa bumi berskala besar kembali terjadi, maka bumi akan mudah terbelah dan tenggelam atau ambrol ke bawah. Ini adalah salah satu kekuasaan Allah atas Ala ini.&lt;br /&gt;Menurut pandangan spiritual Lia Hermin Putri (36) Lapindo ada kaitannya dengan  Penguasa Laut Utara yang merasa tidak diopeni, sementara manusia terus memanfaatkan wilayah kekuasaannya. Sebagai catatan, Porong --- tempat asal luapan Lumpur Panas tersebut--- merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Laut Utara, dan penguasa Laut Utara tersebut adalah Dewi Lanjar.&lt;br /&gt;Kini permasalahannya semakin jelas, jika upaya penyumbatan Lumpur tersebut hanya dilakukan dengan cara teknis atau dengan teknologi manusia saja akan menjadi sulit, karena hal tersebut sudah berkaitan dengan alam di luar kemampuan manusia (kekuatan ghoib) yang ikut menjadi sebab mengapa peristiwa itu terjadi. Ini berarti perlu adanya pendekatan dengan penguasa Laut Utara. Sedangkan untuk melakukan pendekatan tersebut dibutuhkan suatu Ritual secara khusus dan melakukan Do’a bersama yang melibatkan semua pihak. Demi semua pihak dan untuk masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;Kini Sanggar Supranatural Songgo Buwono mengajak seluruh lapisan Masyarakat dan semua Pihak yang terkait agar hadir dalam Do’a dan Ritual Akbar di Parangkusumo-Parangtritis, demi kepentingan kita semua agar segera berhenti Bencana yang melanda Bangsa Indonesia tercinta ini. Mari kita sama-sama berusaha dalam Do’a memohon Ampunan Nya.&lt;br /&gt;Allah maha kuasa, namun Allah-pun telah memberikan kuasa kepada mahluknya untuk merawat dan merumat bumi ini. Allah juga maha pengampun, dan yakinlah, Atas Ampunan-Nya kita akan terhindar dari segala mara bahaya. Ritual dan permohonan Do’a inilah yang akan membawa kita kepada keselamatan di Dunia. Amin Allahumma Amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-115656292697763352?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/115656292697763352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=115656292697763352&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115656292697763352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115656292697763352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2006/08/luapan-lumpur-panas-lapindo-perlu.html' title='Luapan Lumpur Panas Lapindo Perlu Teraphy Supranatural'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-115617400741662891</id><published>2006-08-21T22:24:00.000+07:00</published><updated>2006-08-21T22:26:47.420+07:00</updated><title type='text'>Antara Bencana dan Perjanjian Sakral Tempo Dulu</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Budaya, Adat dan tradisi”. Agaknya jika di lihat sepintas merupakan hal sepele jika dibandingkan dengan permasalahan politik yang seolah-olah dapat dijadikan kendaraan guna mencapai tujuan suatu bangsa atau Negara. Namun sesungguhnya budaya, adat dan tradisi justeru merupakan hal pokok bagi setiap umat, kelompok atau bangsa sekalipun. Karenanya sangat dibutuhkan upaya untuk melestarikan budaya,adat dan tradisi sebagai elemen penopang kelestarian umat manusia.&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak orang yang tidak menyadari, apa sesungguhnya di balik bencana alam yang terus menimpa. Sudah berulang kali saya mengingatkan, kita tidak boleh meninggalkan adat, budaya dan tradisi yang sudah ada sebelum kita lahir. Karena hal tersebut merupakan ‘kitab tak tertulis’ yang patut di jaga dan dilestarikan.&lt;br /&gt;“Ingat, sejarah masa lalu sangat menentukan peristiwa masa kini dan masa datang’. Demikian pula bencana alam yang terjadi, jelas terkait dengan peristiwa masa lalu dan perjanjian-perjanjian sakral yang dilakukan oleh para pendahulu kita. Seperti halnya perjanjian antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati sebagai ihwal berdirinya Kerajaan Mataram. Pada intinya Kanjeng Ratu Kidul mengiyakan berdirinya kerajaan Mataram Islam Namun harus berkulitkan jawa dalam artian tidak meninggalkan adat dan tradisi yang sudah ada. Dengan kata lain, Pembauran antara Islam dengan jawa harus berupa proses akulturasi sehingga adat atau tradisi yang sudah ada tidak kehilangan akar oleh peradaban yang baru. Sementara saat ini cenderung kepada peristiwa asimilasi yang berupaya mencabut akar yang sudah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;Demikian pula dialog yang terjadi antara Sabdopalon dan Syekh Subakir yang pada akhirnya tercipta kesepakatan bahwa tanah jawa (sepenuhnya) akan dikembalikan setelah 500 tahun berlalu. Peristiwa dialog antara ‘tokoh’ Majapahit dan tokoh Islam tersebut terjadi di saat transisi Kerajaan Majapahit - Demak. Dan (kurun waktu 500 tahun) telah berlalu, janji belum dipenuhi. Saat inilah waktunya untuk menagih janji.&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, bencana alam dan peristiwa yang terjadi saat ini jelas berkaitan dengan peristiwa silam. Wajar jika para tokoh supranatural meramalkan bakal ada bencana besar di sana sini. Seperti halnya Permadi yang mengatakan Jakarta akan terapung, Mama Lauren juga mengatakan kalau madura akan tenggelam. Namun menjadi naif jika para supranatural hanya meramalkan bencana yang bakal terjadi tanpa memberikan solusi yang jelas. Ada akibat, pasti ada sebabnya. Jika sudah mengetahui sebabnya, maka harus bisa mengantisipasi akibat peristiwa yang bakal terjadi.&lt;br /&gt;Peristiwa lalu, seperti halnya perjanjian-perjanjian sacral yang saya sebutkan di atas merupakan bagian dari sebab peristiwa kini dan mendatang. Dengan demikian, meluluskan janji sacral tempo dulu dapat dijadikan pengobat atau upaya untuk mengantisipasi terjadinya akibat tersebut. Namun jika hal itu tidak dilaksanakan, lihat saja nanti akan terjadi peristiwa yang lebih parah dari apa yang diramalkan para supranatural.&lt;br /&gt;Bencana yang menimpa saat ini baru merupakan awal dari derita umat manusia yang sudah sekian lama lepas dari bingkai kemanusiaannya. Arogansi, nggegemongso angkoromurko menjadi hal terdepan untuk mencapai ambisi, sementara sifat kearifan tak lagi menjadi landasan untuk melakukan segala perbuatan.&lt;br /&gt;Masih berkaitan dengan perjanjian sacral masa lalu, saya menangkap isaroh yang sangat mengerikan. Di bulan Agustus sampai Desember bakal terjadi keangkaramurkaan alam yang demikian dahsat. Dan saya tak perlu mengatakan hal apa dan daerah mana yang akan tertimpa bencana tersebut.  Yang lebih penting kita memohon ampunan-Nya dan mengisi waktu singkat ini untuk bertaubat.&lt;br /&gt;Seperti yang telah saya katakana, therapi antisipasi bencana masih mungkin dilaksanakan setelah kita mengetahui sebab dari akibat yang bakal terjadi. Seperti halnya Mataram harus segera ‘nglungsungi’ kulitnya dan kembali kepada kulit asal untuk melindungi isi badan Mataram yang hakiki. Bersama dengan masyarakat yang peduli akan hal itu, Kami Sanggar Supranatural Songgo Buwono selalu berusaha untuk memohon ditundanya prahara yang mengerikan itu.&lt;br /&gt;Berbicara masalah antisipasi, jauh sebelumnya saya telah mengatakan perlu adanya upacara sacral akbar, yakni meruwat dan merawat bumi pertiwi. Kami pernah mengadakan seminar sehari tentang Ruwat Bumi Pertiwi pada tanggal 27 Mart 2006 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul. Kami telah memaparkan bahwa akan terjadi musibah besar, seperti halnya krisis Merapi dan bencana alam lainnya akan terjadi. Hal itupun kini terbukti. Peristiwa telah terjadi, biarlah terjadi. Namun kita harus bijak dan mengambil sikap untuk mengantisipasi (menunda,meminimalisasi, jika memungkinkan mencegah) terjadinya bencana di bumi pertiwi ini. “Tak bisa di tawar-tawar lagi, Meruwat dan merawat Bumi Pertiwi merupakan koridor untuk melakukan terapi keselamatan Bumi Pertiwi” &lt;br /&gt;Dlam upaya teraphi pencegahan bencana sekaligus pemulihan pasca bencana, pada tanggal 31 Juli 2006 (Hari Senin malam Selasa Kliwon) Sanggar Supranatural Songgo Buwono akan melakukan ritual. Ritual tersebut bertempat di Parang Kusumo dan Cepuri. Untuk Itu Bunda Lia Hermin Putri mengajak segenap masyarakat untuk melakukan Do’a bersama sesuai keyakinan masing-masing agar ritual dan permohonan Do’a dapat terlaksana dengan baik. Sehingga apa yang kita inginkan dapat terkabul, yakni memohon Bumi Mataram-Jogjakarta terhindar dari bencana seperti yang telah di ramalkan, dan dapat segera pulih dari bencana yang telah menimpa di masa lalu. Imminent&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-115617400741662891?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/115617400741662891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=115617400741662891&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115617400741662891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115617400741662891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2006/08/antara-bencana-dan-perjanjian-sakral.html' title='Antara Bencana dan Perjanjian Sakral Tempo Dulu'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-115617339765397041</id><published>2006-08-21T22:13:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T11:42:18.770+07:00</updated><title type='text'>TUMBAL TANAH JAWA</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Press release&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Lia Hermin Putri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hp. 081578802666&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada hari Senin Tgl.31 Juli 2006 Songgo Buwono menggelar acara Do’a bersama untuk mencegah agar tidak lagi terjadi bencana di wilayah Pulau Jawa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada Pkl. 13.00 WIB sampai Pkl. 16.30 WIB, di Sanggar Supranatural Songgo Buwono, Ibu Idham Samawi (istri Bupati Bantul) membagikan beras, mi instan,telur dan daging kambing kepada seluruh masyarakat yang kurang mampu di wilayah Parangtritis – Mancingan dibantu oleh anggota Songgo Buwono, dengan tujuan Kurban. Acara itu juga masih berkait dengan acara ritual dan do’a bersama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada hari itu juga, selisih beberapa jam, di Sanggar Songgo Buwono diwarnai kesibukan para anggota maupun penduduk setempat menyiapkan 21 Tumpeng dengan 7 jenis nama tumpeng yang berbeda. Tumpeng Kendit, tumpeng Agung, tumpeng Slamet, tumpeng Rosul, tumpeng Kencono, tupeng Tulak, tumpeng Songgo Buwono setiap tumpeng memiliki arti sendiri – sendiri.seperti tumpeng Kendit yang memiliki arti dan tujuan untuk Leluhur agar tetap menjangkung dan merangkul kita semua,tumpeng Agung untuk keslamatan Raja atau pimpinan agar selamat, sejahtera-adil dan bijaksana dalam bertindak sehingga dapat menjadi contoh bagi rakyatnya, tumpeng Slamet untuk keslamatan Negri tercinta, tumpeng Rosul untuk mengigatkan bahwa kita umat beragama agar tetap menjalankan perintah Allah SWT atas petunjuk Nabi besar Muhammad SAW, tumpeng Kencono untuk menciptakan Negri ini agar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;segera pulih dari berbagai kericuhan menjadikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bumi Keemasan, tumpeng Tulak untuk menolak berbagai Kala baik Bencana alam atau sesuatu yang tidak kita inginkan, tumpeng Songgo Buwono yang artinya sangga bumi untuk mengingatkan pada seluruh rakyat agar mengingat Tradisi dan Budaya Leluhur bahwa Bumi yang kita pijak ini harus selalu dijaga karena ini adalah amanat Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tujuh macam jenis tumpeng tiap jenis ada 3 yang punya arti sangat peka dan sacral. Mengapa harus ada 3 rakit dan tertuliskan Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Laut Selatan? Lia Hermin Putri, Pimpinan Songgo Buwono menerangkan ; Tujuh mecam jenis tumpeng dan masing-masing di buat sebanyak tiga rakit itu melambangkan Mataram dijangkung oleh tiga titik kekuatan yakni Gunung Lawu, Merapi dan Laut Selatan. Dan dalam perjanjian leluhur ratusan tahun lalu, ke tiga kekuatan tersebut harus menjangkung dan Melindungi Mataram. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun sangat disayangkan, ke tiga titik kekuatan tersebut semua telah dilupakan pihak Mataram, dan hanya beberapa orang desa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau mereka yang mendarah daging saja yang masih memakai tata cara Leluhur tersebut. Kami yang tetap mengingat perjanjian sacral itu sangat terpukul dengan ditinggalkannya Budaya dan Tradisi yang sebetulnya harus di hargai dan dilestarikan. Karena, walau bagaimanapun dalam kosmologi masyarakat jawa, ke tiga titik tersebut tidak boleh dilepas, dan harus di rumat sesuai dengan adapt dan tradisi nenek moyang. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sesungguhnya hal itulah yang bakal membuat ketentraman di setiap sudut tanah Mataram ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain tujuh tumpeng, ada beberapa jenis lagi yang dipersiapkan untuk dilarung dan di labuh, yakni 3 sanggan pisang Raja, 3 tambir buah segar, 3 tambir jajan pasar, 2 tambir bunga setaman yang ditata rapi, 3 ekor kepala-kulit-ekor dan kaki kambing kendit, 3 ayam Cemani, 3 ekor Angsa Putih, 3 ekor Bebek putih, 3 ekor Burung Perkutut pilihan, 3 ekor burung Merpati, 3 ekor ayam tulak dan seperangkat pakaian berwarna hijau serba sutra serta kain panjang. Semuanya di labuh(dibuang kelaut)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk melaksanakan acara tersebut mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Acara tersebut memakan dana sebesar Rp.25.000.000. Mahalnya biaya dikarenakan persyaratan yang ada memang agak sulit di dapat. Ironisnya, mereka yang memiliki bahan yang dibutuhkan untuk acara, justeru cenderung memanfaatkan untuk mengambil keuntungan yang lebih. Padahal upacara tersebut jelas untuk kepentingan masyarakat banyak. Yakni upaya menyelamatkan masyarakat dari bencana dan musibah yang lebih besar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara naluri kemanusiaan, sudah semestinya kita saling bahu membahu agar acara ritual dan do’a bersama dapat berjalan dan membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Bukan malah sebaliknya, mereka justeru mengambil kesempatan dan memakai ‘aiji mumpung’, mumpung barang-barang tersebut dibutuhkan sehingga mereka memasang harga tinggi. Seperti halnya harga kambing kendit, Ayam Cemani dan kebutuhan lainnya, mereka yang kebetulan memiliki hewan tersebut mematok harga yang demikian mahal. Sekali lagi, padahal itu untuk kepentingan ritual yang bertujuan untuk keselamatan masyarakat. Sungguh na’if jika kita hanya melulu memikirkan tentang materi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walau demikian, Bunda Lia dengan sabar, kebutuhan itu tetap saja dibeli untuk memenuhi sarat lengkapnya ritual. Hal ini mengingat kesemuanya adalah untuk menyelamatkan masyarakat Mataram – &lt;st1:place&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt; dan pulau Jawa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semua yang Bunda Lia lakukan bersama Ibu Idham Samawi (istri Bupati Bantul) adalah upacara untuk menumbali tanah Jawa agar tidak terjadi bencana lagi baik gempa, badai, tsunami dll, Allahumma, Amin. Acara dilaksanakan pada malam Selasa Kliwon&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tgl.31 Juli 2006 agar &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengapa ritual dengan adat dan tradisi jawa harus dilakukan ? Kita harus sadar antara do’a dan tradisi memiliki ikatan yang erat bahkan seperti dua mata pedang yang tidak bisa di pisahkan. Betapa tidak, tradisi atau tata cara merupakan suatu ‘kendaraan’ untuk sampainya suatu keinginan dalam memohon. Sementara kesakralan dapat di jadikan sebagai kekusyukan kita dalam berdo’a. Karenanya, tradisi ritual merupakan tradisi sacral yang tidak boleh di tinggalkan. Terlebih pada masyarakat Jawa, karena hal demikian dapat menciptakan suatu keseimbangan baik bagi manusia selaku &lt;i style=""&gt;jagad cilik&lt;/i&gt; maupun alam yang merupakan jagad raya atau &lt;i style=""&gt;jagad besar &lt;/i&gt;yang kesemuanya itu sudah di titipkan oleh sang maha kuasa kepada manusia dan mahluk lain sebagai penghuni alam ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini sudah menjadi suatu hal yang jelas, dimana Tuhan sang maha pencipta yang juga maha kuasa telah menitipkan atau memberi kuasa untuk meruat dan merawat segala isi bumi kepada para penghuninya. Manusia salah satu penghuni bumi yang memiliki akal dan budui pekerti, tentu memiliki tradisi atau tata cara dalam meruwat dan merawat alam ini. Seperti halnya tradisi sacral yang kami laksanakan, itu merupakan suatu tata cara yang sudah turun temurun dilakukan oleh para leluhur. Bahkan bagi kami, ritual yang demikian harus dilakukan dan tidak bisa di tawar-tawar lagi. Disamping sebagai upaya pelestarian budaya dan tradisi, upacara tersebut juga menjadi pemicu kekhusyukan dalam berdo’a memohon kepada Sang Pencipta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini terbukti ketika kami melakukan ritual, kami selalu di beri isyaroh atau petunjuk apa yang bakal terjadi, dan harus bagaimana menghadapi hal yang akan terjadi. Bahkan kami pun di beri gambaran untuk mereda bencana yang bakal terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seperti halnya Ritual yang baru saja kami gelar, kami diberikan pertanda akan terjadi kembali bencana di beberapa tempat, dan kami juga diberikan petunjuk apa yang harus kami lakukan agar musibah urung terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berkaitan dengan akan terjadinya lagi bencana alam di beberapa wilayah, saya tidak berani mengutarakan, karena saya takut terjadi kesalah pahaman. Namun yang jelas kami terus berupaya dan mengajak segenap masyarakat tetap waspada dan memohon kepada Tuhan agar bencana yang sudah menjadi ‘suratan’ alam dapat berubah menjadi ketentraman dan keselamatan. Amin Allahuma Amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekali lagi saya sampaikan, dunia akan terus mengalami bencana alam sepanjang &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; musim. Untuk &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; masih akan terus mengalami bencana sampai pada akhir tahun 2007. Ma’af, ini bukan merupakan ramalan, melainkan petunjuk atau isaroh ghoib yang kami tangkap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 36pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demikian pula tanah jawa, wilayah Mataram pada khususnya, setelah kami melakukan labuhan “Tumbal Mataram dan Tanah Jawa” bukan berarti akan lolos dari bencana alam dengan begitu saja. Karena Jauh sebelumnya tanah mataram terkait dengan satu perjanjian sacral yang mau tidak mau pihak Mataram harus mematuhi perjanjian tersebut. Dari isi perjanjian tersebut diantaranya adalah harus menjunjung tinggi adat, budaya dan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun. Jujur saya katakan, saat ini Mataram tengah dilanda krisis budaya dan tradisi, musibah dan bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu, hanyalah sebagai peringatan agar Mataram kembali kepada adat dan tradisi nenek moyang yang saat ini telah dilupakan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Pangling kepada diri sendiri, itu yang menjadi permasalahan serius dan sacral bagi Mataram”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-115617339765397041?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/115617339765397041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=115617339765397041&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115617339765397041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115617339765397041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2006/08/tubal-tanah-jawa.html' title='TUMBAL TANAH JAWA'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-115659774985062345</id><published>2006-07-23T12:04:00.000+07:00</published><updated>2006-08-26T20:09:26.606+07:00</updated><title type='text'>Songgo Buwono Bicara : Ramalan yang Naif dan penyusupan Budaya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberapa waktu lalu, di saat masyarakat merasa resah karena takut daerahnya dilanda bencana alam yang datang tak diduga-duga seperti yang terjadi di Jogjakarta, Klaten, Sidoarjo,Sulawesi dan sebagainya, beberapa supranatural justeru menambah kegundahan masyarakat. Seperti Permadi dan Mama Lorent yang memprediksikan bencana lebih dazat akan kembali melanda belahan bumi pertiwi ini.&lt;br /&gt;Permadi mengatakan, Jakarta akan terapung, demikian pula Mama Lorent meramalkan Madura akan tenggelam. Sebagai supranatural, saya sangat mengecam pernyataan ke dua orang tersebut. Seorang supranatural hendaknya diam (tidak mengekspos) ketika dia mengetahui prahara apa yang bakal terjadi. Sebaliknya, ketika dia mengeluarkan pernyataan demikian, dia juga harus bisa menerangkan bagaimana cara mengantisipasinya. Kalau tidak bisa, lebih baik diam..., sehingga tidak meresahkan masyarakat. Karena memprediksikan prahara buruk, bisa menjadi do’a atau harapan musibah itu akan terjadi. Sungguh perbuatan naif jika seseorang mengucap sumpah agar peristiwa buruk terjadi. &lt;br /&gt;Ada sebab, tentu ada akibat. Demikian pula supranatural yang menyatakan akan terjadinya prahara, sudah semestinya dia tau sebab terjadinya prahara itu. Dan dia juga mengerti bagaimana cara mengantisipasinya. Seharusnya upaya mengantisipasi itulah yang harus di kedepankan.&lt;br /&gt;“Bisa membuka, harus bisa menutup. Bisa memprediksikan, juga harus bisa melakukan antisipasi, itu baru supranatural sejati”.&lt;br /&gt;Di saat seperti ini, masyarakat butuh ketenangan, bukan keresahan atau ketakutan, ingat rasa trauma masih ada dihati kenapa justru Spiritual terkenal, ternama, justru membuat hati orang tidak tenang? Apakah pernyataan itu pantas dipublikasikan sehingga membuat keresahan dan ketidak tenangan beraktifitas sehari – hari dan membuat gamang para penentu kebijakkan terutama rakyat miskin yang jiwanya masih trauma dengan peristiwa gempa maupun tsunami. Hendaknya kita sebagai supranatural maupun spiritual memiliki hati nurani seperti samodra! Jangan seperti api yang membuat terbakarnya suasana! Milikilah rasa dan jiwa sebagai orang tua yang bijaksana dan menjadi panutan! Jangan takabur dalam bersikap. Sebagai panutan/spiritual  lebih baik banyak berdoa agar musibah tidak berkepanjangan. Jangan jadikan ‘musim’ bencana dijadikan ajang lomba kepiawaian meramal dan menentukan. Naif dan tabu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu sisi kita sedang dilanda gejolaknya alam, sementara RUU – APP turut andil memperkeruh suasana. Sadarkah mereka akan adanya adat, tradisi dan budaya sebagai akar Bangsa? Apa mungkin adat leluhur kita akan terhapus? &lt;br /&gt;Negara ini sedang dilanda krisis budaya dan krisis tradisi. Budaya adalah akar bangsa, sementara tradisi menjadi kembangnya Negeri. Wajar jika krisis bencana tersebut terjadi. Sejak ratusan tahun silam negeri ini di jajah oleh budaya luar dan sampai detik ini mereka masih menjajahnya. Sadarkah kita, fahamkah kita? Duri bersemayam didalam daging Negara kita!&lt;br /&gt;Mengapa demikian ? jawabannya adalah, karena Budaya Nusantara yang di selimuti Bhineka Tunggal Ika merupakan kekuatan hakiki yang dapat mempertahankan keutuhan negeri ini. “Keanekaragaman tidak bisa di seragamkan. Keanekaragaman kultur, adat dan budaya hanya bisa disatukan”.&lt;br /&gt;Lambang dan Dasar Negara telah pupus seperti telah kita lepas secara perlahan. Apakah itu namanya Tanggung Jawab?&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, Rancangan Undang-Undang Pornografi dan Porno Aksi (RUU-APP) menjurus kepada penyeragaman budaya, yang kemudian membelenggu, bahkan mematikan ekspresi Budaya dan Tradisi asal. Lebih ekstrim lagi saya katakana, RUU-APP merupakan upaya ‘penyusupan’ kultur baru yang akan mematikan karakter bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Saya yakin, masyarakat tau betul tentang batas-batas pornografi dan porno aksi, batasan-batasan tersebut sangatlah subyektif dan tidak bisa di seragamkan. Katakanlah seseorang telah melakukan porno aksi pada waktu dan tempat yang salah, pelaku bisa dikenakan pasal pelecehan, atau pasal perbuatan tidak menyenangkan yang sudah di atur oleh Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mengapa permasalahan seperti itu harus membias sampai kepada spesifikasi aturan, sementara peraturan yang lain sudah mencakup untuk permasalahan tersebut ? Hal itulah yang kemudian kami mengatakan kalau RUU-APP sebagai upaya ‘penyusupan’ untuk mematikan karakter.&lt;br /&gt;Tidak munafik. Kita tidak mungkin menolak masuknya budaya asing. Namun kita harus menolak jika hal baru yang kemudian mematikan kultur budaya asal yang sudah ada sebagai adat dan Budaya.&lt;br /&gt;Agama sebagai isi dari jiwa dan rasa jangan dibuat senjata untuk menghapuskan adat dan budaya yang sudah mengakar setiap daerah yang ada di Negara kita beberapa ratus tahun yang silam, tidak mungkin akan kita hapus begitu saja.&lt;br /&gt;Ingat, nenek moyang kita dan leluhur kita, sebagai pewaris kita harus mempertahankan budaya dan tradisi leluhur. Jika kita ingin selamat jangan lupakan tradisi leluhur!&lt;br /&gt;Garis besarnya dengan alasan di atas Songgo Buwono menolak dengan adanya RUU – APP. Sebaliknya, kami merasa salut dengan TNI. Sebagai organisasi tersolid menyatakan kembali ke Pancasila dan UUD 45. Dengan sikap TNI yang demikian, berarti TNI telah menilai bahwa UUD 45 dan Pancasila sudah dikhianati oleh pihak lain. Allahuma Amin  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-115659774985062345?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/115659774985062345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=115659774985062345&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115659774985062345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115659774985062345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2006/07/songgo-buwono-bicara-ramalan-yang-naif.html' title='Songgo Buwono Bicara : Ramalan yang Naif dan penyusupan Budaya'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-115659745320699924</id><published>2006-07-13T23:59:00.000+07:00</published><updated>2006-08-26T20:04:13.446+07:00</updated><title type='text'>Duh Gusti, Merapi – Pantai Selatan, issue Tsunami jadi ajang ambisi...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada perkembangan menarik bila mencermati krisis Merapi belakangan ini. Bukan fenomena fisis letusannya, yang merupakan otoritas Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, tetapi maraknya klaim di antara paranormal bahwa dirinyalah yang meredam ‘amuk’ Merapi. Terlepas benar atau salah, klaim semacam itu tidak layak muncul dari kalangan yang menyelami dunia ‘batin’, dunia yang semestinya jauh dari pamrih duniawi—ketenaran, nama besar, atau materi. Namun itulah faktanya. Ditambah lagi peristiwa gempa melanda, semakin terseretlah akhlak manusia menjadikan Bumi sebagai lahan bisnis sekaligus ajang untuk menggelar dan memuaskan egoismenya yang picik. Mencari kesempatan disaat rakyat kecil menahan derita karena bencana yang menimpa.&lt;br /&gt;Manusia telah lupa akan jati dirinya, zaman sudah edan.Sehingga Bunda Lia (35), and I’m thankful pit pimpinan Sanggar Sopranatural Songgo Buwono Parang tritis Yogyakarta berkomentar&lt;br /&gt;“Fayaa khaira mas’uulin wa akrama man’athaa.Wayaa khaira makmuulin ilaa ummatin khalat” (Wahai Dzat sebaik-baik yang bertanggung jawab, dan semulia-mulia Dzat yang memberi. Wahai sebaik-baik Dzat yang melepaskan apa yang diharapkan umat manusia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum reda kekawatiran tentang Gempa yang melanda Kala Sudra/ Rakyat jelata kini pada hari Rabo (12/7) pukul.19.30 terjadi fenomena baru rakyat kecil yang masih trauma dengan bencana gempa tampak kawatir dengan adanya garis lengkung putih di angkasa dan setelah beberapa lama tibul 5 garis lurus yang mungkin terlepas dari pengamatan ilmuwan atau spiritual sehingga timbullah pendapat yang simpang siur dicerna baik dari kalangan ilmuwan maupun spiritual, kini Bunda Lia berpendapat bahwa Garis melingkar setengah lingkaran tersebut adalah satu pertanda dari Yang Maha Kuasa agar manusia ingat akan jati dirinya. Dan jangan melupakan Budaya Jawa yang telah tersisihkan terutama Tradisi sebagai Sentana Mataram mesti mengingat kembali karena tradisi nenek moyang adalah akar dari berdirinya satu Kerajaan atau Kraton tidak boleh dilupakan/ditinggalkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu bila kita cermati garis lengkung tersebut dari arah Laut Selatan hingga ke puncak Merapi dan tepat Pukul.02.05 ada bola api dari Laut Selatan meluncur kencang kearah utara tepatnya Merapi.&lt;br /&gt;Bunda Lia menghimbau kepada seluruh Masyarakat baik dari lingkungan Merapi ataupun sekitarnya harap waspada dan berhati-hati. Dan untuk masyarakat yang terkena gempa hendaknya menjaga kesehatanya terutama yang masih berada di tenda karena wabah penyakit akan menimpa kala sudra. 5 garis lurus seperti anak panah di dalam Gendewa, Bencana demi bencana akan terus melanda Dunia sampai 5 musim dan bencana tersebut tidak akan dapat kami duga sebelumnya Maha Suci Engkau Ya Allah....&lt;br /&gt;Selain bencana kita akan menghadapi Prahara Gupito yang diperbuat oleh Pembesar, dan imbasnya pada Rakyat Jelata. Belum lagi kita menghadapi Kalatida yang nantinya akan lebih menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis membentang namun berbentuk setengah lingkaran, berujung dari Selatan dan mengarah ke Utara tepatnya Timurpun juga kena, jadi menurut kaca mata batin Bunda Lia dulunya alas Mentaok menjadi wujut Keraton Pajang Surakarta sebelumnya di garis lurus dengan tanda serupa oleh Sang Pencipta dan garis lurus tersebut ada diujung gunung atas Tembayat Klaten,namanya Gunung Gambar dulunya, dan waktu sekarang ini sudah terbelah menjadi 2 pertanda tanah Jawa Mataram pecah menjadi 2 yaitu Surakarta dan Yogyakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang garis yang kita hadapi sekarang ini adalah garis lengkung pangkalnya dari Laut Selatan pertanda Manusia diberi suatu peringatan sareh/sabar, eling, lan, waspodho (hati sabar,ingat pada YME, dan waspada) dan ingat pada para Leluhur yang Babat tanah Jawa. Sedang ujung dari garis lengkung menuju puncak Merapi, Merapi adalah Gunung, dalam cerita wayang Gunungan/kekayon jagat pakeliran adalah Goro-goro, manusia akan tertimpa goro-goro dan berujut Galengan/Garis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu 7 sampai 21 hari terhitung hari ini harap HATI_HATI dengan Gempa yang lebih dazat akan menimpa Jawa Barat tepatnya Pangandaran dan sekitarnya. Dan berdampak keseluruh kawasan pantai Selatan. Harapan Bunda Lia yang berada di pesisir Pantai Selatan dan Nelayan atau pencari ikan harap agak menjauh.&lt;br /&gt;Garis dilangit adalah milik Sang Pencipta berarti garisnya zaman dan kita menghadapi satu ketentuan yaitu akan menghadapi garisnya zaman Kolotida/ Kolotidho, Mongso sat, jurang kemiskinan Bangsa dan Masyarakat semakin dalam, Tebing kesengsaraan akan semakin merata melanda Rakyat Indonesia. Menungso sudho kari separo, manusia berkurang tinggal separoh, karena tanpa diduga bencana dan penyakit datangnya tidak kita sadari.  Dan disini Bunda Lia berkeyakinan pasti ada gunung yang terbelah 2 dengan tanda semacam ini tapi Bunda tidak mengatakan gunung apa, yang pasti akan terjadi hal yang serupa dengan Pajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang garis yang berjumlah 5 adalah menandakan bahwa kita mengalami bencana demi bencana dan wabah penyakit datang tanpa kita duga sampai 5 musim, yaitu 5 tahun lamanya, dan bencana ini akan menyeluruh melanda Dunia bukan Indonesia saja, sedangkan Bulan dilangit tepat saat ada tanda garis, Bulan yang semula terang juga tidak luput dari tanda YME Bulanpun dikelilingi Kabut putih bersih menandakan bahwa tanah Jawa masih diayomi para Leluhur apa bila kita mengingat akan Budaya dan Tradisi lama.&lt;br /&gt;Karena kita harus memasuki zaman aman baru tapi memakai tradisi lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyikapi masalah yang kita hadapi ini Bunda Lia mengajak seluruh Masyarakat turut berdo’a untuk ikut membantu agar Ritual yang akan digelar pada tgl.21 Juli 2006 oleh Bunda Lia tepatnya di Pantai Parang Kusumo Yogyakarta akan berhasil sesuai harapan yang kita inginkan bersama agar dijauhkan dari bencana yang berkepanjangan nantinya.&lt;br /&gt;Mari kita sama-sama ber Do’a agar diberi ketabahan hati. Dan tidak berputus-asa dari rahmat Allah. Kepada seluruh Masyarakat, Bunda Lia mengajak untuk senantiasa istighfar seraya berserah diri kepadaNya. Allah juga yang kelak menunjukkan keadilan sejati dalam masalah ini. Sabar dan tawakal, kalau pun hanya sebesar zarrah, sumbangsih dan jasa pembesarpun tentu tak akan luput dari perhitunganNya. “Fayaa khaira mas’uulin wa akrama man’athaa. Wayaa khaira makmuulin ilaa ummatin khalat”&lt;br /&gt;(Wahai Dzat sebaik–baik yang bertanggung jawab, dan semulia-mulia Dzat yang memberi. Wahai sebaik–baik Dzat yang melepaskan apa yang diharapkan umat manusia.)&lt;br /&gt;Sudah cukup berat dan melelahkan beban derita kita sebagai rakyat kecil penghujung pasca demi pasca bencana. Tak perlu kita tambah dengan segala perbuatan dosa dengan membabi buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita menghadapi Kalatida.&lt;br /&gt;‘Alaa maa tarum haqqan yarauna biqadhabin, bihaqqi tanaawin yauma zahmin tazaakamat” (Terhadap perkara yang Engkau rencanakan, mereka mengetahui dengan Asma Allah yang Mahamenang atas perkaraNya. Dengan hakNya Dzat yang menghitung pada hari kiamat yang berdesak–desak.) Manusia tak luput dari salah dan dosa, sengaja maupun tidak. Tak ada manfaatnya, mencari-cari celah kesalahan orang lain. Sudahkah diri ini bersih dari dosa dan noda?&lt;br /&gt;Betapa sedikitnya bekal yang kita bawa saat menghadapi maut. “Bada’ tu bi bismillaahi ruuhii bihihtadat. Ilaa kasyfi asraarin bibaathinihin thawat”.(Kuawali dengan menyebut Asma Allah. Dengan demikian jiwaku memperoleh petunjuk semua yang terkandung di dalam AsmaNya.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;▫ ▫ ▫,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kondisi negeri yang sangat memprihatinkan, berbagai prahara menimpa kita semua. Tanpa disadari, seluruh elemen bangsa telah terimbas hasutan dan fitnah. Tak peduli ras, suku, golongan dan agama. Kerusuhan dan anarkhisme merebak di mana-mana, memperdalam keterpurukan bangsa ini. Ekonomi kita semakin hancur. Sadarkah kita akan semua ini? Kelaparan akibat gizi buruk yang menimpa tunas bangsa sudah jadi kenyataan, penyakit–penyakit aneh membayangi kehidupan kita, bencana alam datang silih berganti. “Kamaahin biaahin ma’awaahin jamii’ha. Bihasykaakhi hasykaakhin kauunin takawwanat.” (Ya Rabbi, yang Mahamenghidupi dengan Dzat yang menguasai, yang Mahatinggi di antara segala yang ada.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita jaga  bumi pertiwi agar aman, tenteram, tanpa ada perselisihan hanya karena salah paham. Jauhi provokasi, fitnah dan hasutan agar dapat membenahi ekonomi bangsa dan menyantuni saudara kita yang miskin. Mari menjaga dan merawat bumi kita tercinta. “Naruddu bikal a’daa-a min kulli wijhatin. Wabil ismi narmiihim minalbu’di bisysyatat” (Dengan AsmaMu kami menolak musuh dari segala penjuru, dan dengan AsmaMu kami menepis mereka dari kejauhan agar tercerai–berai.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat…, kita sedang mengalami prahara Kalasudra dan Gupita. Kalasudra bala’nya rakyat jelata, dan Gupita karena ulah manusia sendiri, sehingga bencana demi bencana dan aksi kekerasan merebak di mana–mana. “Abaariikhu bairuukhin wayabruukhu wayabruukhu barkhawaa. Syamaariikhu syiiraakhin syaruukhin tasyammakhat”  (Dzat yang Mahatahu, yang Mahaadil, yang Mahamulia, yang Memuliakan, yang Mengembalikan, yang Dekat, yang Mengetahui semua yang samar.) HATI- HATI MERAPI AKAN MENAGIH JANJI DALAM WAKTU DEKAT DIIRINGI PANTAI SELATAN.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Andra/Prasetyo&lt;br /&gt;Sanggar Supranatural Songgo Buwono&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-115659745320699924?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/115659745320699924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=115659745320699924&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115659745320699924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115659745320699924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2006/07/duh-gusti-merapi-pantai-selatan-issue.html' title='Duh Gusti, Merapi – Pantai Selatan, issue Tsunami jadi ajang ambisi...'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-115659702208941021</id><published>2006-05-28T12:54:00.000+07:00</published><updated>2006-08-26T19:57:17.386+07:00</updated><title type='text'>Menyikapi Merapi dengan Kearifan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam suatu ritual di kawasan pantai Parangkusumo – Parangtritis, Yogyakarta, sekitar November tahun lalu, kami sempat menangkap suatu isyarat lewat penglihatan mata batin “agar kita berhati-hati dalam tahun 2006/2007, terutama dalam bulan April dan Mei, karena kemungkinan bakal terjadi bencana alam.” Bencana akibat ulah manusia itu menurut istilah kami prahara Gupita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang kini terjadi. Melalui sejumlah media masa, kami sampaikan hal itu sebagai bentuk keprihatinan pada masyarakat. Kepada pihak otoritas pemerintah pun, melalui surat pribadi, kami sampaikan hal yang sama. Harapan kami, kita semua menyadari, betapa selama ini kita telah melampaui batas. Terutama terhadap sesama dan lingkungan hidup kita. Sudah terlalu lama kita hanyut dan tenggelam dalam kecanggihan zaman serba-edan ini, hingga lupa jatidiri kita sebagai orang Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait situasi Merapi yang kini dinyatakan dalam status awas, sejak awal telah kami sampaikan bahwa—kalau saja pemahaman atas  isyarat yang kami peroleh benar, Merapi belum akan meletus dalam skala yang dahsyat, sebagaimana kita bayangkan. Dan itu sesuai dengan karakteristik letusan gunung api ini. Namun disesalkan, banyak pihak yang berlebihan menanggapinya sehingga muncul ketidakpastian di masyarakat. Warga sekitar Merapi pun sebagian panik, lainnya tak peduli dan tetap melakukan aktivitas mereka. Kemudian diberitakan ada kalangan supranaturalis yang bahkan berani memastikan, hari ‘anu’ dan tanggal ‘sekian’ Merapi akan meletus. Menurut hemat kami ini sudah di luar wilayah supranaturalis. Terkesan arogan, mendahului kehendak Yang Mahakuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang mengatakan, “bila Gunung Merapi meletus, harta bangsa Indonesia akan muncul, berupa emas lantakan – dollar – rupiah, dan seterusnya”. Naudzu billahi min dzalik. Mengapa hati dan pikiran kita menjadi demikian gelap, dibutakan kerakusan akan harta-benda? Tak syak lagi, harta dan kekuasaan telah merajai sebagian manusia. Sungguh tidak rasional, gunung “menyimpan emas batangan dan timbunan uang kertas”. Harta berlimpah? Memang benar, gunung - hutan dan bumi menyimpan kekayaan tak ternilai bila kita mengelolanya secara bijak! Namun sebagian manusia menjadikan bumi, dan apa yang ada padanya, sebagai lahan bisnis sekaligus ajang untuk menggelar dan memuaskan egoismenya yang picik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;● ● ●&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seluruh perhatian terlena oleh Merapi, laksana menyambut layaknya ‘hajatan’, tiba-tiba bencana lebih dahsyat datang tanpa diduga. Seolah alam ingin mempermalukan kita, meledek kesombongan dan keangkara-murkaan kita.&lt;br /&gt;Bencana gempa bumi melanda Yogya dan sekitarnya, dengan tingkat kehancuran fisik/materi dan korban manusia dalam jumlah yang sungguh luar biasa. Coba bandingkan dengan kemungkinan jatuhnya korban akibat Merapi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jauh sebelumnya Bunda Lia telah mengingatkan tengara/sasmita bencana ini, yang ditangkapnya saat menjelang  pergantian tahun yang lalu (Ritual Suran, sekitar Maret 2006). Demikian pula, saat meminta petunjuk sebelum naik ke Merapi dan sesudahnya pun diperoleh isyarat serupa. Namun apa yang terjadi? Kita malah terseret dalam silang pendapat dan berebut ketenaran tentang siapa yang telah peduli pada krisis Merapi. Sementara Bunda Lia bersama anggotanya—yang secara diam-diam tanpa pamrih popularitas dengan menghadang segala risiko bahaya, langsung mendaki ke sana meredam gejolak, justru tidak pernah disebut-sebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi bencana terakhir ini (gempa Yogya), Bunda Lia berniat menggelar kembali Laku-Ritual,  dari Merapi  hingga Pantai Selatan, dengan tujuan meredakan dampaknya agar tidak membawa korban lebih besar. Pada kesempatan ini Bunda Lia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dalam waktu sepekan ini. Dengan segenap kekuatan dan kemampuan yang dikaruniakanNya, kita berusaha. Bi idznillah wa bi nashrillah, dengan izin dan pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;● ● ●&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pencipta mengamanahkan alam ini kepada manusia sebagai hunian sementara, yang harus dirawat, dipelihara dan dijaga kelestariannya demi kepentingan manusia sendiri. Bukan sekadar diambil manfaatnya tanpa batas hingga rusak dan mengakibatkan bencana. Inilah Kalasudra, bencana yang menimpa rakyat jelata akibat tingkah-polah ‘orang besar’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, masih terkait krisis Merapi, telah terjadi silang pendapat di antara pihak-pihak yang merasa pantas mengeluarkan pendapat. Terkesan berebut kebenaran, menurut versi masing-masing. Sebagai supranaturalis, kami hanya sebatas menyampaikan sasmita. Sama sekali bukan kapasitas kami untuk menentukan—apalagi menghalangi—kebijakan yang menyangkut penanganan masalah bencana. Namun menurut hemat kami, selain faktor keselamatan masyarakat, pihak mana pun tidak selayaknya memanfaatkan krisis belakangan ini sebagai dalih untuk mencapai tujuan atau agenda tersamar lainnya. Bukan pula arena untuk meraih nama dan kemasyhuran. Sungguh akan melegakan semua pihak bila kita bisa menahan diri, tidak gegabah melontarkan tanggapan yang memojokkan pihak lain. Syukur-syukur tercapai saling pengertian dan kesepahaman di antara semua pihak sehingga masyarakat tidak terombang-ambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;● ● ●&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita jaga kelestarian lingkungan di sekitar Merapi. Selain kita jaga, syukuri Merapi yang perkasa sebagai karuniaNya. Sekali pun tampak angkuh, tak akan menyemburkan awan pijar yang membawa korban. Asal kita tahu diri, tak melupakan tatakrama dan adab sebagai sesama makhlukNya.&lt;br /&gt;Jangan perlakukan Merapi sebagai arena meraih ketenaran, apalagi sebagai ‘ajang bisnis’ untuk meraup keuntungan pribadi! “Merapi” akan lebih murka nantinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak percaya? Buktikan saja bila saatnya tiba!&lt;br /&gt;Atau mau cepat bukti Merapi meletus? Teruskan saja kegiatan yang membabi buta dan berlomba mencari keuntungan! Naudzu billahi min dzalik.&lt;br /&gt;Apalah arti nama besar dan tumpukan harta? Kalau hanya menyuburkan angkara murka dan mengundang bencana? Membuat masyarakat dan rakyat menderita?&lt;br /&gt;Bukankah ini salah satu makna isyarah yang kita terima? Kalasudra dan Prahara Gupita. Subhanallah!  Manusia telah lupa jati dirinya. Jangan lupa dan tetap waspada di mongso pitu atau JULI, karena akan terjadi tsunami tapi daerah mana Allahhu Alam. Pesan Bunda Lia dengan nada yang optimis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Merapi ‘batuk-batuk’, itu wajar karena sudah ciri khas gunung api satu ini. Karena itu, selayaknya kita sikapi fenomena krisis Merapi secara arif. Berdoa bersama memohon kepada Yang Mahakuasa agar Merapi tidak menjadi bencana bagi kita. Silakan mengambil sebesar-besar manfaat, namun tetap bijak dalam mengelola. Hentikan penggunaan alat berat—backhoe misalnya, secara berlebihan sehingga melampaui daya dukung lingkungan. Ingat kasus longsor penambangan pasir di Citatah – Nyalindung, Bandung. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-115659702208941021?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/115659702208941021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=115659702208941021&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115659702208941021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115659702208941021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2006/05/menyikapi-merapi-dengan-kearifan.html' title='Menyikapi Merapi dengan Kearifan'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-115659623260483934</id><published>2006-04-28T12:30:00.000+07:00</published><updated>2006-08-26T19:43:54.373+07:00</updated><title type='text'>Labuhan Tolak Bala Merapi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seperti diberitakan sebelumnya, Lia Hermin Putri, Pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono, benar-benar menggelar ritual Labuhan di Merapi pada Selasa (25/4) lalu, justru ketika gunung ini diprediksikan akan meletus hanya dalam hitungan hari. Bertempat di kediaman Mbah Marijan, Juru Kunci Merapi, Lia membuka ritual dengan doa bersama yang diikuti anggota Songgo Buwono dan masyarakat setempat. Sejumlah pengamat budaya lokal maupun mancanegara tampak hadir menyaksikan upacara adat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kelengkapan ritual kali ini, 21 tumpeng dan perangkat sesaji lainnya, Bunda Lia menerangkan sekilas. Duapuluh satu tumpeng itu meliputi 7 jenis yang terdiri atas 3 rakit tumpeng: Tumpeng Agung, Tumpeng Kendit, Tumpeng Robyong, Tumpeng Slamet, Tumpeng Tulak, Tumpeng Rasul, dan Tumpeng Songgo Buwono. Perangkat sesaji lainnya buah-buahan segar, Pisang Sanggan, Jajan Pasar, Seribu Bunga, seperangkat pakaian. Masih ada lagi kambing kendit, ayam tulak dan ayam putih mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh tumpeng diarak untuk dilabuh di Sri Manganti, suatu lokasi yang disakralkan di lereng Merapi, selebihnya dibagikan kepada warga. Usai persembahan tumpeng dan perangkat sesaji, Lia menuju tempat ritual khusus di “Paseban Labuhan” Kraton, yang jauhnya satu jam perjalanan kaki dari Sri Manganti ke arah puncak Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual berlangsung tiga malam dua hari. Malam pertama, Mbah Marijan sempat mengiringi laku tirakat ini, sedang malam-malam berikutnya Lia hanya didampingi dua anggotanya secara bergantian. Menjelang Jumat subuh (28/4), ritual diakhiri dengan rasa syukur kepada Tuhan dan rombongan Songgo Buwono pun turun menuju rumah sang Juru Kunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dengan wajah sedikit kuyu lantaran kurang tidur, Lia mengungkapkan pengalamannya selama melakukan ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lewat tengah malam terakhir, saya seperti masuk sebuah lorong sempit yang lembab dan gelap. Semacam gua yang dasarnya tergenang air. Hawa di dalam sana sangat dingin, hingga tubuh saya menggigil dan bergetar hebat” kata Lia memberi gambaran. “Mendekati ujung lorong, cahaya merah meramong tampak di hadapan. Sambil tertatih-tatih, saya sampai juga di mulut gua. Ternyata, itu sebuah gunung yang puncaknya membara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih terpukau dengan penglihatan saya, tiba-tiba muncul seekor binatang besar. Berbulu lebat, warnanya coklat keabu-abuan. Seekor orangutan raksasa, atau gorila” ujar Lia dengan mimik serius. “Dia menghampiri saya, memeluk saya, dan tangannya menunjuk-nunjuk ke suatu arah. Seakan dituntun, pandangan saya pun mengikutinya. Tiga pucuk anak panah berikut gandewa terpampang di sana. Wujud gandewa-gandewa itu, yang di sebelah kiri tak ubahnya mainan anak-anak yang dicat warna-warni. Yang di tengah seperti barang kuno, nampak jelek tapi terawat. Sedang terakhir, di sebelah kanan, gandewa-nya penuh ukiran yang sangat elok. Seperti milik Arjuna, satria Pandawa itu. Lalu, tanpa ragu saya mengambil gandewa jelek dan anak panahnya yang di tengah. Anehnya, melihat pilihan saya itu, dia—ya gorila tadi, malah melonjak-lonjak dan bertepuk tangan kegirangan. Di tangan saya, benda itu berubah wujud menjadi seuntai biji-biji tasbih terbuat dari batu mata kucing dan giok (jade). Saya ciumi biji-biji tasbih itu. Ketika sadar, binatang tadi sudah raib dari pandangan. Tapi tasbih tetap di tangan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat Petunjuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian di atas, dengan tasbih yang didapatnya, Lia kembali melanjutkan bacaan wirid-nya. Tenggelam dalam lantunan kalam ilahi, “Salaam(un). Qaulam mir rabbir rahiim”, dalam duduk heningnya di malam Jumat Kliwon itu, Lia beroleh petunjuk: “Wis Ngger, mudhuna anggonmu tapa. Saiki lagi mangsane para kawula kataman kalasudra. Coba waspadakna polahe manungsa kang padha nggege mangsa ing Arga Mrapi iki …” (“Sudahlah Nak, hentikan semadimu. Sekarang ini rakyat jelata sedang tertimpa musibah. Perhatikan tingkah-polah manusia-manusia yang diburu nafsu di Gunung Merapi ini, mereka mengharap sesuatu sebelum tiba masanya …”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penglihatan batin Bunda Lia, gejolak Merapi yang kini berlangsung merupakan peringatan dari Yang Mahakuasa agar manusia menghentikan tingkah lakunya yang melampaui batas. Pada kasus Merapi, juga kawasan-kawasan lain di tanah air, kita saksikan alam telah tereksploitasi melampaui daya dukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pernyataan sebagian supranaturalis, bahwa Merapi akan meletus pada malam Jumat Kliwon lalu, Lia sangat menyayangkannya. “Sungguh tabu, memastikan kapan datangnya suatu musibah atau keberuntungan. Apalagi membesar-besarkan sesuatu yang belum tentu terjadi, hanya menambah ruwet persoalan. Lebih baik kita berdoa bersama, mohon ampunan-Nya serta dijauhkan dari murka-Nya. Di “tangan”-Nya jua segala kepastian berada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lereng Merapi&lt;br /&gt;Jumat Kliwon, 28 April 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-115659623260483934?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/115659623260483934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=115659623260483934&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115659623260483934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115659623260483934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2006/04/labuhan-tolak-bala-merapi.html' title='Labuhan Tolak Bala Merapi'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-115659587290490648</id><published>2006-04-25T23:34:00.000+07:00</published><updated>2006-08-26T20:40:41.730+07:00</updated><title type='text'>Merapi belum akan meletus</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sejak awal bulan ini, kabar akan meletusnya gunung Merapi semakin santer. Namun berita tersebut dibantah keras Lia Hermin Putri, pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono, Parangtritis Bantul, Yogyakarta. Menurut Bunda Lia (panggilan akrab Lia Hermin Putri), berdasar isyarah yang diterimanya, Merapi tidak akan meletus dalam waktu dekat ini. Ditambahkannya, Merapi baru akan meletus bersamaan dengan meluapnya Bengawan Solo. “Hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat, karena kita baru masuk dalam kurun prahara gupita, belum sampai pada prahara Kalatidha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Bunda Lia menerangkan, prahara gupita adalah prahara yang berhubungan dengan perilaku makhluk hidup, terutama manusia yang memiliki sifat nggégé mangsa (mengharapkan sesuatu di luar musimnya). Sedangkan yang terjadi pada gunung Merapi bukan termasuk kategori gupita, melainkan siklus alami yang sifatnya periodik. Terkait dengan Merapi, Bunda Lia berpendapat, gunung tersebut mempunyai karakter khas dengan letusan-letusan kecil yang cukup sering namun tidak membawa dampak terlalu membahayakan. Ibarat manusia yang sedang mengalami demam dan batuk-batuk. Tingginya frekuensi letusan-letusan kecil tersebut memperkecil peluang letusan berskala dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Merapi baru akan meletus kelak bila tiba waktunya prahara kalatidha“ tegas Bunda. “Dan belum tentu dalam lima tahun ke depan akan meletus secara dahsyat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang supranaturalis, pimpinan Songgo Buwono ini berupaya menghambat datangnya prahara Kalatidha yang sangat nggegirisi itu, dengan menggelar ritual khusus di kawasan Merapi. Seiring upaya tersebut, Bunda Lia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memohon kepada sang Pencipta agar kita semua terhindar dari marabahaya. Ritual khusus yang rencananya akan diselenggarakan selama tiga hari itu akan dilakukan bersama Mbah Marijan, juru kunci Merapi yang tinggal di dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman - Yogyakarta. Ritual tersebut akan dibuka dengan menyediakan sesaji ubarampé, mulai dari tumpeng sebanyak 21 rakit, kambing kendit, ayam Cemani, pisang sanggan, hingga aneka buah-buahan. Selain acara yang sifatnya ritual, Bunda Lia juga akan melakukan duduk hening (semadi, red) selama tiga hari tiga malam, 25 - 27 April 2006 ini, di Batu Dampit, persis di bahu gunung Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu doa dan kekhusyukan ritual yang akan dijalankan, para anggota Songgo Buwono ikut mengiringi namun hanya diizinkan melakukannya di lereng gunung, jauh dari lokasi ritual Bunda Lia. “Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya tentang kekhawatiran masyarakat akan meletusnya gunung Merapi, Lia Hermin Putri menjawab tegas, “Saya tidak terlalu khawatir, karena tidak ada isyarah yang menunjukkan Merapi akan meletus. Kalau pun ada, ya itu tadi …, hanya letusan-letusan kecil yang tidak berbahaya” ujarnya dengan nada optimis. Lia juga menambahkan, ritual tolak bala Merapi ini merupakan bagian dari rangkaian acara Ruwat Bumi Pertiwi, yang juga diprakarsai Sanggar Supranatural pimpinannya. Upacara adat tradisional ini menurut rencana akan dilaksanakan sekitar Agustus mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan meningkatnya aktivitas Merapi beberapa hari terakhir, masyarakat dan pihak otoritas pemerintah saat ini lebih khawatir terhadap bahaya guguran awan pijar, wedhus gèmbèl, dan aliran lava dari puncak Merapi. Tentang wedhus gèmbèl, Bunda Lia menjelaskan, dengan cara apapun wedhus gèmbèl tidak dapat dicegah, karena memang sudah ciri khas Merapi. Untuk menghindarinya, hendaknya manusia memahami bahasa alam yang ada di gunung tersebut. “Kita tidak bisa melawan alam, yang dapat kita lakukan hanya menghindar dengan cara memahami bahasa dan isyaratnya.” Bunda Lia berpesan, jangan kita mendahului Kehendak Yang Mahakuasa, ada baiknya pihak pemerintah lebih bijaksana, dan tidak terburu-buru memberikan informasi yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh jadi Merapi tidak akan meletus dahsyat dalam waktu dekat, namun kita tetap tidak boleh meninggalkan kewaspadaan. Kalau 2011 nanti, kemungkinan Merapi bakal mengalami goncangan dan letusan, walau tak sedahsyat letusan 1994” kata Bunda Lia menutup paparannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parangtritis&lt;br /&gt;25 April 2006&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-115659587290490648?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/115659587290490648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=115659587290490648&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115659587290490648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115659587290490648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2006/04/merapi-belum-akan-meletus.html' title='Merapi belum akan meletus'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33090730.post-115659826773660693</id><published>2006-03-27T20:45:00.000+07:00</published><updated>2006-08-26T20:17:47.830+07:00</updated><title type='text'>Seminar sehari 27 Maret 2006Sambutan Bunda Lia Hermin Putri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,&lt;br /&gt;Salam sejahtera bagi kita semua,                           &lt;br /&gt;Para Tamu Undangan yang kami hormati . . .,&lt;br /&gt;Sebelumnya kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya, atas waktu yang telah Bapak/Ibu luangkan untuk menghadiri pertemuan ini. Sungguh kami sadari, undangan ini demikian mendadak sehingga tentu saja mengacaukan agenda kegiatan Bapak/Ibu. Pada acara seminar sehari ini.Pada tgl.27 Maret 2006.&lt;br /&gt;Namun kami yakin, keprihatinan dan kepedulian kita terhadap persoalan yang dihadapi bangsa ini, akan mampu menyisihkan waktu dan kepentingan lainnya.&lt;br /&gt;Syukur alhamdulillah, Yang Mahakuasa pun berkenan mengizinkan kita bertemu dan berkumpul di sini, pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang menyesalkan, mengapa undangan mendadak sekali sehingga para tokoh tidak dapat hadir di tengah–tengah kita. Memang kita berharap, tapi informasi dan waktu juga yang menjadi  kendala. Untuk itu, kami mohon maaf atas lambatnya undangan yang kami sampaikan.&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini pula, kami mohon maaf kepada pihak-pihak yang seharusnya pantas dan layak hadir di sini, namun terlewat dari undangan kami. Bukan maksud kami sengaja mengabaikan, tetapi semata-mata karena keterbatasan informasi yang kami miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang kami muliakan . . .,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keprihatinan bersama atas  kondisi bangsa Indonesia saat ini, telah menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa untuk bangkit dari keterpurukan, lepas dari bayang-bayang perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari mana kita akan memulai?&lt;br /&gt;Apa langkah awal yang harus ditempuh?&lt;br /&gt;Lepas dari keberhasilan atau kegagalannya, berbagai jalan telah kita upayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang kebudayaan, misalnya, kita saksikan kegairahan masyarakat dalam mengekspresikan adat-istiadat dan tradisi lokal mereka. Dari berbagai latar belakang budaya, yang sifatnya lokal-kedaerahan, masing-masing tampil dengan segala pernak-pernik keindahan dan keanggunannya.&lt;br /&gt;Suatu pemandangan yang selama tiga dekade sebelumnya nyaris mustahil kita jumpai.&lt;br /&gt;Semua itu menyadarkan kita, bahwa Adat dan Budaya adalah akar Bangsa yang mesti kita junjung tinggi, kita banggakan, dan kita lestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegakah kita melihat, membiarkan Adat dan Budaya kita tercabik-cabik oleh budaya luar?&lt;br /&gt;Mari kita renungkan adat ketimuran yang hampir luntur. Pergaulan bebas, budaya luar, obat terlarang, minuman keras telah meraja-lela merasuki Anak Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada saat bersamaan masih kita saksikan kekerasan di mana-mana. Konflik antar-kelompok di masyarakat, pemaksaan kehendak dengan dalih menegakkan kebenaran dan keadilan, masih saja terjadi.&lt;br /&gt;Juga musibah bencana alam yang beruntun menimpa saudara-saudara kita di berbagai pelosok negeri tercinta, menambah deretan kepedihan kita. Seolah bangsa ini belum akan lepas dari derita berkepanjangan .Bumi Pertiwi ini sedang menangis mari kita Ruwat segera agar tidak terjadi Bencana yang berkepanjangan karena keterpurukan budaya yang telah lama kita lalaikan, bila kita tetap dalam keadaan begini buktikan saja apa yang akan bakal terjadi di thn.2006 menjelang 2007 dan bencana itu akan mulai datang di bulan April – Mei 2006. Tidak percaya buktikan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi watak manusia, baik ketika mendapat kedudukan atau tidak, selalu merasa kurang puas dan kecewa hatinya.&lt;br /&gt;Sifat angkara murka masih berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu adalah kesalahan sendiri, karena tidak melihat musimnya. Bila kita perhatikan dengan pandangan mata batin, sungguh aneh ulah manusia. Yang jujur, yang dusta hatinya, dapat diketahui dari satu firasat – dari namik. Namun tidak setiap orang mampu, kecuali yang telah terbuka untuk dunia gaib. Paham terhadap rasa, serta ingat akan safi’i di masa lalu, tetapi lebih rumit ceritanya, budi pekertinya telah tampak pada zaman lain. Banyak orang memahami bahasa dan kehidupan bangsa lain, hingga tidak memahami dan menguasai bahasa sendiri. Adat ketimuran hampir punah karena pengaruh bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan adalah inti yang harus diambil agar dapat menambah budi yang kuat. Mari kita pertimbangkan bersama demi kebaikan. Aturlah rakyat dengan baik, yang mengolah bumi, yang dapat dijadikan tanda atau tengara ‘gemah ripah loh jinawi’. Keutamaan laku dalam memimpin negeri atau bangsa harus tahu kewajibannya, berwibawa tutur katanya—Sabda pandhita ratu. Lakukan napak tilas moyang kita, jangan lupakan tradisi dan adat kebudayaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, semua jiwa sentana Mataram harus kembali pada jati dirinya sebagai ‘orang Jawa’. Harus mau hidup rukun dengan sesama, terutama dengan trah Mataram itu sendiri. Harus tahu peran dan fungsinya sebagai ‘trahing kusuma – rembesing madu’. Baik kebetulan diri sebagai pejabat atau raja, atau mungkin rakyat biasa. Namun kita harus sadar, pendiri Mataram yang akan datang sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk Mataram di masa depan atau “Mataram Binangun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi Nusantara kemungkinan masih akan terus-menerus kacau, penuh dengan pertentangan. Ujian pun akan semakin berat, kecuali Mataram Binangun terwujud sesuai dengan keinginan moyang kita. Sudah saatnya, kita mulai menyambung benang merah yang hampir putus, mengumpulkan tulang berserakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;□ □ □&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin sekalian . . .,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala keterbatasan dan kekurangan, kami memberanikan diri mengetengahkan gagasan RUWAT BUMI PERTIWI ini sebagai langkah awal. Sebagai batu pijak untuk membuka simpul keruwetan yang kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akui, ide ini tidak sepenuhnya berasal dari kami sendiri.&lt;br /&gt;Sekadar contoh, kami merasa terilhami gagasan seorang tokoh, maaf tak perlu kami sebut siapa, yang pernah melontarkan wacana “tobat nasional” menjelang masa reformasi, hampir sepuluh tahun lalu.&lt;br /&gt;Sayang sekali, gagasan arif yang oleh pencetusnya dimaksudkan sebagai wacana menuju rekonsiliasi nasional itu mendapat tanggapan dan reaksi yang kurang proporsional. Kita lebih mempersoalkan istilah, ketimbang makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada RUWAT BUMI PERTIWI, kami maksudkan sebagai langkah awal memaknai kembali pandangan (atau persepsi) dan perlakuan kita pada bumi dan segala isinya, sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah yang telah kita terima.&lt;br /&gt;Makmurkan bumi tempat kita berpijak, dan jangan buat kerusakan di atasnya.&lt;br /&gt;Sudahkah kita renungkan, bahwa selama ini perbuatan kita masih jauh dari pesan yang terkandung dalam amanah tersebut?&lt;br /&gt;Seperti terkandung dalam tema Ruwat Bumi Pertiwi ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REKONSILIASI NASIONAL MELALUI BUDAYA:&lt;br /&gt;mamasuh malaning bumi – mangasah mingising budi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang secara harfiah berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; membasuh lukanya bumi – mengasah tajamnya budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bersihkan bumi pertiwi dari noda dan luka yang kita buat—seraya melunakkan budi dan pekerti kita yang masih diwarnai kebengisan dan kekejaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sudah selayaknya kita sadari. Sebagai manusia biasa, tanpa izin Sang Pencipta, mana mungkin kita mampu meruwat Bumi Pertiwi ini. Hanya pertolongan dan kemurahanNya jua yang menjadi sandaran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mari kita bersatu dan bergandeng tangan, tanpa meman-dang Ras – Agama dan Golongan, untuk berdoa bersama memohon ampunan atas dosa dan kesalahan, baik sengaja maupun tidak. Semoga Allah SWT mencurahkan kasih-NYA terhadap kita semua sehingga bumi ini aman. Terhindar dari segala bala’ dan bencana, kekacauan dan keangkara-murkaan. Kita bersihkan mental spiritual kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai supranatural, kami mohon kesediaan semua yang hadir maupun belum dapat hadir, untuk membantu kami turut prihatin mewujudkan cita–cita kita melalui Ruwat Bumi Pertiwi ini. Kepada kalangan spiritualis, mari kita berpegang pada kebenaran dan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang kami muliakan . . .,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kami belumlah apa–apa, dan jujur saja sebagai pencetus acara ini, kami masih mempunyai banyak kekurangan dan membutuhkan sumbang saran serta nasehat untuk langkah selanjutnya. Mustahil kami dapat melaksanakan ini semua dalam kesendirian. Maka kami mohon keikhlasan, ketulusan dan waktu pada Bapak/Ibu, juga para Tokoh yang tidak dapat hadir dalam Seminar ini, untuk bersama-sama membawa acara ini sampai titik yang kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, kami hanya bisa mengantar acara ini dengan penuh harap pada rasa kebersamaan dan kepedulian kita. Semoga langkah awal kita pada hari ini mendapat bimbingan dan kekuatan dari Yang Mahakuasa. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Billahit taufiq wal hidayah&lt;br /&gt;Wal hamdulillahi rabbil ‘alamin&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Terima Kasih&lt;br /&gt;kepada&lt;br /&gt; 1.      Bapak Drs. H. Idham Samawi, selaku Pelindung, beserta jajaran Pemkab. Bantul yang telah bermurah hati menyediakan tempat dan seluruh fasilitasnya.&lt;br /&gt;2.      Bapak Prof. DR. Damardjati Supadjar, sebagai Narasumber Tamu, yang selalu mendampingi selama persiapan hingga akhir acara.&lt;br /&gt;3.      Didik Nini Thowok Entertainment, yang telah menyemarakkan acara ini.&lt;br /&gt;4.      Semua pihak, yang tidak mungkin disebut satu persatu, yang berpartisipasi menyukseskan acara ini, sejak awal gagasan hingga pelaksanaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33090730-115659826773660693?l=songgobuwono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://songgobuwono.blogspot.com/feeds/115659826773660693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33090730&amp;postID=115659826773660693&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115659826773660693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33090730/posts/default/115659826773660693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://songgobuwono.blogspot.com/2006/03/seminar-sehari-27-maret-2006sambutan.html' title='Seminar sehari 27 Maret 2006Sambutan Bunda Lia Hermin Putri'/><author><name>Sanggar Supranatural SONGGO BUWONO</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17947982392981915899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
